NovelToon NovelToon
Strongest Hunter

Strongest Hunter

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur
Popularitas:99.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ane

Kevin Wiliam, putra sulung dari Virzha Wiliam dengan Aurora Bailly. Ayahnya adalah ketua Asosiasi Hunter Indonesia yang memiliki kekuatan yang belum sepenuhnya terlihat oleh semua orang. Ibunya pun juga sama, ia memiliki kekuatan yang bisa di katakan sama dengan suaminya yang kekuatannya belum sepenuhnya terlihat.

Meskipun Kevin memiliki keluarga yang dihormati, tak di hargai dan caci maki adalah makanan sehari harinya. Semua itu karena Kevin adalah sampah clan Wiliam, selama 20 tahun levelnya berhenti di angka 1 dan memiliki tubuh yang sangat lemah.

Dia di kucilkan oleh clan Wiliam kecuali ayah, ibu, dan dua adiknya yang masih kecil. Di hina ketika melakukan sesuatu, di jauhi ketika ingin bermain, bahkan di tolak ketika ingin makan di sebuah restoran jika tidak bersama ayah dan ibunya.

Bagaimana nasib Kevin selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arc 2 Episode 33

Keesokan harinya

Kevin setelah mandi dan ganti baju langsung berangkat ke ibu kota kerajaan Valhala untuk mengunjungi Paviliun yang ada di sana sekaligus mencari sahabatnya.

"Semoga saja ketemu, supaya tidak membuang waktuku." ucap Kevin berharap.

Saat sedang beristirahat di sebuah kota kecil Kevin melihat seorang pria paruh baya berbadan gempal yang kebingungan mencari petualang untuk mengawalnya menuju ibukota.

"Permisi paman, kalau boleh tau kenapa paman kebingungan begitu?" tanya Kevin menghampiri meja pria paruh baya itu.

"Begini nak, aku ingin menuju ibukota tetapi tidak ada petualang yang mau aku sewa. Padahal aku sudah menawarkan bayaran yang tinggi pada mereka." jawab pria itu.

"Kebetulan sekali, biar saya yang kawal paman, saya juga kebetulan mau ke ibukota. Bayarannya murah saja 5 keping emas sudah dengan uang makan." ucap Kevin menawarkan diri.

"Sepakat! pangggil saja aku paman Boy, kita tidak perlu sungkan lagi." ucap pria paruh baya bernama Boy itu.

"Kalau boleh tau paman ada keperluan apa ke ibukota?" tanya Kevin penasaran.

"Aku mau mendirikan sebuah restoran sederhana di sana, di kota ini aku tidak memiliki siapapun lagi jadi aku memutuskan untuk mengadu nasib ke ibukota dengan keahlian yang aku miliki." jawab Boy.

"Kita mau berangkat kapan paman?" tanya Kevin.

"Sekarang saja, biar aku yang bayar makananmu." jawab Boy beranjak pergi.

Kevin keluar restoran bersama Bombom di pundaknya menunggu Boy sambil merokok.

"Itu kereta kudaku, ayo berangkat." ucap Boy menunjuk sebuah kereta kuda yang lumayan mewah dengan di tarik empat kuda berbaris dua.

"Paman duduk di belakang saja biar aku yang mengendarai." ucap Kevin.

"Terimakasih." ucap Boy duduk di belakang sambil memerhatikan jalan.

"Ngomong ngomong kau ada di tingkat apa sebagai petualang?" tanya Boy penasaran karena tidak ada lencana di dada Kevin seperti petualang lainnya.

"Aku ada di tingkat D paman, lencana ku hilang entah kemana saat aku masuk ke hutan larangan beberapa hari lalu." jawab Kevin masih fokus pada perjalanan.

"Biasanya petualan tingkat D mematok harga 20 koin emas belum dengan uang makan. Kenapa kau malah mematok harga murah?" tanya Boy.

"Kita satu arah paman, aku juga tidak terlalu fokus mencari uang dari pengawalan. Menjual crystal dan mayat monster saja sudah lebih dari cukup." jawab Kevin.

Mereka berbincang-bincang selama perjalanan supaya tidak canggung dan untuk membangun pertemanan. Hingga tiba tiba keempat kuda yang menyeret kereta berhenti mendadak dan tidak mau lanjut berjalan.

