NovelToon NovelToon
Belenggu Cinta Sang Pewaris Tunggal

Belenggu Cinta Sang Pewaris Tunggal

Status: tamat
Genre:Romantis / Chicklit / Tamat
Popularitas:150.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nofia

Memiliki trauma masa lalu membuatnya takut berhadapan dengan pria. Dia pun dikirim ayahnya ke luar negeri melanjutkan pendidikannya.

Hingga pada saat dia kembali, dia bertemu seorang pria pemilik bar yang berasal dari desa yang sama.

Pria itu mengacaukan pernikahannya, lalu menikahinya.

Nah...
Bagaimanakah kelanjutannya?

Jangan lupa mampir ya.
Terima kasih atas support nya.
Lope lope buat kalian semua🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33.

Malam harinya, Dion tengah bersiap-siap di depan cermin. Wajahnya berbinar saking bahagianya melihat Maura yang sudah lebih baik dari sebelumnya. Maura juga sudah berjanji untuk tidak mengingat kejadian itu dan belajar menerima Dion sepenuh hati.

Setelah keduanya siap, mereka keluar meninggalkan kamar hotel. Sebelah tangan Maura melingkar di lengan Dion, sementara sebelah tangan Dion berada di pinggang Maura. Keduanya tampak bahagia sembari mengukir senyum di wajah masing-masing.

Kini keduanya sudah masuk ke dalam mobil, Dion menyalakan mesin dan mulai menginjak pedal gas. Sesaat, mobil itu melaju menyusuri jalan raya, menyisir setiap sudut kota yang cukup padat malam ini.

"Kita mau kemana?" tanya Maura ingin tau, dia pun melirik Dion yang tengah fokus menyetir mobil.

"Kemana saja, yang penting berdua sama kamu." jawab Dion, dia pun melirik Maura balik sembari menggulingkan senyumannya.

Tidak lama, Dion memutar stir mobilnya ke arah parkiran sebuah pusat perbelanjaan. Mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam mall sembari bergandengan tangan. Maura yang tidak tau tujuan Dion ke sana, hanya diam mengikuti langkah suaminya.

Sesampainya di lantai 3, langkah Dion mengarah ke sebuah toko pakaian wanita. Membuat Maura bingung sembari menautkan alisnya, entah apa yang ingin dibeli oleh suaminya di toko itu. Maura bahkan tidak membutuhkan pakaian sama sekali, pakaian yang dia bawa saja sudah lebih dari cukup.

"Untuk apa kita ke toko ini, Kak Dion mau beli apa?" tanya Maura bingung.

Melihat wajah bingung Maura, Dion pun tak kuasa menahan tawanya.

"Hahaha, kenapa bingung sayang? Tentu saja beli pakaian dinas untukmu." jawab Dion terkekeh, dia pun mengusap ujung kepala Maura dengan sayang.

Mendengar itu, wajah Maura tiba-tiba memerah. Apalagi saat ini Dion sudah bergerak memilih lingerie seksi yang terpajang di patung. Hal itu membuatnya malu, bagaimana bisa suaminya sesantai itu memilih pakaian itu diantara para wanita yang ada di dalam toko. Bahkan tatapan para wanita itu tengah fokus pada suaminya.

"Kak Dion, nanti saja kita belinya. Semua orang menatapmu." bisik Maura canggung, dia pun menarik tangan Dion menjauh dari sana.

"Memangnya kenapa, apa yang salah denganku?" jawab Dion dengan santainya.

"Tidak salah, tapi apa Kak Dion tidak malu menjadi pusat perhatian semua orang?" balas Maura.

"Untuk apa malu?" jawab Dion cuek, dia bahkan tak peduli dengan tatapan orang-orang di sekitarnya.

Karena Dion begitu ngotot ingin membelikannya lingerie itu, Maura akhirnya mengalah dan melepaskan tangan Dion, lalu membiarkan suaminya memilih sendiri pakaian yang dia inginkan.

"Nanti aku ingin melihatmu memakai ini. Boleh kan?" goda Dion.

Dion memperlihatkan sebuah lingerie berwarna kuning transparan lengkap dengan segitiga plus kacamata. Hal itu membuat wajah Maura memerah bak kepiting rebus.

