NovelToon NovelToon
Menikah Karena Ijbar

Menikah Karena Ijbar

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Contest / Tamat
Popularitas:683.6k
Nilai: 5
Nama Author: mbu'na Banafsha

Blurb :
Apa yang salah dengan pernikahan Maula dan Khayru? Hingga mereka putuskan untuk berpisah. Apa karena pernikahan mereka tidak lazim? Usia yang terpaut terlalu jauh, atau mungkin konflik batin terlalu berat yang dialami anak seusia Maula, membuat dia melawan perasaannya sendiri.

Terlepas dari itu semua, mereka saling menyayangi dan mengasihi hingga waktu pun tak mampu merubah keadaan dan perasaan yang ada.

Cukupkah perpisahan untuk menyadarkan mereka? Atau mungkin membuat keduanya semakin terbiasa?

Ikuti kisah cinta seorang gadis yang sudah dinikahi kakak angkatnya sejak dia berusia sepuluh tahun. Bagaimana perjalanan cinta seorang adik, harus berubah menjadi cinta seorang istri terhadap suami?

Note :
Hak IJBAR wali merupakan bentuk kekuasaan seorang wali mujbir (ayah & kakek) untuk menikahkan putri/cucunya tanpa persetujuan yang bersangkutan, secara paksa atas dasar tanggung jawab. Ini dilakukan dalam bentuk perlindungan seorang ayah terhadap putrinya karena dirinya dipandang lemah/tidak memiliki kemampuan untuk bertindak.
(Dikutif dari berbagai sumber)

Mohon maaf jika dalam tulisan ini terdapat banyak kesalahan. Mohon dimaklumi, saya masih belajar. 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Dayuts

“Ini, Tuan. Orangnya ada di sini.” Maula di tarik seperti seorang pesakitan yang sedang diintimidasi. Wajahnya merengut, tapi hidungnya tidak bisa bohong sejak dia mencium sesuatu dari arah sana.

Khayru menoleh ke belakang. Membawa sepiring daging yang sudah dibakar. “Ya udah, suruh makan!” Dia meletakkan piring tersebut di atas meja sambil mendorongnya ke hadapan Maula lalu duduk.

Meja bundar yang didesign untuk makan ala lesehan itu sudah penuh dengan makanan yang mengeluarkan aroma grill yang menjadi makanan favorite Maula. Dia menelan air liurnya sambil membuka mata lebar-lebar. Karena tidak tahan, perlahan dia duduk sambil menatap orang-orang yang ada di sana. Tangannya mengambil sepasang sumpit yang diletakkan di samping piring. Tanpa malu-malu, dia menggepit makanan dengan sumpit lalu melahapnya.

“Baca doa ... ish!” cibir Khayru sambil mendesis pelan. Maula mendelik lalu mengangguk. Dia menengadahkan kedua tangan kemudian mengusapkannya ke wajah.

Para ART yang awalnya berada di meja yang sama, satu per satu berpindah ke tempat lain. Mereka lebih memilih untuk mengamatinya dari jarak jauh sembari pura-pura sibuk, sementara Khayru tetap berada di hadapan Maula sambil mengerutkan keningnya. Terkadang dia menggelengkan kepalanya saat Maula berkali-kali mengisi piringnya.

Maula tidak mengeluarkan suara sedikit pun, begitu pun dengan Khayru, dia hanya membiarkan Maula makan daging sepuasnya sambil memandangi dengan tatapan sinis. Maula yang merasa sedikit risi dengan tatapan suaminya, berkali-kali menjatuhkan makanan yang hampir masuk ke dalam mulut.

“Iihh ...,” keluhnya ketika daging yang ia capit, jatuh untuk kesekian kalinya.

“Kalau makanan yang hampir kita makan, tiba-tiba terjatuh, itu tandanya seseorang ingin memakannya juga,” seru Neneng tiba-tiba. “Iya ... biasanya gitu, Non, kabitaeun,” tegasnya lagi sambil membuang muka.

Maula mendongak ke arah Neneng dan yang lainnya. “Emangnya, siapa yang mau makananku?”

Spontan, semuanya menunjuk ke arah Khayru yang sedari tadi hanya menelan air liur. Ekspresinya berubah saat menyadari saat ini sedang menjadi tertuduh.

“Loh, kok, saya?!” Dia mengarahkan telunjuk pada wajahnya sendiri dengan dahi mengkerut.

“Memangnya siapa lagi?” Maula mengarahkan satu potong daging ke mulut Khayru supaya dia memakannya. “Udahlah gak usah malu-malu.”

“Makan aja, Tuan. Masa kalah sama bujangan.” Tini menimpali sambil menunjuk Ferdi dengan mulutnya.

