rima yang baru saja patah hati tiba tiba saja harus menikah dengan calon kakak iparnya..
semua itu demi menyelamatkan nama baik keluarga..
akankah rumah tangga mereka berakhir bahagia..?
selamat membaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sekotak kue yang membuat kesal
Sabtu dan minggu,saat bujang lainnya plesir dengan pacar pacarnya dhani malah sibuk memoles kursi.
Pemuda itu bertekad tidak akan pernah pacaran sampai bisa membalas budi rendra dan membelikan ibunya rumah dari hasil keringatnya sendiri.
Ia bersyukur sekali karena rendra ibunya yang mengidap penyakit ganas selama bertahun tahun akhirnya bisa di sembuhkan,rendra membiayai operasi dan ***** bengeknya.
Rendra tidak meminta uang itu kembali,ia bahkan hanya meminta doa dari ibu dhani sebagai ganti.
Tapi dhani yang tidak mau berhutang budi memutuskan membayarnya dengan membantu rendra bekerja 3 kali seminggu,yaitu jumat,sabtu dan minggu.
Rendra tidak pernah memaksanya bekerja tapi dhani selalu datang untuk membantu.
Dhani ingat sekali saat itu dia baru saja di tunjuk menjadi ajudan rendra,ketika rendra pulang ke jawa dhani kebetulan mengikuti,melihat raut wajah dhani yang tak pernah tenang akhirnya rendra memutuskan untuk ikut ke rumah dhani,
betapa terkejutnya rendra dengan kondisi dhani di perkampungan,
dhani ternyata mempunyai seorang ibu yang tinggal di sebuah rumah yang terbuat dari bambu dan setengah papan,
dan lebih hancur lagi hati rendra ketika mengetahui kondisi ibu dhani yang menahan sakit bertahun tahun,beliau tetap pergi ke sawah meski dhani sudah mengirim uang gaji perbulan lewat tetangganya.
Ternyata dhani sejak kecil hidup hanya dengan ibunya,ayahnya meninggalkannya sejak umur 4 tahun,entah kemana.. mereka berdua di tinggal begitu saja.
Dhani yang cerdas mulai kecil dan sungguh sungguh membuat simpatik salah satu guru di sekolahnya,dia memberi jalan dhani untuk mendaftar menjadi TNI,namun dhani harus tetap berjuang sendiri.
Dengan ridho Allah dan ibunya dhani mampu menjadi anak yang membanggakan ibunya seperti sekarang.
Karena itu dhani sekarang menjadi sosok penurut sekali pada rendra,ia tak pernah sakit hati meski rendra mengomel seperti apapun padanya,sampai sekarangpun rendra selalu menambah jatah kiriman dhani ke ibunya,rendra mengatas namakan gaji dhani karena telah membantu rendra di pabriknya.
Rendra pun tau kalau dhani ingin sekali kembali ke tempat kelahirannya dan menjaga ibunya,namun rendra masih belum bisa mengusahakannya karena beberapa alasan.
Dhani sedang berjalan ke arah rumah,karena rendra menyuruhnya mengambilkan handphone rendra yang tertinggal,tapi ketika sudah dekat rumah dhani melihat sebuah mobil terparkir,ia melihat wajah yang familiar sedang berdiri di luar pagar rumah.
Tanpa pikir panjang dhani kembali berlari ke arah pabrik,persis seperti anak yang sedang mencari bapaknya.
" ijin!" kata dhani sambil mengatur nafas,
" saya tidak jadi mengambil hp,karena saya melihat ada dokter arga di depan rumah,sepertinya mencari ibu!" dhani melapor dengan suara keras karena bising suara mesin amplas dimana mana.
Mendengar laporan dhani rendra menaruh apa yang ada di tangannya,dan segera berjalan pergi meninggalkan pabrik.
Sesampainya dirumah ternyata dokter arga sudah masuk,asisten rumah membukakannya.
Sayup sayup dari arah teras rendra mendengar istrinya sedang berbincang dengan tamunya itu.
Hati rendra sebenarnya ragu,masuk atau tidak, tapi jika ia tidak masuk laki laki itu akan berbicara berlama lama dengan istrinya.
Akhirnya rendra memutuskan untuk masuk,ia memasang wajah pura pura tidak tau.
" lho.. ada tamu rim?" tanya rendra mengulas senyum dan menjabat tangan arga,
" Kalau tidak salah ini pak dokter ya,pak dokter arga..?" kata rendra sambil duduk di sebelah istrinya.
" iya dokter arga menjenguk ku mas.. karena aku sudah lama tidak ke puskesmas.. " rima menjelaskan pada suaminya, ia tidak tau kalau selama ini suaminya sudah mengenal dokter arga dari jauh.
