NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Awal Perjalanan Baru

Waktu berlalu sejak kejadian di aula bersama Tetua Huan Yue.

Wang Hao menghabiskan hari-harinya dengan duduk bersandar di kursi rotannya, bermeditasi di halaman kecil yang kini telah menjadi tempat paling akrab baginya di kediaman Klan Sheng.

Energi spiritual dari rotan spiritual yang telah menyatu dengan kursinya terus mengalirkan ketenangan ke dalam pikirannya, mempertajam setiap perenungan, memperdalam setiap pemahaman akan Dao.

Di sisi lain kota, Balai Ramuan Giok Hijau semakin ramai dari hari ke hari. Pil Pemulihan Dasar dan Pil Pencahar terus terjual habis setiap kali Lao Fan selesai membuatnya. Gu Yan sudah tiga kali memperluas etalasenya, dan kini ia bahkan mempekerjakan dua orang tambahan hanya untuk melayani pembeli yang membludak. Nama Balai Ramuan Giok Hijau telah menyebar ke kota-kota tetangga, dan para pedagang dari luar kota mulai berdatangan untuk membeli pil dalam jumlah besar.

Namun di tengah semua keramaian itu, sesuatu yang ganjil terjadi.

Sekte Awan Ungu tidak bertindak.

Huan Yue, yang dulu datang dengan ancaman dan ultimatum, kini menghilang tanpa jejak. Tidak ada lagi undangan paksa, tidak ada lagi utusan yang datang dengan wajah congkak. Seolah-olah Sekte Awan Ungu benar-benar mematuhi hasil taruhan itu dan memilih untuk menutup mata terhadap keberadaan Wang Hao.

Begitu pula dengan Klan Gao dan Klan Wei. Dua klan besar yang dulu mengintai dari kegelapan, menyebarkan fitnah, dan mengirim pembunuh, kini tidak melakukan pergerakan apa pun.

Mungkin mereka mendengar tentang apa yang terjadi di aula Klan Sheng. Tentang bagaimana seorang pemuda Kondensasi Qi lapis tiga menghindari tiga serangan mematikan dari seorang kultivator Pendirian Fondasi tahap menengah tanpa terluka sedikit pun. Atau mungkin mereka mendengar tentang pria tua yang ditemukan tewas di lorong gelap dengan luka pedang yang menganga di dadanya.

Apa pun alasannya, keheningan mereka adalah hal yang baik. Wang Hao tidak suka diganggu.

Sembilan bulan berlalu dalam keheningan yang produktif.

Di halaman kecilnya, Wang Hao terus berkultivasi tanpa henti. Setiap hari ia menyerap energi spiritual dari udara sekitar, memadatkannya setetes demi setetes, membangun fondasi yang semakin kokoh tanpa celah. Ia tidak terburu-buru. Ia menikmati setiap tarikan napas, setiap aliran energi yang masuk ke meridiannya, setiap pemadatan yang membuat lautan spiritualnya semakin dalam dan semakin kuat.

Dari lapis ketiga, ia naik ke lapis keempat.

Dari lapis keempat, ia naik ke lapis kelima.

Dan akhirnya, di suatu pagi yang cerah sembilan bulan setelah pertaruhannya dengan Huan Yue, Wang Hao membuka matanya dan merasakan lautan spiritualnya telah mencapai lapis keenam Kondensasi Qi. Fondasinya sekokoh batu karang yang telah ditempa oleh ombak selama ribuan tahun. Tidak ada celah, retakan, dan tidak ada satu pun ketidaksempurnaan yang bisa dieksploitasi oleh musuh di masa depan.

Sementara itu, kehamilan istri Patriark Sheng telah mencapai puncaknya.

Namun istrinya tidak kunjung melahirkan.

Patriark Sheng sangat khawatir. Setiap hari ia mondar-mandir di depan kamar istrinya, wajahnya semakin pucat, dan tangannya semakin sering gemetar. Ia telah menunggu puluhan tahun untuk memiliki keturunan, dan sekarang, ketika saatnya hampir tiba, justru kecemasanlah yang menguasainya.

Suatu pagi, ia tidak tahan lagi. Ia berjalan ke halaman kecil tempat Wang Hao biasa duduk bermeditasi, lalu menangkupkan kedua tangannya dengan hormat.

"Chen Nan, aku mohon... periksalah istriku. Sudah waktunya, tapi dia belum juga melahirkan. Aku takut ada sesuatu yang salah."

Wang Hao membuka matanya perlahan, lalu bangkit dari kursinya tanpa tergesa-gesa.

"Bawa saya ke kamarnya."

Mereka berjalan melewati lorong-lorong batu menuju kamar istri Patriark Sheng. Di dalam, wanita itu terbaring di atas dipan kayu dengan selimut sutra menutupi tubuhnya. Wajahnya pucat, tetapi napasnya masih stabil.