Khayru nampak terus berpikir sambil memandangi daging itu. Namun, akhirnya bukan hanya melahap daging tersebut dia bahkan merebut sumpit dan menambahkan beberapa potong daging lagi ke mulutnya hingga penuh. Satu piring sudah kosong karena dia menghabiskannya. Sambil mengunyah, dia bangkit dari tempat duduk.

“Saya tidur duluan. Di sini panas,” ucapnya sambil mengusap dahi yang berkeringat. Lalu, pergi ke kamarnya.

“Aku juga kenyang. Mau tidur dulu.” Sambil mengikuti Khayru di belakangnya.

Suara-suara sumbang terdengar sedang menggoda pasangan yang tengah menuju ke kamarnya, membuat Maula kembali menoleh sebentar. “Ngomong apa, sih?! Awas, ya kalau gibahin aku,”ancamnya.

“Udah, Non, tidur sana! Gak usah didengerin.” Bik Sulis mengibaskan tangannya supaya Maula cepat pergi. Di susul tawa yang lainnya.

Suara percakapan Neneng, Ferdi dan yang lainnya masih terdengar seiring Maula melangkah di belakang Khayru.

“Neng, jawab tebakan aku, ya,” katanya Ferdi sambil menusuk tangan Neneng dengan ujung sumpit yang tumpul.

“Kamu tahu, gak, HAL apa yang ingin aku lakukan di masa mendatang?”

“Apa, sih? HALan-HALan ke luar negeri, ya?”

“Bukan!!” jawab Ferdi dengan cepat. “HALalin kamu, biar kaya Tuan dan Non Maula,” sambungnya malu-malu. Tiba-tiba seperti ada musik dan suara tepuk tangan diiringi suitan penonton yang mengelilingi tribun.

Semuanya tahu kalau Ferdi paling suka gombalin Neneng. Hanya saja Neneng masih pura-pura suka Tuannya meskipun cuma bercanda.

“Satu lagi, Neng. Jawab yang bener, yak.” Dia mengacungkan telunjuknya.

“MOBIL, mobil apa yang paling nyaman kalau dijadiin sandaran?”

“MOBILang kamu tapi gak jadi, ah,” jawab Neneng sambil membuang muka.

“Jiiaahh ... Neneeengg!! Bulan depan Aa lamar kamu, ya ....” Ferdi bangkit dari duduknya sambil tertawa.

Gelak tawa mereka masih terdengar membahana meskipun Maula sudah berada di depan kamarnya. Namun, dia tak menghiraukannya. Maula berhenti sejenak karena ternyata suaminya hendak masuk ke kamar pribadinya.

“Abang mau tidur di situ?”

“Hhm,” jawabnya cuek.

Tak ingin ketinggalan, Maula segera merapatkan diri di belakang Khayru hingga membuatnya memutar badan.

“Ngapain?”tanyanya ketus sambil mengerutkan kening.

“Ya tidur juga.”

“Kamarmu di sana!” tunjuk Khayru ke arah kamar yang berhadapan.

“Gak ada kamar aku begitu pun kamar kamu. Kamar suami sama dengan kamar istri. Begitu pun sebaliknya,” ucapnya sambil mendorong Khayru hingga masuk ke dalam kamar.

Kaya ngerti aja, apa artinya suami istri? batin Khayru sambil mencemuh lalu mencari piyama di dalam lemari. Dia mengabaikan Maula yang sudah berbaring tanpa berganti baju dan tanpa menggosok gigi dahulu. Dia turut berbaring membelakanginya. Tanpa menarik selimut karena tahu akan dipake oleh Maula.

“Kok, tidurnya jauhan?”

“Udah makan sebanyak itu, gak gosok gigi. Bajunya juga bau,” gumamnya dengan suara khas orang yang mulai tertidur.

“Di sini kan gak ada bajuku. Mau gosok gigi juga udah malem banget. Besok aja.” Maula mendekat ke punggung suaminya sambil berbagi selimut. Maula tahu ada hal yang membuat suaminya marah saat ini. Bukan karena dia bau.

“Abang marah, ya?” Maula menarik-narik kerah piyama yang dikenakan lelaki di hadapannya.

“Kamu pikir, suami mana yang tidak marah jika istrinya menangisi laki-laki lain? Sampai melempar handphone dengan kasar di hadapan suaminya.”

“Abang cemburu, ya?” selorohnya.

“Kalau Abang diam saja melihat kelakuanmu, artinya Abang menjadi suami yang dayuts. Menjadi salah satu dari golongan orang yang Allah haramkan masuk syurga.”

