NovelToon NovelToon
Hot Policeman

Hot Policeman

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Tamat
Popularitas:508.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desau

Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.

Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11 - Pulang Dulu

"Jika aku terkena masalah, maka aku akan bertanggung jawab. Aku akan pastikan rekan-rekanku, termasuk Bapak, tidak akan terkena imbasnya." Rangga berusaha menjawab dengan tenang.

"Kau selalu bicara saja begitu! Kalau mau kasih hati ke orang, kerja di dinas sosial atau jadi damkar sana!" omel Pak Adi. Dia beranjak dengan raut wajah cemberut.

Rangga mendengus kesal. Dia bisa saja membalas Pak Adi dengan amarah, tapi sengaja ditahan karena lelaki itu lebih tua dan atasannya.

Kini Rangga kembali menemui Dian ke ruang BAP. Di sana Beben tampak menemani perempuan tersebut.

"Aku akan pesan satenya lewat online. Kau mau juga, Ben?" tanya Rangga.

"Boleh. Biar aku saja yang bayarkan," sahut Beben. "Sekalian aja belikan yang lain," tambahnya.

"Kamu tuh ya... Terlalu baik. Jangan dijadikan kebiasaan. Nanti--"

"Dimanfaatkan! Aku tahu," potong Beben yang bisa menebak kemana arah pembicaraan Rangga. "Anggap saja ini bantuan dariku untuk meredakan amarah Pak Adi padamu," lanjutnya.

Rangga memutar bola mata jengah. Dia tersenyum tipis dan mengangguk. Tiba-tiba terdengar suara dengkuran. Membuat Rangga dan Beben langsung menoleh ke arah sumber suara. Mereka melihat Dian tertidur dalam keadaan mendongak dan menyandar ke kursi.

"Dia pasti kelelahan," komentar Rangga.

"Kelelahan jadi pembunuh," sahut Riki yang baru datang. "Kalian pasti capek. Sebaiknya pulang dulu sebentar. Biar kami yang urus pelaku ini," sambungnya.

Rangga terdiam. Dia dan Beben saling bertukar pandang. Keduanya tentu merasa lelah karena harus berjaga semalaman. Lagi pula Dian sekarang sedang tidur, wanita itu butuh istirahat.

"Baiklah. Aku dan Rangga akan pulang. Tolong hubungi kami kalau dia sudah bangun," ujar Beben.

"Pasti itu!" sahut Riki.

"Menurutku sebaiknya dia dipindahkan ke tempat yang lebih nyaman," usul Rangga. Dia hendak memindahkan Dian, namun dihentikan oleh Riki.

"Sudah, biar aku saja yang memindahkannya ke sofa di ruangan kapolsek," balas Riki.

"Benarkah?" Rangga merasa ragu untuk percaya.

"Ayo, Ga. Kita sepatutnya pulang sekarang. Aku capek banget." Beben menyeret Rangga begitu saja. Keduanya beranjak dari kantor. Mereka segera pulang dengan menaiki motor masing-masing.

Rangga terpaksa pulang karena sekarang tugasnya memang sudah selesai. Semua urusan biasanya akan di urus oleh polisi yang kena jadwal jaga siang. Rangga akan mencoba mempercayai rekannya meski ada perasaan ragu di hatinya.

Setibanya di rumah, Rangga segera membersihkan diri ke kamar mandi. Kala itu waktu menunjukkan jam setengah delapan pagi.

Tanpa diketahui Rangga, Astrid datang sambil membawa kantong plastik di tangannya. Dia tahu Rangga sudah datang karena motornya terparkir di halaman rumah.

Astrid awalnya mengetuk pintu. Namun karena tak kunjung dibuka, dia mencoba membukanya sendiri. Astrid tersenyum saat tahu pintunya tak dikunci. Dia lantas hendak masuk ke dalam.

"Hei! Apa yang kau lakukan? Siapa kau?!"

Langkah Astrid terhenti saat mendengar suara teguran perempuan. Sontak dia menoleh ke arah perempuan itu. Ternyata yang menegur adalah Cindy. Gadis SMA yang tinggal di seberang rumah Rangga.

