Season 1.
Mawar......
Anak yang terlahir dari seorang kupu kupu malam.
Dari sebuah benih yang di ambil tanpa sepengetahuan sang lelaki.
Dan terlahir tanpa kasih sayang kedua orang tuanya.
Tapi Allah kemudian mengirimkan ibu asuh yang bisa mendidiknya menjadi wanita yang hebat baik akhlak maupun imannya.
Lika liku hidupnya sudah ia rasakan sejak kecil bahkan sampai ia dewasa.
Bahkan statusnya sebagai anak seorang pelacur pun berulang kali merusak hidup dan karirnya yang telah ia bangun dengan susah payah.
Hingga ia harus bangkit lagi dan memulai semuanya dari nol.
Saat seorang lelaki singgah dihidupnya dan hati mereka saling tertarik.
Ternyata Allah sudah mempunyai jodoh tersendiri baginya....
Lalu...
Bagaimana ia nantinya mengatasi masalah demi masalah yang tak kunjung selesai dalam hidupnya..
Apakah ia akan tetap istiqomah di jalan Allah sampai ia benar benar bisa meraih surga yang ia damba dambakan sejak kecil...??.
Season 2.
Perjuangan Fatimah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gea kembali melancarkan aksinya
Gea mengembuskan asap rokoknya ke udara.
Pandangannya tertuju pada Geyna yang sedang bersantai di serambi belakang dengan membaca sebuah majalah fasion ke sukaannya.
Wajah Gea seakan memerah memendam dendam yang semakin dalam pada Geyna.
Gara gara Geyna, Gea tak lagi menjadi sorotan di rumah bordil ini, ia juga kehilangan banyak pelanggannya.
Para gadis pun mulai simpati lagi pada Geyna.
"Apa sih yang dilihat para lelaki dari nya..???, sexy an juga aku, umur muda apa lagi, cantikk..??, akupun gak kalah cantik sama mami, udah bau tanah juga..!!, kenapa ia tak mati aja waktu itu", ketus Gea menjatuhkan rokoknya ke lantai dan menginjaknya.
Gea pun berlalu menuju ke teras depan, berbaur dengan para gadis lain.
"Bagi dong..!!", ucap Gea duduk di samping para gadis dan meneguk botol minuman keras di depannya.
"Santai aja kali mbak, di dalam masih banyak", ucap salah seorang gadis.
"Diem ..!!, berisik..!!", ketus Gea.
"Ya elahh mbak, biasa aja kali....", ucap salah seorang gadis lain.
"Kenapa sih mbak..??, masih jeles sama Mami..??", ucap gadis di samping Gea.
"Ya iyalah, mami kan udah tenar lagi sekarang, kita aja yang muda kalah job sama mami yang udah umur 50 tahun", ucap seorang gadis lain dengan tawa terbahak bahak.
Gea makin emosi mendengar omongan mereka.
Ia berdiri dan masuk ke dalam rumah tanpa sepatah kata pun.
Berani sekali mereka meledekku, awas aja kalau aku nanti berkuasa lagi di sini..!!, gumam Gea berjalan ke arah kamarnya.
Saat melintas di salah satu kamar, langkahnya terhenti.
Gea melihat seorang gadis sedang sendiri di kamar, seperti sedang menahan sakit dan memegangi perutnya.
Gea mengamatinya di depan pintu kamar.
Terlihat gadis itu mengambil obat dari lacinya dan meminumnya.
Gea kemudian tau itu adalah obat pereda nyeri ketika melihat bungkus yang di sobek gadis itu.
Terlintas ide buruk di pikiran Gea.
Obat itu terlihat mirip dengan obat milik mami, kenapa aku tak tukar saja obat obatan mami dengan obat pereda nyeri seperti itu, jadi, ketika ginjal mami tak mendapatkan obat lagi dan timbul rasa nyeri, mami tak akan merasakan sakitnya, lama kelamaan ginjalnya bakal rusak juga dong, gumam Gea dalam hati, menyusun rencana liciknya lagi.
Ia pun dengan senyum merekah di bibirnya, masuk ke dalam kamarnya dan berbaring di ranjangnya, dengan membayangkan rencananya kali ini.
"Pasti kali ini bakal berhasil..", ucap Gea dengan liciknya.
__
Keesokan harinya, terlihat mami sedang tak ada di rumah.