" iya,saya dengar dari dokter maleo harus istirahat dengan baik..
sejujurnya saya sedikit merasa bersalah..
mungkin sakit dokter rima semakin parah karena saya meminta bantuan untuk merujuk pasien yang mau melahirkan waktu itu.." kata arga dengan wajah yang terlihat menyesal,
" saya menyesalinya dok.. andai kata saya tidak meminta bantuan dokter rima.." tambah arga,
" oh.. tidak dok,bukan karena itu.. saya memang sudah lelah sebelum itu,jadi dokter jangan merasa itu karena dokter,lagi pula sudah tugas saya,kita kan rekan kerja.." balas rima.
Mendengar itu rendra merasa harus ikut berbicara,bahkan ini kesempatannya untuk menyadarkan si dokter muda tampan nan rupawan itu agar menjaga jarak dari istrinya.
" apa boleh saya menyela?" tanya rendra sopan,
" silahkan.." jawab arga mengulas sedikit senyum,
" dokter tidak usah merasa tidak enak atau bagaimana,istri saya memang selalu loyal pada teman atau rekan kerjanya..
awalnya saya memang kecewa karena dia tidak bisa menjaga kondisinya sendiri,tapi karena saya mendengar langsung dari dokter bahwa dia membantu dokter arga,dan bertindak sebagai rekan kerja yang baik,saya merasa bangga..
saya tidak menyangka istri saya mempunyai rekan kerja yang luar biasa di puskesmas,seperti dokter arga.." rendra memandang rima dan melempar senyuman,
Rima sedikit heran mendengar ucapan rendra,tumben dia banyak bicara pada temannya,bahkan berkali kali menekankan kalimat rekan kerja,"kenapa sih?" pikir rima dalam hati yang sama sekali tidak peka.
" saya sudah mendengar banyak tentang dokter arga yang luar biasa.. saya sering masuk ke pedalaman,dan satu satunya nama dokter yang sering di sebut adalah dokter arga.." kata rendra benar benar tulus memuji,
" saya rasa itu berlebihan.. saya juga hanya melaksanakan tugas saya.."
" itu prestasi menurut saya.. orang semuda dokter,memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kondisi sekitar,
saya sangat tau medan terjal yang sudah dokter lewati untuk menuju ke pedalaman,mungkin kalau saya sedang libur dan tidak sibuk,kita bisa ngetrail sama sama.." rendra sangat ramah,ia berkali kali mengulas senyumnya pada arga,itu membuat arga tidak enak sendiri,
" anda juga suka motor?" tanya arga
" tentu saja.. di kantor ada beberapa motor trail, tapi karena saya terbentur dengan tugas dan tanggung jawab.. saya jadi tidak bisa bebas menikmati waktu.."
arga diam sejenak,makin rendra ramah ia semakin tidak enak,
" baiklah.. saya tenang melihat dokter rima sudah membaik.. semoga lekas kembali ke puskesmas membantu kami..
kalau begitu saya undur diri.. mohon maaf menganggu waktu pak darendra.."
arga bersalaman dengan rima dan rendra,
lalu dengan langkah pasti berjalan keluar ke arah mobilnya.
" bawaan dokter arga?" tanya rendra melihat satu kotak cake di atas meja,
"iya mas.. ,biar ku pindahkan ke piring ya kalau mas mau.." kata rima berdiri
" tidak usah" jawab rendra singkat,sebenarnya ia merasa sebal sekali melihat sekotak kue itu,entah kenapa.
" ya sudah kalau mas tidak mau," jawab rima singkat.
Tak lama dhani muncul,
" ijin,semua barang sudah masuk.." dhani berdiri di depan pintu,
" ya sudah suruh berangkat sopirnya" jawab rendra ,mendengar itu Dhani mengangguk dan berbalik,
" eh dhan,bawa kue ini,bagi ke anak anak" kata rendra memberi dhani sekotak kue yang di bawa arga tadi,rendra ingin buru buru menyingkirkan kue itu dari hadapannya dan hatinya benar benar tidak rela melihat rima memakan kue dari laki laki lain.kekanak kanakan memang,tapi hatinya benar benar kesal hanya dengan melihat kue itu diam di atas meja.
dhani yang merasa tidak enak memandang rima yang berdiri di ruang tengah.
" Bawa saja dhan.. " kata rima mengerti,
" siap.." jawab dhani lalu berjalan pergi.
Rendra tidak kembali ke pabrik,ia duduk dan rebahan di depan TV sampai malam,
" huuhhh..." berkali kali ia mengeluh secara tidak sadar,
dalam hati rendra sebenarnya gatal sekali ingin bicara pada rima kalau lebih baik ia berhenti saja dari puskesmas,tapi harus ada alasan yang pasti agar rima patuh dengan keputusan rendra.
