Kanaya merupakan seorang gadis penulis novel terkenal di kota Bandung, semua orang mengenal Kanaya, siapa yang tidak mengenalnya seorang gadis yang sedang populer di kota Bandung.
Tapi karena hanya sebuah novel yang harus Kanaya buat di sebuah desa membuatnya kehilangan nyawa dengan sangat tragis.
Sampai dia kembali terbangun di tubuh seorang gadis yang umurnya hanya selisih satu tahun dengan dirinya.
"Siapa kau?"
"Aku pemilik tubuh, yang kau tempati sekarang, nama ku Dara"
"Ohh tidak, jadi gue transmigrasi gitu? dan kenapa tubuh lu culun banget sih?"
Bagaimana cara Kanaya menjalani hidup barunya?
Dari pada penasaran mending baca
Follow instagram: @Ilmanadia26
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perusahaan Ali Hasan Group vs perusahaan properti Wisnu
"Dara pulang"
Setelah perdebatan panjang Arka dan Dara atau Kanaya dari rumah Bayu sampai di depan rumah Dara, akhirnya Arka terpaksa mengalah kalau tidak perdebatan tom and jerry itu tidak akan usai, Arka juga setelah mengantar Kanaya sampai di depan rumahnya segera berpamitan pulang karena masih ada urusan, besok adalah hari wisuda Arka.
"Kak Dara dari mana aja baru pulang sekarang?" tanya Zega sinis, entah sejak kapan Zega sudah berada di depan Kanaya dengan tatapan kesalnya
"Lo kenapa dah dek?" Kanaya malah balik bertanya pada Zega.
"Tau lah kak, gak peka banget" sudah kesal tambah kesal saja Zega.
"Dek, papa mana?" sebelum Zega marah besar Kanaya segera membalikan mood adiknya itu.
"Dek sini kakak ada sesuatu yang harus kamu tahu"
"Apa? penting banget kayaknya"
Zega yang tadinya hendak pergi kembali menghampiri Kanaya.
"Makanya papa udah pulang belum?" tanya Kanaya sekali lagi.
"Zega belum lihat papa tapi kalau mama di kamar dah kayaknya"
"Kenapa cari mama?" Dina sudah berada di depan kedua anaknya itu.
"Mama sejak kapan di sini kayak hantu aja" sungguh anak tidak tau diri si Zega.
"Ups, maaf Zega kelepasan" ucap Zega sambil membungkam mulutnya sedangkan Kanaya hanya bisa menahan tawa, karena Zega sudah membangunkan singa betina yang sedang tidur.
"Makanya dek mulut itu dikasih filter, oppo, vivo kek atau iPhone sekalian yang mahal" ucap Kanaya sambil terus menahan tawanya.
'Dug'
"Sakit!! adek durhaka lo"
"Kalau ngomong disaring dulu kak, gak gitu juga konsepnya kek mana mulut difilter pake Vivo, oppo"
Kanaya dan Zega terus beradu mulut seakan mereka berdua lupa kalau mama mereka masih berada disitu.
"STOP!! Kalian berdua anak siapa sih kerjaannya ribut terus, gak dimana-mana" Dina memijat keningnya yang sudah sangat pusing.
"Anak Mama" jawab keduanya kompak, sungguh Dina harus memiliki kesabaran yang sangat besar untuk menghadapi Zega dan Kanaya. "Bener-bener ya mama ngomong dijawab terus sama kalian berdua" Dina hendak pergi sambil pura-pura marah agar Zega dan Kanaya menyelesaikan keributan mereka yang tidak ada satu orang pun yang dapat memisahkan mereka.
"Mama jangan marah sama Dara dong, kan Zega yang mancing Dara" rayu Kanaya.
"Apa sih kak mancing, mancing itu di kali bukan di rumah, mama jangan marah sama Zega kakak Dara duluan" walaupun merayu mamanya mereka berdua tetap membela diri satu sama lain.
"Mau ribut terus atau gimana?"
"Gak Ma, kita janji gak akan ribut lagi" ucap keduanya kompak.
"Oke sekarang saling maaf-maafan" suruh Dina.
"Dek kakak minta maaf ya" ucap Kanaya
"Sega juga minta maaf kakak" akhirnya Zega mau mengatakan kata maaf yang jarang sekali keluar dari mulutnya itu.
"Oh iya ma, Dara mau ngasih tau sesuatu sama mama, papa, tapi papa belum pulang"
"Kenapa Dar? kayaknya penting banget"
"Ini masalah perusahaan Ma"
"Apa kak? kok kakak bilang perusahaan" Zega mulai kepo.
"Kalau menang serius kita omongin entar saat makan malam, kita tunggu papa, jadi sekarang kalian bersih-bersih dulu sama sholat ashar udah sore nih, kita tunggu papa pulang"
Kanaya dan Zega menuruti perintah mamanya, keduanya masuk ke kamar mereka masing-masing.
