NovelToon NovelToon
My Hot Uncle

My Hot Uncle

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

"Mika! Kamu keponakan Om. Tolong hentikan!" sentak Ferdinand marah pada Mikaela yang sudah berbaring di atas ranjang dengan menggunakan baju tipis serta rok mini. Ferdinand jelas marah, karena keponakannya itu mulai sulit dikendalikan. Gadis 17 tahun itu membuat Ferdinand ketar-ketir ketika Mika menyatakan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KTP

My Hot Uncle bagian 33

Oleh Sept

Kawasan Rawan Gempa.

Wajib setor KTP, yang bilang dosa ditanggung penulisss, ehem ... Ambil baiknya, buang buruknya, jangan dicontoh. Oke mak-mak kesayangan aku, doaku satu ... Setelah membaca tulisan ini, semoga rumah tangga kalian semakin harmonis. Makin lengket, dan makin manis. Terima kasih...

Gak punya KTP jangan coba-coba. Peringatan yaaaa ....

***

Pria normal satu kamar dengan gadis ranum yang siap dipetik, apalagi baru saja sah menjadi sepasang suami istri, pasti yang dilakukan tidak jauh-jauh dari ranjang. Kadang sofa pun jadi, bahkan kamar mandi akan menjadi tempat favorite bagi para pengantin baru.

Seperti malam ini, di sebuah kamar pengantin yang penuh dengan wangi bunga mawar, ditambah wewangian sedap yang menambah semarak kebangkitan jiwa-jiwa yang semula merasa sepi di setiap malam. Kini, Ferdinand dan Mikaela, setelah resmi menjadi sepasang suami istri, akan melakukan adegan sakral yang mungkin bisa menimbulkan rasa sakit dan enak di saat bersamaan.

"OMMMM!" Mika mendorong kepala Ferdinand. Ia kaget saat Ferdinand langsung saja menyerang secara mendadak.

Mika terus saja mendorong, tapi Ferdinand memegangi gadis itu dengan kuat. Ferdinand tidak mau diganggu, dia hanya ingin membuat Mikaela puas. Meskipun awalnya harus membuat gadis itu kaget. Karena terbukti, setelah beberapa kali disesap, tubuh yang kaku bagai manekin itu melemas, melengkung, mengeliat karena tidak tahan.

"Om ..."

Mika hampir ngompol, gara-gara ulah suaminya. Hingga sesaat kemudian, Ferdinand menarik diri, dia tatap wajah Mikaela yang gelisah.

"Enak?"

Mikaela menggeleng, dan Ferdinand tersenyum senang. Meskipun Mika menggeleng, Ferdinand tahu, keponakannya itu sudah mulai menikmati permainan. Sudah basah semua masih saja menggeleng. Membuat Ferdinand gemas, kemudian langsung kembali memainkan permainan lagi.

"Cukup Om ... stop. Mika pengen pipisss!"

Ferdinand melepaskan Mikaela sebentar, kemudian berbisik sambil mengungkung gadis itu di bawah kuasanya.

"Aku belum masuk, masa kamu mau keluar?" ucap Ferdinand dengan suara yang menggoda.

Mika menatap Ferdinand dalam, masalahnya ini pertama kali bagi gadis itu. Perasaan yang seperti ini, baru ia rasakan untuk yang pertama kali.

"Mika mau ke kamar mandi, gak tahan ... ada yang berkeduttt!" bisik Mika kemudian memalingkan muka karena merasa malu.

Dengan lembut Ferdinand mengusap wajah Mika, keponakannya itu memang terlihat bandell, nakalll, badungg, tapi sebenarnya Mika tidak sampai ke tahap seperti ini. Dia masih polos kalau tentang hubungan seperti ini. Ya, karena selama ini dia sendiri yang membatasi Mikaela bergaul dengan pria di luar sana.

"Aku ke kamar mandi dulu ya?" ijin Mika, dengan suara pelan.

"Di sini saja, itu bukan mau pipiss!" bisik Ferdinand kemudian menyentuh bibir Mikaela lembut.

Tidak ada rasa canggung lagi, bibir itu ... tubuh itu, kini semuanya sudah menjadi miliknya.