Maura tak menyahut, tapi kepalanya mengangguk pelan. Dia benar-benar malu mengiyakan itu. Mau bagaimana lagi, memang sudah seharusnya dia menyenangkan hati suaminya. Dengan begitu, hubungan diantara mereka menjadi semakin nyata meskipun hatinya masih ragu.

Setelah mendapatkan semua pakaian yang diinginkan Dion, keduanya keluar dari toko itu dan berpindah ke toko perhiasan yang ada di sebelahnya.

Lagi-lagi Maura terlihat canggung mengikuti Dion yang tiba-tiba ingin membelikannya berbagai macam barang yang tidak dia butuhkan sama sekali.

"Untuk apa kita ke sini? Jangan membuang-buang uang untuk hal yang tidak perlu seperti ini!" ucap Maura menahan suaminya.

Kali ini Dion tak menggubris perkataan istrinya, dia tau Maura pasti menolaknya.

Dion bergegas mendekati pelayan toko dan meminta sebuah kalung berlian limited edition untuk istrinya. Dia bahkan langsung mengalungkannya di leher Maura saat ini juga.

"Kak Dion, ini terlalu berlebihan." keluh Maura.

"Sssttt, jangan menolak keinginan suamimu!" ucap Dion, dia tidak suka melihat Maura menolak pemberiannya.

Mau tidak mau, Maura akhirnya menerima pemberian Dion dan membiarkan suaminya memasang kalung itu di lehernya. Dia pun tersenyum melihat pantulan wajahnya di cermin.

"Cantik, tapi lebih cantik orang yang memakainya." goda Dion, dia pun menempelkan bibirnya di tengkuk Maura.

"Kak Dion, jangan!"

Maura segera menjauh sebab malu dilihat orang-orang yang ada di sekelilingnya. Kadang tingkah Dion yang tak kenal tempat itu membuatnya geram. Bisa-bisanya Dion bersikap cuek tanpa malu sedikitpun.

Setelah membayar tagihan, keduanya keluar dari mall dan berlalu menuju sebuah restoran mahal yang tidak jauh dari sana.

Usai makan malam, keduanya kembali ke hotel mengingat hari sudah menunjukkan pukul 10 malam. Mereka harus beristirahat sebab besok harus menghadiri acara penting.

Setibanya di kamar hotel, Maura masuk ke dalam kamar mandi membersihkan wajahnya. Namun seketika wajahnya berubah pucat mengingat janjinya kepada Dion di mall tadi, dia belum siap untuk itu.

Keluar dari kamar mandi, Maura duduk di sisi ranjang mengenakan pakaian tidur biasa. Hal itu membuat Dion mengernyitkan keningnya melihat istrinya yang tidak menepati janji.

"Kenapa tidak memakai pakaian tadi?" tanya Dion kecewa.

"A, aku...,"

"Ya sudah, tidak usah dipakai!" ketus Dion kesal, dia pun memunggungi Maura dan mulai memejamkan matanya.

***************

Pagi harinya, Dion bangun lebih dulu dan bangkit dari tempat tidur. Dia tak membangunkan Maura yang masih tertidur dengan lelap.

Usai membersihkan tubuhnya, Dion mengambil pakaian yang akan dia kenakan. Dia sama sekali tak menoleh ke arah Maura yang sudah duduk di sisi ranjang.

"Kak Dion, biar aku saja!" ucap Maura yang berniat menyiapkan pakaian suaminya.

"Tidak perlu, aku bisa sendiri!" ketus Dion yang masih kesal.

Maura menghela nafas panjang dan membuangnya kasar. Dia melangkah ke kamar mandi dan bergegas membersihkan tubuhnya.

Usai mandi, Maura mendapati suaminya sudah rapi dan duduk di sofa menikmati secangkir kopi. Namun Dion masih saja memperlihatkan muka masam kepadanya.

Tak ingin membuat kemarahan suaminya berlarut-larut, Maura mendekat dan duduk di atas paha Dion sembari mengukir senyum di wajahnya.

"Masih marah?" tanya Maura dengan manja.

"Cepat pakai pakaianmu, aku tidak punya waktu untuk menunggu!" ketus Dion, dia memalingkan wajahnya tanpa menghiraukan Maura yang sudah mengalungkan tangan di lehernya.

