NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga

Pria bertopeng perak itu tertegun untuk sepersekian detik. Sepasang matanya yang tajam menyipit, menatap Shen Ran seolah sedang menilai apakah wanita di hadapannya ini sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya, atau sedang memainkan trik yang sangat berbahaya.

Meruntuhkan kekaisaran? Kata-kata itu keluar dari mulut seorang Permaisuri yang baru saja dibuang ke Istana Dingin. Sungguh sebuah ironi yang luar biasa.

"Mitra bisnis? Permaisuri Shen, apakah Anda tahu dengan siapa Anda sedang berbicara saat ini? Dan apakah Anda sadar, satu kalimat tadi bisa membuat kepala Anda terpisah dari leher?" Pangeran misterius itu melangkah maju. Gerakannya begitu sunyi namun penuh tekanan, seperti seekor macan tutul yang sedang mengitari mangsanya.

Shen Ran tidak bergeming. Jangankan bangkit dari kursinya, ia bahkan tidak mengedipkan mata saat pria itu berhenti tepat di depannya, menyebarkan aroma maskulin yang bercampur dengan bau samar zat besi, bau darah dari luar istana.

Sebagai mantan pengacara korporat yang biasa bernegosiasi dengan para srigala bisnis di London, Clara tahu betul cara membaca bahasa tubuh. Pria ini tidak datang untuk membunuhnya. Jika dia ingin membunuhnya, dia tidak akan membuang waktu untuk berbicara.

"Tentu saja saya tahu," sahut Shen Ran, suaranya tetap tenang dan terkendali. Ia mendongak, menatap langsung ke balik topeng perak itu. "Anda adalah pria yang memiliki akses keluar-masuk Istana Dalam tanpa terdeteksi oleh pengawal kekaisaran. Pria yang memandang rendah Kaisar, namun memilih untuk menonton dari bayang-bayang. Di negeri ini, hanya ada satu orang dengan kapasitas seperti itu, Pangeran Pemberontak, Feng Muye."

Mendengar namanya disebut dengan begitu lugas, kilat berbahaya melintas di mata pria itu. Tangan kanannya bergerak secepat kilat, mencengkeram dagu Shen Ran dengan kekuatan yang cukup untuk membuat wanita biasa menangis kesakitan.

"Kau sangat berani. Atau kau memang sudah bosan hidup?" bisik Feng Muye, suaranya mendesis rendah di dekat telinga Shen Ran.

Dagu Shen Ran terasa sakit, namun matanya justru memancarkan binar kemenangan. "Rasa sakit ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang akan kuberikan pada mereka yang telah membuangku, Pangeran. Anda menginginkan takhta, dan saya menginginkan kebebasan serta kehancuran orang-orang yang meremehkan saya. Kita memiliki musuh yang sama. Bukankah itu dasar yang sempurna untuk sebuah kontrak kerja sama?"

Feng Muye menatap lekat-lekat ke dalam sepasang manik mata hitam yang berkilau penuh kecerdasan dan ambisi tersebut. Tidak ada lagi sisa-sisa Shen Ran yang cengeng dan lemah. Wanita di hadapannya ini memiliki jiwa yang baru, jiwa yang tajam, dingin, dan mematikan.

Perlahan, Feng Muye melepaskan cengkeramannya. Ia mundur selangkah, lalu bersedekap. Sebuah kekehan rendah dan berat lolos dari balik topengnya.

"Menarik," ujar Feng Muye, ada nada apresiasi yang jujur dalam suaranya. "Lalu, apa yang bisa ditawarkan oleh seorang Permaisuri tanpa kekuasaan dan tanpa tentara seperti Anda kepada saya?"

Shen Ran tersenyum miring. Ia mengelus dagunya yang memerah, lalu berdiri dengan anggun. "Kekuasaan bisa direbut, dan tentara bisa dibeli dengan uang, Pangeran. Yang tidak Anda miliki saat ini adalah informasi internal dari dalam lingkaran inti Kaisar, serta strategi untuk menghancurkan aliansi finansial para menteri yang mendukung Istana Barat."

Shen Ran berjalan mendekati meja riasnya, mengambil selembar kertas kosong dan kuas, lalu menuliskan beberapa patah kata dengan cepat. Ia menyerahkan kertas itu kepada Feng Muye.

"Ini adalah nama-nama pejabat korup yang memasok dana rahasia untuk Selir Agung Chu dan pos militer di perbatasan barat. Periksa nama-nama itu. Jika informasi saya akurat, kembalilah ke sini tiga hari lagi membawa makanan yang layak dan arang yang hangat. Kita akan menandatangani kontrak kerja sama yang sesungguhnya."

Feng Muye menerima kertas itu, melirik isinya, dan matanya seketika melebar. Informasi ini... bahkan jaringan mata-mata terbaiknya pun membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengumpulkannya. Bagaimana bisa seorang wanita yang terkurung di istana tahu sejauh ini?

Tentu saja, Clara mengetahuinya karena ia mengingat detail plot dari novel yang dibacanya.

"Kau benar-benar penuh kejutan, Shen Ran. Baiklah. Aku akan memegang kata-katamu. Jika ini palsu, Istana Dingin ini akan menjadi makam bagimu," kata Feng Muye. Ia melipat kertas itu dan menyimpannya di balik jubah.

"Dan jika ini asli, pastikan Anda membawa teh kualitas terbaik saat kembali nanti, Tuan Pangeran," balas Shen Ran dengan nada menyindir yang elegan.

Dengan satu gerakan cepat, tubuh Feng Muye melesat keluar jendela dan menghilang di kegelapan malam, seolah-olah dia hanyalah ilusi dari angin malam. Setelah pria itu pergi, Shen Ran mengunci jendelanya rapat-rapat. Rasa lelah yang amat sangat kembali menyerang tubuh rapuhnya. Ia berjalan menuju ranjang lapuknya, berbaring di atas kasur yang tipis, dan menarik selimut lusuhnya.

Malam ini sangat dingin, dan musuh-musuhnya di luar sana sedang merencanakan kelaparan untuknya. Namun, di bawah selimut itu, Clara tersenyum sangat puas.

"Potong pasokan makanan?" gumam Shen Ran pada dirinya sendiri sebelum memejamkan mata. "Silakan saja, Chu Xinyue. Mari kita lihat, siapa yang akan kelaparan terlebih dahulu saat aku mulai memotong jalur keuanganmu."

1
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!