Siapa sangka bekerja di sebuah hotel akan mengantarkan kesucian yang di jaganya, Dhea harus kehilangan mahkotanya di saat seorang pria memaksanya untuk melayaninya saat mengantar minuman.
Hingga gadis itu hamil dan melahirkan anak kembar yang sangat cantik.
Arya Ghora prasida, bahkan pria itu pun tak tau siapa wanita yang sudah berhasil membuatnya puas hanya dengan satu malam, hingga rasa itu menjadi candu baginya, dan Arya tak bisa melupakannya walaupun sekejap.
Sampai lima tahun penantian yang hampa, akhirnya mereka di pertemukan kembali, meskipun tak saling mengenal, Arya merasa ada sebuah aliran listrik yang menyengat di saat ia berdekatan dengan Dhea.
apakah dunia akan mempersatukan mereka dengan hadirnya si kembar yang hebat?
ataukah Dhea memilih untuk hidup sendiri, dengan kedua putrinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Itu namanya jatuh cinta
''Apa kamu mencintai kak Arya?''
Dhea masih diam dan menunduk, karena ia tak bisa menjawabnya, selama hidupnya Dhea tak pernah merasakan pancaran kebahagiaan seperti yang di rasakan saat didekat Arya.
''Aku nggak tau,'' bisa bisanya jawaban Dhea seperti anak abg yang belum pernah mengenal cinta.
Dhea, apa dia nggak pernah jatuh cinta, kenapa dia nggak bisa jawab pertanyaan seperti itu sih.
Restu memukul setirnya lalu menoleh menatap Dhea yang masih setia menundukkan kepalanya. Tak menyangka wanita yang akan di nikahinya ternyata masih sangat polos.
''Kapan kamu kenal kak Arya? kenapa bisa, __
Ucapan Restu berhenti saat menatap Reina dan Rania dari kaca spion. Baginya tak patut pertanyaannya itu di lontarkan di hadapan anak anak.
Akhirnya Restu melajukan mobilnya tanpa mengajukan pertanyaan lagi.
Setibanya di rumah, Dhea langsung turun. Sedangkan Restu menggendong Reina dan Rania membawanya ke dalam.
''Dhe,'' sapa Yesi.
Dhea tak menggubris, wanita itu melempar tasnya dan masuk ke dalam kamarnya.
Yesi hanya bisa mengangkat kedua bahunya meyambut kedatangan si kembar, tak mengerti dengan masalah yang lagi lagi menerpa Dhea.
''Mas Restu,'' Yesi mengambil alih Rania dari gendongan Restu.
''Dhea kenapa, Mas?'' tanya Yesi, bahkan Yesi tak tau kalau Restu menjemputnya di rumah Arya.
''Antar anak anak ke kamar, kita perlu bicara!"
Atas perintah Restu, Yesi mengajak kedua putrinya itu ke kamar tanpa menutup pintunya, yang terpenting mereka tak mendengarkan pembicaraan orang dewasa.
Setelah kedua bocah itu bergulat dengan mainannya, Yesi kembali menghampiri Restu yang sudah duduk di ruang tamu.
"Duduk dulu, Yes!" Titah lagi Restu saat Yesi hanya berdiri dan menautkan kedua tangannya.
Sepertinya ada masalah yang serius, sampai mas Restu ingin bicara padaku.
''Ada apa, mas? kelihatannya Dhea sedih?''
Restu menghela napas panjang.
''Apa kamu tau kapan Dhea mengenal kak Arya? Dan bagaimana ceritanya Reina dan Rania adalah anak kandung kakak.''
Karena Restu sudah mengetahui faktanya, kini tak perlu ada yang di tutupi, Yesi menjelaskan semuanya apa yang di ceritakan Dhea padanya. Tanpa mengurangi atau melebihi sepatah kata pun, Yesi terus membongkar masa lalu kelam Dhea, bahkan Yesi juga menceritakan kehidupan Dhea di luar kota hingga ia melahirkan bayi kembarnya. Tak lupa penderitaan Dhea dan pahit manisnya hidup dengan dua putrinya tanpa seorang suami.
''Jadi benar kalau Reina dan Rania itu putri kak Arya?''
Yesi mengangguk tanpa suara. Baginya semua ucapannya itu sudah jelas dan tak perlu di tanyakan lagi.
Tapi aku sangat mencintai Dhea, dan aku nggak bisa melepaskannya begitu saja, aku akan tetap menikahinya dan berusaha menjadi suami dan ayah yang terbaik untuk dia dan anak anak.
Restu beranjak dari duduknya dan menghampiri kamar Dhea yang tertutup rapat.
''Dhe, aku mau bicara sama kamu, sebentar saja.''
Restu menempelkan kupingnya tepat di pintu kamar Dhea menunggu jawaban.
''Mas, aku mau sendiri dulu, kalau kamu mau ngomong sesuatu, nitip saja ke Yesi.'' teriak Dhea dari dalam. Entah, semenjak kejadian tadi Dhea merasa enggan untuk bertemu dengan siapapun, bahkan ia pun mengabaikan ponselnya yang berdering dan memilih untuk meringkuk di atas ranjang.
