NovelToon NovelToon
Life After Marriage

Life After Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:738.6k
Nilai: 5
Nama Author: leni septiani

Menikah membutuhkan sebuah kesiapan, karena bukan hanya menyatukan dua insan yang berbeda kelamin, tapi juga menyatukan dua keluarga yang mana di dalamnya akan terjalin silaturahmi yang begitu erat.

Namun kehidupan setelah menikah tidaklah mudah, dimana setiap cobaan silih berganti menghampiri dan keharmonisan tidak selalu terjaga. Percekcokan itu selalu ada, begitu pun dengan pertengkaran akibat sebuah keslah pahaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Birma menjalankan pekerjaannya seperti biasa, tapi bedanya kali ini lebih giat lagi karena begitu banyak pekerjaan yang harus dirinya selesaikan. Sedangkan mengenai kasus yang menimpanya di tangani sepenuhnya orang-orang yang di perintahkan ayah mertua. Sampai pada akhirnya sebuah titik terang di temukan dan menambah kelegaan Birma, kini ia hanya tinggal mengunggu waktu yang tepat untuk mengungkap semuanya, sementara semua bukti nyatanya tidak begitu sulit orang kepercayaan Pandu temukan.

Entah itu karena orang-orang yang di pilih Pandu cerdik, atau karena dirinya sendiri yang terlalu bodoh sampai tidak menyadari orang-orang di sekelilingnya yang berpura-pura. Tapi ya sudahlah, toh semua akan segera terungkap dan tidak perlu lagi ada yang di khawatirkan. Masalahnya yang masih belum dapat dirinya selesaikan hanya satu, yaitu membuat istrinya diam di rumah, menjadi ratunya yang akan selalu menyambut kepulangannya dengan senyum manis dan pelukan hangat. Membayangkan itu membuat Birma mengulas senyum, menoleh pada pigura kecil berisikan foto pernikahannya yang selalu mengingatkan Birma akan hari sakral yang saat itu bukan main membuatnya bahagia.

“Jika dulu kamu kepincut laki-laki lain, mungkin sekarang kita belum tentu akan bersama,” gumam Birma, lantas mengambil pigura itu dan mengusapnya lembut, senyum tak urung ikut terukir.

“Iya, karena jika tidak ada Bu Clara, sudah jelas Bapak akan menjadi milik saya.”

Birma mendengus pelan saat suara yang di kenalnya menyambar dengan tidak sopan, mengacaukan bayangan serta ingatannya pada kisahnya dulu bersama Clara yang begitu menggelikan juga menyedihkan.

“Kamu ngapain, sih, datang? Saya gak nyuruh juga,” sebal Birma yang melayangkan tatapan tajamnya, tapi Cella mana pernah peduli, apa lagi takut. Perempuan yang urat malunya sudah putus itu malah justru menghampiri dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Birma, beruntungnya ada meja yang cukup lebar menjadi penghalang di antara mereka, jika tidak … bisa-bisa Birma habis di terjang perempuan genit itu.

“Saya pengen puas-puasin natap Bapak, karena setelah ini mungkin saya tidak akan bisa melakukannya lagi,” Cella menghela napasnya cukup panjang. “Kenapa, sih, Bapak harus ninggalin saya?” tanya Cella yang sorat matanya menyiratkan kesedihan, entah itu sungguhan atau hanya pura-pura, karena Cella memang begitu pintar memainkan ekspresi, membuat Birma sulit membedakannya.

“Karena pada dasarnya setiap pertemuan pasti berakhir dengan perpisahan, itu akan terjadi cepat atau lambat. Tapi kamu tidak perlu khawatir, meskipun saya sudah tidak ada disini, kamu bisa main-main ke rumah, istri saya pasti senang.” Senyum tipis Birma berikan pada sekretaris di depannya itu.

“Apa Bapak juga akan senang dengan kehadiran saya?” tanya Cella dengan tatapan berharapnya.

