NovelToon NovelToon
Secret Woman Of Mr. Mafia

Secret Woman Of Mr. Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Badboy / Chicklit / Tamat
Popularitas:367.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja Cewen

The Sekuel :

1. Heart Darkness
2.The Secret Woman of Mr. Mafia

Secret Love of Mr. Mafia...

Hellton Pascalito seorang pengusaha dari perusahaan terbaik dalam industri UHT, seorang CEO tetapi jua merupakan seorang Mafia yang tak pernah mengekspos dirinya ke dunia luar, hanya gunakan nama samaran untuk mengelola bisnis, telah terpancing ke permukaan publik saat seorang reporter wanita bergabung bersama Pemerintah lakukan genosida pada Mafia. Bisnis ilegalnya terhenti, keluarganya terseret ke balik sel, tetapi lebih dari itu ia terobsesi pada sang reporter yang sangat antipati pada Mafia. Hellton Pascalito akhirnya mulai berburu.

Reporter yang di maksud Hellton adalah Irishak Bella. Seorang wanita yang berani, tegas dan tak takut pada apapun. Ia selalu berdiri di depan kebenaran. Puteri salah seorang pengacara yang berjuang untuk bersihkan negara dari para Mafia. Ayahnya kemudian dibunuh, diracuni dalam pesawat saat akan bertemu Perdana Menteri. Dendam Irishak pada para Mafia membuatnya habiskan hari sebagai jurnalis yang terang-terangan mengejar Mafia. Tak menduga ia malah disekap oleh penjahat yang ia buru.

Sedangkan kolega Hellton Pascalito, Axel Anthony, Putera seorang petinggi Mafia, adalah seorang pria introvert sekaligus pemalu. Kehidupannya lurus taknikuti jejak sang Ayah. Ia sangat tampan, kendati demikian ia takut pada wanita. Ia adalah seorang insinyur dan miliki perusahaan besi baja. Suatu ketika Ayahnya terbunuh ketika putuskan berbalik mendukung pemerintah, dieksekusi di hadapan publik oleh pemimpin tertinggi dalam organisasi Mafia. Irama balas dendam dimulai. Kumpulkan informasi tentang Puteri Tetua yang mengeksekusi ayahnya, Axel Anthony bergerak gunakan kekuasaan Ayahnya untuk memburu Puteri Sang Tetua yang adalah seorang Dokter Muda.

Piqueena Mendeleya seorang dokter magang di sebuah rumah skait swasta, miliki kehidupan sederhana bersama kedua orang tuanya. Setidaknya itulah pikirannya. Tak menduga suatu ketika seorang pria menculiknya dan menodainya di sebuah base camp para Mafia ....

Kisah ini terjalin erat antara dua orang wanita yang dinodai oleh dua orang pria di waktu berbeda dan tempat berbeda.

Takdir secara aneh pertemukan mereka dan mempermainkan kehidupan mereka.

Well, kemana kisah mereka akan berakhir ....

****

Cinta butuh Dinamika.... Please baca Heart Darkness untuk ketahui asal muasal pertemuan para tokoh ini.

Plagiarisme dilarang keras. Please dukung author dengan Like, komentar, vote, rate dan share.

Ja'o Mora Ne'e Miu (I Love You All)

Big Love 😍😍😍 from Senja Cewen To #SenjacewenLover....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Cewen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter. 33 Main Squeeze

Selesai dengan administrasi, Hellton Pascalito bergerak ke ruang perawatan Freya Simone. Wanita itu dipindahkan tadi pagi ke ruang pemulihan karena kondisi fisiknya cukup stabil. Freya adalah pribadi yang tangguh. Salah satu wanita yang kerjakan segala hal sendirian, termasuk tempo dulu, ketika suaminya masih hidup. Kini, ia harus jadi ayah sekaligus Ibu bagi dua Puteri mereka.

"Syukurlah Anda datang, Tuan." Pengasuh anak-anak menyambutnya diikuti riak-riak riang wajah Marta sedang Magda cemberut dengan mangkuk sarapan di tangannya.

"Apa sesuatu terjadi?"

