NovelToon NovelToon
Aurora

Aurora

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:106.9k
Nilai: 5
Nama Author: Era Nur agustina

Aurora gadis desa yang penuh dengan misteri tentang masa lalunya. Ia datang mencari apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarganya di masa lalu. Ia hidup dengan identitas orang lain di besarkan oleh mantan pembantu ibunya sekaligus orang kepercayaan ibunya. Setelah berusia 21 tahun ia datang untuk mencari tahu penyebab ibunya mendekap di penjara dan kematian ayahnya yang masih melekat di ingatannya. Aurora kecil yang hampir kehilangan nyawanya karna ulah kejam sang ayah namun ia paham jika sikap ayahnya bukan seperti yang nampak di matanya. Setelah mendapatkan surat ucapan ulan tahun dari ibunya ia mencari sendiri kebenaran tentang dirinya. Bi inah mantan pembantu ibunya yang telah membesarkannya telah bercerita tentang masa lalunya namun ia merasa ada yang janggal ia memutuskan untuk pergi menemui keluarga ayahnya yang tak lain adalah dalang dari kekacauan keluarganya di masa lalu. Mampukah ia mengungkapkan beneran tanpa membongkar identitasnya. Kisah ini akan di bumbui dengan cinta segitiga yang berakhir tragis. akankah Aurora si gadis jenius mampu menghadapi kesulitan yang akan menghadang jalannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Era Nur agustina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 32. Makan Malam

Aurora begitu geram dengan tindakan nekat Yudis padanya. Ia di tempatkan pada situasi yang membuat peluang ada, bodohnya ia tak mengunci pintunya sebelum ia memutuskan untuk menyegarkan diri. Ia mengutuki kebodohannya hampir saja kejadian yang tak di inginkan menimpanya belum cukup sehari ia berada di rumah ini sudah membawanya pada malapetaka saja. Ia harus bergerak cepat jika tak ingin menjadi santapan para penghuni rumah ini jika sandiwaranya terbongkar. Ia sudah selesai bersiap dan sedikit memoles tipis wajahnya, ia harus mengangkat wajahnya ketika berhadapan dengan mereka.

Di Kamar Utama

Hendrawan sudah selesai membersihkan tubuhnya ia masih duduk di sofa kamar mereka. Liana sang istri tengah duduk di depan cermin meja riasnya tanpa sepatah katapun terucap dari bibirnya. Ia masih mengumpulkan keberanian mengungkapkan rasa yang membuncah di hatinya. Keberanian yang sama saat dulu dengan teganya menabrak seorang wanita yang tengah kebingungan mengejar penculik sang anak. Ia menarik Nafasnya dalam dan membuangnya perlahan di liriknya sang Suami yang sedang membaca buku.

"Mas... " kini ia buka suara

"Eemm"

"Mas,tidak memikirkan perasaan ku dan anak - anak terlebih dahulu ketika membawa anak itu pulang kemari" ujarnya memberanikan diri. Hendrawan melirik sekilas Liana dan melanjutkan kembali bacaannya

"Memikirkan perasaanmu, kau tahu sendiri bukan sejak dulu aku tidak mencintaimu." menurunkan bukunya lalu meletakkan di sisi tubuhnya

"Jangan mengira selama ini aku tak tahu kau dalang dari kejadian naas yang menimpa Rianti. Kau sungguh pelakon yang luar biasa dengan berpura pura tidak terjadi apapun dan tak tahu apapun. Kau tidak bisa membodohiku Liana... seorang Liana hanya akan diam saja jika miliknya di usik oleh orang lain.ck"

"Kau" mulai terpancing

"Berhentilah bersandiwara di hadapanku,Liana.kali ini aku tidak akan tertipu. Jika berharap kau bisa menggantikan posisi Rianti di hatiku itu tidak akan mungkin. Kau dengan tidak malunya mengadu kepada Ayahku dan Mas Reksa tentang hubunganku dengan Rianti hingga perjodohan yang tak masuk akal yang kau ajukan pada Ayahku yang tamak itu demi kepentingan mu" ujar Hendrawan dengan tenang. Ia seakan sudah muak dengan tingkah istrinya selama ini berlaku seperti malaikat namun aslinya seperti iblis.

