Seorang laki-laki tampan yang banyak digilai para kaum hawa namun sayang sikapnya begitu dingin , tetapi berbeda jika berhadapan dengan Naura, ia menjadi lebih hangat berbanding terbalik 360° , dan Naura tidak menyangka jika lelaki itu menjadi cinta sejatinya. Banyak rintangan yang mereka lalui namun tetap selalu bersama.
Sebelum membaca disarankan terlebih dahulu membaca Anak Genius : Ayah Lihatlah Aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Hardianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Khawatiran Azka
Sekitar pukul empat sore Naura dan teman-temannya memutuskan untuk pulang ke rumahnya masing-masing .
Banyak para pelayan yang ketika melihat Naura dan teman-temannya ke luar dari ruang privat , mereka langsung mengangguk hormat seraya tersenyum .
" Pelayannya ramah-ramah banget ya " Ucap Yumna sambil tersenyum senang .
" Iya benar banget pokoknya Caffe ini beda banget dari yang lain " Timpal Rasya dan dianggukan yang lainnya.
" Fiks tempat ini jadi tempat favorit tongkrongan kita " Balas Zaky .
" Setuju " Ucap mereka semua keculi Naura dan jangan tanya mata Azka tak pernah berpaling untuk selalu merhatikan Naura.
Azka tahu kalau Naura sepertinya merasa keberatan jika Caffe Zana menjadi tempat favorit mereka yang akan sering jadi tempat nongkrongnya.
Setelah sampai diparkiran , mereka langsung menuju ke tempat kendaraannya masing-masing. Tak lupa mereka saling berpamitan satu sama lain sebelum menjalankan kendaraannya .
Naura ia sudah duduk diatas motor vespa maticnya , sebelum menjalankan motornya , ia memainkan ponselnya dan bertukar kabar dengan bunda Shalwa.
Melihat Naura yang tak menjalankan motornya , Azka kembali turun dari mobilnya dan menghampiri Naura.
" Ra ada apa ?'' tanya Azka tiba-tiba dan membuat Naura mengerutkan dahi nya bingung justru yang harus bertanya Naura , ada apa Azka menghampirinya , bukan pulang mengikuti teman-teman yang lainnya.
" Maksud nya kak ?'' tanya Naura sambilnya menatap Azka.
" Kenapa kamu gak langsung pulang dan malah main ponsel disini ? " Tanya Azka balik.
" Oh Naura lagi mengabari bunda dan sepertinya Naura langsung pulang ke rumah opa karna keluarga Naura lagi pada kumpul disana" Jawab Naura panjang lebar.
" Oh gitu ya , biar Azka anterin ya ra , Azka ngikutin dari belakang aja takutnya kamu dijalan kenapa-kenapa " Tawar Azka.
" Eh gak usah kak , Naura udah biasa kok kemana-mana sendiri " Tolak Naura .
" Justru itu jangan dibiasain kamu cwe loh Ra " Balas Azka lagi.
" Iya tahu tapi Naura juga bisa jaga diri kok kak tenang aja , janji kalau ada apa-apa nanti langsung dikabarin " Ucap Naura yang merasa tidak enak jika harus diikutin terus oleh Azka.
" Janji ya , kalau ada apa-apa langsung kabarin Azka " Timpal Azka sambil menyodorkan jari kelingkingnya.
Naura cukup kaget dengan tingkah Azka dan ternyata sikapnya dari kecil tidak berubah ia selalu melakukan janji kelingking.
" Janji " jawab Naura sambil mengaitkan jari kelingkan dengan jari kelingking Azka.
" Oke hati-hati dijalannya ya Ra " Ucap Azka sambil tersenyum.
" Siap boss " Jawab Naura sambil menghormat dan terkekeh geli.
" Assalamu'alaikum " Ucap Salam Azka seraya melangkahkan kakinya menuju tempat mobilnya diparkirkan.
" Walaikum salam" Jawab Naura sambil tersenyum.
Azka menjalankan mobilnya tak lupa ia membunyikan klakson mobilnya untuk pamit kembali pada Naura dan dibalas oleh anggukan kepala dan tersenyum oleh Naura.
Tak lama dari kepergian Azka , Naura pun langsung meninggalkan Caffe Zana dan mengendarai motornya menuju rumah opa Abi.
Naura mengendarai motornya dengan kecepatan sedang sambil menikmati alunan musik dari ponselnya melalui earphone , tak jarang ia pun ikut bernyanyi . Namun dipertengahan jalan Naura merasa ada orang yang mengikutinya , ia langsung memberhentikan motornya dipinggir jalan dan melirik ke arah belakang namun ternyata tidak ada siapa-siapa yang pantas ia curigai.
Naura kembali menjalankan motornya dan ia sengaja menjalankan motornya dengan kecepatan lebih lambat sambil beberapa kali merhatikan ke arah kaca spionsnya untuk melihat keadaan dibelakangnya , apa ada yang mengikutinya atau tidak.
