NovelToon NovelToon
Tiga Bayi Tersembunyi: CEO Menyesal Seumur Hidup

Tiga Bayi Tersembunyi: CEO Menyesal Seumur Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Asmara / Anak Genius / Penyesalan Suami / Teman lama bertemu kembali
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lover

Lima tahun lalu, Keira diusir dari keluarga Mulyono saat perutnya baru membesar.
Tidak ada yang tahu dia sedang mengandung tiga anak sekaligus — anak-anak dari pria paling berkuasa di Jakarta: Kevin Hartono, CEO Hartono Group.
Tanpa uang, tanpa keluarga, tanpa nama — dia membesarkan ketiga anaknya sendirian. Diam-diam, dia membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Menjadi CEO SH Corporation. Menjadi dokter jenius yang dipanggil "Dr. Mira." Menjadi ahli chip SSS-level yang dicari seluruh dunia dengan nama "Ainara."
Sekarang, dia kembali ke Jakarta.
Bukan sebagai gadis yang pernah dibuang. Tapi sebagai wanita yang bisa menghancurkan siapa saja yang pernah menyakitinya.
Masalahnya? Kevin Hartono — mantan suami yang bahkan tidak tahu dia pernah hamil — baru saja menemukan bahwa putranya, Darren, punya saudara kembar yang identik.
Dan dia tidak akan berhenti sampai menemukan ibu mereka.
"Kei... kamu bisa membenciku. Kamu bisa memukulku. Tapi aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi."
Tapi Keira sudah bersumpah: *dia yang membuangku, sekarang harus berlutut untuk mendapatkanku kembali.*
Siapa bilang balas dendam terbaik bukan hidup bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Bab 009

Kevin datang ke rumah baru Keira sebelum matahari benar-benar turun.

Mobil hitam Hartono berhenti di depan gerbang Menteng Residence PIK dengan tenang, tetapi seluruh sistem keamanan rumah langsung menyala. Di ruang kontrol kecil lantai satu, Ethan hampir melompat dari kursinya.

"Mommy! Mobil Daddy... maksudku mobil Pak Kevin di depan."

Keira yang sedang menandatangani dokumen pengacara berhenti. Tiffany mengangkat kepala dari meja gambar.

"Daddy datang?" tanyanya terlalu cepat.

Keira menatapnya.

Tiffany langsung pura-pura menggambar lagi. "Maksud Tiffi, Pak Kevin."

Rio sudah berada di dekat pintu. "Perlu saya tahan di luar?"

"Tidak." Keira menutup map. "Aku bicara dengannya."

"Bos yakin?"

"Dia tidak akan pergi hanya karena ditahan."

Keira berjalan ke pintu utama. Di layar keamanan, Kevin berdiri sendiri. Feng menunggu di mobil. Pria itu tidak tampak seperti tamu. Ia tampak seperti orang yang terbiasa membuat pintu terbuka tanpa perlu mengetuk dua kali.

Sebelum membuka pintu, Keira menatap pantulan dirinya di kaca samping. Wajahnya tenang, tetapi matanya terlalu tajam. Ia mengingatkan diri sendiri: jangan beri Kevin celah, jangan sebut Darren sebagai anakku, jangan biarkan Ethan dan Tiffany terlihat takut.

Di rumah ini, ia adalah dinding pertama.

Keira membuka pintu.

Mata mereka bertemu.

"Pak Kevin."

"Keira."

Tidak ada Nona. Tidak ada basa-basi.

Keira menyilangkan tangan. "Ada keperluan?"

Kevin menatap rumah di belakangnya. Rumah baru, sistem keamanan baru, pengawal terlatih, posisi dekat Hartono Estate. Semua terlalu terencana untuk disebut kebetulan.

"Anakmu," katanya langsung, "kenapa wajahnya sama dengan Darren?"

Keira sudah memperkirakan pertanyaan itu. Tetap saja, mendengarnya dari mulut Kevin membuat jantungnya menegang.

"Saya tidak tahu apa yang Anda maksud."

"Keira."

"Pak Kevin, Jakarta punya jutaan penduduk. Kemiripan wajah bisa terjadi."

"Wajah, usia, tinggi, struktur tulang, bahkan reaksi Darren terhadapmu." Kevin melangkah maju. "Itu bukan kemiripan biasa."

Keira tidak bergerak, tetapi Rio di belakangnya menegang.

"Jika Anda datang untuk menginterogasi saya di rumah pribadi, pembicaraan ini selesai."