"Hentikan Mas... Aku melakukan itu karna aku sangat mencintai mu,Mas."

"Heh...dan selama bertahun tahun kau tidak menyesalinya,Liana. Aku tanya padamu sekarang kau akan menyakiti siapa, Riantiku sudah tiada. Jika kau menyentuh seujung rambut putriku maka akan ku balas lebih menyakitkan lagi. ingat itu" ujarnya dan berlalu tanpa menunggu reaksi Liana atas ucapannya tadi.

Liana meremas kuat dadanya sesak. Airmatanya meluncur deras di kedua pipinya melahirkan anak sungai yang berarus deras. Kakinya kini lemas tak bertenaga ia terduduk di lantai. Ia memukul mukul dadanya pelan sesak yang makin membuatnya tersengal sengal. Sejak dulu ia tahu jika lelaki itu tak mencintainya namun ia selali bisa membuat lelaki itu bertekuk lutut padanya tapi tidak sekarang. Ia kalah telak selama ini ia hidup dengan cintanya sendiri, Ia tak ubahnya seperti wanita ja***g di luaran sana hanya sebagai pemuas,pelampiasan dan figura saja serta pelengkap dan pemanis portret keluarga harmonis. Biduk rumah tangga apa yang selama ini ia jalani. meraung raung pun kini tak ada gunanya ia pikir dengan kehadiran seorang anak akan menumbuhkan cinta di hati Suaminya ternyata itu hanya bualan saja. Apa yang salah dengan cintanya ia hanya berjuang untuk hatinya. Di sekanya air mata yang kini basah di kedua pipinya,ia bangkit dan berdiri di hadapan cermin menatap lekat dirinya.

"Jika dulu Ibumu yang menghalangiku sekarang giliran mu yang menjadi perusak hubungan kami. aku tidak akan membiarkan itu terjadi." ujarnya seakan tidak mengindahkan ancaman suaminya itu.

.

.

Ia bergegas keluar kamar menuju ruang makan. waktu sudah menunjukkan pukul Tujuh malam. Ia menuruni tangga dan berhenti sejenak melihat pemandangan di meja makan mereka sudah siap di posisinya hanya tinggal dia yang belum hadir dan ikut bergabung di sana. Ia melanjutkan langkahnya bersikap biasa saja tanpa beban meski hatinya kini hancur atas penolakan suaminya lebih tepatnya kejujuran suaminya selama ini. Ia duduk tepat di sisi kiri Suaminya berhadapan dengan Yudis dan di sisi kirinya Aurora. Suasana begitu tenang tak ada yang berucap mereka menikmati makan malam itu dengan ekspresi wajah yang dingin, gugup,kesal dan apapun yang tak mengenakkan

"Makanlah yang banyak, Nak..." ujar Hendrawan pada Aurora

"Iya, Yah" cicitnya. Yudis meliriknya sesaat dan kembali dengan makanannya. Dian hanya berdecak kesal dengan perhatian ayahnya pada gadis di hadapannya ini. Membuat selera makannya menjadi buruk. Ia bangkit suara dentingan piring dan sendok saling beradu ketika ia menghempaskan makanan yang ada dihadapannya

"Aku pergi"

"Kenapa,ada Apa.." tanya Liana. Sang Ayah hanya menatapnya bingung Yudis hanya melirik. Aurora masih menikmati makanannya dengan santai seolah tak terjadi apapun di hadapannya

"Tiba tiba selara makanku hilang, sebab anak haram ini membuatku muak" ujarnya lalu mendorong kursi dan ingin berlalu

"Dian hentikan omonganmu itu, Dia Kakakmu jaga omongan mu jangan kurang ajar seperti itu " Balas Hendrawan dengan nada tinggi

"Kakak ku hanya satu Mas Yudistira Wiguna. bukan dia aku tidak sudi punya kakak seperti dia." serunya lalu pergi menuju kamarnya. dengan keras ia membanting pintu kamarnya hingga terdengar oleh mereka

"Jangan di hiraukan, Dia belum terbiasa dengan semua ini" ujar Hendrawan

"Ayahmu benar, Jangan di pikirkan usianya masih sangat muda jadi emosinya kurang stabil, " ujar Liana menimpali

'Ibu, Kenapa?'batin Yudis sambil terus mencomot makanannya

'Rencana apa lagi yang kau susun, Liana' batin Hendrawan

Aurora hanya mangut mangut dan tersenyum kikuk menganggapi pesan dari kedua orangtua itu. Makan malam yang membuatnya bukan hanya saja kenyang fisik namun juga batinnya. Ia tak berbicara sepatah katapun pada Yudis. Ia masih sangat kecewa dan tidak menyangka Yudis melakukan hal senonoh padanya.