"Ya, Tuan. Anak-anak sedikit rewel sejak pagi dan mengganggu Ibu mereka hingga Nyonya Freya tak bisa sarapan."

"Bukan begitu Uncle! Aku ingin suapi Mom!" sahut Magda membela diri. "Mengapa Anda adukan aku pada Uncle, Miss Caroline?" tanya Magda tak sukai sikap pengasuhnya.

"Sayang, Mommy baik-baik saja." Freya bicara lembut dari atas pembaringan. "Jangan marahi Caroline. Cepat minta maaf padanya, Nona!"

Magda ingin membantah tetapi ia kemudian berbalik pada pengasuhnya.

"I am so sorry, Caroline. Aku tak bermaksud begitu," ujarnya muram.

"It's okay, Honey. Ini juga kekeliruanku."

"Kamu kemari, bagaimana dengan Irishak, H? Kamu tak jujur padaku," sela Freya. "Apakah aku terlihat seperti orang asing?"

"Apa maksudmu, Freya?!"

"Irishak kenali pria itu bukan sebagai salah satu mafia yang memburunya tetapi seseorang yang menganiayanya. Hari yang sama dengan Elisheva, dia menerima banyak kekerasan."

"Aku sedang mencari tahu!"

"Baiklah! Aku yakin kamu dapat temukan siapa pelakunya!"

"Darimana kamu tahu?"

"Marion. Aku akan cepat sembuh dan bantu kamu menangkap pelaku kekerasan itu."

Hellton tak lantas menyahut. Ia menghela napas panjang sebelum mengangguk berat.

"Trims. Aku harap mereka menyakitiku dibanding Irishak."

"Jarang terjadi, H. Beberapa kasus tampak mudah diselesaikan jika orang tersayang dijadikan sasaran. Mungkin lebih efektif. Percayakan pada seseorang untuk menjaga Irishak saat kamu tak bisa bersamanya," saran Freya.

"Ya, sedang kupikirkan."

"Dia mungkin masih shock!"

Hellton ingin berkata, aku akan melamar Irishak hari ini dan menikahinya dalam beberapa hari ke depan. Tetapi, Freya sedang sakit karena selamatkan Irishak. Apakah terlihat masuk akal ia adakan pesta sedang temannya sedang dalam pemulihan.

"Kamu belum makan?" tanya Hellton periksa jam. "Ini sudah telat jauh dari jam sarapan bahkan dua jam lagi akan makan siang."

"Magda memaksa suapi aku. Tetapi, dokter melarangnya dekati aku."

Hellton menoleh pada Magda.

"Magda?! Bagaimana kalau berikan mangkuknya pada Uncle?!"

"No Uncle. Saat aku sakit, Mom suapi aku. Magda ingin suapi Mom kini." Magda menahan mangkuk di tangannya. Hanya tak habis pikir bagaimana caranya Magda dapatkan mangkuk makanan Freya dan menyandera benda itu selama berjam-jam selepas jam sarapan, di tangan kecil mungilnya. Hellton tersenyum lembut pada Magda.

"Ibumu harus makan dan minum obat secara rutin agar segera kembali sehat. Ayo berikan pada Uncle!"

"Magda berikan saja! Bukankah akan bagus jika Mom disuapi oleh Uncle? Kita bisa duduk menonton Troom Troom, mereka punya video baru yang seru," bujuk Marta.

"Baiklah!" sahut Magda sepakat. Keduanya duduk di sofa tetapi awasi Hellton yang datangi Freya.

"Aku bisa sendiri, H."

"Ya. Makanlah! Ini sudah lewat waktunya minum obat."

Hellton mengatur makanan ke atas meja kecil di hadapan Freya. Wanita itu meski butuh bantuan, tetap berusaha makan dengan satu tangannya.

Sedangkan Hellton amati Freya, bertanya-tanya, apakah Irishak sudah sarapan dan minum obat?

"Uncle curang!" protes Marta tidak senang.

"Marta, aku bisa makan sendiri," tegur Freya pada sikap anak-anaknya.

"Kemarikan mangkuknya, Freya!"

Hellton mengambil mangkuk tetapi Freya menahan dengan tangannya.