Wang Hao mendekat dan meletakkan dua jarinya di pergelangan tangan wanita itu, mengirimkan seutas energi spiritual untuk memeriksa kondisi di dalam kandungannya.

Beberapa saat kemudian, ia menarik tangannya.

"Anak dalam kandungan itu cukup kuat," katanya dengan suara tenang. "Itu adalah efek dari Pil Pembuka Gerbang Kehidupan yang Anda minum dulu. Energi pil itu tidak hanya menyembuhkan Anda, tetapi juga memperkuat benih kehidupan yang tumbuh di dalam rahim istri Anda."

Patriark Sheng menelan ludah. "Apakah... apakah itu berbahaya?"

"Tidak, hanya saja... kehamilan ini akan lebih lama dari kehamilan normal. Mungkin butuh dua sampai tiga bulan lagi sebelum istri Anda melahirkan."

"Tiga bulan?" Patriark Sheng menghela napas panjang, campuran antara lega dan masih sedikit cemas. "Jadi... jadi tidak ada yang salah?"

"Tidak ada, semua dalam kondisi baik. Anda hanya perlu bersabar."

Wang Hao berbalik dan berjalan keluar dari kamar, kembali ke halaman kecilnya, dan duduk lagi di kursi rotannya. Ia menutup mata dan melanjutkan meditasinya seperti tidak ada yang terjadi.

Tiga bulan kemudian, seperti yang dikatakan Wang Hao, istri Patriark Sheng melahirkan.

Dua putra kembar.

Tangisan bayi menggema di seluruh kediaman Klan Sheng, dan untuk pertama kalinya dalam empat puluh tahun, aula utama klan itu dipenuhi oleh tawa dan air mata kebahagiaan.

Para tetua yang sudah renta saling berpelukan. Para pelayan berlarian membawa air hangat dan kain bersih. Dan Patriark Sheng, pria tua yang biasanya keras dan penuh wibawa, berdiri di tengah aula dengan air mata mengalir deras di pipinya.

Ketika Wang Hao berjalan masuk ke aula untuk memeriksa kondisi bayi-bayi itu, Patriark Sheng melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh seorang pemimpin klan kepada siapa pun.

Ia bersujud.

Di depan semua anggota klan, para tetua, dan para pelayan, Patriark Sheng berlutut dan menyentuhkan dahinya ke lantai batu di hadapan Wang Hao.

"Terima kasih," katanya dengan suara yang bergetar oleh tangis. "Terima kasih, Chen Nan. Kau telah menyelamatkan klanku. Kau telah memberiku keturunan yang kutunggu selama empat puluh tahun. Aku... aku tidak akan pernah bisa membalas budimu."

Wang Hao menatapnya dengan ekspresi yang tetap tenang. "Berdirilah. Saya hanya melakukan apa yang disepakati."

Satu minggu setelah kelahiran dua putra kembar itu...

Wang Hao duduk di kursi rotannya di halaman kecil yang telah menjadi saksi bisu dari semua perenungannya selama setahun terakhir. Kali ini ia tidak sedang bermeditasi. Matanya terbuka, menatap langit pagi yang cerah.

Jubahnya kini tidak lagi lusuh.

Patriark Sheng telah memberinya jubah baru berwarna hijau dengan sulaman benang perak di bagian lengan, terbuat dari kain sutra roh yang nyaman di kulit dan ringan seperti angin. Wang Hao menerimanya sebagai hadiah, bukan karena ia peduli pada penampilan, tetapi karena menolak akan membuat Patriark Sheng merasa tidak enak hati.

Kultivasinya kini telah mencapai Kondensasi Qi lapis ketujuh.

Setiap lapis dibangun dengan fondasi yang sempurna, tanpa cacat, tanpa celah. Dari lapis keenam ke lapis ketujuh, ia membutuhkan waktu tiga bulan, lebih lama dari yang ia perkirakan, tetapi hasilnya sepadan.

Fondasinya kini begitu kokoh sehingga ia yakin bisa mengalahkan seorang kultivator Pendirian Fondasi tahap menengah dengan mudah, semudah membakar kertas tipis dengan api.

Di dalam cincin ruangnya, tersimpan dua puluh empat ribu batu roh tingkat rendah. Jumlah yang sangat besar untuk ukuran kultivator Kondensasi Qi. Itu adalah hasil dari pembagian keuntungan penjualan pil selama setahun terakhir, ditambah dengan sisa batu roh yang ia miliki sebelumnya.

Wang Hao juga telah memberikan beberapa teknik dan metode kultivasi kepada Patriark Sheng, Lao Fan, dan Gu Yan.

Kepada Patriark Sheng, ia memberikan sebuah teknik penguatan fondasi yang akan membantunya menembus ke tahap berikutnya.