"Kalian para bandit sialan." ucap Kevin mengambil beberapa kunai yang sudah di lapisi racun lalu melemparkan ke segala arah.

Bughh...

Bughh...

Bughh...

Total ada 15 bandit terjatuh dari atas pohon dengan leher tertusuk kunai dan mulut mengeluarkan bisa yang sangat banyak.

"Hebat!!!" ucap Boy kagum.

"Paman mau ambil kepala mereka atau tidak?" tanya Kevin.

"Buat apa? mengerikan sekali!" ucap Boy merinding.

"Biasanya kerajaan menerima kepala para bandit dan akan memberikan imbalan yang sepantaran dengan kepala bandit yang di bawa." jawab Kevin.

"Tidak usah, kita lanjut berjalan saja, kita harus sampai di kota selanjutnya sebelum malam." ucap Boy.

"Baiklah." ucap Kevin menjalankan keretanya.

Tak lama berjalan mereka akhirnya tiba di kota yang berjarak 50km dari ibukota. Kota yang sangat megah di huni oleh orang orang kaya dan para bangsawan dari keluarga kerajaan atau Clan terpandang.

"Satu koin emas untuk biaya masuk dan keluar." ucap penjaga gerbang memberikan plat besi tanda sudah membayar.

Kevin memberi satu koin emas lalu lanjut menjalankan kereta kudanya menuju penginapan terdekat.

"Paman kita sudah sampai." ucap Kevin pada Boy yang tertidur.

"Aku akan pesan kamar dulu, kau pergi memesan makanan duluan." ucap Boy turun dari kereta kuda yang di titipkan Kevin pada penginapan.

"Aku tunggu di lantai satu ya paman." ucap Kevin pergi ke lantai satu penginapan (bangunan di atas lantai dasar sebuah gedung bertingkat)." ucap Kevin naik ke lantai satu untuk memesan makanan.

Saat sedang menunggu makanan tiba tiba Kevin merasakan aura milik Dion dan Laras yang berada di lantai yang sama. Kevin memperhatikan satu persatu orang di sana yang sedang makan, akhirnya Kevin menemukan satu pemuda lumayan tampan dan berotot yang cara makanannya mirip dengan Dion.

Kevin menghampiri mejanya lalu menyapa.

"Kau Dion kan?" tanya Kevin membuat pemuda itu terbatuk batuk.

"Kau siapa? gimana kau tau namaku?" tanyanya kebingungan.

"Kevin." jawab Kevin menyodorkan tinjunya.

Dion membelalakkan matanya lalu memeluk erat tubuh Kevin sambil menangis.

"Ayah kenapa menangis? ibu, ayah cengeng ya hahaha...." ucap anak perempuan berumur 5 tahun sedang di suapi oleh seorang wanita yang amat cantik.

"Bella tidak kenal dengan paman itu?" tanya Laras.

"Siapa paman itu bu?" tanya Bella.

"Dia paman Kevin nak." jawab Laras.

"Paman!!!" ucap Bella ikut memeluk Kevin.

"Kamu ada urusan apa vin ke sini?" tanya Laras.

"Mau ke ibukota, pengawalan customer pertama." jawab Kevin melepaskan pelukan Dion dan menggendong Bella.

"Kau jadi Petualang?" tanya Dion mengelap air matanya.

"Iya, rencana juga nyari yang lainnya ke ibukota." jawab Kevin.

"Gimana caranya? aku juga mau jadi Petualang." tanya Dion semangat.

"Kita ke ibukota dulu buat ikut test kenaikan pangkat Petualang sekaligus kau daftar di sana." jawab Kevin.

"Ya udah kita ikut kau." ucap Laras sebagai melihat suaminya yang kembali semangat.

"Kita nginep di sini semalam besok pagi pagi buta kita berangkat ke ibukota." ucap Kevin melambaikan tangannya ketika melihat Boy yang celingak celinguk mencari keberadaan Kevin.

"Ini kunci kamarmu, kau sudah pesan?" tanya Boy sambil menyodorkan kunci kamar.

"Sudah, paman juga sudah aku pesankan." jawab Kevin.

"Mereka teman temanmu?" tanya Boy tersenyum ramah pada Dion dan keluarga kecilnya.

"Iya, mereka mau ikut ke ibukota barengan paman, boleh kan?" tanya Kevin balik.

