Sekelumit kisah cinta seorang Gadis (muslimah) dari keluarga Ningrat yang mengejar cintanya sampai menyeberangi samudra. Perjuangannya tak semulus yang diimpikan, karena sebagai keturunan Ningrat (Berdarah biru) tentu keluarga sudah menjodohkannya dengan pria yang juga berasal dari keluarga Ningrat.
Cerita ini lanjutan dari Dokter kirana
(Perjalanan kisah Cinta Kinzi)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Manjanya Kinara
Triiingggggg Triiingggggg
Alarm ponsel Kinara berbunyi dan membangunkan Kinzi dari tidurnya. Sayup-sayup dia membuka mata dan pertama kali dilihatnya adalah Kinara yang masih tertidur pulas didalam pelukan nya. Kinzi tersenyum ketika melihat Kinara malah semakin mempererat pelukannya.
Dijangkau ya ponsel Kinara dan kemudian dimatikan alarm ponselnya.
"Kina,,, bangun" ucap Kinzi saat mengusap pipi Kinara dengan lembut
"Eemmm" Kinara enggan membuka matanya dan malah menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Suaminya.
"Kinaaa,,, bangunnnn. Ayo mandi, udah subuh iniii" ucap Kinzi mencoba melepaskan pelukan Kinara namun sangat sulit
"Kinaaaa"
"Gak mau bangun,,, masih ngantuk" jawab Kinara dengan manjanya
"Kamu gak denger alarm subuh?! Kita belum mandi Kina" ucap Kinzi dan Kinara melonggarkan pelukannya
"Iya iya bangun" ucap Kinara yang kemudian segera duduk begitu juga Kinzi yang duduk di sampingnya.
"Mau mandi Bareng?" tanya Kinzi namun Kina menggeleng
"Ndak mau, Kina mau mandi sendiri" ucap Kinara yang kemudian turun dari tempat tidur lalu masuk kedalam kamar mandi. Sementara Kinzi mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Daffa Asisstent nya.
Tak lama kemudian Kinara sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe nya dan Kinzi bergantian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai mengganti pakaian Kinara menunggu Kinzi didepan sajadahnya untuk sholat subuh bersama, dan tak lama kemudian Kinzi keluar dari kamar mandi lalu segera memakai pakaiannya, setelah itu mereka menjalankan ibadah subuh bersama. Beberapa saat kemudian keduanya sudah selesai dan Kinara membereskan mukenah nya sementara Kinzi duduk di sofa tamu sembari membaca tilawah.
Kinara mengambil sisir dan menyisiri rambutnya yang sedikit sudah mengering, lalu dia berjalan menghampiri Kinzi dan duduk di sebelahnya. Kemudian Kinzi menyelesaikan tilawah dan menutupnya.
"Ada apa Kina?" tanya Kinzi saat melihat Kinara menatapnya
Angin topan menerpa Kinara dan membuatnya tiba-tiba ambruk dipelukan Kinzi. Kinzi sedikit bingung karena tidak biasa Kinara bersikap seperti itu.
"Chef,,,," ucap Kina dengan manja
"Ada apa?" tanya Kinzi tanpa membalas pelukan Kinara
"Kina mau makan nasi goreng udang" ucap Kinara
"Oh!! tinggal telfon Rena, nanti dia akan bawakan pesanan kamu" jawab Kinzi santai
"Ndak! Kina Ndak mau masakan Rena! Kina mau Chef yang masakin Kina" ucap Kinara yang kembali manja
"Kamu kesambet apa sih pagi ini?!" sarkas Kinzi
kemudian Kinzi memeriksa kening Kinara apa panas atau tidak
"iihhh apaan sih,, kina gak sakit!! cuma laper!" jawab Kina jadi ketus
"Ya sudah ayo kita ke kitchen" ucap Kinzi
"Oke!!" jawab Kinara dengan semangat
Lalu Kinara mengambil hijabnya dan berjalan menyusul Kinzi yang lebih dulu berjalan menuju ke kitchen.
Sebelum ke kitchen Kinzi mengambil bahan makanan lalu membawanya ke kitchen untuk diolah. Saat Kinzi mulai memasak, Kinara hanya duduk memandangi suaminya yang sedang memasak untuknya. Setiap gerak gerik Kinzi selalu diperhatikannya sementara Kinzi yang sedikit grogi hanya bisa berpura-pura menganggap Kinara tidak ada didekatnya.
"Mungkin setelah nanti berpisah, aku tidak akan bisa melihatnya lagi seperti ini. Andai aku boleh meminta sama Allah, aku pengen melihatnya setiap hari seperti ini" batin Kinara
Saat Kinzi bertempur dengan alat masaknya, Rena datang menghampiri mereka dan kedatangan Rena merusak lamunan indah Kinara
"Loh Chef, kenapa anda masak? anda kan bisa menyuruh saya untuk memasak" ucap Rena kepada Kinzi
"Aku ingin memasak pagi ini,,," jawab Kinzi
"Biar saya saja Chef" ucap Rena
Melihat Rena memepet Kinzi, Kinara sedikit cemburu dan tidak senang melihatnya. Kinara menghentakkan kakinya karena merasa tidak dianggap disana. Kinzi menoleh dan dilihatnya Kinara sudah berbalik arah meninggalkannya dan juga Rena. Buru-buru Kinzi mematikan kompornya
"Kinara...!!!"
Kinara tak bergeming dan terus saja berjalan meninggalkan Kitchen.
"Ini semua gara-gara kamu!!" Hardik Kinzi dan Rena langsung menciut.
Dengan cepat Kinzi menata nasi gorengnya dan membawa seporsi nasi goreng buatannya menuju ke kamarnya sementara Rena kebagian membersihkan bekas Kinzi memasak di dapur.
