Zahra, seorang gadis SMA yg Sangat cantik dan manis.
Ia menikah dengan CEO yg tampan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marzz1124, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sentilan.
Kau sudah punya Monica Tuan. Aku tidak ada apa apa nya di bandingkan dengan diri nya. Ucap Zahra dalam hati.
"Zahra!". Ucap Zack membuyarkan lamunan Zahra.
" Ha?, iya iya Sayang kenapa?". Tanya Zahra gugup.
"Bagaimana jika kita buat anak". Ucap Zack.
" Apa boleh di tunda?". Tanya Zahra.
Jika aku hamil bagaimana ini, apa dia akan membuang ku karna aku akan merusak hubungan nya dengan Monica. Ucap Zahra dalam hati.
"Boleh saja, tapi kamu jangan pergi pergi tanpa izin lagi". Ucap Zack sambil menatap Zahra.
" Aku tidak akan pergi pergi tanpa izin lagi ". Ucap Zahra meyakinkan.
" Hei!, apa kau benar benar tidak ingin melahirkan anak ku". Ucap Zack sambil menyentil dahi Zahra.
"Aduh..., sakit...". Ucap Zahra meringis.
" Maka nya jangan macam macam". Ucap Zack sinis.
"Iya.. iya..". Ucap Zahra sambil memegang dahi nya.
" Zahra siapa kedua orang tadi". Tanya Zack.
"Sahabat SMA ku". Ucap Zahra.
" Apa kau senang dengan hukuman yang kuberikan pada mereka ". Ucap Zack.
" Sangat senang ". Ucap Zahra sambil tersenyum.
" Bagus lah". Ucap Zack.
"Tuan apa kau punya kekasih". Tanya Zahra.
" Untuk apa kau bertanya seperti itu? ". Tanya Zack bingung.
" Sudah lah tidak apa apa". Ucap Zahra sambil membuang muka.
"Hei bicara itu yang benar". Ucap Zack sambil menyentil dahi Zahra lagi.
" Huhu... ini sakit sekali". gumam Zahra.
"Ayo turun". Ucap Zack Setelah sampai di depan rumah.
" Zahra aku lapar". Ucap Zack sambil berjalan bersama Zahra.
"Yasudah makan saja". Dia pikir aku juga tidak lapar. Ucap Zahra dalam hati.
" Hei bodoh, kau pikir kau sudah masak". Ucap Zack sinis.
astaga Bagaimana aku bisa lupa. Ucap Zahra dalam hati
"Baiklah aku akan masak". Ucap Zahra sambil berjalan tapi di tahan oleh Zack.
" Kau akan memberikan ku makan kapan?, lebih baik kau pesan makanan saja". Ucap Zack sambil memberikan handphone nya.
"Handphone ini untuk apa?". Tanya Zahra bingung.
" Untuk di makan". Ucap Zack kesal.
"Dimakan?". Tanya Zahra bingung.
" Untuk memesan makanan Sayang". Ucap Zack kesal.
"Aku ada handphone". Ucap Zahra sambil tersenyum.
" Pakai ini saja, Bagaimana kalau kurir nya nanti menelfon mu atau mengirim pesan cinta padamu". Ucap Zack sinis.
Apaan sih, mana ada kurir yang kayak gitu. Ucap Zahra dalam hati.
"Hah, terserahlah". Gumam Zahra.
" Halo Tuan saya ingin memesan makanan ". Ucap Zahra.
" Iya saya tahu Nona ". Ucap kurir tersebut. Zahra pun terkekeh malu.
" Hei apa yang sedang kalian bicara kan". Ucap Zack kesal melihat Zahra tertawa kecil tadi.
"Kita tidak bicara apa-apa". Ucap Zahra bingung.
" Kau fikir aku bodoh, aku melihat mu tertawa tadi apa dia merayu mu". Ucap Zack kesal.
Kau sangat bodoh Tuan. Ucap Zahra dalam hati.
"Tidak Sayang dia tidak merayu ku". Ucap Zahra meyakin kan.
" Berikan handphone nya padaku ". Ucap Zack kesal.
" Tapi aku belum memesan". Ucap Zahra.
"Biar aku yg pesan". Ucap Zack dingin.
" Baiklah ini". Ucap Zahra memberikan handphone nya.
"Halo halo". Ucap kurir tersebut.
" Jangan menggoda istri ku lagi". Ucap Zack kesal.
"Maksud nya Tuan?". Ucap kurir tersebut.
"Catat pesanan ku ". Ucap Zack sambil memesan makanan nya.
" Antarkan ke alamat *****. Setelah itu jangan menelfon lagi ". Ucap Zack sambil mematikan handphone nya.