"Tapi ..."

CUP

Mikaela mulai terdiam, apalagi ketika Ferdinand mulai memainkan lidahh. Mika yang polos langsung terbuai, terbawa arus bersama pria dewasa yang selama ini tinggal bersamanya.

Tudak hanya bibir, jari-jari mereka pun mulai bertautan, sembari Ferdinand merubah posisi mereka, mereka tidak mau lepas seperti lem sandal.

Hingga mereka butuh ruang untuk bernapas, barulah terlepas. Keduanya mengambil oksigen banyak-banyak, napasnya memburu, begitu juga dengan degup jantung yang berpacu sangat cepat.

"Mika sayang ... aku masukin sekarang ya?"

Wajah Mika langsung tegang, seperti ada ketakutan tersendiri. Dan Ferdinand sepertinya tahu, kalau Mika cemas.

"Aku pelan-pelan, jangan takut."

Mika lantas mengangguk.

"Mau coba pegang dulu?"

Mata Mika langsung melotot, tawaran Ferdinand membuat terhenyak, Mika jelas. Dan Ferdinand malah tersenyum melihat ekspresi Mika.

"Jangan kaget, ganti kamu yang di bawah, biar mudah masuknya," kata Ferdinand lembut kemudian tukar posisi lagi. Dibolak-balik pokoknya sampai nyaman.

Seperti anak kecil, Mika terus saja menurut. Malam ini ia begitu patuh pada kapten kapal, ia serahkan semuanya pada sang kapten, hendak dibawa ke mana kapal mereka berlayar malam ini. Mau ke lautan asmara pun, Mika sudah siap, karena mereka sudah menikah.

"Susah banget, Sayang," kata Ferdinand yang tidak bisa masuk.

"Aku basahi lagi ya," sambung Ferdinand dan Mika langsung mengeliat seperti ulat bulu terkena api.

"Ishhh!" Mika mendesis.

Rasanya nano-nano, semua rasa menjadi satu. Rasa yang bahkan belum pernah Mika rasakan sebelumnya. Dan karena kelewat geli, Mika menjambak saja rambut Ferdinand yang tak seberapa itu, karena bagian samping yang memang dipotong cepak.

"Mika gak tahan ... pengen pipisss!" desak Mika yang kemudian merapatkan kaki.

"Itu bukan pipiss, sayang!" kata Ferdinand dan langsung bersiap melepaskan panahnya.

'Sepertinya ini akan sedikit menyakitinya ... tapi aku harus menembusnya. Kalau tidak, bisa pusing seharian!' batin Ferdinand kemudian mengarahkan tombak saktinya.

'Ish ... segede itu?' Mika panik saat melihat pemandangan di depannya.

'Pasti sakit banget?' batin Mikaela yang gelisah memikirkan si tombak.

"Rileks ya, Sayang," ucap Ferdinand yang membuat gadis itu kemudian menatapnya.

"Aduhhhh!" pekik Mika.

"Belum," kata Ferdinand. Belum juga masuk, tapi gadis itu sudah mengadu sakit.

"Pelan-pelan," bisik Mikaela.

Ferdinand yang memang sangat sayang pada gadis itu, seperti apa kata Mikaela, dia melakukan dengan hati-hati. Namun, karena memang besar ukurannya, ia berhasil membuat Mikaela menangis tanpa suara.

Jrushhhhh ...

"Ssstt ....!"

Mata Mikaela terpejam, ada bulir bening menetes dari sudut matanya.

"Sakit, Sayang?"

Mika membuka matanya, kemudian mengangguk pelan.

"Baru ujungnya," kata Ferdinand yang sedikit kasihan melihat Mika.

"Gak apa-apa, lanjut," ucap Mika sambil mengigit bibir bawahnya. Tidak mungkin dia mundur, sakitnya bisa ia terima. Ia juga tidak mau membuat suaminya kecewa.

"Tahan ya, nanti sakitnya hilang."

Seperti kelinci imut, Mika manggut-manggut.

Ferdinand pun melanjutkan aksinya, hingga Mika hampir menjerit dan menggigit selimut karena tidak tahan akan rasa sakitnya. Terasa begitu perih, sampai matanya berkaca-kaca.

