NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Abadi

Kebangkitan Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Amukan Penjaga Akar

​Bentrokan di depan pohon buah spiritual telah mencapai titik klimaks yang berdarah. Murid inti Klan Gagak Hitam berhasil menyayat sendi hidrolik pada lengan salah satu zirah Exo-Skeleton militer, memicu semburan cairan kompresor dan percikan api elektrik. Di saat yang sama, moncong senapan plasma prajurit kedua telah mengunci tepat ke arah pelipis sang murid klan kuno.

​Namun, sebelum takdir di antara mereka sempat ditentukan oleh pelatuk atau bilah pedang, tanah pualam di bawah kaki mereka mendadak berguncang hebat.

​KRAAAK!

​Lantai batu putih itu meledak hancur dari dalam, menyemburkan bongkahan batu dan debu pekat ke udara. Sebuah bayangan hijau zamrud berukuran masif melesat keluar dari dalam perut bumi dengan kecepatan yang menyerupai lesatan peluru kendali.

​Itu adalah sesosok Kelabang Armor Giok, seekor monster spiritual kuno yang kekuatannya telah setara dengan ranah Spirit Gathering Tingkat Dua. Tubuhnya memiliki panjang lebih dari lima meter, dilapisi oleh puluhan segmen cangkang giok tebal yang memancarkan pendaran cahaya beracun. Ratusan kaki pendeknya bergerak serempak, tampak setajam silet siber yang mampu memotong material apa pun.

​SRAAAT!

​Prajurit militer yang lengannya sempat rusak bahkan tidak memiliki waktu untuk memproses visual dari sensor helm taktisnya. Salah satu capit raksasa di kepala kelabang itu menebas horizontal, memotong tubuh berzirah baja berat tersebut menjadi dua bagian dengan kemudahan seperti memotong lembaran kertas. Darah segar menyembur, menodai tanah pualam yang suci.

​"Sialan! Monster apa ini?!" teriak murid Klan Gagak Hitam, wajahnya memucat instan.

​Ia mencoba menggunakan sisa Qi korosifnya untuk melompat mundur sejauh mungkin. Namun, ekor si kelabang yang dipenuhi duri beracun bergerak lebih cepat, mencambuk udara dan menghantam telak dada pemuda ranah Body Tempering Tingkat Sembilan tersebut.

​BUM!

​Tubuh murid klan itu melesat linear menabrak pilar giok di dekatnya hingga hancur berantakan. Ia jatuh terduduk, memuntahkan beberapa teguk darah hitam pekat. Seluruh tulang rusuknya remuk, dan racun giok yang korosif mulai menjalar cepat melumpuhkan sistem sarafnya. Hanya dalam satu serangan tunggal, dua kekuatan dominan di permukaan luar telah dilumpuhkan total oleh penjaga makam.

​Nelayan di Balik Kabut

​Kelabang Armor Giok itu mengeluarkan suara desisan frekuensi tinggi yang memekakkan telinga. Sepasang antena raksasanya bergerak-gerak di udara, memastikan tidak ada lagi ancaman fana di sekitarnya. Pandangan matanya yang hitam legam kemudian terkunci pada tiga butir Buah Jantung Api Spiritual yang melayang manis di tangkainya. Bagi monster ini, buah tersebut adalah katalis utama yang ia butuhkan untuk berevolusi ke tingkat berikutnya.

​Tepat ketika monster itu membuka rahangnya yang dipenuhi lendir beracun untuk menelan buah pertama, sebuah pergeseran udara mikro terjadi tepat di atas kepalanya.

​Sesosok pemuda bertudung hitam jatuh bebas dari dahan pohon dengan keheningan mutlak.

​Arkana beraksi.

​Dalam jarak satu meter dari tubuh monster, Arkana secara instan menonaktifkan Teknik Kamuflase Napas Kaisar. Seketika itu juga, tekanan spiritual ranah Spirit Gathering Tingkat Dua Puncak yang murni dan agung meledak dari dalam tubuhnya, menciptakan medan gravitasi batin yang mendadak menekan tubuh masif kelabang giok tersebut hingga menempel ke tanah beton.

