Zakia tak pernah membayangkan hidupnya bisa berubah total karena fitnah yang ia dapatkan. Di usia yang masih muda yakni 22 tahun, Zakia terpaksa melewati jalan hidupnya dengan cara bekerja tanpa kenal lelah, semua itu ia lakukan demi membantu keluarganya. Bahkan, keinginannya untuk melanjutkan kuliah terpaksa ia urungkan demi membantu keluarga untuk mencicil motor.
Zakia selalu menatap langit dan berharap bisa mendapatkan setitik kebahagiaan di sela-sela kesengsaraan yang ia Terima. Namun siapa sangka, harapan kecil itu terpaksa runtuh dalam satu hari. Sebuah fitnah yang tidak pernah ia bayangkan menghancurkan nama baiknya, mulut manusia lebih cepat menyebarkan fitnah dari pada fakta, hal itu membuat hidup penuh dengan penenakan.
Akhirnya, demi menyelamatkan kehormatan kedua mempelai keluarga, Zakia dan pria itu terpaksa menjalan pernikahan. Akankah mereka akan menjadi pasangan yang penuh cinta? Atau hanya menjadi pasangan suami istri di atas kertas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oceanluv_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Bugh!
Satu pukulan diarahkan. ke sudut bibir seorang pria di depannya. Pria yang menerima pukulan itu hanya terduduk pasrah, tangannya diikat ke belakang dan sudah berulang kali tubuhnya dipukuli oleh orang di depannya ini.
Semua itu terjadi karena ia gagal menjalankan misi.
"Lo bodoh apa gimana sih!"
"Ha?" Satu tendangan mendarat ke hidungnya, alhasil pria itu tumbang ke atas lantai yang kotor. Baik itu karena pasir ataupun darah, ke duanya menyelimuti tubuh pria itu.
"Apa karena lo lagi nafsu makanya ga bisa liat keadaan sekitar! Bahkan. buat ngerobek semua bajunya aja lo ga bisa!"
"Bodoh banget sih lo!"
Pria itu emosi, semua rencananya gagal, rencananya yang ingin menghancurkan wanita itu gagal total, ia menyambar rokok di sudut meja, menyalakannya dan menghisapnya dengan penuh emosi.
Kakinya ia bawa mendekat ke tubuh pria suruhannya itu, tanpa belas kasihan dan rasa sopan santun, kaki pria itu mendarat di kepala lawannya dan menginjaknya begitu keras.
"Lakuin sekali lagi! Sekali lagi lo ga bisa, habis lo gue buat! Bukan cuman lo, tapi. keluarga lo juga kena imbasnya!"
"I-iya," jawab pria itu terbata. Seseorang yang. menginjak kepalanya itu tersenyum penuh. kemenangan, kakinya ia turun dan tertawa pelan.
"Bagus, kalau udah dibayar itu harusnya berhasil, uang gue terlalu berharga buat dihabisin untuk orang kayak lo!" hardiknya.
Pria itu pun. berbalik ingin pergi dari sana, tapi sebelum itu ia meludahi dulu korban yang tak berdaya itu, tertawa pelan dan beranjak pergi sana, tak lupa dengan rokok yang masih dihisap dah mengeluarkan asap yang banyak.
Kini tinggallah pria yang terjatuh itu dengan tatapan kosong miliknya, entah itu berisi dendam atau penyesalan, hanya dialah tau apa isi kepalanya sendiri.
****
"Udah selesai semua?" tanya pak Jamrud.
Pak Jamrud dengan baju rapinya sedari tadi bercermin melihat penampilannya, bagaimana tidak, malam ini mereka akan bertemu dengan sang calon menantu, semoga saja niat baik mereka tak mendapat penolakan dari pihak perempuan.
Jangan tanya bagaimana senangnya Jamrud dan Lili saat tahu Daren akan ke rumah Zakia berniat melamar wanita itu, Jamrud di dalam kamarnya bahkan sampai menangis terharu karena anaknya akan menikah.
Sekalipun di mata orang mereka menikah karena kesalahan, tapi di mata yang mengetahuinya ini tetap kabar menggembirakan, akhirnya anak bujang mereka akan menjadi seorang suami.
"Gimana? Bapak udah ganteng belum?" tanya Jamur sambil menaik turunkan alisnya.
Hana berdiri di depan Jamrud, jari-jari tangannya. membentuk seolah-olah kamera dan mengarahkannya tepat ke wajah pak Jamrud.
"Kurang ganteng," jawabnya kecewa.
"Ha? Yang bener aja kamu! Ini baju pilihan bunda kamu loh!" tegas Jamrud. Kurang ganteng apalagi dia sekarang? Rambut klimis, baju batik, jam tangan, beuhh rasanya kayak kembali ke zaman waktu dia ngelamar Sinta.
"Ya kurang gantenglah orang belum pake celana!" tegur Daren yang baru ke luar dari kamar sambil memakai jam tangan.
"Eh?" Pak Jamrud melirik ke bawah.
Hana yang sedari tadi menahan tawa kini akhirnya mengeluarkan suara kerasnya itu, bisa-bisanya ke luar dari kamar dengan pedenya bak seorang model, tapi lupa pakai celana rapi, masih pakai celana rumahan.