"H, kurasa, berhentilah baik pada kami. Aku tak ingin repotkanmu dan susahkanmu. Please, jangan ladeni permintaan anak-anak atau mereka akan semakin inginkanmu."

"Freya, sampai kapanpun aku adalah Uncle mereka. Aku tak mungkin jaga jarak dengan anak-anak," sahut Hellton. "Ini yang terakhir. Aku harus segera pulang sebelum Irishak berubah gelisah dan mencariku. Lagipula, tanganmu diinfus."

Mungkin terlihat seperti kasih sayang universal, tetapi bagaimana jika kekasihnya melihat? Apakah tak akan salah paham? Tiga suapan ketika pintu kamar bergeser diikuti suara Magda berbisik senang.

"Aunty?!"

Marta menoleh ikuti pandangan kembarannya, secara terang-terangan tak suka melihat Irishak datang.

Hellton dan Freya menengok barengan. Irishak berdiri ragu-ragu di pintu Rumah Sakit tanpa wig dan topi, hanya kaca mata hitam besar tutupi hampir seluruh wajah. Seikat mawar merah segar di tangannya.

"Irish?!"

"Hai Freya, aku merasa butuh untuk menjengukmu," sahut Irish dekati ranjang Freya, melangkah kikuk. Dibalik kaca mata gelap, ekspresi wajahnya sama sekali tak tertebak tetapi ia seperti biasa terlihat; tanpa senyum dan selalu murung. Irishak menaruh bunga mawar di dalam vas di sisi pembaringan Freya. "A ... pakah kamu baik-baik saja?" tanya Irishak.

"Hellton menyuapiku karena tanganku ...."

Irishak menggeleng cepat. "Tak mengapa, Freya. Carlos sering lakukan itu padaku bahkan saat kedua tanganku bisa dipakai." Ketika menyebut nama Carlos, Irishak tersenyum tipis sebelum berubah suram.

"Dengan siapa kamu datang?" tanya Freya canggung. Irishak kentara tak ingin arahkan pandangan pada Hellton.

"Pequeena," jawab Irishak. "Aku tak bisa lama-lama. Terima kasih telah selamatkan aku."

"Irishak?!"

Kali ini Irishak menengok pada Hellton, mengangguk-angguk. Ingin utarakan sesuatu tetapi hanya tiga kata yang keluar dari bibirnya.

"Sampai jumpa, Tuan." Irishak menarik sudut-sudut bibir hendak tersenyum. Sekilas diurungkan. "Magda, Marta ..., Aunty pergi ya. Sampai nanti. Tolong jaga Ibu kalian."

Hanya Magda yang mengangguk. "Tentu saja, Aunty. Sampai nanti ya!"

Sepertinya hanya Magda yang nyaman dengan Irishak. Marta sepenuhnya abaikan Irishak. Atau gadis kecil itu lebih asyik dengan zombie Clementine di Troom Troom.

Irishak melangkah cepat tinggalkan ruangan perawatan Freya. Hellton sekonyong bangkit.

"Aku harus pergi Freya."

"Ya, kejar dia sebelum dia tersesat. Mengapa Pequeena tinggalkan Irishak sendirian di gedung Rumah Sakit seluas ini?"

"Ini tempat Queena kerja dulu. Mungkin wanita itu tak ingin bertemu teman-teman sejawatnya."

Hellton tergesa-gesa menuju pintu, ikuti Irishak yang secepat kilat menghilang di lift. Hellton putuskan gunakan tangga, turuni anak tangga dengan langkah-langkah panjang bahkan separuh melompat. Tak menyangka Irishak akan datang ke Rumah Sakit. Ia hampir kehilangan Irishak tapi sesuatu tak terduga terjadi.

Hellton dapati Irishak di tengah ruangan lantai satu, hanya mematung di hadapan ..., Hellton bergeser untuk melihat.

Elgio Durante dan Aruhi Diomanta, ponakannya. Irishak pernah tergila-gila pada Elgio Durante dan mengejar Elgio hingga harus berperang halus dengan Aruhi. Akhir dari kisah ketiganya yang membawa Irish pada Hellton.