Naura merasa ada yang mengikutinya , perasannya tidak bisa dibohongi feelingnya sangat kuat tapi ia tidak menemukan kecurigaan sedikit pun.
Naura menambahkan kecepatan motornya dan ia melaju dengan kecepatan diatas rata-rata lalu setelah beberapa menit ia dengan gerak cepat melambatkan kembali laju motornya. Kedua bibir Naura terangkat membentuk sebuah senyuman ketika mengetahui jika yang mengikutinya adalah mobil Azka.
Iya Azka tidak benar-benar langsung pulang , ia mencari tempat persembunyian sambil menunggu Naura keluar dari Caffe Zana , setelah melihat Naura keluar dari Caffe dengan mengendarai motornya , Azka langsung menyalakan mesin mobilnya lalu mengikuti Naura dari belakang , Azka cukup hati-hati dan ia sengaja menjaga jarak yang agak jauh agar Naura tidak curiga.
Azka sebenarnya berniat langsung pulang , namun perasaannya tidak bisa dibohongi , ia khawatir dengan keadaan Naura , alhasil Azka memutuskan untuk mengikuti Naura agar ia pun menjadi tenang karna sudah memastikan jika Naura sampai dirumah opanya dengan keadaan selamat.
****
Naura melajukan motornya dengan kecepatan sedang ia berpura-pura tidak tahu kalau Azka mengikutinya.
Setelah sampai didepan pintu gerbang kediaman keluarga Wiguna sambil menyapa pak satpam yang berjaga , Naura melirik kaca spionnya mengecek keberadaan Azka dan ternyata Azka masih setia mengikutinya dan ia memberhentikan mobilnya dipinggir jalan dengan jarak agak jauh dari kediaman papah Abi.
Naura langsung masuk ke rumah papah Abi setelah menyapa pak satpam dan dibukakan pintu gerbang.
Ternyata dihalaman depan ada bocil-bocil yang sedang bermain kejar-kejaran.
" Assalamu'alaikum " Ucap salam Naura sedikit berteriak.
" Kakak " Ucap Azzam , Azim dan Zani seraya berlari ke arah Naura dan Naura langsung menangkup tubuh mereka kedalam pelukannya setelah memarkirkan motornya.
" Masuk yu , udah sore lho nanti ada - " Ajak Naura sambil menjeda perkataannya dan menakuti mereka.
" Hantu " Teriak Azzam sambil berlari terlebih dulu .
Azzam dan Zani ikut berlari masuk ke rumah dan Naura mengikuti mereka dengan cekikikan.
Dan ternyata didalam ruang keluarga semua orang sedang berkumpul sambil mengobrol santai ditemani beberapa cemilan.
Naura langsung menyalami mereka secara bergantian , dan ternyata ada pengantin baru juga yaitu Dimas dan Zeela .
" Eh ada pengantin baru juga " Ucap Naura sambil menyalami Dimas dan Zeela bergantian.
Semua langsung terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.
" Udah lama lho nikahnya tapi masih dipanggil pengantin baru " Timpal Zeela sambil mencubit pipi cabby Naura pelan.
Naura langsung bergabung duduk disamping bunda Shalwa.
" Kak kakak " panggil Zani pada Naura.
" Iya kenapa cantik ?'' tanya Naura sambil menatap ke arah Zani.
" Kakak Naura bau , belum mandi iiii " Ucap Zani dan langsung disambut gelak tawa oleh semuanya.
Naura mengendus-endus aroma badannya .
" Masih wangi kok " gumam Naura , dan yang lain hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.
" Mandi dulu kak udah sore lho ini ! " Ujar Shalwa sambil tersenyum.
" Baiklah " jawab Naura seraya berdiri dari duduknya.
Sebelum melangkahkan kakinya ke kamar , Naura mendekati si kembar lalu dengan tiba-tiba mencium gemas pipi mereka secara bergantian dan langsung ngacir ke kamarnya yang berada dirumah papah Abi.
" Kakak " Teriak Azzam , Azim dan Zani secara bersamaan. dan semua serempak langsung menggelengkan kepalanya kecuali Dimas dan Zeela yang malah tersenyum.
Iya keluarga Alex , Manda dan Dimas serta Zeela mereka memutuskan bermalaman dirumah papah Abi dan nanti malam mereka akan mengadakan BBQ dihalaman belakang.
😘
😘
😘
Oh ya Author mau ngucapin SELAMAT HARI AYAH , dan terimakasih untuk para Ayah 🙏🙏🙏 kalian orang hebat , yang selalu bekerja keras untuk kebahagiannya keluarganya , mudah²an Allah SWT memberi umur yang panjang dan selalu dilimpahkan rizqi yang berkah , Aamiin .
Tinggalkan Jejak 🤗🙏.
Terimakasih.
ada 🌹🌹🌹 buat the triplets....