"Duhh maklum udah tua mah udah pikun," ujar pak Jamrud sambil memegang jidatnya. Ia terburu-buru masuk ke dalam kamar, malu juga kalau jumpa calon menantu dalam keadaan kayak gini.
Hana yang sudah puas tertawa akhirnya kembali sibuk dengan dirinya sendiri, ingin bertemu adik ipar harus terlihat cantik biar nanti pas udah sah jadi ipar bisa diajak ootd-an.
Di saat Hana sibuk memoles lipstiknya, tiba-tiba Daren datang dan menggeser tubuh Hana, kini di depan cermin hanya terpampang tubuh tegap Daren dengan parfum yang ia semprotkan ke pergelangan tangannya.
"Apaansih Ren! Rese banget!" kesal Hana. Hana kembali ke posisi semula, tapi bedanya kini dia berdiri di depan Daren.
"Yaelah ketemu calon ipar ga usah cantik-cantik amat, yang mau ngelamar kan gue, gue aja yang ganteng, karena gue artisnya," nasehat Daren sambil berpose ria di depan cermin.
Hana mendelik, "gue kan mau ketemu adik ipar gue juga, wajar dong kalau gue cantik," jawabnya.
"Lah, gue mau ketemu calon bini gue, wajar dong kalau gue ganteng," jawabnya lagi.
Hana mengangkat bahunya acuh, persetan dengan Daren yang penting sekarang lipstiknya sudah on point. Hana menatap kagum dirinya di depan cermin lalu berkata, "Cantik banget lo Hana, cantiknya itu looks so perfect," pujinya sambil memonyong-monyongkan bibirnya.
"Ihh jauh lo, geli gue!" Daren mendorong sang kakak dan melihat dirinya di cermin.
"Hah Daren! Bisa ga ngedorong gue itu pelan dikit, sakit tau, kalau gue aja diginiiin, gimana adik ipar gue entar!" kesal Hana. Ia memperbaiki bajunya dan juga tatanan rambutnya, takut kalau nanti ada rambut yang naik satu helai, malu dong di depan calon adik ipar.
"Ya elah kalau sama dia mah gue lembutin, tenang aja, ya kan Ren, orang ganteng kayak lo ga boleh kasar sama cewek," monolognya di depan cermin.
"Orang ganteng-orang ganteng, kancing baju lo noh ga sesuai sama pasangannya, bisa naik sebelah gini!" tegur Hana. Kebiasan Daren tidak pernah berubah, selalu kesusahan kalau menggunakan baju kemeja, terkadang Hana juga heran bagaimana anak itu menggunakan baju kemeja, karena kancingnya tidak pernah pas sesuai tempatnya.
"Sini gue benerin!" kata Hana dan mendekati adiknya. Hana membuka semua kancing baju Daren dan memperbaikinya pelan-pelan.
"Kak, gimana kalau entar dia ga nerima kita," celetuk Daren tiba-tiba. Ia menatap dirinya di cermin, seketika semua kepercayaan diri dan keberanian itu hilang ketika waktunya sudah mendekat.
"Berdoa yang baik Ren, niat kita baik, dari awal lo udah nolong dia aja termasuk niat baik apalagi sampai bertanggung bawang gini," jawab sang kakak.
"Pesan gue Ren, gimanapun entar pernikahan kalian, kita ga bisa menolak fakta kalau kalian nikah karena kejadian ga enak itu, tapi gue mohon banget sama lo sebagai perempuan dan entar bakal nikah juga, perlakuan dia dengan baik, kalau belum bisa ngasih cinta setidaknya perlakukan yang bagus."
"Sayangi dia tapi jangan kasihani, Zakia itu terbiasa hidup keras dan selalu berdiri di kakinya sendiri, mungkin nanti ada saatnya sifat mandiri dia tetap keluar walaupun dia udah nikah, tapi bukan berarti lo kehilangan posisi sebagai kepala di rumah tangga kalian nanti, lo tetap kepalanya dan dia yang bakal dilindungi dengan kasih sayang yang bakal lo kasi ke dia," nasihatnya, Hana menepuk pelan dada Daren lalu tersenyum sambil menatap tubuh adiknya.
Adik kecil yang selalu menjadi temannya berkelahi sekarang sudah ingin mempersunting anak orang, ternyata waktu secepat itu berlalu, Hana tidak berharap banyak-banyak, harapannya sederhana, adiknya bahagia begitu juga dengan Zakia, semoga pernikahan yang diawali rasa tanggung jawab ini bisa menjadi hubungan penuh cinta.
Hai Hai semua, aku baru bangun pagi dan seneng banget pas liat statistik pembaca melonjak lumayan tinggi, duhh keknya makin banyak nih yang penasaran sama kehidupan Zakia dan Daren, dipantau terus ya semuanya.
Eits jangan lupa yg newbie, yang baru datang ke dunia Daren dan Zakia, yok baca dari awal ya, biar kalian tau gimana sih perkembangan hubungan Zakia dan kenapa mereka bisa tiba-tiba nikah hehehehe.
Sekali lagi makasih untuj kalian semua yang udah luangin waktu buat ketemu Zakia dan Daren, sampai jumpa di bab selanjutnya ya, makasih💙💙
Jangan lupa vote, komen dan follow akun ini ya, sayang kalian banyak-banyak💙💙💙