NovelToon NovelToon
My Ustaz Is My Husband

My Ustaz Is My Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:794.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: _Ecyy_

Maaf belum proses revisi.
Typo masih ada di mana-mana.


Blurb:

Gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA bertemu dengan sosok ustaz muda yang menurutnya sangat nyeblin.

Pertemuan yang awalnya saling membenci mulai menghilang di antara mereka. Ada di antara mereka yang ingin mengutarakan perasaannya yaitu melalui ikatan halal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _Ecyy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelamatan[1]

Tiga hari kemudian ...

"Aku sudah membayar beberapa orang untuk menemani kita ke tempat itu, Zi," ucap ustadz Rian, lalu membuka pintu mobil pajero putih di depannya.

Siang ini mereka akan pergi ke tempat dimana Nisa disekap. Sekitar pukul dua dini hari lalu, ustadz Rian menerima telepon dari nomor asing yang dipakai oleh Nisa untuk menelponnya.

Saat para penjaga tertidur pulas, kesempatan bagi Nisa untuk mengambil handphone mereka secara diam-diam dan langsung menelpon ustadz Rian. Dengan hal itu, ustadz Rian dapat melacak keberadaan Nisa.

Ustadz Fauzi menghela napas berat.

"Perasaan aku nggak enak, Yan."

Melihat mimik cemas di wajah sahabatnya, ustadz Rian tersenyum dan menepuk pundak ustadz Fauzi.

"InsyaAllah, Zi. Kita semua akan baik-baik saja."

Mobil lain terparkir di belakang mobil ustadz Rian, ada tiga mobil dengan merek yang berbeda-beda. Tepat di belakang mobil ustadz Rian, ada mobil Nathan. Di dalam mobil Nathan, ada Riko dan Aldi juga yang ikut.

"Pak Rian, yuhu ..." Riko tersenyum lebar dan menyembulkan kepalanya dari kaca mobil yang terbuka sempurna. Dia melambai-lambaikan tangan yang dibalas anggukan singkat oleh ustadz Rian.

Tapi perasaan ustadz Fauzi masih tidak enak. "Kita datang berapa orang, Yan?" tanyanya. Fauzi ingin memastikan, ia tidak ingin memberikan celah kekalahan sedikitpun.

"Kita datang sepuluh orang, Zi" Ustadz Rian berusaha meyakinkan sahabatnya. Walau dalam benak dia takut apa yang dikhawatirkan Fauzi benar-benar kejadian. Ustadz Rian hanya berdoa, semoga rencananya hari ini untuk datang ke sana tidak tercium oleh para penculik.

****

Empat mobil yang berbeda merek itu berjalan beriringan.

"Lo berdua bisa nggak jangan berisik!" Nathan yang mengemudi mobil merasa jengkel dengan omongan kedua sahabatnya itu. Sangat berisik, kupingnya terasa panas mendengar ocehan nggak jelas dari kursi belakang.

"Kami nggak sabar aja mau adu jotos dengan orang yang menculik bebeb Nisa. Beraninya sama perempuan aja!" ujar Riko.

"Betul tuh, gue juga sudah lama nggak mukul orang," timpal Aldi.

Satu jam perjalanan, keempat mobil itu sampai di sebuah bangunan yang jauh dari pemukiman penduduk. Tepatnya di dalam hutan.

"Yakin disini, Pak? kayaknya nggak ada penghuni di bangunan ini." Nathan menepuk pundak ustadz Rian. Netranya menatap tidak terlalu yakin pada bangunan tua dihadapannya.

"Tempat ini benar sesuai dengan hasil lacakan."

"Yuk kita masuk, Pak. Nggak sabar aja." Aldi bersemangat antusias.

Ustadz Rian mengaguk setuju, dia berjalan memimpin didepan diikuti dengan Fauzi Nathan, Riko, dan Aldi dibelakangnya. Tak lupa lima pria yang bertubuh kekar dan berotot yang dibayar yang mengekor di belakang.

Sepi. Tidak ada aktivitas apa pun didalam bangunan tua itu. Hawa-hawa aneh membuat bulu kuduk mereka berdiri.

"Aku semakin yakin kita sepertinya salah tempat, Pak," ujar Nathan. Bangunan yang mereka masuki terlihat sangat tidak terurus, debu-debu menempel dimana-mana.

"Aku sependapat dengan kamu, Dek," jawab ustadz Fauzi menyetujui ucapan Nathan.

Dor!

Satu tembakan meleset sedikit dari badan ustadz Rian dari seseorang pria yang baru saja muncul di balik tangga, di ikuti oleh anak buahnya dibelakang.

"Welcome, Rian!" sapa pria itu membuang puntung rokoknya sembarang tempat, "apa kabar? sudah lama tak jumpa?" tanyanya diringi seringai jahat.

"Apa maumu, Iksan?" Ustadz bertanya sengit.

"Hahaha ... mauku, Yan? nyawa harus dibayar nyawa!" jawab pria yang menggunakan jas kulit itu penuh penekanan.

.

.

.

.

-Bersambung-

Tinggalkan jejak kalian

Makasih :)

1
juli8ri
nathan ada kesempatan
juli8ri
suka pacaran juga ustz nya
juli8ri
ustaz ngak bolh nyentuh.. blum halal
juli8ri
zina mata pak ustaz
Rusland Wuland
barunya nich mga sru critanya.
M Fahrul
aku kurang serek karakter ustatnya... kok begitu... thor
M Fahrul
maaf ya thor sy kurang suka dengan karakter ustadz riannya biasa klou ustadz itu ga egois dari nopal yg sudah sy baca bercerita tentang ustadz
M Fahrul
kaya seru cerita nya
Hade
😇😇😇😇😇😇
Hade
nisa yg kuat ya.....
membyangkn saja sakit.... nis
Hade
ah teu resep eunk.... kumaha nisa ath aduuuuuh
Hade
iriiiiiii
Aprita Dwiana
tufutyyyuuuyyffuuftfyt5utytutyttyt tttuutueg
Mmh Rilfa
dikit amt critanya thor...,
Mmh Rilfa
egois amt nisa...suaminya udh sakit jg..di paksa z c...
Mmh Rilfa
mirip sm novel sbelah...beda nma bd shbt..judulnya pn mrip..ko bs mirp y....
Mmh Rilfa
y allah mulia bgt nafisah....tp nyesek itu dlm htinya....pengorbanan nafisah...bhagia jk org yg dia cintai bhagia...luarr biasa thorr,...ikhlsass kh nafisah....
eek wangi
kok ada ya novel ustadz dengan alur kayak gini
re
Mulai
Wiwit Wilowati
lanjut Thor ceritanya bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!