Mengatur napas memburu dan debaran jantung yang berdenging hingga ke saraf-saraf telinga, Hellton datangi Irishak. Aruhi terlihat merapat pada Elgio dan memeluk lengan suaminya erat jelas tak sukai Irishak.

"Irish Bella? Anda di sini?"

"Senang berjumpa denganmu, Marya," ujar Irish kikuk, memanggil nama resmi Aruhi. Irish kemudian sedikit menoleh pada Elgio Durante dan benarkan kaca mata. "Apa kalian akan melihat bayi kalian? Lantai dua, ruangan ketiga setelah lift. Aku baru dari sana. Mereka gunakan teknologi termutakhir untuk melihat janin. Semoga selalu bahagia," tambah Irishak akhiri ketakutan Aruhi. "Aku sedang terburu-buru. Sampai nanti Marya, Tuan Elgio," pamitnya segera menyingkir dari sana.

Hellton merasa amat sangat buruk. Jadi, Irishak pergi ke dokter kandungan sendirian dan bahayakan dirinya sendiri setelah kejadian kemarin belum mengering. Apakah wanita itu merasakan sesuatu? Apakah bayinya baik-baik saja?

"Uncle?! Apa kalian bertengkar?" tegur Aruhi sadarkan Hellton.

"Kita akan mengobrol nanti, Aruhi Diomanta, Elgio Durante."

Hellton ingin berbincang dengan Aruhi setelah sekian lama tak bertemu tetapi ia takut Irishak pergi darinya.

Sedangkan Irishak Bella, tak mengerti pada hatinya melangkah tanpa tujuan. Ia hanya ingin menghindar dari Hellton. Melihat seorang pasien keluar dari ruang praktek, Dr. Jason Cassano, Irishak masuk ke sana, menutup pintu dan bersembunyi di belakang pintu hingga si Dokter di dalam dibuatnya terperangah.

"Aku belum memanggil pasien selanjutnya, Nona. Bisakah Anda keluar?"

"Jason, ini aku! Pinjamkan aku tempatmu beberapa menit."

Jason mengerut dan saat Irishak membuka kaca mata, pria di depannya sangat terkejut.

"Irish Bella? Kamukah itu? Sungguh kejutan Irish. Lama tak berjumpa? Apa kamu lari dari seseorang?" Jason dengan cepat pahami situasi Irishak yang menempel di dinding seakan berharap dinding putih Rumah Sakit bisa menyerap tubuhnya.

"Ya." Irishak memakai kaca matanya kembali.

"Siapa?! Boleh aku tahu? Aku mungkin bisa menolongmu, Irish."

"Boleh aku minta pendapatmu?" Abaikan Jason yang ingin tahu, Irish malah balik bertanya.

"Ya."

"Apa yang akan kamu lakukan jika seseorang terlihat mencintaimu tetapi tampak nyaman bersama orang lain?"

Jason terperanjat beberapa detik. Ia pikirkan jawaban secara serius, terlihat dari keningnya yang terlipat.

"Aku akan meninggalkannya. Cinta saja tidak cukup."

"Aku sedang mengandung bayinya."

Jason berpikir sejenak. "Pergilah USG dan tunjukan foto janinmu, Irish. Tak ada pria yang tak luluh di hadapan darah dagingnya sendiri kecuali dia bukan pria yang baik."

"Begitukah?" Irishak bimbang. "Aku ingin dia bersamaku karena menginginkan aku bukan bayiku." Mengeluh. "Terima kasih untuk tumpangannya dan pendapatnya."

Irishak hendak keluar tetapi ia seakan lupakan sesuatu. Ia berhenti meraih gagang pintu.

"Apa sesuatu terjadi Irishak? Kamu tampak tak sehat."

"Apa aku mengatakan padamu barusan, kemana aku akan pergi?" tanya Irishak gelisah.

"Tidak. Apa kamu baik-baik saja Irishak? Aku bisa memeriksa-mu jika kamu merasa sesuatu terjadi pada tubuhmu."

"Aku bersama Pequeena Mendeleya. Dia dokterku."

