💝Malam ini Dy akan tidur bersama Aby, seperti dulu Dy pernah tidur sekali sama Aby. Belum pacaran, belum menikah tapi Mereka tidur berdua. Sebagai teman...yach ..teman...
Kenapa? Bukankah itu hal yang tabu?.
Dy tidak mengerti soal itu, tidak ada yang mengajari, yang Dy tahu adalah menjaga kegadisannya. Itu Kata Beck. Supaya suami menghormatimu, maka Kamu harus menjaga kehormatanmu.
Dulu Dy berpikir kehormatan adalah ke perawanan, tapi menurut Aby ke hormatan adalah tingkah laku. Ititude.
Cara berpakaian, cara duduk dan bla..bla..bla...
Terlalu memusingkan, tapi Dy ingat!!.
Ingat berarti mau berubah, tapi Dy tidak berubah.
Itu hal yang sulit Dy lakukan.
Dan Dy mengkambing hitamkan pekerjaannya, tugasnya, yang selalu bersentuhan dengan maut, bergumul dengan minuman, berkeliaran di Cafe, Bar atau di sarang WTS selalu bersama lelaki, dalam kelelahan sehabis membasmi lawan. Kadang bersimbah darah......
Tapi Dy selalu menjaga ke Hormatannya, menjaga bibir nya supaya tidak di sentuh para lelaki dan Dy mampu!!.
🖤🖤🖤🖤🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 33
🖤Bab.33.
TATAPAN MISTERIUS
Hari ini Dy sangat gembira, karena tugasnya akan selesai.
Mr.x sudah puas dengan pekerjaannya.
Sekarang tinggal menangkap pelaku.
Dan semua akan di serahkan ke Polisi karena data-data sudah lengkap.
Setelah tugasnya selesai Dy akan pergi dari rumah ini, kembali mencari tugas baru dengan nuansa yang berbeda.
" Bi Ijah nanti sama Aku bersih-bersih ya".
Kata Dy ketika berada di Dapur.
" Ya, Bibi tunggu ". Sahut Bi Ijah.
" Sekarang sudah selesai semua, sudah boleh bawa ke ruang makan". Kata Bi Narti memandang Dy.
Dy lalu menyiapkan sarapan untuk Nyonya Ida dan Putranya.
Gama yang biasanya ramah dan agak genit sekarang jadi pendiam.
Tapi kadang-kadang matanya menatap Dy yang melayani Mereka.
Yang paling misterius adalah tatapan Aby yang selalu penuh arti, dasar si tukang ngambek.
Dy cuek saja dengan tingkah Mereka berdua.
Nyonya masuk ke ruang makan dengan wajah kusut.
" Pagi Nyonya, silahkan...". Kata Dy mempersilahkan Nyonya Ida sarapan.
" Pagi....". Sahut Nyonya Ida pendek. Dy menduga pasti Nyonya Ida sudah di kasi tahu oleh Pak Burhan tentang pemanggilan pertama dari ke Polisian.
Setelah Mereka sarapan Dy kembali ke Dapur.
" Bi Saya mungkin mau berhenti bekerja disini, Saya mau pulang kampung". Kata Dy membuat ketiga Bibi kaget.
" Kenapa begitu Dy, apa Kita ini ada salah sama Dy??, atau Tuan Gama yang salah?". Sahut Bi Narti sedih.
" Bibi...kalian semua baik sama Saya, memang Saya yang mau berhenti, Saya mau pulang". Ucap Dy, ada perasaan berat meninggalkan keluarga ini.
" Kapan Dy akan berhenti?" Tanya Bi ijah.
" Mungkin Minggu depan ". Sahut Dy menatap Mereka.
Dy keluar dari Dapur menuju Garasi. Dan memanasi Mobiinya.
Nyonya Ida datang beserta Gama. Tidak ada Aby bersama Mereka.
Dy membuka pintu untuk Nyonya Ida, tapi ke duluan Gama.
" Tuan Aby tidak ikut Nyonya?". Tanya Dy menoleh Kepada Nyonya Ida yang duduk menunduk.
Nyonya Ida cuma menggeleng.
Mobil melaju sedang menembus pagi yang cerah.
Dy sesekali melihat ke kaca spion dan matanya bertemu dengan tatapan Gama.
Kesunyian di dalam Mobil membuat khayalan Dy berkembang.
Dy berpikir tentang Pak Burhan sebagai tersangka Utama atas penggelapan lahan milik Keluarga Romero.
Dan tuduhan itu berdasar atas penyelidikan yang di lakukannya.
" Stop Dy !!". Seru Gama. Hampir saja Dy ke kebablasan melewati Butik.
Mobil sedikit mundur lalu belok ke Butik Nyonya Ida.
Gama turun membukakan pintu untuk Mamanya.
" Hati-hati Ma". Kata Gama membantu Nyonya Ida turun dari mobil.
Dy sangat terkesan dengan tingkah Gama yang selalu perhatian terhadap Mamanya.
Padahal Mamanya telah menyakitinya.
Mobil kembali melaju mengantarkan Gama ke tempat kerja.
" Gam Kamu sudah lama kerja di Hotel ini,". Kata Dy memecah keheningan.
" Baru setahun". Jawab Gama pendek.
" Sebagai apa Kamu disini??".
" Accounting ". Jawab Gama lagi.
Dy berhenti bertanya, Dy tahu Gama ogah menjawab.
Lebih jelasnya Gama malas ngomong dengan Dy.
Dy memasuki kawasan The UVASSA Hotel Luxury bintang 5.
Gama turun dari Mobil begitu saja, tidak ada senyum atau basa basi seperti biasanya.
Bagi Dy semua tingkah keluarga Romero tidak berpengaruh dengan perasaannya.
Yang penting tugasnya cepat selesai.
Tugasnya yang terakhir, bertemu lagi sekali dengan Mr.x dan mengambil barang-barang yang Dy pasang di rumah Nyonya Ida.
Kecuali ada masalah yang membutuhkan penanganan serius, disitu baru Dy akan bertindak sesuai kesepakatan kerja.
*******
SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA
GOOD JOB👍👍👍
Awal mula jd inget karya reni juli
Lanjuuuut
lain dari yang lain..
Biasanya spionase sensitif dengan gerakan2..