Dewo ceo berumur dua puluh sembilan tahun belum menikah sikapnya yang dingin di jodohkan dengan Ema wanita bar bar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karung Berasnya Bisa Jalan Sendiri
Ane telah memunguti semua tas yang berserakan di lantai kamarnya menuju ke ranjang empuk miliknya lalu Ane melangkah pergi entah kemana setelah beberapa menit Ane kembali dengan raut wajah tersenyum lebar sambil membawa beberapa karung beras lalu tanpa ragu Ane melaju ke sebelah ranjangnya setelah Ane sudah sampai di sisi ranjangnya tanpa ragu Ane memasukkan semua tas yang ada di ranjang empuk miliknya ke beberapa karung beras yang di bawa oleh tangannya mungkin di tangan Ane ada sekitar seratus karung beras yang di gunakan oleh Ane untuk menampung semua tas yang menempel di atas ranjang empuk miliknya
"Aku mau ke supermarket sambil membawa tas ke sana kenapa ribet banget gara gara tasnya banyak yang mirip sama pakaian aku jadi kayak gini beruntung aku mempunyai otak yang cerdas dan cermat koq ada kata cermatnya lebih tepatnya otak aku cerdas dan pintar sehingga bisa memikirkan ide supaya aku menampung semua tas aku di karung beras sebaiknya aku harus cepat cepat memasukkan tas ke dalam karungnya supaya aku bisa cepat cepat ke supermarket buat shopping" gumam Ane masih sibuk dan asyik menumpukkan semua tas yang ada di atas ranjang empuk miliknya ke dalam karung beras yang tadi baru di ambil
Setelah kedua kakinya Ema di ajak menelusuri lantai di kamarnya tak terasa Ema sudah sampai di sebelah sofa langsung tanpa dosa Ema mendaratkan bokongnya di pohon maksudnya Ema langsung mendaratkan bokongnya di sofa empuk miliknya setelah itu Ema mulai memainkan handphone miliknya tanpa terasa Ema mengeluarkan senyuman lebar di wajah cantiknya
"Beres juga gue siap siap ke supermarket sama mama gue lebih baik gue sekarang fokus sama permainan yang ada di handphone miliknya gue kalau mama gue ke sini bilang saja gue sudah pakai bedak terserah mau percaya atau ngga apa gue pakai bedak sekarang saja lebih tepatnya gue pakai tepung terigu sekarang saja kebetulan gue menyimpan tepung terigu di bawah sofa gue ambil lalu gue taburkan ke muka gue supaya muka gue makin bersih dan makin berkilau" batin Ema meletakkan handphone yang ada di tangannya ke sofa
Ema yang sedang duduk di sofa lalu beringsut berdiri dan jongkok di depan sofa sambil wajahnya menghadap sofa untuk mengambil alat ajaib yang membuat wajahnya Ema di tertawakan banyak orang yaitu tepung terigu setelah tangannya mendapatkan barang yang di inginkan tanpa basa basi Ema membuka plastik untuk menyimpan tepung terigu di sofa lalu tangannya Ema langsung mencolek lebih tepatnya kedua tangannya Ema di masukkan ke dalam plastik lalu mengambil tepung terigu sebanyak banyaknya di kedua tangannya lalu Ema menaburkan tepung terigu di kedua tangannya ke seluruh wajahnya membuat wajah Ema seperti orang gila setelah Ema puas menggunakan tepung terigu tersebut Ema menutup kembali plastiknya lalu meletakkan tepung terigu tersebut ke bawah sofa lagi dengan senyum lebar Ema berdiri dan menjatuhkan bokongnya ke sofa tanpa komando tangannya Ema mengambil handphone yang terdampar di sofa lalu segera memainkan handphone miliknya dengan sepuluh jari lentiknya