“Tentu …,” Cella benar-benar mengembangkan senyumnya. “Saya juga pasti akan merindukan kamu …,” lanjut Birma, membuat senyum Cella semakin lebar terukir. “Sehari gak nyuruh kamu aja saya rindu, apa lagi nanti dengan tidak adanya kamu … padahal saya sudah terbiasa meminta ini itu pada kamu.” Birma membuang napasnya pelan. Sedangkan Cella yang sejak tadi senyumnya terukir sempurna dengan cepat surut begitu mendengar kalimat terakhir laki-laki di depannya.

“Sebatas itu Bapak merindukan saya?” tanya Cella dengan mimik wajah yang seolah benar-benar terluka. Dan dengan polosnya Birma menganggukan kepala.

“Kamu sudah banyak paham mengenai saya, dan takaran kopi yang selalu saya minta kamu buat dengan sempurna, makanan apa pun yang saya mau selalu kamu turuti meskipun sambil ngomel, dan la…”

“Sudah, Pak jangan di terusin lagi, saya gak sanggup mendengarnya. Pak Birma terlalu membuat saya terharu,” Cella memotong cepat ucapan atasan tampannya itu, menyeka sudut matanya yang sama sekali tidak berair.

Dari pada terharu, Cella lebih merasa kesal pada calon mantan atasannya itu. Birma terlalu menyebalkan, tidak bisa sepertinya sekali saja membuatnya bahagia. Tidak perlu dengan tas serta sepatu keluaran brand ternama yang tengah diincarnya, tidak perlu juga dengan intan dan berlian, setidaknya dengan kata manis yang menyanjung, Cella akan sangat bahagia asal itu di ucapkan oleh seorang Birma Dirgiantara. Tapi sepertinya itu hanyalah bayangan semata.

“Lo kenapa Cell?” tanya Clara yang baru saja datang tanpa permisi.

Birma yang memang melihat kedatangan istrinya sejak perempuan itu tiba di ambang pintu yang terbuka langsung mengulurkan tangan, meminta istrinya untuk mendekat, dan seperti biasa kecupan sayang Birma layangkan untuk menyambut kedatangan istrinya yang tiba-tiba. Wanita hamil itu tidak pernah bisa diam, membuat Birma kadang khawatir terjadi apa-apa di jalan pada istinya yang keras kepala itu.

“Kamu di antar siapa ke sini?” tanya Birma begitu selesai melayangkan kecupan di perut istrinya. Sudah pasti pemandangan itu menjadi hal yang membuat Cella semakin cemberut.

“Di antar Papi, sekalian mau ke hotel katanya, ada urusan.” Birma menangguk paham dengan kesibukan laki-laki tua itu, Leo yang memiliki usaha ini itu jelas tidak akan berada hanya di satu tempat, dan Birma salut pada papi dari kakak iparnya itu yang selalu bisa meluangkan waktu demi keluarga, walaupun sudah tidak memiliki istri yang akan menunggu kepulangannya di rumah, Leo tetap anti menghabiskan waktu di tempat kerja.

“Lo kenapa datang sih, Cla?” kesal Cella kambali membuka suaranya setelah beberapa saat hanya diam cemberut.

“Lah memangnya kenapa? Yang gue datangi kan suami gue sendiri,” heran Clara yang sepertinya sejak tadi tidak menyadari wajah cemberut Cella.

“Kedatangan lo hanya akan membuat gue semakin di abaikan. Padahal gue pengen menghabiskan waktu berdua sama Pak Birma. Detik-detik terakhir seharusnya lo biarin gue memiliki Pak Birma sendiri, sekali-kali selingkuhan juga pengen kali, Cla menjadi satu-satunya.” Ujar Cella dengan lesu.

Perkataan tak jelas perempuan itu membuat Clara dan Birma melongo, lalu kedunya saling menatap untuk beberapa saat sampai pada akhirnya tawa meluncur dari pasangan suami istri itu. Tentu saja itu semakin membuat Cella mengerucutkan bibirnya, selalu saja dirinya yang menjadi nyamuk di tengah-tengah kedua orang itu. Menyebalkan.

“Nanti setelah makan siang, gue kembali ke supermarket, kok, lo tenang aja, Cell. Detik-detik terakhir ini gue gak akan datang menggangu. Lo puas-puasin sama laki gue, asal jangan sampe berani nyentuh walaupun hanya seujung rambut.” Ujar Clara yang di akhiri dengan ancaman.

