NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mande Qita

Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29 Bertemu Gatra

Libur akhir pekan dihabiskan Zea dan Tari untuk pergi bermain sekaligus belanja di pusat perbelanjaan yang banyak dikunjungi oleh orang yang tinggal di ibukota ini di saat weekend.

“Wah Miss Zea cantik sekali” goda Tari sambil terkekeh melihat penampilan Zea yang terlihat sangat segar.

“Ha ha ha rayuan orang yang pengen ditraktir…” Zea tergelak kencang menjawab candaan temannya itu.

“Ha ha ha kok tau sih Ze!” bukannya risih Tari malah tertawa

“Iya tau dong Tar, tapi aku ikhlas kok kan ini gajian pertamaku, dan aku sudah janji mau traktir kamu Tari” imbuh Zea

“Oh terima kasih Zea…” sahut Tari

“Ayo kita berangkat “ ajak Zea di jawab dengan anggukan kepala oleh Tari.

Mereka berdua keluar dari apartemen dan naik taksi online yang sudah mereka pesan, karena ini akhir pekan Tari nggak mau ribet mencari parkiran di pusat perbelanjaan yang pasti ramai dan antri, jadi Tari memutuskan untuk naik taksi online ke mall tersebut.

“Ramai sekali Tari…” Zea cukup kaget dengan pengunjung di pusat perbelanjaan pada hari ini.

“Bulan baru Ze, pada mau belanja dan melepaskan penat setelah bekerja dalam seminggu ini, apa lagi sekarang akhir pekan, pemandangan yang biasa he he he” sahut Tari.

“Iya juga sih, ayo kita mulai berburu diskonan yang ada di mall ini” ajak Zea sambil melirik ke arah salah satu toko baju yang sedang memberikan diskon yang cukup besar.

“Ayoooo…” Tari langsung menarik tangan Zea untuk masuk ke dalam toko pakaian tersebut.

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat keberadaan Zea di pusat perbelanjaan tersebut.

“Kalau Lo mau menyapa Zea, panggil saja Gatra!”

Gatra dan Barra yang juga sedang berada di pusat perbelanjaan tersebut, melihat kehadiran Zea dan Tari.

“Cckk kita kesini mau ketemu tamu tari jepang Barra” tegur Gatra

Ia dan Barra memang mau bertemu dengan rekan bisnisnya yang mengajak bertemu di sebuah restoran dimana para pebisnis sering mengadakan meeting di hari libur atau di hari kerja.

“Ha ha ha gue pikir Lo lupa tujuan kita ke pusat perbelanjaan ini, tapi Zea cantik sekali hari ini!” seloroh Barra sambil matanya masih menetap ke arah Zea dan Tari.

“Ayo Barra! nanti kita telat…” Gatra tidak menggubris kelakar sahabatnya itu, padahal dalam hatinya Gatra ingin menyapa Zea tapi dia masih gengsi.

“Oke Gatra! beneran nih, nanti jangan menyesal ya” goda Barra lagi

“Kalau nasib baik juga bakalan ketemu juga Bar…” Gatra melanjutkan langkah kakinya menuju restoran dimana dia dan rekan bisnisnya bertemu.

“Siapa, kalau itu gue setuju…” sahut Barra

Tanpa sepengetahuan Gatra, Barra menyuruh orang kepercayaannya untuk mengikuti Zea, dan mengirim pesan padanya mengenai kegiatan Zea.

***

Zea yang sedang menikmati liburan akhir pekan nya sibuk memilih barang barang yang diinginkannya begitupun dengan Tari, mereka berdua tidak menyadari sudah cukup lama berbelanja.

“Zea!....” panggil Tari sambil memegang perutnya yang tadi sudah bunyi karena lapar.

“Ada apa tari…” tanya Zea, tapi tangannya masih memilih pakaian yang ada di depannya.

“Makan dulu yuk, aku lapar…” ajak Tari sambil menarik tangan Zea agar berhenti memilih pakaian pakaian yang ada di depannya.

“Oh kamu lapar juga ya?” tanya Zea, dia berhenti memilih pakaian dan menoleh ke arah Tari yang sudah meringis menahan lapar.