Gea pun mengendap ngendap ke kamar Geyna untuk melancarkan aksinya.
Gea mencari di mana Geyna menaruh obat obatannya.
"Nahhh, ketemu..!!" , ucap Gea segera menukar obat obatan Geyna dengan obat pereda nyeri biasa.
Secepatnya ia keluar dari kamar itu, ia tak mau para gadis mengetahui niatnya itu.
Para gadis sekarang telah berpihak pada Geyna, jangan sampai itu menjadi bumerang baginya.
Gea harus ekstra hati hati melaksanakan rencananya.
Menjelang sore, terlihat Geyna menghentikan mobilnya di halaman depan.
Gea yang kala itu ada di teras segera menghampiri Geyna dengan sikap santainya.
"Mi, mami habis dari mana...??", ucap Gea berusaha selalu akrab dengan Geyna.
Geyna duduk di kursi teras melepas penat lelahnya.
"Mami habis belanja keperluan alkohol kita, bakal banyak tamu lagi malam ini", ucap Geyna mengeluarkan botol air mineral dari tasnya.
Gea duduk di samping Geyna dan menyalakan rokok di tangannya.
Menyembulkan asap rokok ke udara dengan memperhatikan tingkah laku Geyna.
"Mi, rokok..??", ucap Gea menawarkan rokoknya.
"Gak Gea, nanti aja, mami hanya merokok sekali sehari, mami akan merokok nanti malam saat menemani para tamu, gangguk dong mami kalau harus tak minum alkohol dan tak merokok juga, bisa mati berdiri mami di depan para tamu", ucap Geyna kembali meneguk air di botolnya lagi.
Gea memendam emosinya.
Mami bahkan sangat menuruti saran dokter sekarang, semoga aja rencanaku kali ini berhasil, gumam Gea dalam hati.
"Ya udah Mi, aku kekamar dulu ya, mau siap siap", ucap Gea meninggalkan mami di teras depan.
Malam itu Gea mengintip Geyna sedang bersiap siap di kamarnya.
Terlihat Geyna sedang mengambil obatnya dan meminumnya.
Gea yang melihat itu tersenyum dan pergi.
"Kenapa gak dari dulu aku kepikiran ya...??, kenapa nunggu 2 tahun ini aku beraksi lagi, bodoh kau Gea..!!", ucap Gea sambil menuruni tangga menemui para lelaki yang sudah berdatangan.
__
2 minggu berlalu, Gea masih mengamati kondisi Geyna.
Tidak terjadi hal yang serius.
Tapi Gea tetap yakin kalau keberhasilannya yang dulu akan ia dapatkan kali ini.
Dengan kabar kematian Geyna, semua akan lebih mudah untukku, gumam Gea dalam hati.
Gea melintas di depan kamar Geyna, Gea berinisiatif mengetahui kondisi Geyna lebih detail lagi.
"Mi, lagi apa..??", ucap Gea mendekati Geyna yang berbaring di tempat tidur.
Geyna merasa tubuhnya lagi tidak fit.
"Gea, telfon dokter dong, mami rasa gak enak badan", ucap Geyna menunjuk ponselnya di meja rias.
"Oke mi", ucap Gea melaksanakan perintah Geyna.
Kalau dokter mengecek obat mami bisa bahaya, gumam Gea dalam hati.
Ges pun menelfon dokter sesuai perintah Geyna.
"Udah mi, katanya nanti sore dia bakal kemari"
, lebih baik mami istirahat aja, nanti malam gak usah kerja dulu", ucap Gea pura pura perhatian.
"Iyaa mami pikir juga begitu, oh ya mami ke kamar kecil dulu ya", ucap Geyna bangkit dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.
Melihat ada kesempatan, Gea pun merogoh obat di sakunya.
Ia memang selalu membawa obat Geyna yang asli, untuk berjaga jaga kalau dokter tiba tiba datang seperti sekarang.
Gea dengan cepat menukar isi botol obat milik Geyna dan bergegas keluar dari kamar Geyna.
Gea menuruni tangga dan masuk ke kamarnya.
"Huuuff, untung saja", ucap Gea menarik nafas dalam dalam.
Kali ini aku gak boleh ceroboh, gumam Gea dalam hati.
selamat jalan semoga tenang dan damai di surganya Allah, SWT..
😞
innalillahi wa innailaihi roji'uun ..