Setelah makan malam selesai Aurora berjalan menuju taman belakang bersama sang Ayah. Ia menikmati semilir angin malam biasanya ia akan melatih jurus whi chun dan nya dengan suasana dingin seperti ini kali ini ia hanya duduk dan menikmati pemandangan.

"Ayah berharap kau akan bahagia tinggal di sini. mereka akan menyesuaikan diri dengan cepat. bersabarlah"

"Iya,Ayah Aurora paham"

"Kau memang anak yang baik, Sayang ibumu tidak bisa melihat mu tubuh menjadi pribadi seperti itu"

"Bisa Ayah bercerita sesuatu tentang Ibu. Aku bahakan tak ingat tentang dia, Yah"

"Ibu... hhhhmmm Rianti dia hanya gadis biasa yang mampu mengikat hati Ayah ketika patah hati melihat Mas Reksa, paman mu dan Istrinya menikah."

"Kata Ayah ibu cinta pertama ayah tapi kenapa cemburu"

"Ya memang ibumu cinta pertama Ayah, Kalau soal keluarga Pamanmu Ayah kecewa karena kakekmu lebih memilih Reksa yang bersanding dengan Bibimu. Padahal Ayah juga suka pada Bibimu dan setelah mengenal Rianti ternyata rasa pada istri kakakku sendirj adalah rasa kagum saja. Ibumu berhasil mencuri semua perasaan ayahmu Ini. Hingga"

"Hingga apa, Yah " tanya Aurora penasaran

'Ini saat penentu langkah apa yang selanjutnya aku ambil' batinnya

" Liana melaporkan hal itu pada Ayahku dan Mas Reksa. Hubungan kami tidak di setujui karna status keluarganya hanya seorang adik dari pembantu Sanjaya."

"Lalu"

"Ya begitulah seperti yang kau lihat ayah seakan terjebak dengan pernikahan ini"

Please aku tidak ingin mendengar curhatmu Tuan

"Kami tetap menikah meski hanya pernikahan sirih tapi Ayah sangat bahagia di tambah kehadiran kamu ditengah tengah kami"

"Sampai tragedi itu terjadi"

bersambung

1
Nuriyani Nonong
sudah mulai tegang ceritanya
Azzikra
👍👍👍👍👍
Azzikra
🥺🥺🥺🥺
Azzikra
🤔🤔🤔🤔🤔
Azzikra
🤔🤔🤔🤔
Azzikra
👍👍👍
Azzikra
🥺🥺
mayra
kok end
Fa Rel
bagussss cerita nya
Fa Rel
oh prass yg dlu niat ngelecehin dia ya 🙄😂😂😂wah gk nyangka jodoh
Fa Rel
kok meninggal ih
nonanoera
hallo readers novel ini sedikit lagi akan tamat yach... insha Allah endingnya happy kok. salam dari aku... terima kasih selalu setia membaca karyaku
nonanoera
terima kasih
Rahmi Yetri Kasri
pras ini yang mana ya? kelamaan updatenya, jadi lupq
Fa Rel: yg dlupernah hampir melecehkan dia pas smA Trs di hajar smpet viral
total 1 replies
nonanoera
Ada yang penasaran ngak sieh di bab 55 si dokter Pras itu siapa...😬 tebak hayo...
sefra
selaluh setia menunggu up nya thor😊
Suparni
Ayo kak lanjut makin seru critanya
sefra
bikin penasaran aja de thor
Difa IG@difadipho: Hy kak jangan lupa mampir juga di novel aku
~Pertama dan Terakhir
😘😘😘
total 1 replies
Suparni
Lanjutkan lagi aku tunggu ya
Junika Harini
bagus cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!