Bagaimana jadinya seorang Nenek menjelajah waktu ke zaman kuno?
Would you believe that?
Yaa ... Dia adalah seorang Nenek berusia 50 tahun bernama Chan Lya, yang harus menjelajah waktu ke Zaman kuno.
Nenek Chan terbunuh di saat ia menyelamatkan cucu kesayanganya dari pria yang ingin menangkap mereka, dan di saat-saat terakhirnya ... Nenek Chan berdo'a kepada sang dewa jika dia ingin mempunyai kehidupan ke dua, di mana dia adalah wanita kuat dan berkuasa agar semua orang tidak semena mena terhadapnya.
Akan ‘kah Nenek Chan bisa hidup di zaman kuno?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani_aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 : Korban selanjutnya.
A Grandmother's Time Trevel•
...🐉🐉🐉...
Kaisar HongYu tengah berada di ruanganya, ia tengah mempelajari gulungan-gulungan yang ada di meja dengan tenang ... namun pikirannya berkeliaran entah kemana, memikirkan tingkah Permaisuri nya yang dingin pagi ini.
Biasanya Permaisuri nya itu selalu tersenyum menyambut dirinya jika terbangun dari tidur, tapi pagi ini tidak. Permaisuri nya itu bersikap dingin bahkan menyapa pun seperti orang pada umumnya.
PRAK!
Kaisar HongYu mendeesah, membuang nafasnya secara kasar dan menoleh ke arah pengawalnya. ''Di mana Permaisuri.''
''Permaisuri berada di gazebo Dozonjian, YangMulia.''
Kening Kaisar mengkerut dan terdiam sejenak, ''Sedang apa dia di gazebo Pangerang HongZi?''
''Pangeran HongZi mengundang Permaisuri untuk meminum teh bersama, YangMulia.''
Kaisar berdiri dari duduknya, melangkah untuk menghampiri Permaisuri nya yang berada di kediaman Pangeran ke dua yang bernama Pangeran HongZi.''
•
''Jadi ... kau adik dari suamiku?'' tanya Nenek Chan dengan antusias.
Pangeran HongZi mengangguk, ''Ma'af karna hamba baru menemui YangMulia.''
''Esiihh ... jangan panggil aku YangMulia, panggil saja aku Kakak.''
''Baik, Kakak.''
''Aku tidak pernah melihat mu selama aku di istana ini, kemana saja selama ini?''
''Ibunda mengurungku karna sesuatu hal.'' jawab Pangeran HongZi, teringat akan kelakuan nakalnya yang datang ke rumah bunga.
''Ibu mu memang galak, kau tau ... pertama kali aku datang ke sini dia itu judes sekali.''
Pangeran HongZi terkekeh, ''Itu tidak seberapa ... kau tau Kak. Pernah ada wanita yang Kakak Kaisar suka, tapi Ibunda menyingkirkan wanita itu.''
''Oh, iya.''
Pangeran HongZi merapatkan bibirnya, ''Aku keceplosan yaa?''
''Ayolah berbagi cerita, jangan ada rahasia di antara kita.''
Pangeran HongZi tersenyum. ''Ternyata Kakak tidak seperti yang di rumorkan banyak orang.'' Pangeran HongZi mengalihkan pembicaraan.
Nenek Chan mengerucutkan bibirnya, ''Kau percaya pada rumor yang belum tentu benar? ck, ada beberapa orang dari kerajaan ayahku yang tidak menyukai ku ... maka dari itu mereka menyebarkan rumor yang tidak-tidak.''
''Kakak, apa kau sudah pernah jalan-jalan keluar istana?''
Nenek Chan menggeleng. ''Belum sempat, Kakak mu tidak pernah membawaku keluar dari istana untuk jalan-jalan.''
Pangeran HongZi yang memang masih remaja tersenyum dan berbisik pada Nenek Chan, di mana dia mengajak Nenek Chan untuk menyelinap keluar istana.
Nenek Chan tersenyum dan mengangguk, lalu mereka berdua bertos ria.
''SEDANG MEMBICARAKAN APA KALIAN!'' Sentak Kaisar HongYu, yang sudah berdiri di depan mereka.
Nenek Chan dan Pangeran HongZi menoleh secara bersamaan, lalu memberi salam pada Kaisar HongYu dengan sopan.
Kaisar HongYu melihat Permaisuri Guan tidak menatapnya, dan malah menatap ke arah lain langsung melangkah ke depan Permaisuri dan menatap tajam.
''Ada apa dengan mu, Permaisuri?'' Tanya Kaisar HongYu to the poin.
Nenek Chan menatap Kaisar HongYu dengan acuh, ''Tidak ada yang aneh padaku, YangMulia.''
''Apa yang sedang kau bicarakan dengan adikku?''
''Tidak ada.''
''Permaisuri, bersikap tidak wajar!''
''Aku biasa saja!'' cetus Nenek Chan dengan malas.
"Ada apa dengan kedua orang dewasa ini." Pangeran HongZi bingung.
''Saya permisi YangMulia.'' Nenek Chan yang malas berbicara pada Kaisar HongYu langsung pergi begitu saja.