​Hiss?!

​Insting binatang spiritual milik kelabang itu menjeritkan alarm bahaya yang luar biasa keras. Ia menyadari dengan sangat terlambat bahwa makhluk yang baru saja muncul di atasnya bukanlah manusia fana lemah, melainkan sesosok predator puncak yang membawa tatanan hierarki energi tertinggi alam semesta.

​Arkana memutar tubuhnya di udara, memposisikan kaki kanannya menukik tajam ke bawah seperti kapak algojo yang siap jatuh.

​"Pukulan Roda Langit: Penghancur Fondasi!"

​Cairan Qi Primordial perak keemasan menyembur keluar dari Dantian-nya, memadat di sepanjang garis otot kakinya hingga membentuk bilah energi tak kasat mata yang berkilau agung.

​BOOM!

​Hantaman kaki Arkana mendarat telak di atas batok kepala Kelabang Armor Giok. Cangkang giok tebal yang sebelumnya kebal terhadap tembakan laser plasma militer itu seketika retak seribu, sebelum akhirnya hancur berkeping-keping menjadi pecahan debu permata. Gelombang kejut dari serangan Arkana menembus langsung ke dalam sistem saraf pusat monster tersebut, menghancurkan otaknya secara instan.

​Tubuh masif sepanjang lima meter itu kejang sesaat, lalu ambruk tak bernyawa di dalam kawah sedalam satu meter yang tercipta akibat daya ledak pukulan Arkana.

​Memanen Keuntungan

​Arkana mendarat dengan kedua kaki bertumpu kokoh di atas bangkai monster. Ekspresi wajahnya di balik tudung hitam tetap sedatar air telaga, tidak menunjukkan sedikit pun rasa bangga setelah menumbangkan monster tingkat dua dengan satu serangan tunggal.

​Dengan gerakan tangan yang sangat terlatih dan efisien, Arkana menusukkan jari-jarinya ke dalam rongga kepala kelabang yang hancur, menarik keluar sebuah batu kristal heksagonal berwarna hijau tua yang memancarkan energi alam yang sangat murni—sebuah Beast Core ranah Spirit Gathering Tingkat Dua.

​Tanpa membuang waktu satu detik pun, ia berbalik menuju Pohon Buah Jantung Api. Jarinya bergerak secepat kilat memetik ketiga butir buah berbentuk hati yang menyala merah tersebut, lalu menyimpannya dengan aman ke dalam kantong penyimpanan internal jaket hoodie-nya.

​BZZZZT... "Arka! Lo harus cabut sekarang juga!" suara Dani mendadak memekik panik di dalam anting mekanis mikro milik Arkana. "Gua baru saja mendeteksi lonjakan energi taktis skala besar dari arah gerbang luar! Sistem radar militer mendeteksi kalau Mayor Jenderal Aditia Pramono sendiri baru saja memasuki area makam bersama satu kompi pasukan komando berat bersenjata penghancur anti-kultivator! Mereka bergerak lurus ke koordinat lo!"

​Arkana mengembalikan posisinya ke dalam Teknik Kamuflase Napas Kaisar. Dalam sekejap, seluruh aura agung dan fluktuasi energi perak keemasannya menyusut habis, membuatnya kembali menjadi hantu tak kasat mata di dalam kabut.

​Ia melirik sejenak ke arah murid Klan Gagak Hitam yang sedang sekarat di dekat pilar, lalu menatap koridor batu dalam yang mengarah jauh ke jantung Istana Peristirahatan Hijau Giok.

​"Biarkan mereka datang, Dan," ucap Arkana dengan nada suara yang sangat dingin dan penuh perhitungan. "Pesta di makam kuno ini baru saja dimulai. Gua bakal memancing mereka masuk ke dalam formasi jebakan terdalam yang ditinggalkan pemilik tempat ini."

​Dengan satu hentakan kaki yang halus, tubuh Arkana melesat maju, melebur seutuhnya bersama kabut spiritual tebal, meninggalkan area kebun inti yang hancur sebelum pasukan lapis baja militer berhasil mengunci koordinat posisinya.

1
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!