"Aku temannya Rangga. Aku--"

"Temannya Kak Rangga? Nggak mungkin. Baru kali ini aku lihat Kak Rangga punya teman cewek," potong Cindy dengan tatapan penuh curiga.

"Kebetulan aku baru saja tinggal di rumah Mbak Septi. Rangga yang menyarankanku tinggal di sana," jawab Astrid.

"Kau pasti mau maling ya? Atau penguntit? Kak Rangga dan aku itu dekat, aku tahu dia nggak punya teman cewek!" balas Cindy.

"Kalau nggak percaya, tanya saja Rangga!" Astrid tak mau kalah.

"Oke kalau gitu. Kita tanya Kak Rangga!" Cindy setuju.

"Pintunya nggak dikunci. Aku akan memanggilnya," kata Astrid.

"Kita masuk sama-sama! Aku nggak percaya padamu!" tolak Cindy ketus. Dia dan Astrid lantas masuk bersama-sama ke rumah Rangga.

Bersamaan dengan itu, Rangga keluar dari kamar mandi. Ia hanya mengenakan handuk yang terlilit di pinggang. Rangga bertelanjang dada dan menampakkan tubuhnya yang atletis.

Astrid dan Cindy reflek berhenti bersama. Keduanya terpaku menatap Rangga.

"AAAA! Anjir! Ngapain kalian di rumahku?!" Rangga yang melihat ada dua perempuan masuk di rumahnya, tentu sangat kaget.

1
Cui Lan Seng
aneh ini Kapan Dita dan Safeea migrasi ke rumah kontrakan Rangga?
Cui Lan Seng
kapan Rangga beli mobi Thor? mereknya apa ya? Motornya diparkir dimana?
Cui Lan Seng
ah mana ada Kantor Polres pangkat tertinggi Jendral? ya AKBP lah. Baru di Polda ada Brigjend, Irjen, Komjend
Cui Lan Seng
polisi udah janji beli sate malah ga dibeliin
Susi Setiawati
suruhan firza
Ning Suswati
seru banget pengantin baru tp belum malam pertama
Ning Suswati
akhirnya datang juga derita yg selama ini dia buat sendiri, semua demi uang sampai adik dan isteri diterlantarkan demi jabatan, kekuasaan dan uang
Ning Suswati
firza sdh di atas awan jadi mau berbuat apapun sdh pasti, apalagi hanya seorang serangga, kecil bagi firza, namun mereka belum tau ada kelompok yg sdh siap sedia
Ning Suswati
gila kau rangga, gk mikir akan nasib orang2 terdekatnya, terlalu mudah ditebak kalau rangga yg melakukannya
Ning Suswati
jangan sampai rangga dijadikan tumbal oleh manusia bejat swpwrti firza, dan tujuan rangga bisa lancar dan selamat
Ning Suswati
aq ingin firza mendapatkan karma yg sangat pedih, masa enak2an, sekarang yoranya kemana y🤔 apa dia selingkuh juga
Ning Suswati
semoga saja firza tdk jahat dan iri lagi dg adik sendiri, kan sekarang sdh berada di posisi puncak, uang jabatan dan kekuasaan
Oaow Hwhe
dita
Ning Suswati
yg sabar rangga, kakakmu sdh menjadi petinggi di jajarannya, bukan musuh cuma dg adu otot, gk bakalan menang
ferry gamal
rangga dan Astrid
ferry gamal
pelakunya maling
Ning Suswati
baguslah ada pendekar bayangan yg akan mengusut semua kejahatan yg dilakukan oleh oknum aparat
Ning Suswati
issshhh jadi ikutan nyesek pengen nangis, suatu pengorbanan yg sangat besar, bahkan yg melakukannya orang lain, bahkan mantan ipar, bukan saudara atau keluarga
Ning Suswati
nah kena kau kak dita, polisi mau dikibulin
Ning Suswati
makin ribet aja, masalah astrid, dita yg hilang ditelan awan, udah deh rangga jadilan polisi sesuai SOP, gk usah menentang pimpinan, kau bisa masuk polisi karena suap juga, pegorbanan dita jgn sampai sia2, sok2an jadi orang suci
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!