''Dasar tidak peka.'' gerutu Nenek Chan.
''Permaisuri tunggu.'' Kaisar HongYu menyusul Nenek Chan yang sudah berjalan jauh.
''Permaisuri tunggu!'' Kaisar HongYu menyekal pergelangan tangan Nenek Chan.
Para dayang dan kasim langsung membelakangi mereka berdua saat seorang Kaisar dan Permaisuri sedang berbicara.
''Ada apa YangMulia.''
''Jangan seperti ini, aku pribadi meminta maaf atas kejadian semalam.''
Nenek Chan menghela nafasnya, ''Tidak perlu mengingat kejadian semalam, aku sudah melupakan nya.''
Kaisar HongYu memegang kedua tangan Nenek Chan dan menatap dalam penuh sesal. ''Ada sesuatu hal yang tidak bisa aku jelaskan untuk sekarang, tapi aku mohon bersabarlah.''
Nenek Chan mendecih, ''Apa ini tentang masalalu?''
Deg.
''Apa Pangeran HongZi mengatakan sesuatu?''
''Tidak. Dia tidak mengatakan apapun, hanya saja ... aku pikir aku ini cantik, menggoda, dan seksi. Pria mana yang bisa menolakku, terkecuali ... jika pria itu belum selesai dengan masalalu nya.'' Nenek Chan menatap tajam Kaisar HongYu.
"*Cih! Aku ini banyak pengalaman hidup, jadi aku lebih tau apa yang ada di otak pria seperti dirimu*."
''Sudahlah, kau urus masalalu mu terlebih dahulu! Setelah selesai kau bisa mencariku.'' Nenek Chan pergi begitu saja.
Sementara Kaisar HongYu memejamkan kedua matanya dengan pasrah, entah mengapa dia berada di situasi yang dilema. Dimana satu sisi dia harus menepati janji, dan di satu sisi dia tidak bisa menahan perasaan nya pada Permaisuri Guan..
''Apa yang harus aku lakukan.''
''YangMulia, ada masalah.'' Sang pengawal membisikkan sesuatu, membuat Kaisar HongYu membelalakkan kedua matanya saat mendengar kabar dari pengawal pribadinya.
''Cepat siapakan kuda!'' titahnya dengan tergesa-gesa.
~
~
~
~
Malam hari ... di mana semua orang sudah tertidur, Nenek Chan masih membuka kedua matanya saat Kaisar HongYu belum datang ke kamar mereka.
Nenek Chan mendapatkan kabar jika Kaisar pergi dengan pengawal setianya, membuat Nenek Chan menduga jika dia tengah menemui masalalu nya itu.
''Pokonya cepat atau lambat aku harus mengetahui apa yang di sembunyikan Bocah tengik itu.'' Gumam Nenek Chan.
''Ishh, bosan sekali aku.'' Nenek Chan yang bosan, lantas mengganti pakaian yang sudah dia siapkan dan menyelinap keluar dari kediaman Naga. Berjalan di atas atap menuju kediaman selir Luxia, karna selir Luxia yang akan menjadi korban selanjutnya.
Perlahan ... Nenek Chan masuk lewat jendela tanpa suara, melihat selir kesayangan mertuanya ini tengah terlelap tidur dengan nyenyak.
Nenek Chan mendekat dan tersenyum, ''Ma'afkan aku, jika kau selir selanjutnya yang harus aku singkirkan.''
Nenek Chan mengeluarkan sesuatu dari balik hanfunya, lalu menaburkan sesuatu langsung ke wajah selir Luxia, membuat serbuk itu masuk lewat indra penciuman selir Luxia dengan perlahan ... hingga serbuk itu menempel ke rongga-rongga syaraf yang aktif.
Nenek Chan bersembunyi di balik tirai, saat Selir Luxia terbangun karna merasakan panas di dalam tubuhnya.
''Ahhh ... kenapa hawanya panas secara tiba-tiba.''
Selir Luxia mengambil air dan meneguk air itu dengan cepat, namun dirinya masih merasa kegerahan lalu membuka pakaian nya hingga meninggalkan pakaian tipis.
''Tolonggg ...'' Teriak selir Luxia, membuat salah satu penjaga yang berjaga di luar kediaman langsung memeriksa.
''Selir, apakah ada sesuatu?'' tanya pengawal dari luar pintu.
Selir Luxia membuka pintu dan langsung menarik tangan penjaga untuk masuk kedalam kamarnya, menyerang penjaga itu agar mau berhubungan badan dengan dirinya.
''Selir, apa yang kau lakukan.''
''Aku merasa gerah, sejuki aku.''
''Jangan selir ...''
''Ssttt diamlah!''
Selir Luxia terus menyerang penjaga itu, hingga penjaga itu tidak bisa menolak kemolekan tubuh selir dari seorang Kaisar.
''Nikmatilah malam penuh gairah ini ... karna malam ini adalah malam terakhir mu ada di istana.'' Ucap Nenek Chan langsung pergi untuk membuat kegaduhan.
•
...🐉🐉🐉...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...