Kejutan bertubi-tubi untuk Jason yang langsung berbinar ketika nama Queena disebut.

"Apakah dia baik-baik saja? Pequeena?"

"Ya. Aku ingat sekarang. Dia menungguku di parkiran depan. Sampai jumpa Jason."

Irishak pegangi gagang pintu tetapi pintu terbuka dari luar dan Hellton Pascalito masuk.

"Irishak?!"

"Hei ... hei ... Tuan!" tegur Jason. "Anda tak bisa sembarangan masuk kemari!"

"Kami bersama, Dokter! Irishak Bella, wanitaku," sahut Hellton menatap Jason tajam lalu berubah perlahan melunak, memohon maklumat. Jason terdiam, amati kedua orang di hadapannya sebelum menjawab.

"Baiklah, aku akan keluar Irish. Kalian bisa bicara di sini!"

"Tidak! Jangan pergi!" seru Irishak. "Apa yang akan kamu lakukan Jason ..., jika kekasihmu tinggalkanmu di pagi hari dan pergi pada seseorang?" tanya Irishak.

"Irishak?!"

Irishak menatap Hellton. "Biarkan aku pergi."

Hellton Pascalito ulurkan tangan dan lepaskan kaca mata Irishak, menatap mata sedih Irishak. Rahang mengeras.

"Tidak. Mari kembali untuk melihat bayi kita," kata Hellton Pascalito turuni lengan Irishak, mengaitkan jemari. Keinginannya kuat untuk menyentuh Irishak.

"Tidak," tahan Irishak. "Jika tak nyaman denganku, kita tak perlu bersama. Aku ... kami ... akan baik-baik saja."

Irishak berkata pelan.

"Irishak," guman Hellton. "Kamu ingat polisi yang mengawal-mu beberapa waktu lalu? Matthew Simone. Saat kamu larikan diri dariku dan digiring Matt dari Oranjje Bakery?"

"Ya, polisi yang dapatkan bayaran tinggi dari para mafia asalkan bawa aku untuk dieksekusi? Suami Freya? Kamu katakan di malam itu, tak akan beritahu Freya bahwa suaminya polisi korup."

"Apa Matt menyakitimu?"

Saat Hellton datang untuk selamatkan Irishak malam itu, bibir wanita itu berdarah.

"Tidak, tetapi temannya memukuliku," sahut Irishak pejamkan mata. "Kepalaku dibenturkan pada pintu mobil."

"Irishak ..., aku, Matt dan Freya bersahabat. Kami sangat dekat. Sekalipun begitu, apakah kamu berpikir aku akan telantarkan bayiku sendiri dan lebih perhatian pada anak orang lain?"

"Kamu tinggalkan aku seharian di mobil. Aku menunggumu. Kamu tinggalkan aku pagi-pagi buta, Tuan dan bersamanya."

Hellton ingin menyangkal, tetapi itu mungkin tak akan mengubah perasaan terabaikan Irish.

"Maafkan aku," ujar Hellton merendah. "Maafkan aku." Mengecup punggung tangan Irish. "Mari pergi bersama melihat bayi kita."

Irishak mengangkat wajah, ingin luluh pada cara pria itu kendalikan emosi diri. Tadi pagi ia bersama Pequeena, pergi ke Bank, membeli rumah di pedesaan untuk berjaga-jaga. Ketika Hellton tinggalkan dirinya pagi-pagi buta, Irishak pesimis pada cinta pria itu. Ketika dapati Hellton menyuapi Freya, Irishak bertambah yakin ia telah kehilangan Hellton. Hubungan mereka kadang maju satu langkah hari ini dan mundur 100 langkah di hari esok.

"Aku sudah melihatnya tadi," tolak Irishak.

"Ayahnya juga harus melihat si bayi, Nyonya! Ini pertama kalinya bagiku."

"Dia hanya sebesar sekumpulan blueberry, Tuan."

Mengulum senyum di bibir, Hellton dapati dirinya tergelitik oleh jawaban Irishak.

"Aku tetap harus melihatnya." Hellton meraih Irishak ke dalam pelukannya, bernapas di rambut Irish.