Melihat arga yang sudah berani berkunjung kerumah hati rendra makin tidak tenang,
" ada seorang laki laki yang menyukai istriku diam diam.. tapi aku tidak bisa berbuat apa apa karena aku takut di sangka pencemburu yang gila.." keluhnya lagi dalam hati.
di pencet pencetnya remote tv karena kesal,
"aku harus tenang.. aku tidak boleh menyalahkan istriku.. " ucap rendra lagi dalam hati,
ia berusaha berfikir positive,istrinya itu memang perempuan yang tidak peka terhadap orang lain,selama tidak ada ucapan yang pasti maka dia akan bertingkah seperti orang yang tidak tau apa apa,sama seperti nasib rendra..
ia memendam cinta bertahun tahun tanpa di ketahui rima,itu karena rima tidak peka..
sesungguhnya rima juga tidak salah,dia tidak mempunyai kemampuan untuk mencegah orang lain merasa nyaman atau menyukainya,rima hanyalah seorang wanita 26 tahun yang selama hidupnya di limpahi kasih sayang ayah ibunya,anak semata wayang..
Tentu saja ia kurang peka terhadap perasaan orang lain,ia selalu bersikap polos.. kebaikan baginya adalah hal yang wajar bagi sesama manusia,
rima pun tidak mungkin menarik diri tiba tiba karena tidak pernah ada kalimat tidak sopan atau melebihi batas yang terucap dari mulut arga,jadi ya.. rima berfikir biasa saja..
berpacaran dengan rafa yang open minded selama 7 th membuat rima selalu bersikap santai dan terkadang masa bodoh soal pertemanan,karena rafa cukup percaya diri dengan dirinya jadi dia sama sekali tidak pernah melarang rima ataupun cemburu.
Karakter rendra dan rafa yang berbeda jauh membuat rima harus belajar pelan pelan,tidak mudah mengubah sebuah kebiasaan dan pandangan..
namun sekarang ia sudah mulai belajar banyak bagaimana menjadi istri yang harus menjaga nama baik suami,contohnya rima menolak dengan tegas ketika arga menawarinya mengantarkan pulang.
Rima pun tidak pernah berbicara berdua duaan dengan arga di ruangan tertutup,dan apapun yang mereka bahas adalah hal hal yang biasa saja menurut rima,
Andaikan dia tau arga memandangnya dengan berbeda mungkin rima akan menjaga jarak dengan terus terang,namun karena rima tidak merasa arga berbeda padanya jadi rima bersikap biasa saja.
ketidak pekaan rima juga karena dia merasa dirinya tidak cantik dan biasa saja..
dia merasa tidak mungkin si ini menyukaiku..
atau si ono menyukaiku..
karena tubuh rima tidak tinggi dan sintal seperti perempuan idaman laki laki di luar sana.
Waktu menunjukkan jam 10 malam,
ia risih juga mendengar rendra mengeluh beberapa kali,
ia sampai heran apa yang suaminya itu lihat sampe bersuara seperti itu.
Ada juga yang lebih aneh menurut rima,
orang yang tidak pernah melihat tv tiba tiba melihat tv,
biasanya rendra akan dengan cepat menyusulnya ke tempat tidur,
" kenapa sih..?" tanya rima penasaran,
ia bangun dari tempat tidur dan mengintip suaminya.
" mas? nggak tidur?" tanya rima berdiri di pintu,
" iya ini mau tidur" jawab rendra pendek,
"mas lapar lagi?" tanya rima takut suaminya itu lapar,
" enggak.. " jawab rendra pelan.
rima yang semakin heran dengan jawaban rendra mendekat.
Ia duduk di kursi yang sama dengan suaminya,
"apa ada yang salah mas?" tanya rima memandang suaminya baik baik,
" tidak.." jawab rendra tanpa menengok,
" apa aku sudah berbuat hal yang tidak mas inginkan?" tanya rima serius,
" tentu tidak.. "
"lalu apa yang salah mas sehingga mas bersikap tidak seperti biasanya?"
rendra diam,lalu tiba tiba dia mematikan tv dan berkata,
" akulah yang salah.. karena menjadi laki laki yang lebih tua darimu dan membosankan.." suara rendra tenang,
" ya sudah ayo tidur.." imbuhnya lalu berjalan masuk ke dalam kamar.
Rima yang melihat dan mendengar kalimat rendra itu merasa heran,
ada apa ini,pasti ada sesuatu yang tidak benar.. pikir rima.
tdk ulang2
Semangat & lanjut berkarya thor...