'Lo lihat aja Bara gue bakal buat lo nyesel karena pernah buat Dara sakit hati dimasa lalu bahkan lo pernah ada niat untuk mencelakai nya' maki Kanaya sambil ngebatin, dia melempar tas yang dia bawa ke sembarang arah.
"Argh…..Bara Arsaheka…..Mala Rasika…!! Lo berdua liat aja gue bakal bikin lo berdua nyesel" sedari kemarin Kanaya ingin menumpahkan rasa jengkelnya tapi hari ini baru bisa tuntas.
***
Tepat sebelum makan mala Ali sampai di rumahnya.
"Pa ayo cepet makan malam" ajak Dina pada suaminya itu.
"Iya Ma bentar, tumben banget makan malam cepet-cepet nggak kayak biasanya" heran Ali.
"Jadi gini Pa, ada yang mau Dara bicarakan ini masalah perusahaan, kayaknya penting banget, makanya mama ngajak cepet-cepet makan malam, karena mama penasaran sama berita apa yang Dara bawa" jelas Dina.
"Kalau gitu ayo makan malam sekarang" ajak Ali menjadi lebih antusias dari mama Dina.
"Lah kok" bingung Dina saat suaminya sudah keluar kamar duluan.
Meja makan……
"Dara kata mama ada yang mau kamu omongin masalah kantor, emang benar?" Ali memang tidak suka berbelit-belit dia lebih suka the to point.
"Makan dulu" putus Kanaya.
Kanaya sangat tahu bagaimana sifat keluarga Dara yang kini sudah menjadi keluarganya.
"Yah kak, padahal Zega udah sabar dari tadi loh" ucapan Zega barusan di ikuti anggukan kepala oleh kedua orang tua mereka.
"Makan dulu kalau gak Dara gak akan kasih tau apa-apa" ucap Kanaya sekali lagi dan terus fokus pada makanannya.
"Iya" mau bagaimana lagi mereka bertiga harus menuruti Kanaya, karena yang punya cerita si Kanaya.
"Cepat cerita sekarang kak" desak Zega setelah mereka selesai makan.
"Iya sabar napa, duduk dulu kek" sepertinya kanaya sedang menguji kesabaran keluarganya.
"Jadi gini, biar gak ribet liat aja video sama rekaman ini" Kanaya membuka hpnya dan memutar sebuah video di mana video tersebut menunjukkan keburukan Bara dan papa nya.
"Apa yang papa bilang pasti Wisnu sudah merencanakan sesuatu"
"Berarti kecelakaan papa waktu itu sudah direncanakan ini gak bisa dibiarin" Zega sudah terbawa emosi.
"Anak kecil diem aja" ucap Kanaya dan Ali bersama, tapi yang mereka tidak tahu Dina menangis dalam diam.
"Mama kenapa?" khawatir Kanaya saat melihat mamanya yang terus menundukkan kepalanya.
"Maafin mama, pa, gara-gara mama papa waktu itu jadi kecelakaan" sesal Dina, dia sama sekali tidak tahu jika Wisnu sampai saat ini masih menyukainya.
"Mama ngomong apa sih, ini semua bukan salah mama, semuanya salah Wisnu yang selalu ingin mendapatkan yang dia mau, dengan cara apapun"
Karena keluarganya sudah terlanjur tahu Kanaya terpaksa memberi tahu semuanya pada kedua orang tuanya dan adiknya, tentang masalah ini, Kanaya juga jujur jika dia menyuruh Jo orang kepercayaannya yang mencari semua informasi ini.
"Pa sungguh kagum dengan kamu Dara, maaf dulu papa pernah membencimu semua ini juga gara-gara kamu dulu ceria dan cantik saat ditinggal Bara kamu berubah drastis, dan tidak mendengar apa yang papa mama ucapkan"
Deg…
'Jadi ini alasan kenapa papa mama Dara sangat membenci anak mereka sendiri, Argh!! gue semakin membenci lo Bara, lo harus membayar semuanya!' batin Kanaya.
"Dara juga minta maaf Pa,Ma semua salah Dara, Dara juga nyesel dulu pernah nangisin orang kayak Bara, Dara ngerasa jijik sekarang" sesal Dara, Zega haya bisa menjadi pendengar setia.
'Kita lihat Bara Arsaheka perusahaan mana yang akan hancur perusahaan properti Wisnu Arsaheka atau perusahaan Ali Hasan Group, tapi lo dan orang tua lo siap-siap aja melihat kehancuran Properti Wisnu Arsaheka yang terkenal se asia' sampai sejauh ini Kanaya sangat bangga pada kemampuannya. Walaupun di dalam tubuh Dara, tapi dia bisa melakukan apapun tanpa batas.
kbnyakan monolog nya