"Ah sial!! kenapa jadi aku yang kena batunya!! tapi bagus deh kalau mereka marahan! hahaha" ucap Rena setelah kepergian Kinzi.
Kinara masuk kedalam kamar dan tak lama kemudian Kinzi juga masuk kedalam kamar mereka. Kinzi meletakkan nasi gorengnya di atas meja sementara Kinara kembali membaringkan dirinya di tempat tidur.
"Kina,,,,"
"Apa lagi sih?!" jawab Kina ketus dan tidak ingin melihat Kinzi
"Kamu marah? kamu cemburu?? tumben!" ucap Kinzi memancing kemarahan Kinara
"Biasa aja!" jawab Kinara yang kemudian berbalik arah dan memunggungi Kinzi
Kinzi yang tidak terima ketika dia bicara malah Kinara berbalik arah langsung menggendongnya dan membawanya ke sofa tamu
"Turunin Chef!!!! iihhh " ucap Kinara memukuli dada Kinzi namun Kinzi tidak mendengarkan ucapan Kinara.
Kemudian Kinzi mendudukkan Kinara di sofa dan menyuruhnya untuk sarapan
"Makanlah" ucap Kinzi
"Ndak! Kina ndak nafsu makan!" jawab Kinara ketus
Kinzi mengambil sendok dan menyuapkan kepada Kinara namun Kinara menutup rapat mulutnya. Kinara hanya menatap arah lain dengan masih merasa kesal sendiri. Lalu Kinzi meletakkan sendok ya dan menangkup wajah Kinara kemudian mengarahkan kepadanya. Dengan cepat Kinzi mengecup Kinara begitu dalam dan membuat Kinara yang tidak siap jadi gelagepan sendiri
Semakin lama semakin dalam dan tanpa disadari Kinara Kinzi sudah membuka matanya dan melihat Kinara masih memejamkan matanya
"Masih marah?" tanya Kinzi dan Kinara membuka matanya
Kinara menggelengkan kepala pelan sembari menundukkan kepalanya
"Makanlah, aku sudah susah payah memaksakan itu untukmu" ucap Kinzi
"Suapi" sahut Kinara dengan cepat
Kinzi mengambil sendok lalu menyuapi Kinara dengan nasi goreng buatannya
"Enak?" tanya Kinzi
"Enak" jawab Kinara sambil mengangguk-anguk
Lalu Kinzi menyendok kan nasi goreng untuk dirinya sendiri dan akhirnya pagi itu mereka sarapan sepiring nasi goreng udang berdua. Perlahan tapi pasti, Kinara sudah menemukan ritme yang tepat untuk menaklukkan ke gengsian suaminya itu. Teknik menarik ulur ternyata lebih ampuh untuk mendapatkan perhatian lebih darinya. Beberapa saat kemudian keduanya sudah selesai sarapan dan Kinara membantu Kinzi bersiap untuk bekerja.
"Kina" ucap Kinzi saat mengenakan kemejanya dibantu oleh Kinara
"Iya?" jawab Kinara
"Sore nanti kita akan ke Jerman, karena lusa aku ada rapat komisaris " ucap Kinzi
"Baiklah, nanti Kina bereskan barang-barang kita" jawab Kinara
"Oke,, aku kerja dulu, Assalamualaikum" ucap Kinzi yang kemudian mengambil ponselnya
"Wa'alaikumsalam" jawab Kinara
Kinzi melangkah keluar dengan melupakan satu kebiasaannya sebelum berangkat
"Chef" ucap Kinara dan Kinzi berbalik kearah Kinara
" Ada apa lagi?" tanya Kinzi
"Ada yang ketinggalan" ucap Kinara
"Apa?" Tanya Kinzi dan Kinara berjalan menghampiri Kinzi lalu berjinjit dan mengecup bibirnya sementara Kinzi masih terdiam saat mereka berdua masih menyatu.
"Selamat bekerja Chef" ucap Kinara yang kemudian dia buru-buru menjauhi Kinzi dan berlari masuk kedalam kamar mandi.
Kinzi masih berdiri mematung dan menyentuh bibirnya dengan jarinya. Wajahnya berubah merah, hal kecil seperti itu saja sudah membuat hatinya bergetar. Padahal mereka sering melakukan nya, namun tidak dipungkiri, selama ini hanya Kinzi yang mendominasi.
Tidak ingin Kinara tau bagaimana wajah Kinzi saat ini, Kinzi segera keluar dari kamar itu sementara Kinara yang berada didalam kamar mandi jadi senyum senyum sendiri mengingat begitu beraninya dirinya tadi. Rasanya sangat malu, benar-benar malu karena inilah pertama kali dirinya berani mencium suaminya lebih dulu.
"Aku rasa, setelah ini,,,, aku tidak akan berani menatap matanya.. Ya Allah aku benar-benar malu!" ucap Kinara saat menutup wajahnya sendiri sangking malunya.
Setelah cukup lama berada di kamar mandi, Kinara keluar lalu membereskan barang-barang nya dan juga milik suaminya.
.
.
.
Bersambung........
NEXT BACA NOVEL SELANJUTNYA... MENIKAH MUDA..
YASMIN JUGA DLU BGITU, DARI GADIS BIASA, JDI NYONYA BOS, DIBAWA K JERMAN, KMUDIAN HONEYMOON K PARIS..
KEVIN - YASMIN UDH
NAYYA - BAGAS UDH
ADIMAS - RARA UDH,
ARYA - MAYA UDH,
NINA - REZA UDH,
DAVE - DEBBY UDAH,
GALANG - GADIS UDH,
THANIA - BARA UDH,
GEA - UDH
RISYA UDH.
SKRANG LANJUT BACA KISAH KINZI..