“Yah, padahal pengen gue mantep-mantepin,” desan Cella kecewa.

Buk.

Lemparan map yang ada di meja kerja Birma melayang mengenai wajah Cella yang langsung terperanjat, karena tidak siap dengan serangan tiba-tiba itu. “Berani lo macam-macam … abis lo sama gue!” delik tajam Clara tanpa ada sedikit pun raut main-main. Cella hanya mencibir, ia sedang malas meladeni ibu hamil yang menjadi saingan cintanya itu, hatinya tengah bersedih karena akan segera di tinggalkan sang pujaan.

“Pak Birma, gak mau gitu memberi hadiah yang berkesan untuk saya, sebagai kenang-kenangan karena selama beberapa tahun ini sudah menemani Bapak menghabiskan waktu, walau saya tahu kedatangan orang ketiga itu …,” Cella menunjuk Clara dengan dagunya. “mengacaukan hari kita?” lanjut Cella tanpa mempedulikan tatapan tajam Clara yang sarat akan protesan.

“Memangnya kamu ingin hadiah seperti apa dari saya?” tanya Birma saat beberapa detik terdiam untuk berpikir.

“Apa aja, Pak yang penting berkesan. Kecupan manis juga saya terima.” Satu kedipan genit Cella layangkan.

“Yang berkesan itu kamu, Cella,” Birma mengukir senyumnya. “Pada akhirnya kamu memang berkesan … berakhir di tinggalkan.”

Senyum Cella yang sempat terukir dengan secepat kilat luntur, di patahkan oleh ucapan atasannya yang selalu saja berakhir dengan menjatuhkan.

1
Suhaida Ghani
hebat ceritanya
si kece
justru yg begini yg menakutkan, diam2 menghanyutkan.
si kece
hadehh.. makanya apa2 jgn pendem sendiri, utarain ke suami. laki2 kan memang sering tdk peka, bkn jg mereka dukun yg bs tau isi hati manusia..
Fransiska Siba
Clara juga egois dalam keadaan marah. tp tidak mau kasih tahu kekesalannya bagaimana Birma mau tahu kesalahannya. kalau kamu kasih tahu pasti Birma menjauhi Dinda dan kamu tidak berlanjut cemburu begitu.
tp krn kamu tidak kasih tahu jadi silahkan saja berlanjut kemarahanmu itu sampai mati.
aku aja kesal sama Clara, meskipun Birma salah
Susi Susilawati
di tunggu karya terbaru nya lho mba Leni
Aminuddin Marpaung
Umai Kak....maaf saya baru nemu ini lg....trims Kak....
Nurwana
itulah kekuranganmu Birma krna kurang tgas. tp ingat Birma, jgn smpai gara gara sifatmu yg tdk tgas itw org yg kamu sayang dpt terlpas dri genggamannu.
Euis Jubaedah
kangen bangetttttttttt
Erma Marliany
akuu msh blm bisa move on dr rapa & cleona 😍😍😍 ngarep nya sih ada sesion 2 gth 😘😘😘
࿇ℕ_ℚєєLค✿࿐ 🅟🅖 ☄
udah end Thor ini nggak ada ektra part lagi keknya debay nya belum dikasih nama deh🙊
࿇ℕ_ℚєєLค✿࿐ 🅟🅖 ☄
nah betul itu kata ayah pandu atu emang harus dikasih tau dari pada tau dari orang lain nanti malah berabe
Weni Wulandari
ceritanya cela ama bram gk ada ya thor? kalo ada pasti seru bngt thor
Ayu Arthamobilindo
up thor
Ayu Arthamobilindo
dasar birma
Ayu Arthamobilindo
SE x x kerjain ibu hamil boleh y
Ayu Arthamobilindo
Calla hebat👍👍👍👍
Ayu Arthamobilindo
impas y bir
Ayu Arthamobilindo
kapok Lo Birma
Ayu Arthamobilindo
sompelak nya lyra itu
Ayu Arthamobilindo
sdh sdr birma
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!