Gara-gara menyerempet mobil seorang CEO, seorang gadis terpaksa membayarnya dengan menjadi pengasuh anak dari seorang CEO kaya raya, Dion Mahesa.
Nafa Maheswari, gadis cantik yang bekerja sebagai kurir pengantar paket, terpaksa kehilangan pekerjaannya karena Ia harus menjadi pengasuh untuk membayar kerugian akibat ia telah menyerempet mobil Dion, Dion meminta pertanggungjawaban dari Nafa, karena Ia tidak memilih uang, maka Nafa terpaksa banting setir menjadi pengasuh anak laki-laki berumur lima tahun. Di mana Dion dan istrinya telah bercerai, dan anak mereka, Dion yang mengasuhnya. Anak itu bernama Alaska Mahesa.
Kehadiran Nafa membuat Alaska sangat senang, bukan hanya Alaska yang senang tapi sang Ayah pun ikut bahagia, cinta mulai bersemi di antara mereka, akankah Alaska bisa membuat keduanya bersatu? Sementara Nafa sendiri sudah memiliki tunangan.
Novel ini untuk event Anak Genius, mohon dukungannya ya 😊❤️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rujak nanas
Hari-hari Nafa melewati masa-masa kehamilannya yang terasa begitu menyenangkan, aura nya sebagai Ibu hamil terpancar begitu cerah, belum lagi Alaska yang sangat perhatian dengan adiknya yang masih dalam kandungan Nafa, Lain halnya dengan Dion, justru dirinya yang sering mengalami ngidam dan mual-mual, terkadang malam-malam Dion ingin sekali memakan rujak nanas dan jambu mete, sehingga membuat Nafa geleng-geleng kepala. Bukan dirinya yang ngidam justru kebalikannya, sang suami yang ngidam layaknya orang yang sedang hamil muda.
"Sayang! Kamu lagi ngapain di dapur?" tanya Nafa kepada suami yang tiba-tiba sedang mengambil cobek dan ulekan.
"Aku pingin makan rujak nanas sama jambu mete, hmm pasti rasanya seger banget." balas Dion sembari mengambil bahan-bahan untuk membuat rujak, seperti kacang tanah goreng, cabe, gula merah, garam, dan terasi. Tak lupa buah nanas muda dan jambu mete yang rasanya asam yang membuat siapa saja yang memakannya pasti ngeces.
Nafa yang tak tega mencoba membantu suaminya untuk membuat bumbu rujaknya, meskipun ada pembantu Dion tetap ingin membuat sendiri, Nafa pun dilarang untuk ikut membantunya.
"Sini Aku bantuin! Nanti kamu nggak bisa ngulek nya." seru Nafa sembari mengambil cobek itu.
"Ehhhh nggak usah! Biar Aku saja, Istriku duduk manis, biarkan Suamimu membuat maha karya sendiri, oke!" sahut Dion sembari mengantarkan istrinya untuk duduk dan membiarkannya membuat rujak nanas sendiri.
Setelah Nafa duduk di kursi, Dion pun langsung mengeksekusi bahan-bahan rujak itu, dimulai dengan menggoreng kacang tanah untuk bumbu rujaknya.
Meskipun sesekali Nafa tertawa melihat tingkah konyol suaminya saat menggoreng kacang, dimana dirinya seolah berhadapan dengan musuhnya, Dion terlihat sigap dengan sodet di tangannya, tak lupa Ia mengambil helm agar wajah tampannya tidak terkena cipratan minyak panas saat menggoreng kacang tanah itu.
"Sayang! Kamu mau kemana?" tanya Nafa saat suaminya hendak mengambil sesuatu.
"Hehehe sebentar, Aku mau mengambil pelindung." jawabnya sembari cengar-cengir. Nafa pun cuma bisa garuk-garuk kepalanya, entah apa yang akan suaminya ambil.
Tiba-tiba Alaska datang ke dapur untuk mengambil air minum, Ia melihat sang Mama yang sedang duduk sendirian di dapur. Ia pun menyapa Nafa yang saat itu sedang menunggu kedatangan suaminya.
"Mama kok ada di sini?" tanya Alaska sambil duduk di samping Nafa.
"Hai Sayang! Kok kamu belum tidur sih?" Nafa berkata sembari mengusap rambut Alaska.
"Belum, Ma! Alaska belum mengantuk, oh ya ngapain Mama di sini?" tanya balik sang bocah. Nafa tersenyum dan berkata kepada Alaska. "Mama sedang nungguin Daddy bikin rujak." jawab Nafa.