"Ohh boleh boleh, biar ramai juga hehehe....kereta kuda juga masih banyak ruang kok." jawab Boy senang.

"Makasih banyak paman." ucap Kevin.

Mereka berbincang bincang sampai makanan pesanan Kevin datang, setelah makan Kevin dan Boy memilih untuk langsung istirahat supaya besok bisa bangun pagi.

Keesokan harinya

Kevin dan Dion sedang mempersiapkan kereta kuda untuk berangkat ke ibukota, setelah siap mereka pun berangkat bersama sama dengan Kevin sebagai kusir nya.

Sepanjang perjalanan mereka terus berbincang-bincang untuk mengisi kesunyian di dalam hutan yang mencekam.

'Banyak bet dah bandit di sini! pantes gak ada yang mau ngawal jalur ini! anj*ng!' batin Kevin merasakan hawa keberadaan bercampur hawa pembunuh di belakang kereta kuda.

"Pegang kendali bentar, aku ada urusan di belakang." ucap Kevin pada Dion.

"Cepet cok! gak bisa nyetir kuda aku!" ucap Dion keringat dingin.

Kevin melompat keluar lalu dengan gerakan kilat dia membunuh semua bandit yang baru ingin bergerak dengan cara menebas leher mereka satu persatu lalu kembali ke tempat duduknya tanpa ada satu bercak darah pun.

"Aman!" ucap Kevin mengambil alih kemudi sambil menghidupkan rokoknya.

"Ada apa si?" tanya Dion.

"Bandit, kalau gak tau kayak semacam begal gitu lah." jawab Kevin menjelaskan.

"Owalah gitu." ucap Dion mangguk mangguk.

Karena perjalanan hanya menempuh 50km saja mereka sampai di gerbang ibukota pada sore hari.

"Satu koin platinun untuk tinggal dan satu koin emas untuk masuk keluar." ucap penjaga gerbang.

Kevin memberikan lima keping koin platinum pada penjaga lalu tak lama penjaga itu memberikan plat khusus sebagai penduduk legal ibukota kerajaan Valhala.

Kevin menjalankan kerata kudanya ke penginapan yang lumayan mewah untuk beristirahat.

"Turun turun dah sampai!" ucap Kevin setelah melepas kuda dan memesan tiga kamar.

Dion, Boy dan Laras terbangun dari tidurnya lalu turun untuk makan.

"Ini kunci kamar kalian untuk satu minggu, setelah ini kalian bebas mau kemana saja. Paman tugasku tuntas ya." ucap Kevin saat samai di meja makan.

"Ini bayaranmu, terimakasih untuk semuanya ya." ucap Boy memberikan satu koin platinum pada Kevin sebagai tanda terimakasih.

"Terimakasih banyak paman." ucap Kevin menyimpan koin platinum itu.

"Besok kita ke Asosiasi Petualang untuk mendaftar sekaligus menguji ulang kemampuan kita." ucap Kevin pada Dion.

"Oke." jawab Dion.

Tak lama makanan pesanan Kevin akhirnya datang dan mereka langsung makan dengan lahap. Setelah makan mereka memutuskan untuk istirahat di kamarnya masing-masing.

1
kenta jaya
yuk/Panic//Sleep/
kenta jaya
wel/Sweat//Sleep/
kenta jaya
weew/Sleep/
~«Rimuru°chan~»•
weee matanya nyasar kah??




gw jg mau co*
wayang
jadikan budak aja Thor 😀😀😀😀👌👌👌
Ryan Ambari
lanjut thor
Alhabibi
ngapain aja sih thor ,lama banget up nya
Stephen (Phoenix dalam celana): semangat lah tor aku kangen baca novel author yang khas dan rasanya tuh santai
total 3 replies
Nur Rochman
lambat
DEWA SEMESTA
bantai
Ryan Ambari
lanjut thor
Ryan Ambari
lanjut thor semangat
Stephen (Phoenix dalam celana)
lanjut lagi thor jan kasih kendor
Ryan Ambari
lanjut thor
Stephen (Phoenix dalam celana)
seperti sebelumnya inilah yang terjadi
DEWA SEMESTA
lanjut
Ryan Ambari
lanjut thor
Alhabibi
wiih bercocok tanam brother
Ryan Ambari
lanjut thor semangat
DEWA SEMESTA
lanjut
Nur Rochman
lama up
Irvannn: susah cari moodnya bg 😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!