"Terima kasih, Dokter untuk waktumu." Hellton berucap pada Dokter yang hanya awasi mereka.

"Jason Cassano."

"Trims, Tuan Cassano."

"Tuan ... ?! "

"Hellton Pascalito."

"Tuan Pascalito, mari jadwalkan pemeriksaan pada Irish Bella. Sepertinya sesuatu terjadi pada sarafnya. Kita bisa lakukan pemeriksaan lengkap, secara berkala dan berikan perawatan tepat untuknya. Aku Dokter bedah saraf." Sodorkan kartu nama.

Hellton menerima kartu nama Jason. "Aku pasti akan hubungi Anda secepatnya. Saat ini, kami akan terlebih dahulu menemui dokter kandungan."

"Baiklah, lantai dua. Aku akan hubungi Dokter Abigail. Kembalilah kemari, sebab Irish sedang mengandung dan jangan sampai gangguan saraf perburuk keadaannya."

"Terima kasih atas advice Anda, Dokter. Aku pasti akan kemari. Lagipula Irishak sepertinya sangat mengenal Anda dengan baik."

"Ya. Kami pernah beberapa kali bertemu untuk berbagai event kesehatan. Irish Bella, jaga dirimu dan tolong kembali kemari!"

Irishak mengangguk. Hellton menggenggam tangan Irishak, keluar dari ruang praktek Dokter Cassano kembali ke lantai dua.

"Apakah kamu minum obatmu pagi tadi?"

Irishak menjawab pendek. "Ya."

Ruangan dokter kandungan yang bersebelahan dengan ruang anak sebabkan ruangan tunggu di rumah sakit bergabung menjadi satu. Menuntun Irishak duduk, Hellton meneliti setiap orang yang datang ke rumah sakit.

"Kamu ingin air mineral? Aku bisa pergi membelinya, di ujung sana. Tunggu sini, Irishak."

Hellton tinggalkan Irishak dan tetap awasi Irishak meski ia di dalam apotek separuh minimarket membeli air mineral, termasuk ketika seorang pria yang menggendong bayi duduk di sebelah Irishak dan wanitanya terus menatap. Aura pancarkan kekaguman penuh pada si pria yang tampak luwes menggendong si bayi dan mengajaknya bicara. Seberangi kaca, Irish mengangkat wajah dan mata mereka bertemu. Hellton tanpa sadar katakan sesuatu yang bisa dibaca Irish.

"Te amo mi amor (Aku mencintaimu, Sayangku)"

Irishak berpaling pada si pria di sebelahnya, menaruh apresiasi tinggi.

"Anda sungguh hebat," tegur Irishak mengajak si pria bicara. Wajah pria itu naik, ia tampak sangat sangat terkejut melihat Irishak. Mulutnya bahkan menganga.

"Ka ... mu?!"

"Apakah kita saling kenal?" tanya Irishak heran lihat gelagat si pria.

Si pria menggeleng cepat, menimang bayi dalam pelukannya alihkan perhatian. Ia berubah gelisah.

"Bukankah Anda Irish Bella? Reporter VOA?" tanya si pria beberapa saat kemudian.

Irishak mengangguk. "Ya. Aku selalu terharu melihat pria menggendong bayi mereka. Anda sangat luar biasa, Tuan," puji Irishak. "Anda pria yang baik, mau gantikan istri Anda menimang bayi."

"Istriku baru habis dioperasi. Jadi, dia sedikit kesulitan menggendong bayi."

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?!" tanya Irishak tiba-tiba hingga si pria tercengang lalu menggeleng.

"Suaraku pasaran! Anda bahkan bisa mendengarnya di pasar raya." Pria itu terkekeh kecil tetapi tersendat-sendat. Matanya terus awasi Irishak.

"Baiklah. Semoga bayi Anda selalu sehat."

"Anda juga Nyonya. Semoga janin Anda sehat."

"Eh, Anda tahu aku hamil?" tanya Irishak segera buat pria gelagapan tetapi langsung menyahut.

"Ruang tunggu ini hanya untuk wanita hamil dan anak-anak. Jadi, aku menduga Anda sedang hamil karena tak menggendong bayi."