Ane telah selesai menampung semua tas yang berjejer di atas ranjang empuk miliknya ke ratusan karung beras lalu Ane tanpa istirahat langsung membawa satu karung beras yang berisi beras maksudnya yang berisi tas lalu lebih tepatnya Ane menyeret paksa karung beras tersebut karena kalau Ane memanggul karung beras di jamin Ane pasti akan berhenti di tengah jalan untuk makan karena kecapekan memanggul beras dan yang lebih parahnya lagi malah nanti Ane kejatuhan karung beras yang berisi tas jadi di jamin pasti malah Ane sibuk makan karena kelaparan memanggul karung beras apalagi hobinya Ane yang hobi makan atau malah Ane sibuk pose tiduran di lantai kinclongnya sehingga Ane menyeret karung beras tersebut setelah sampai di samping pintu kamarnya Ane langsung membuka pintu kamarnya pintu di buka dengan sangat lebar setelah itu Ane keluar sambil membawa karung beras setelah itu tanpa menutup pintu karena Ane bakalan bolak balik ke kamarnya untuk mengambil ratusan karung beras yang menumpuk di kamarnya beruntung kamarnya Ane luas sekali sehingga bisa menampung ratusan karung beras lalu Ane langsung melangkah menuju ke ruang tamu yang berada di lantai bawah sehingga satu persatu Ane menuruni anak tangga bukan anak gajah
"Aku harus semangat membawa beratus ratus karung beras yang sudah aku isi dengan semua tas aku yang tadinya berada di atas ranjang mau di tinggal takutnya tasnya ngiri pengin di bawa aku wanita tercantik di dunia ini jadi biar adil kamu bawa semua tas yang warnanya sama dengan pakaian yang aku kenakan sekarang" kata Ane masih tetap menuruni anak tangga menuju ke ruang tamu setelah sampai di ruang tamu Ane langsung melemparkan karung beras yang berisi tas lalu Ane langsung melangkah pantang mundur istilah gaulnya maju tak gentar membawa semua tas ke supermarket sehingga Ane bertujuan ke kamarnya lagi untuk mengambil beberapa karung beras yang tertinggi di kamarnya
Aya telah sampai di meja riasnya lalu Aya tanpa ragu menjatuhkan bokongnya ke kursi yang ada di depan meja riasnya lalu Aya mengambil bedak yang tergeletak di atas meja setalah itu tangannya dengan terampil menaburkan bedak tersebut ke wajah cantiknya setelah bedak itu menempel Aya langsung meletakkan bedak tersebut ke meja lalu Aya mengambil lipstik dengan warna merah untuk di pasangkan ke kedua pipinya nanti seperti ondel ondel atau badut dong maksudnya Aya memasangkan lipstik ke bibirnya setelah lipstik menempel sempurna Aya langsung meletakkan lipstik tersebut ke atas meja lalu Aya mengambil blush on untuk di oleskan ke kedua pipinya secara bergantian setelah itu Aya meletakkan blush on dan mengambil eye shadow yang terparkir di meja setelah itu Aya mengaplikasikan di atas kedua matanya satu persatu bergilir setelah itu Aya meletakkan eye shadow tersebut ke atas meja dirinya tidak memakai pensil alis untuk menghiasi alisnya karena Aya sudah memakai tato alis jadi Aya ngga perlu repot repot menghiasi alisnya
"Aku sudah selesai berdandan beruntung aku sudah pakai tato alis sehingga ngga perlu repot repot untuk menghias dan mengatur model alis lebih baik aku pakai tas dan sepatu yang tadi di pakai ke perusahaan miliknya Ema dari pada aku repot repot mencari tas dan sepatu lainnya lagi lebih baik aku sekarang ke kamarnya Ema aku jamin Ema pasti sedang memainkan handphone dan aku juga yakin Ema belum pakai bedak dengan benar soalnya Ema pakai bedak dengan benar itu saat Ema mau berangkat ke perusahaan atau mau meeting dengan client mungkin takut di tertawakan oleh banyak orang kalau wajahnya Ema memakai tepung terigu saat pergi ke perusahaan miliknya atau meeting dengan client" gumam Aya lalu berdiri dan berjalan melangkah menuju ranjang empuk miliknya setelah sampai di sisi ranjang Aya langsung mengambil tas yang tadi di pakai ke perusahaan Ema setelah itu Aya tanpa ragu melangkahkan kakinya menuju ke pintu kamarnya setelah beberapa menit melangkah Aya sampai di samping pintu tanpa komando Aya membuka pintu tersebut lalu Aya keluar dari kamarnya dan Aya menutup pintu kamarnya setelah itu Aya melangkah menuju ke kamarnya Ema