"Aku datang untuk mencari tahu kenapa anakku memanggilmu Mommy."

Kalimat itu membuat udara di antara mereka berubah.

Keira menahan napas. Di lantai atas, Ethan dan Tiffany mengintip dari celah tangga. Keira tahu mereka mendengar.

"Banyak anak bisa salah panggil."

"Darren tidak." Suara Kevin rendah. "Darren hampir tidak bicara kepada orang asing. Dia tidak berlari kepada orang asing. Dia tidak menangis karena orang asing pergi."

Keira menggenggam sisi pintu. "Mungkin Anda seharusnya bertanya kenapa anak itu begitu kesepian sampai mencari Mommy pada orang asing."

Wajah Kevin mengeras.

Untuk pertama kali, kata-kata Keira mengenai Darren menembus pertahanannya. Ia tahu anaknya kesepian. Ia tahu kasih sayangnya sebagai ayah tidak pernah sepenuhnya mengisi lubang yang tidak ia mengerti.

"Kamu mengenalnya?"

"Aku baru bertemu dia."

"Tapi kamu memanggilnya Ren."

Keira diam sepersekian detik. Terlalu singkat untuk orang biasa. Cukup untuk Kevin.

"Pak Hadi memanggilnya begitu di mal," jawab Keira.

Kevin menatapnya lama. "Kamu pintar berbohong."

Keira tersenyum tipis. "Dan Anda pintar membuat tuduhan."

"Aku bisa meminta tes DNA."

"Dengan sampel siapa? Anak saya?" Keira melangkah satu langkah ke depan. "Coba sentuh Ethan atau Tiffany tanpa izin saya, Pak Kevin. Kita lihat siapa yang lebih dulu sampai ke pengadilan."

Mata Kevin menyipit. "Kamu takut."

"Aku waspada."

"Pada apa?"

"Pada pria kaya yang terbiasa mendapatkan apa pun dengan satu perintah."

Kevin terdiam. Jawaban itu tidak seperti yang ia harapkan. Banyak orang takut kepadanya karena nama Hartono. Keira takut bukan untuk dirinya. Ia takut ia akan mengambil anak-anaknya.

Dan justru karena itu, Kevin semakin yakin ada sesuatu yang disembunyikan.

"Kalau Ethan tidak ada hubungan dengan Darren, kenapa kamu segelisah ini?"

"Kalau Darren tidak ada hubungan denganku, kenapa Anda datang ke rumahku?"

Pertanyaan itu membuat keduanya diam.

Di antara mereka, ada jawaban yang sama-sama belum berani disebut.

Dari lantai atas, Tiffany berbisik terlalu keras, "Koko Eth, Mommy dan Daddy seperti di drama."

Ethan menutup mulut adiknya. "Ssst!"

Kevin mendengar kata Daddy.

Keira juga.

Wajah Keira berubah dingin. "Anak-anak, masuk kamar."

Tiffany menunduk cepat. Ethan menariknya pergi, tetapi sebelum menghilang, ia sempat menatap Kevin dengan mata penuh perhitungan.

Kevin melihat tatapan itu. Anak lima tahun itu menilai dirinya seperti firewall.

"Anakmu menarik."

"Jangan jadikan dia objek penelitian."

"Aku tidak tertarik pada objek. Aku tertarik pada kebenaran."

Keira membuka pintu lebih lebar, bukan mengundang, melainkan mengakhiri. "Kalau begitu cari kebenaran dengan cara yang tidak mengganggu rumahku."

Kevin menatapnya. "Aku akan menemukan jawabannya."

"Silakan."

"Dan kalau anak itu benar berhubungan dengan Darren..."

"Apa?" Keira memotong. "Anda akan mengambilnya?"

Kevin tidak menjawab.

Keira tertawa pendek, dingin. "Terima kasih sudah membuktikan ketakutanku."

"Aku tidak pernah menyakiti anak."

"Tapi Anda punya kuasa untuk merampas."

Kalimat itu membuat sesuatu di mata Kevin bergerak. Ia tidak suka dituduh seperti Hendra, meski Keira tidak menyebut nama itu.

"Aku tidak tahu siapa yang pernah melakukan itu kepadamu," kata Kevin akhirnya, suaranya lebih rendah, "tapi jangan samakan aku dengan mereka."

Keira terdiam sesaat. Kalimat itu hampir terdengar seperti luka yang tidak sengaja disentuh.