“Maaf, Bang ....” Maula terdengar menyesal meskipun dia tidak mengerti apa yang dimaksud dayuts. Dia ingin bertanya pada Umi Khadijah tapi handphonenya rusak.

“Aku ... mau cerita sesuatu tentang Ariel. Biar kita tidak salah paham.”

“Sudah malam. Besok saja ceritanya.” Dia masih memunggungi Maula. Menunggu sampai istri kecilnya itu tertidur lelap baru memutar badannya. Sebenarnya, dia penasaran dengan apa yang ingin diceritakan Maula beberapa menit yang lalu, tapi memang malam sudah terlalu larut, khawatir kalau malam ini mereka tidak bisa istirahat.

Hingga pagi datang, wajah Khayru belum kembali sepenuhnya. Dia belum mengajak Maula bicara apa lagi menunjukkan senyuman.

“Aku sekolah dulu, ya, Bang,” ucapnya sambil meraih punggung tangan Khayru. “Assalamualaikum.”

Dia menjawab salam dengan pelan sampai akhirnya berlalu menuju kantor.

Maula yang masih memandangi mobil Khayru, tiba-tiba pundaknya ditepuk dengan keras oleh Rere dan Nikita. Dua teman sekelas yang dikeal musuh bebuyutan sejak Maula duduk di SMP.

“Heh!? Apaan, loh? Ngajak ribut, ya pagi-pagi!?”

“Tenang dikit, Napa, sih, La? Bawaannya nyolot Mulu, Lo mah,” cibir Rere sambil merapikan kerudung Maula.

“Ini apaan, sih? Mau kalian apa sebenarnya?” Maula semakin curiga dengan sikap mereka berdua yang tiba-tiba berubah 180 derajat.

“Kita temenan.” Nikita mengulurkan tangannya untuk bersalaman sambil tersenyum. Rere ikut tersenyum hangat sambil mengangguk-angguk. Namun, Maula yang tidak mengerti, memilih pergi dari hadapan mereka berdua dengan dahi mengkerut.

To Be Continued ....

__________

Dayuts adalah lelaki yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya. (al-Mishbah al-Munir, madah: da ya tsa). Pelakunya disebut dayuts, sementara perbuatannya disebut diyatsah.

Dalam Ensiklopedi Fikih dinyatakan,

Dalam istilah para ulama, diyatsah didefinisikan dengan berbagai macam pengertian yang mirip, dan satu kesamaan yang tidak berbeda dengan makna bahasa, bahwa makna diyatsah adalah tidak adanya rasa cemburu dari suami terhadap istri dan keluarganya. (al-Mausuah al-Fiqhiyah, 21/96).

1
Nety
demi cinta rela gatal" ya bang 😂😂
Nety
tu kan bang itu pulang, pasti yg tdi yg mobil ny nabrak mobil Maula yg katanya kecelakaan di sengaja itu 😂😂
Nety
d pikir kaki Maula bola bekel kali ya di rendem pake minyak tanah bkl meral 🤣🤣🤣
Nety
screen shoot chat dari s Risa Maula terus kirim ke suami mu biar dia tau kelakuan pegawai ny ke gimna
kartini toladi
bgus ceritanya
Shyfa Andira Rahmi
gara2 tunangan kamu itu😤😠
Shyfa Andira Rahmi
membingungkan gimana...kmu sndiri yg bikin ulah😡
Dennoona
kok jadi deg-degan ya
Dennoona
kebanyakan bawang thor....,
sampe pedih mata gue 😭😭😭
J-nine
👍👍👍👍👍
Meri Delvia
bagus banyak pengetahuan tentang agamanya
Be Kty
Luar biasaceritanya bener bener lain dr yg lain, menarik,bnyk pengetahuanya the best deh..br tahu aku ada cerita sekerrn ini
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus sukses
Sulamiatun Maydiah
bisa untk menambah ilmu ,sbb di dalam bnyk mengandung ilmu agama
Nurul S
Biasa
Ami Usrekk
ya aloh episode ini mengandung bawang😭😭😭banyak bngt
Wukir Sari
nyesek banget pas baca part ini. emang ga gampang sih ngelepasin orang yg kita sayang Krn alasan demi kebahagiaannya dan harus mengorbankan perasaan dan sayang kita. rasanya sakit dihati Namun harus selalu terlihat kita baik2 aj padahal tidak sedang baik2 aj, perang batin
matcha
haaaay otor..aku orang Lombok loo..kok pinter bgt bahasa sasaknya..tw budaya2 Sasak jg..kereeen..semangat🥰🥰
Iis Sumiati
ceritanya bagus,,, menarik, tidak membosankan,,,, dan banyak ilmunya Kalou mnurut aq sih,,,,, good bgt pokonya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!