Pria itu masih bertahan, melakukan gerakan yang sama. Maju mundur syantik, hingga kesakitan di wajah Mika perlahan mulai berubah. Mika sudah tidak menggigit sesuatu untuk menahan sakitnya, karena keduanya kini saling menatap, dengan pandangan penuh napsuhh.

"Sakit?"

Mika menggeleng, tapi sempat menjawab. "Hanya sedikit."

Ferdinand pun mengangguk, kemudian mulai menguasai permainan lagi. Menambah kecepatan, lebih cepat dari pada sebelumnya.

Hingga Mika merasa tegang, karena sesuatu. Sedangkan Ferdinand, dia juga merasakan hal yang sama.

"Sayang ... aku mau keluar!" kata Ferdinand sambil mencengkram kedua bahu Mikaela.

'Tadi sudah minum pil kan? Kalau dikeluarkan di dalam, aku tidak akan hamil kan?' batin Mikaela saat melihat tubuh Ferdinand tegang, dan Mika dapat merasakan sesuatu yang hangat mengalir di basah sana. BERSAMBUNG

Yang habis baca, silahkan mandi. Heheheh

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Emang temannya ga di undang saat nikahan tah padahal acaranya di hotel.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Waduuhh bakal marah ga tuh Ferdinand kalau Mika minum P1l Kb.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
ga usah teriak² Mika.🤭🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ehem akhirnya menuju Halal juga.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah Loh gimana tuh.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah tinggal nentuin pilihan kamu gimana Mika, mau menerima dan jalanin hidup berumah tangga bareng² Ferdi dan siap nerima segala kemungkinan yang kadang ke depannya ga sesuai apa yang kamu mau atau menolak dengan resiko kalau Ferdi menikah dengan perempuan lain.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bales²an karna Cemburu., lagian kamu sih sok jaga jarak dan menghindar.. sekarang giliran Ferdinand ngobrol dengan klien saja kamu kalang kabut dan cemburu.🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Giliran sudah nyaman sendiri ga mau di ajak nikah dan jaga jarak... terus saja begitu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Emang ga apa² gitu ke bioskop masih pake seragam sekolah.🤔
gimana sekarang posisinya terbalik jadi Ferdinand yang mepetin terus Mika.🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sekarang takut sendiri, dulu kemana saja Mik.🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sedikit demi sedikit belajar ga bergantung sama Ferd8nad, Mika.... belajar dewasa dan kejar impianmu buat jadi orang berguna dan ga ngecewain Om mu dan almarhum, almarhumah buat mereka bangga karna semakin kamu terus bergantung dan mengharap perhatian Om mu justru akan semakin sakit yang ada, Yok bisa Yok alihin rasa kesepian mu dengan kesuksesan mu.💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hadeuuuhh Ferdinand kalau memang kamu sudah suka sama Mika kenapa meski hadirkan Sandra, kenapa ga langsung saja tanpa melibatkan perempuan lain.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kamu cuma memikirkan keinginan kamu sampe kamu ga lihat gimana Om mu bertahun² rela ngurus kamu sendiri tanpa peduli atau memikirkan masa depannya sendiri demi bisa ngurus kamu dan amanah perusahaan Orang Tua mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kamu ga mikir susahnya Paman mu gimana Mika, bukannya berpikir dewasa malah nambah beban padahal sudah kelas 3 SMA dan sudah mau kuliah😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kespian sih kesepian Mika tapi harus bisa juga pilih² teman dalam pergaulan bukan malah menjerumuskan diri sendiri karna kami sendiri yang bakal rugi dan juga Paman mu
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wah parah pergaulannya Mika.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dari awal baca sudah banyak bawangnya Thor.🥺😢
Scorpio💞💙💙💙
Terima kasih buat kalian berdua ka Pimoy dan KA sept sukses selalu dan selalu dalam lindungan Tuhan YME⭐⭐⭐⭐⭐
Anggun Dwi Insani
ini baru chap awal ya tapi kok udah banjir air mata sihhh😭
Murni Asih
lg bersolo mika....jgn diganggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!