"Buktikan," jawabnya.

"Aku bukan musuhmu, Keira."

"Belum."

Kevin menatapnya beberapa detik lagi, lalu berbalik. Sebelum masuk mobil, ia menoleh.

"Kamu tidak bisa lari selamanya."

Keira berdiri di pintu, wajahnya tenang, tangan di sisi tubuhnya sedikit gemetar.

"Aku tidak lari," jawabnya. "Aku menjaga."

Mobil Kevin pergi.

Begitu gerbang tertutup, Keira bersandar pada pintu. Napas yang sejak tadi ia tahan keluar pelan. Jarinya dingin.

Ethan berlari turun. "Mommy."

Keira menunduk.

Ethan menatapnya dengan wajah yang tidak lagi bercanda. "Pria itu... Daddy Darren, ya?"

Tiffany berhenti di tangga. Boneka kelincinya tergantung lemas di tangan.

Keira memejamkan mata.

Butuh waktu lama sebelum ia menjawab.

"Ya."

Ethan menggigit bibir. "Jadi dia juga..."

"Kita belum tahu semuanya."

"Tapi Mommy takut dia mengambil kami."

Keira berlutut, menarik Ethan dan Tiffany ke dalam pelukan.

"Mommy tidak akan membiarkan siapa pun mengambil kalian."

Ethan memeluk ibunya erat. Namun di balik bahu Keira, matanya menatap layar kecil sistem keamanan yang masih menampilkan bayangan mobil Kevin menjauh.

Untuk pertama kalinya, Ethan tidak yakin apakah musuh mereka benar-benar musuh.

Di dalam mobil, Kevin juga tidak langsung menyuruh Feng jalan.

"Boss?"

Kevin menatap gerbang rumah Keira. Di balik gerbang itu ada seorang perempuan yang berani menantangnya, dua anak yang mungkin membawa darahnya, dan jawaban yang selama ini tidak pernah ia cari karena ia tidak tahu pertanyaannya ada.

"Cari laboratorium DNA yang bisa bekerja diam-diam," katanya.

Feng mengangguk pelan.

"Dan jangan sentuh anak-anaknya."

Feng terkejut. "Baik, Boss."

Kevin memejamkan mata sebentar.

Ia tidak tahu kenapa ia mengucapkan itu.

Mungkin karena ia melihat cara Keira gemetar setelah tetap berdiri tegak.

1
sunaryati jarum
Kamu minta maaf bukan merasa bersalah hanya takut perusahaan kamu koleb
sunaryati jarum
Berarti ibu Rosalind masih hidup
Tri Septi
apakah Leon kakaknya Kevin? dia mirip Raymond ayahnya Kevin ya 🤔🤔🤔
Tri Septi
lanjut thor🙏🙏🙏🙏
Tri Septi
mama keira hilang diculik, mama Kevin juga ada di mana ??? makin rumit aja
Tri Septi
semangat Kevin 💪 terima kasih author meski sedikit 😁🙏🙏🙏
Tri Septi
Kevin, ayo buktikan bahwa kamu bersih dan mereka yang berbuat jahat terbukti bersalah /Casual/
Tri Septi
sepandai-pandai tupai melompat suatu saat akan gagal juga....niat jahat semoga dpat digagalkan😆💪🙏
Tri Septi
orang bertopeng ini apakah sama dengan yang mengambil Darren waktu bayi ya......banyak yg terlibat, musuh keira banyak😠 semoga bisa segera terungkap 💪🙏
Tri Septi
penyesalan selalu di akhir
Tri Septi
mama Rosalind mungkin jenius, sehingga ada yg berniat menyembinyikan dan memanfaatkan nya /Frown//Frown//Frown/
Tri Septi
selamat datang kembali "Kei" 😍😍😍
Tri Septi
ada konspirasi....apa motifnya ya /Casual/
Siti Maryati
sampe.ikut berdesir mambaca "kamu punya aku"
Tri Septi
yang dibelakang Maya patut diwaspadai /Casual/ makin penasaran thor😄😄😄
sunaryati jarum
Berarti saudara seibu artinya ayahnya beda
sunaryati jarum
Semoga kalian cepat bersatu
Tri Septi
Kevin mau pdkt apa menyelidik? 🤣🤣🤣
Tri Septi
seperti induk ayam yang melindungi anak2nya, keira semangat 💪💪💪
Tri Septi
musuh dalam selimut 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!