“Iya Ze, aku lapar banget…”

“Ayo, aku juga lapar tanpa kita sadari sudah cukup lama di toko ini, kita bayar dulu yuk..” Zea yang juga lapar setuju dengan ajakan Tari untuk mencari makan, karena sudah waktunya makan siang.

Tanpa banyak tanya lagi Tari menganggukkan kepalanya, kemudian mereka pergi ke kasir untuk membayar semua belanjaan mereka.

Dan setelah itu Zea dan Tari keluar dari toko tersebut, mencari restoran untuk mereka makan siang.

“Akhirnya kita sampai juga di restoran ini…” ucap Tari, Ia menghempaskan tubuhnya di kursi yang ada di restoran yang hari ini tidak terlalu ramai, mungkin karena waktu makan siang sudah lewat.

“Kamu sering ke restoran ini Tari?” tanya Zea penasaran.

“Nggak sering juga sih, tapi pernah beberapa kali datang ke restoran ini Ze, makanannya enak enak” jawab Tari lalu mengambil buku menu yang ada di atas meja dan mulai memilih makanan yang akan mereka pesan.

“Oh gitu, kalau gitu aku ikut saja apa yang kamu pesan Tar” Zea menyerahkan semua makanan yang akan di pesan, karena dia tak terlalu tahu makanan apa saja yang enak di sini.

“Oke siap, eh ponselmu bunyi tuh, sepertinya ada yang menghubungi kamu Zea..” sahut Tari, Ia memberi tahu Zea kalau ponselnya berbunyi.

Zea tersenyum menanggapi apa yang Tari katakan, dia lalu mengambil ponselnya yang berbunyi.

“Oh paman yang menghubungi aku” secara nggak langsung Zea memberitahu Tari siapa yang menghubunginya.

“Buruan angkat mana tahu ada kabar dari pengusaha gila itu” sindir Tari, menyebut Ryan dengan julukan baru, Zea terkekeh mendengar sindiran sahabatnya itu.

“Ya paman…” sapa Zea

[Zea kamu apa kabar nak..?”]

“Kabar Zea baik, dan mulai betah mengajar di sekolah yang baru, pama dan bibi apa kabar?” jawab Zea, Ia mengatakan kalau dia sudah mulai nyaman mengajar di sekolahnya yang baru.

[Syukurlah kalau kamu baik dan betah di sana nak, kami sekeluarga dalam keadaan baik dan sehat]

Paman Zea lega setelah mendengar keponakannya itu sudah bisa hidup baik di ibukota Jakarta.

“Pasti ada hal yang penting sehingga paman menghubungi Zea” tebak Zea

[Iya nak, pama mau kasih tahu kamu, kalau mertua kamu kemarin datang menanyakan keberadaan kamu dan juga masalah yang sedang kalian hadapi berdua]

“Terus paman bilang apa?” tanya Zea penasaran.

[Paman ceritakan saja semuanya nak, agar mereka tahu alasan kamu pergi dari Ryan, dan mereka setelah mendengar cerita rumah tangga kamu dan Ryan, meminta maaf atas kelakuan Ryan]

“Apa mereka juga menanyakan dimana keberadaan Zea sekarang?” tanya Zea lagi

[Iya, tapi paman hanya mengatakan kalau kamu pergi ke salah satu kota yang cukup besar untuk memulai hidup baru, maafkan paman ya nak] jelas paman Zea.

“Nggak apa apa paman, yang penting kedua orang tua Ryan sudah tahu dan mengerti dengan keputusan yang Zea ambil sekarang” balas Zea.

[Iya nak, dan sepertinya mereka tahu kalau kamu ke Jakarta, soalnya sempat menanyakan Tari sahabat kamu itu]

“Ya sudah nggak apa apa paman, nanti juga akan ketahuan, semoga mereka tidak membocorkan pada Ryan” imbuh Ryan.

Setelah berbincang dengan paman dan bibinya, Zea menutup teleponnya lalu menarik nafas panjang.

“Tuan Gatra…!” pekik Tari dengan suara pelan

“Mana?” tanya Zea sambil berbisik

“Itu mereka menghampiri kita…” bisik Tari dengan wajah tegang

“Zea…!” sapa Gatra yang datang menghampirinya dengan Barra, mereka baru selesai meeting dan saat akan pulang melihat Zea juga ada di restoran yang sama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!