Kepada Lao Fan, ia memberikan metode alkemi tambahan yang akan membuatnya mampu membuat pil tingkat dua dengan lebih mudah.

Dan kepada Gu Yan, ia memberikan beberapa resep ramuan baru yang akan menjaga bisnisnya tetap berjalan.

Semua hubungan telah ia selesaikan dengan baik.

Kini... saatnya untuk pergi.

Wang Hao menatap langit pagi yang cerah, dan untuk pertama kalinya dalam setahun, ia tersenyum tipis.

"Ini saatnya aku memulai perjalanan."

1
🔵༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐ 🇮🇩
Alur ceritanya sudah bagus tapi MC nya Tingkat Kultivasi masih Tingkat Rendah.
Zerro One: Oalah mbah😪
Mbah gak lupa ya, Wang Hao pernah berdiri di puncak kultivasi? Mbah apa lupa, Wang Hao bisa menerobos secepat mungkin 'jika dia mau'.

Betapa idiots nya Wang Hao, jika ber kultivasi secepat mungkin, yang membuat kesalahan sama terulang lagi. Btw Wang Hao bisa aja dalam setahun sampai Ascendant, dengan metode penyerapan inti bumi. Bisa dilakukan bahkan saat Kondensasi qi.
Tapi masa iya, orang memperluas Dao, disuruh seperti pahlawan klise meridian tersumbat, dantian retak, sampah klan terhina kan. Ya kan gak mungkin mbah.

Apalagi kayak komentar bang agus. Dia bilang kelemahan ceritanya karena Wang Hao sombong dan angkuh.

Lah, jadi maunya pembaca MC dibuat seperti pendekar muda, yang belum paham apa apa tentang kultivasi? yang gak tau, keramahan adalah kemewahan sia sia, terlalu banyak berhubungan dengan seseorang akan memperbanyak ikatan karma sebab akibat yang tidak perlu.

Author padahal berharap, komentar pembaca itu mengeluhkan ceritanya terlalu bertele-tele, atau gaya penulisan yang kurang ngena. Jadi author bisa ubah, sesuai dengan kritik.
Contohnya yang ngasih author bintang satu itu. Karena dia, cerita ini langsung berhenti dipromosikan, padahal sebelumnya, perkembangan cukup bagus. Tapi yaudahlah, author bisa apa, karena mungkin terlalu bertele-tele banget, jadi sangat pantas cerita ini terbenam dan gak layak di sebarluaskan. Author sadar diri kok, karena itu ceritanya kemungkinan besar dipercepat end S1, meskipun gak akan ada S2.
total 1 replies
Nanik S
Mantap Poooool👍💪💪💪
Nanik S
Tidak ada kata takut buat Wang Hao
Zerro One: Betul-betul betul/Determined/
total 1 replies
Nanik S
Lanjut terus
Nanik S
Wang Hao.... datang saja ke lembah batu
Nanik S
Wang Hao selalu jadi rebutan demi kepentingan masingasing
Agus Rose
Novel ini sebenar nya bagus dari penyusunan kata,penjelasan alur cerita.
yang kurang itu si MC terlalu angkuh sombong dengan ingatan masa lalu sedangkan kehidupan sekarang belum kuat tapi selalu bertindak sok kuat yang berlebihan.
Zerro One: Terimakasih banyak, itu artinya author gak gagal.

Tentang sifat Wang Hao...

Bro kurang memperhatikan detail keci, dan yang dilihat sesuatu yang sangat jelas saja. Padahal karakter Wang Hao ini abu abu, tidak hitam, atau putih, tidak sombong ataupun ramah. Author gak mau jelaskan panjang lebar, takut bro tersinggung.

Karena itu... kita anggap saja Wang Hao sombong🙏🙏

Author sepakat 🤝
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua pasukan itu jika wang hao sudah kuat cepat bantai raja itu pajang tubuhnya bantai juga semua keluarga raja itu
Nanik S
Apakah mereka akan menjemput Wang Hao
Zerro One: Iya kak 😫
total 1 replies
🔵༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐ 🇮🇩
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
Zerro One: Oke mbah🙏
total 1 replies
Nanik S
Lanjut Terus Tor🙏🙏
Nanik S
Gadis Pintar dan pasti walau hantu tapi mulai memahami situasi
Nanik S
Ceritanya bagus Tor
Nanik S
Untungnya ada Nashuang... hingga Cengle bisa selamat
Nanik S
👍👍👍👍👍👍
Nanik S
Rou Li dibuatkan pedang juga..... keren amat... hantu cantik berpedang
Nanik S
Hansuo jangan meremehkan Wang Hao...💪💪💪
Fajar Fathur rizky
bikin klan du di hukum berat bikin du lou malu
Fajar Fathur rizky
jika sudah ranah jiwa baru lahir nascent soul bikin wang hao bantai klan du thor
Nanik S
Lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!