"Daddy bikin rujak? Terus Daddy mana dong?" tanya Alaska yang tidak melihat Dion dalam dapur itu.
"Daddy sedang mengambil sesuatu katanya." balas Nafa.
"Sesuatu?" Alaska terlihat mengerutkan keningnya dan tiba-tiba saja Dion datang dari belakang mereka dengan menggunakan helm secara langsung.
"Iya ... eh itu Daddy ... loh Sayang? Kenapa bisa begitu?" Nafa sangat terkejut plus tertawa geli melihat suaminya datang dengan memakai helm di kepalanya.
Sementara itu Dion tampak berjalan menuju ke arah wajan yang berisi kacang tanah goreng, Alaska terlihat melongo melihat sang Daddy yang memakai helm sambil menggoreng.
Di saat kacang tanah itu digoreng, tentunya ada suara peltikan minyak goreng, dan seketika membuat pria itu terkejut dan spontan mengucapkan kata-kata mutiara. "Hait ... brengsek, sialan, ngagetin aja."
Alaska dan Nafa saling menatap, keduanya pun saling tertawa melihat tingkah Dion yang benar-benar konyol. Tapi, Dion tak perduli dengan suara tertawa Nafa dan Alaska, Dion terus berkonsentrasi untuk membuat rujak nanas sendiri.
Dion mengeksekusi sendiri, setelah helm itu Ia lepas, Dion kembali melanjutkan untuk mengulek bumbu rujaknya. Setelah bumbu terkumpul dan siap diulek, Dion pun bersiap dengan ulekan yang terbuat dari batu. Dengan kekuatan super, Dion mengulek bumbu itu dengan keras, alhasil cobek itu pecah menjadi dua.
Suara cobek yang pecah itu terdengar cukup keras, memaksa Alaska dan Nafa datang menghampiri Dion. Keduanya tampak membulatkan matanya saat melihat Dion menguleknya dengan berantakan, bahkan sampai pecah.
"Ya ampun Daddy! Kok sampai pecah gitu?" seru Alaska sambil mengamati cobek yang pecah menjadi dua.
"Sayang! Kenapa bisa jadi begini? Kamu terlalu kuat sih," sahut Nafa sembari melihat kegagalan Dion membuat sambal rujak.
Seketika Dion mewek seolah-olah dirinya begitu bersedih telah gagal membuat sambal rujak.
"Huaaaaaa Aku gagal! Hiks hiks hiks." Dion terlihat menyandarkan kepalanya pada pundak sang istri. Nafa pun berusaha menenangkan suaminya.
"Iya iya nggak apa-apa, nanti biar Aku buatin." ucapnya sembari mengusap wajah Dion, sedangkan Dion terlihat manja dengan istrinya, Ia pun semakin melingkarkan tangannya pada pinggang Nafa, sementara itu Alaska terlihat melipat kedua tangannya sambil berkata, "Ya ampun, sebenarnya yang hamil tuh Mama Nafa apa Daddy sih, manja banget Daddy!" celetuk sang bocah kepada Sang Daddy.
"Ihhh biarin, Mama Nafa tambah suka kok Daddy peluk." jawabnya sembari menjulurkan lidahnya sambil mengejek sang anak. Alaska pun tidak mau kalah, Ia pun berlari dan memeluk sang Mama sembari berbisik kepada Dede bayi yang masih di dalam perut Nafa.
"Eh eh ngapain ikut-ikutan peluk!" seru Dion saat melihat Sang anak memeluk Nafa.
"Biarin, Alaska juga sayang sama Mama Nafa dan Dede nya Alaska. Oh ya Dede, nanti kalau sudah besar jangan manja kayak Daddy, ya! Nggak macho tahu. Contoh Kakak saja, biar keren, jangan niru Daddy, Oke!"
Mendengar ucapan Alaska pada perut Nafa, Dion pun tak terima dan Ia pun mengejar putranya dan menggelitik pinggang sang bocah, alhasil Alaska tertawa terpingkal-pingkal dengan ulah Dion yang sedang mengerjainya.
Nafa tersenyum bahagia melihat keduanya yang terlihat ceria, sungguh senyuman keduanya adalah kekuatan Nafa.
"Melihat kalian berdua tertawa bahagia seperti ini adalah kekuatanku, sungguh beruntung Aku memiliki dua laki-laki yang sangat menyayangiku. Aku akan memberikan segala kebahagiaan untuk kalian berdua." batin Nafa dengan senyum manisnya.
...BERSAMBUNG...
endingnya jgn gitu lah,
tp kok tergantung...MMG dh abis ke?