Laura Evelyn menyusun rencana untuk balas dendam kepada mantan suaminya. Karena mantan suaminya telah menelantarkan dirinya dan ketiga anak-anaknya kala itu.
Laura kemudian menyewa seorang pemuda yang umurnya jauh lebih muda darinya untuk ia jadikan suami bayaran.
Apa jadinya jika Laura tertarik dengan suami bayarannya.
Saat Laura telah jatuh hati pada pria lain. Sang mantan suami, Bimasena datang kembali dalam kehidupan Laura dan berjuang untuk meluluhkan hati Laura kembali.
Apakah Laura akan menerima cinta sang mantan suami kembali?
Ataukah Laura lebih memilih bersama suami bayarannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuat mu cemburu
Demi bisa menjalankan misinya untuk balas dendam terhadap sang mantan suami.
Sepertinya Laura sedikit kesulitan untuk bisa menunjukkan kemesraan hubungan palsu antara dirinya dan juga Chandra di hadapan Bima.
Karena dirinya dan juga Bima memang sudah hidup terpisah.
Laura sedikit kehilangan akses untuk bisa mengetahui apa saja dan dimana Bima akan melakukan aktivitas di luar rumah.
Hal itu membuat Laura kesulitan untuk mendapatkan waktu yang tepat untuk bisa memanas-manasi sang mantan suami.
Dan akhirnya, Laura menyuruh seseorang untuk mencari tahu. Aktivitas di luar yang akan Bima lakukan.
Karena Laura juga tidak ingin membuang waktu untuk bisa segera membuat sang mantan suami bisa merasakan apa yang ia rasakan.
Terlebih Laura hanya memberikan waktu 3 bulan bagi Candra untuk berakting sebagai pacarnya.
Dan pada kesempatan malam hari itu. Laura akhirnya mendapatkan informasi. Jika Bima sedang mengajak rekan bisnisnya untuk mengunjungi sebuah klub malam.
Mengetahui hal tersebut. Laura tidak ingin kehilangan momentum dan kesempatan.
Setelah ia mengetahui klub mana yang akan Bima kunjungi bersama teman-teman bisnisnya. Untuk sekedar minum-minum. Membuat Laura kemudian langsung hubungi Candra. Laura menyuruh Chandra untuk bersiap jika nanti malam iya harus bersamanya.
Dan malam pun tiba. Laura yang sudah menyewakan satu mobil sport mahal untuk Chandra sebagai penunjang agar Candra terlihat seperti orang berada. Menjemput Laura di rumahnya.
Laura yang saat itu sudah berdandan dengan dandanan yang sangat cantik dan mempesona. Membuat Chandra menatap Laura dengan tak berkedip.
Candra juga berpenampilan sempurna. Dengan memakai pakaian yang sudah Laura belikan kemarin.
Dengan menaiki mobil yang Chandra kendarai. Mereka menuju lokasi tempat di mana Bimasena juga sedang berada di sana.
Suara bising klub malam yang memutar musik dengan suara keras dan menghentak itu. Sedikit mengusik telinga Laura yang sudah lama tidak mengunjungi tempat hiburan tersebut.
Belum lagi, sorotan lampu yang menyorot ke sana ke mari juga membuat Laura pusing.
"Kenapa Laura, ada apa?" tanya Chandra, yang saat itu berdiri tepat di sisi Laura.
"Aku sudah lama tidak mendatangi tempat hiburan macam ini." bisik Laura ke telinga Chandra.
Sejak ia menikah dan punya anak. Praktis tempat hiburan malam seperti itu memang sudah tidak lagi di kunjungi oleh Laura.
Tapi karena pada malam itu ia ingin menjalankan misinya. Mau tidak mau akhirnya membuat ia harus berada di sana.
Dengan menggandeng tangan Chandra. Laura nampak mencari-cari sosok yang ia ingin tau keberadaannya.
Mata Laura nampak memindai satu persatu orang orang yang tengah duduk di meja minibar.
"Jika kamu lihat mantan suamiku. Tunjukkan padaku. Aku ingin kita berdua duduk di dekatnya." ujar Laura
"Berakting lah seolah-olah kita adalah pasangan yang sedang di mabuk cinta. Aku akan berakting seolah-olah aku tidak mengetahui sama sekali keberadaannya yang ada di sini. Kau juga harus berakting sesempurna mungkin. Ingat, kita ada pasangan."
"Aku mengerti Laura, aku mengerti apa yang harus aku lakukan." ucap Chandra.
Kemudian ia meraih jari jemari Laura dan menakutkannya pada jari-jemarinya.
Saat Chandra menggenggam tangannya. Hati Laura sedikit tergelitik.
Sudah sekian lama ia tidak merasa di genggaman tangannya seerat itu oleh seorang pria.
Chandra kemudian senyum tipis saat Laura menoleh ke arahnya.
Chandra kemudian berjalan makin memasuki area klub. Dengan begitu gagah dan perkasa. Chandra mengandeng tangan Laura untuk mencari tempat duduk.
"Mantan suami mu duduk di minibar sebelah sana." ucap Chandra sembari menunjuk ke arah Bimasena yang tengah duduk di sebuah minibar yang ada di sudut ruangan.
Laura kemudian melayangkan pandangannya ke arah di mana Chandra menunjukan telunjuknya.
"Dia duduk dengan beberapa temannya. Apa kita ambil tempat duduk di posisi sebelah sana. Karena lokasinya persis di samping matan suamimu. Sehingga dia bisa melihat kita dengan jelas." imbuh Chandra.
Laura yang kini sudah melihat Bima nampak memandang ke Bima dengan seksama.
"Ayo kita ke sana." sahut Laura, kemudian ia berjalan sambil merangkul lengan Chandra dengan rangkulan posesif.
Terima kasih utk ceritanya kak Wati🙏.Semoga selalu sukses utk karya2nya..
Langsung cus ke karya kak Wati yg baru😊
heran Thor kok gak ada karma² sama Bima sedang Kinanti kena vonis sakit rahim 🤣🤣🤣
Bima mau ngapain