Irishak mengangguk. "Anda sangat jenius. Terima kasih, Tuan untuk doanya. Senang bertemu Anda."

Hellton Pascalito keluar dari minimarket dalam rumah sakit itu, datangi Irishak membawa botol air mineral di tangannya. Sementara si pria lantas berpindah tempat duduk lebih dekat ke ruangan anak, sesekali awasi Irishak. Ketika Irishak mengulas senyum tipis, si pria membalasnya. Hellton tak abaikan peristiwa itu. Kening pria itu mencatat semua reaksi pria itu saat bicara pada Irishak. Ia mencurigai dan waspadai semua orang.

Elgio Durante dan Aruhi Diomanta keluar dari sana dengan raut berbinar-binar. Ekspresi Elgio Durante terang benderang seperti matahari di puncak.mhsim panas. Hellton melambai pada kedua pasangan muda itu agar mendekat.

"Uncle, kalian kembali kemari?" tanya Aruhi beri salam pada pamannya.

"Ya, Aruhi. Irishak Bella akan menjadi Aunty bagimu dan Arumi. Semoga kamu berhenti takut padanya."

Aruhi menengok suaminya sebelum tersenyum lembut.

"Hai Irish, ini kabar baik lainnya hari ini," ujar Marya tulus.

"Maukah kita makan siang bersama, Elgio Durante?" tanya Hellton ingin kekakuan di antara wanitanya dan ponakannya segera menguap.

Elgio menoleh pada Aruhi meminta pendapat dan Aruhi mengangguk mengiyakan.

"Kami akan menunggu Anda berdua selesai, Uncle."

Hellton mengangguk senang. "Baiklah. Pergilah ke restoran depan Rumah Sakit dan tunggu kami di sana."

"Baiklah, Uncle."

Mereka masih mengobrol sedikit ketika seorang perawat berdiri di ambang pintu ruang praktek.

"Nyonya Irish Bella?!" panggil perawat bacakan nama sedikit melipat kening mungkin agak heran bacakan nama yang sama untuk kedua kali. Tak banyak yang ada di ruang tunggu.

"Sampai nanti, Aruhi."

Hellton meraih Irish untuk pergi bersama. Irish mencapai pintu masuk ruangan praktek dokter kandungan sementara Elgio dan Aruhi melangkah pergi. Pintu akan ditutup ketika sebuah suara berseru riang menyapa.

"Geraldo Gomez, apakah Holy Spirit turun atas-mu hingga kamu sangat setia temani istrimu hari ini? Apakah cucu laki-lakiku siap diimunisasi?"

Si pria menyahut ga ... gap.

"I ... bu mer ... tua?! Anda di sini?!"

"Ya, Geraldo. Aku harus setia menjaga kapten tim kita, bukankah begitu?"

***

Wait Me Up....

Tinggalkan komentar.

1
✨Susanti✨
baca lagi, tapi masih sesakit ini
✨Susanti✨
ini tuch salah satu novel yg selalu bikin nyesek bgt
tapi kenapa aku mesti balik lagi kesini 😭
semoga diluar sana tidak ada wanita yg bernasib seperti irishak
Anastasia Tani
karya novel yg ga pasaran, penulis yg berkarakter, aku padamu 💜
Anastasia Tani
hmmmm🤔
Anastasia Tani
sa suka sekali Kaka nona pung karya novel ini. beda Deng lainnya 🤗
Anastasia Tani
gila, aku menangis 😭
viva vorever
gabut ...endingnya aku melipir kesini kangen banget dgn deep story queena dan axel...kpn kan ceine come back....sumpah kangen banget aku dgn karyamu/Sob/
bunga cinta
laki banget gk seh
bunga cinta
seruuu
bunga cinta
keyen H
bunga cinta
wkwkwk
bunga cinta
cihuy
bunga cinta
rey
bunga cinta
terus berkarya
bunga cinta
huff
bunga cinta
tragis
bunga cinta
eleh eleh, manja cuy
bunga cinta
Tatiana kah
bunga cinta
waduh, ikut curiga
bunga cinta
ohooo, dunia gelap mr H
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!