Ane sudah berkali kali mengangkut karung beras yang berisi tas mungkin ada sekitar lima belas karung beras yang sudah pindah ke ruang tamu masih ada beberapa puluh karung beras lagi namun Ane sangat haus sekali dan ingin makan maksudnya ingin minum sehingga saat Ane baru meletakkan karung beras ke ruang tamu tanpa ragu Ane melangkah menuju ke dapur bukan untuk mengambil semut yang berjejer namun Ane mau mengambil air minum supaya bisa gampang meminum setelah Ane sampai di dapur Ane langsung berjalan melangkah ke rak piring untuk mengambil botol minuman yang ada tambangnya persis seperti botol anak kecil yang biasa kadang di kalungkan di sekitar leher saat berbaris upacara hari kemerdekaan setelah Ane mendapatkan botol yang di maksud Ane mengambil gelas lalu tanpa buang waktu Ane langsung berjalan ke arah meja dapur lalu menuangkan minuman ke botol yang ada di tangannya setelah botol terisi penuh Ane tersenyum lebar tanpa ragu Ane mengalungkan botol yang baru di isi dengan semut maksudnya baru di isi oleh air ke sekitar leher setelah itu Ane meletakkan gelas dan menuangkan minuman ke dalam gelas setelah itu Ane meminum air yang ada di gelas setelah itu Ane meletakkan gelas ke atas meja dirinya berkelana untuk melanjutkan pekerjaan yang belum selesai yaitu membawa karung beras yang berisi tas tujuannya Ema sekarang ke kamarnya
"Ternyata otak aku cerdas banget kalau aku bawa botol air yang seperti ini di jamin aku ngga bakalan kehausan karena sudah ada air yang ada di tubuhnya aku jadi aku bisa membawa karung beras berisi tas aku ke ruang makan tanpa aku harus bolak balik ke dapur untuk meminum air ternyata aku wanita paling sempurna di dunia ini makanya suami aku dulunya tergila gila banget sama aku" batin Ane sambil tetap melangkah menuju ke kamarnya setelah sampai di kamarnya tanpa membuka pintu Ane langsung bolak balik untuk membawa karung beras yang berisi tasnya ke ruang tamu
Dewo telah sampai di rumahnya sehingga tanpa di komando Dewo langsung menginjak rem yang ada di kakinya setelah mobilnya berhenti Dewo langsung membuka sabuk pengaman setelah itu Dewo membuka pintu mobilnya lalu Dewo keluar dari mobilnya dan Dewo langsung melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumahnya setelah sampai di depan pintu Dewo membuka pintu menggunakan kunci rumah yang baru saja di ambil dari kantong celananya soalnya Dewo, Coco, mamanya Dewo, dan papanya Dewo jarang di rumah karena sibuk dengan kesibukan masing masing soalnya mamanya Dewo juga sebagai CEO di salah satu perusahaan sehingga Dewo selalu membawa kunci rumah setelah memasang kunci rumah dan membuka kunci rumah Dewo membuka gagang pintu setelah dirinya mencabut kunci rumah yang menempel lalu Dewo berjalan masuk ke dalam rumahnya dirinya tercengang melihat banyak karung beras yang bertengger di ruang tamu lalu kedua matanya Dewo menatap satu persatu karung beras yang ada di sana sambil menduga duga apa isi dari karung beras tersebut
"Mama mau bawa beras beras ini kemana koq gue belum di beri tahu ini semua isinya beras atau semut yang di kumpulkan dan di masukkan ke dalam karung beras ? atau malah isi di dalam karung beras tersebut isinya tikus yang di bunuh dan di masukkan ke dalam karung beras koq kayak mau neror orang ? mama gue lagi dimana masa di biarkan karung berasnya sendirian kalau karung berasnya bisa jalan sendiri gimana" kata Dewo sambil masih sibuk menatap karung beras satu persatu