''Baiklah, nanti kalau kamu sudah mau bicara denganku, telepon aku.''
Dhea memandang kearah luar jendela, bagaimana ia harus menghadapi masalah yang tak pernah terduga, sekian lama ia damai hidup tanpa seorang laki laki, dan sekarang dia harus di hadapkan dengan dua laki laki yang membuat otaknya semrawut dan runyam.
Suara mobil berdengung menjauh, itu artinya mobil Restu sudah hengkang dari rumahnya.
Dhea yang sedikit frustasi beralih menjambak rambutnya, keadaan ini membuatnya terhimpit.
Lagi lagi Dhea hanya bisa menjerit dalam hati, tak bisa memilih dan tak bisa memutuskan.
"Dhe, ini aku.''
Dhea segera membuka pintunya setelah mendengar suara sahabatnya.
"Kamu kenapa sih, apa kamu ada masalah sama mas Restu?"
Yesi memeluk Dhea, memberi kekuatan untuk bisa berdiri lagi seperti sebelumnya, karena saat ini Yesi merasa kalau Dhea menjadi rapuh.
"Aku bingung Yes, tadi mas Arya bilang ke mas Restu mau menikahiku, tapi mas Restu nggak setuju dan tetap mempertahankan hubungan kami."
"Lalu kamu sendiri gimana?"
Dhea hanya bisa mendengus. "Aku juga nggak tau, aku nggak bisa memilih antara mereka berdua. Mereka sama sama baik, meskipun Mas Arya pernah berbuat kesalahan, dia sudah meminta maaf, dan kayaknya dia juga tulus."
Yesi menepuk jidatnya, kini ia ikut mumet dengan pemikiran Dhea.
"Sekarang kamu duduk dulu!" membawa Dhea duduk di tepi ranjang.
"Sekarang kamu ceritakan, bagaimana perasaan kamu saat di dekat Mas Arya. Dan bagaimana saat kamu ada di dekat mas Restu."
Dhea menatap wajah Yesi. Mungkin dengan jujur Yesi bisa membantunya memecahkan dan melewati masa sulit ini.
"Jangan di tertawakan ya, aku malu," ucap Dhea pelan.
Heemmm.... meskipun Yesi memang menahan tawa, tapi gadis itu tak mau membuat Dhea tersipu.
"Saat di dekat mas Arya, jantungku itu terus berdegup kencang, seperti lari maraton. Apa lagi saat wajahnya begitu dekat, aku merasa ada yang aneh dengan diriku. Tapi aku juga nggak tau apa itu." Dhea mengingat detik detik saat di kamar berdua, bahkan Arya sempat mengecup pipinya sekilas, dan itu tak bisa di pungkiri kalau organ tubuhnya makin bergetar dan tak seimbang.
"Dan jika aku ada di dekat mas Restu, rasanya sama seperti aku ada di dekat kamu, nggak ada bedanya. Menurut kamu itu bagaimana?"
Kali ini Yesi tak bisa lagi menahan tawa, gadis itu terpingkal pingkal sembari memegang perutnya setelah mendengar penjelasan dari Dhea.
"Aku kan tadi sudah bilang, jangan di tertawakan, aku hanya ingin jujur."
"Oke oke, sekarang kamu dengerin aku!" Yesi menghentikan tawanya dan mulai serius.
"Itu artinya kamu jatuh cinta sama Mas Arya, dan orang yang sedang jatuh cinta itu bawaannya ingin selalu bersama. Menganggap dunia milik berdua. Apakah itu yang kamu rasakan sekarang?"
Dengan malu-malu kucing Dhea mengangguk. Karena saat ia meninggalkan rumah Arya hatinya sedikit tak rela dan masih ingin menghabiskan harinya di sana.
"Terus sekarang aku harus bagaimana, Mas Restu tetap ingin mengajakku menikah, sedangkan aku nggak bisa nolak dia. Dia sangat baik padaku dan anak-anak."
Yesi membaringkan tubuhnya dengan kaki yang masih ungkang ungkang. Begitu juga dengan Dhea yang mengukuti Yesi. Keduanya menatap langit langit kamarnya.
"Aku akan bantu kamu. Aku akan bicara sama Mas Restu, dan semoga saja dia mau mengerti dan memikirkan nasib si kembar."
"Tapi kalau mas Restu masih nggak setuju gimana?" Tukas Dhea.
"Jodoh nggak akan kemana, dan kamu harus yakin dengan kekuatan cinta kamu serta si kembar, pasti semua akan berjalan dengan baik dan sesuai."
Kini Dhea merasa lega setelah mendapat penuturan dari Yesi, meskipun belum tentu berhasil, namun Dhea sedikit tenang dan tak galau seperti tadi.
typo ya thor,yg paling aneh di apartemen tapi denger klakson dan deru mobil 🙈
kok di klakson mobilnya naik keatas 🙈😛
terharu biru 💕
makasih Thor 🙏
cerita ny keren 👌👍
Arya vs Dhea wkwkwkwk
cocok nih Restu sama Yesi 🤔 akhirnya Restu menemui tambatan hatinya yaitu sahabatny Dhea c Yesi 🤔
terus Maya sama siapa nih 🤔