Merasa tak dianggap oleh suaminya sendiri, Maura memanyunkan bibirnya, kemudian melepaskan kalungan tangannya.

"Ya sudah, pergi saja sendiri! Aku tidak mau ikut." ketus Maura, dia berjalan ke arah meja rias dan duduk di depan cermin dengan wajah cemberut nya.

Dion menghela nafas berat, tangannya bergerak menyentuh kepalanya yang mulai pusing memikirkan sikap Maura.

"Ayolah Maura, cepatlah sedikit! Jangan membuatku marah pagi-pagi begini!" kesal Dion semakin menjadi-jadi.

Maura tak menghiraukan itu, dia malah sibuk memoles wajahnya. Dia juga tak bergerak sama sekali dari duduknya. Membuat Dion geram hingga menggertakkan giginya kuat.

"Ya sudah kalau tidak mau pergi. Jika aku bertemu wanita cantik di sana, jangan salahkan aku menggodanya!" ancam Dion, kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu.

Mendengar itu, Maura mendengus kesal. Dia bangkit dari duduknya dan bergegas menyusul Dion yang sudah berdiri di depan pintu. Wajahnya sekejap memerah bak besi yang terbakar di atas bara api.

"Coba ulangi sekali lagi! Aku tidak mendengarnya tadi." gerutu Maura dengan tatapan tajamnya.

Dion menyunggingkan senyuman miringnya, tidak disangka hal itu ternyata bisa membangkitkan emosi Maura dalam sekejap.

"Tidak ada siaran ulang!" jawab Dion santai.

Tak ingin suaminya benar-benar melakukan itu, Maura bergegas mengenakan pakaiannya. Sementara Dion, dia kembali duduk menunggu istrinya sembari tersenyum puas.

1
dhinyuli
novelnya cukup bagus dan menarik semuanya porsi pas alur dan intrik pas gg berlebihan.

novel masih banyak PR
*dion yg hilang ingatan
*hubungan dion dan adila
*siapa yg nabrak dion
*siapa yg berbuat curang dengan perusahaannya
*hubungan miko dan dira
*hubungan maura dan dion
*tulang siapa yg ditemukan di mobil
*apa yg terjadi dengn samuel
*ada yg terjadi dengan david

masih banyak PR jadi terus semangat
arfan
jos
*~W¥^ Al~*
buat episode baru napa kak...
bagus critanya...
dhinyuli: terusin dong ide ceritanya menarik intriknya juga gg terlalu berlebihan porsinya pas koq, asal konsisten aja tiap hari jangan down karna gg ada yg baca segitu sudah lumayan lho. masih banyak PR novelnya dion yg masih hilang ingatan terus si adila terus tentang miko dan dira kelanjutan hubungan mereka terus siapa yg nabrak dion waktu itu yg berbuat curang terus juga david dan juga kenapa dion bisa sama adila terus tulang siapa yg ditemukan di dalam mobil masih banyak PR.
total 6 replies
*~W¥^ Al~*
😭😭😭😭😭😭
aku juga merasakan nya gimana rasanya di tinggalkan seorang yg kita cintai untuk selamanya...
Dion bakal kembali Maura bersabarlah....
*~W¥^ Al~*
ulah si David ni sama Darmawan...
*~W¥^ Al~*
selamat mas Dion akhirnya belah duren juga....
*~W¥^ Al~*
apa ini rencana si Dion
*~W¥^ Al~*
sudah mulai bucin nih tapi gk peka...
*~W¥^ Al~*
antara masa lalu atau mikirin MB Maura nih mas Dion...
*~W¥^ Al~*
Dion nih
💞 Nofia 💞
nt eror apa gimana sih,
kemaren masuk pemberitahuan katanya 3 hari gak up, padahal aku up tiap hari.
sekarang episode yang sudah dihapus malah ditampilkan, jadi double hari ini. padahal bab 77 yang pertama itu salah, sudah aku hapus. malah di publish
💞 Nofia 💞
astaga, ini sudah di hapus, kok muncul di beranda. ini salah ya😅
Alenka
lanjut dong kk
Alenka
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Alenka
kapan dion ingat lagi
Pemujamu
lanjut
Pemujamu
lanjut kk
Pemujamu
lanjut
Kopii Hitam
lanjut kk
Pemujamu
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!