Baby Grezyca Aurora, Nama yang bagus tapi tidak dengan nasibnya. sedari kecil Baby sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan yang menimpa mereka. Dan sejak saat itu Baby harus menjalankan hidupnya hanya dengan Marvel pratama, Kakak kandungnya.
Suatu hari Baby dipecat dari pekerjaannya tanpa alasan dan itu membuatnya uring uringan. Karena Baby sangat membutuhkan uang untuk pengobatan kakaknya yang sedang sakit.
Seorang teman Baby memberikan informasi bahwa di perusahaan Xington group sedang membuka lowongan pekerjaan. Baby sangat bahagia, ia memutuskan untuk melamar pekerjaan disana.
"Pendidikan terakhir?"
"SMA pak"
Pria itu diam sesaat dan menatap Baby dengan sorot mata yang tajam.
"Kamu ditolak, saya tidak bisa menerima Sekretaris yang hanya lulusan SMA"
"Bapak menolak saya karena saya lulusan SMA, memangnya bapak pikir lulusan SMA tidak bisa bekerja jadi sekretaris. Saya pastikan bapak menyesal karena menolak saya.
Leon pradipta Xington, orang yang baby bentak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Calliesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan pertama
Waktu telah berlalu, Baby sudah kembali pulih. Ia berterima kasih pada Leon yang telah menjaganya semalaman. Sebenarnya Baby meminta pulang jam 5 sore. Tapi Leon tidak memperbolehkannya, bahkan Leon memaksa Baby untuk dirawat seharian.
Baby tidak melihat Marvel pagi ini, yang ia lihat hanyalah Leon yang baru saja bangun dari tidurnya. Leon menguap karena masih mengantuk. Leon tidak bisa tidur semalaman.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Leon ketika membuka matanya. Baby mengangguk. "Sudah pak, hari ini saya lebih baik dari kemarin. Kepala saya sudah tidak pusing lagi dan suhu tubuh juga kembali normal"
"Bagus kalau begitu, kalau begitu kamu mau pulang sekarang? Biar saya antar. Marvel sudah menitipkanmu pada saya. Dia ada keperluan mendadak katanya. "Hhh abang selalu begitu, dia merepotkan bapak untuk mengantar saya pulang"
"Saya tidak masalah, lagian walaupun Marvel tidak menitipkannya saya tetap akan mengantarmu pulang." Baby segera turun dari kasur rumah sakitnya. Kaki nya menyentuh lantai rumah sakit yang dingin. Baby mencari alas kaki namun tak menemukannya.
Sampai sebuah tangan datang membawakannya sandal jepit. "Sepatu kamu sudah saya simpan di mobil saya, kamu baru saja sembuh. Jadi jangan pakai sepatu hak tinggi dulu. Sebagai gantinya kamu harus pakai sandal sepit dulu"
"Bapak dapat sandal jepit itu dari mana?" Tanya Baby penasaran. "Kemarin ada anak kecil yang menjualnya, anak itu butuh uang buat biaya rumah sakit ibunya. Sampai akhirnya dia menjual sandal ini pada saya. Dan saya pun membelinya"
"Memangnya cukup biaya rumah sakitnya hanya dengan menjual sandal jepit saja?" Leon menatap Baby sejenak. "Ya tidak cukup, anak itu masih polos dia tidak tahu apapun tentang uang. Yang ia tahu dengan menjual sandal ini ia dapat uang"
"Kasian anak itu. Lalu apa bapak menolongnya?" Baby berpikir bahwa Leon tidak punya hati untuk menolong seseorang. "Tidak, saya tidak menolongnya". Nah kan Apa yang Baby duga benar juga. Mana mungkin orang seperti Leon akan membantu orang lain.
"Tapi saya membawa anak itu pada Resepsionis dan menanyakan jumlah uang yang harus dibayar oleh anak itu untuk perawatan ibunya. Setelah tahu itu saya membeli sandal ini seharga dengan biaya rumah sakit ibu anak itu."
Leon mendekat ke arah Baby. "Jangan biasakan memandang sesuatu hanya dari covernya saja, kamu tidak tahu apa yang ada di dalamnya kalau kamu belum melihatnya" ucapan Leon berhasil memukul telak pemikiran Baby.
.
.
"Saya tidak tahu harus mengatakan apa lagi, bapak sudah menolong saya berulang kali. Sebagai gantinya saya akan memberi bapak 3 permintaan. Terserah bapak mau minta apa pada saya, saya akan mengabulkannya. Leon tersenyum sumringah. "Yakin tiga permintaan?"
Baby mengangguk. "Oke, permintaan pertama saya akan mengajakmu kencan malam ini, bersiaplah. Saya akan menjemputmu nanti malam jam 7. Untuk saat ini kamu tidak perlu khawatir karena ini masih pagi. Kamu memiliki banyak waktu untuk menyiapkan pakain dan lain lainnya.
"Baiklah, kali ini saya akan menuruti bapak dengan mudah." Leon tersenyum tulus, semoga malam ini adalah awal dari hubungan mereka. "Ya sudah kamu cepat masuk ke dalam rumahmu, saya akan mengawasimu dari sini"
"Saya harus memastikan bahwa kamu sudah masuk ke dalam rumah" Baby mengangguk. "Kalau begitu sampai jumpa nanti malam pak, saya masuk dulu"
Setelah Baby benar benar masuk ke dalam rumahnya, Leon memutar arah mobilnya dan segera pulang. Baby masuk ke dalam rumah dengan masih memakai sandal jepit, sementara sepatunya masih ada pada Leon. Sehari tidak berada di rumah membuat Baby merasa kangen dengan rumahnya ini.
Baby meletakkan tas nya di atas sofa, lalu ia mengangkat tubuhnya dan berbaring di atas sofa. Baby mengambil remot Tv dan menghidupkannya. Baby menonton acara kesukaannya, drama indosiar. Apalagi kalau bukan yang ku menangiiissss membayangkan.
Itu adalah film kesukaan Baby, karena dari situ Baby mendapatkan banyak pelajaran tentang suatu hubungan antara suami dan istri. Baby berharap semoga saat nanti orang yang akan menjadi suaminya tidak seperti tokoh dalam sinetron itu.
Suara motor Marvel makin mendekat, Baby buru buru mengintip lewat tirai rumahnya. Dengan cepat ia mengambil tas nya dan berlari ke arah kamarnya. Baby mengambil sebuah selimut yang tebal dan membawanya kembali pada sofa.
Kemudian Baby membuat dirinya tertidur di sofa dengan selimut yang menyertainya. Cklek, Marvel sudah masuk. Baby memejamkan matanya. Marvel pergi menaruh sepatunya di tempat sepatu.
Lalu matanya melirik ke arah Baby yang sedang tidur di sofa. Marvel berjalan mendekat ke arahnya, ia mengecek suhu tubuh baby yang tak lagi panas. Tapi Marvel juga memperhatikan garis tidur Baby. Sepertinya Baby tidur dengan nyenyak walau hari masih pagi.
Marvel akan membawa Baby pindah, Baby pasti tidak nyaman tidur di sofa. Marvel menghela nafasnya kemudian ia merapikan poni Baby. Marvel menggendong Baby seperti karung beras, jangan pikir Marvel tidak tahu kalau Baby hanya pura pura tidur. Ia sudah melihat semuanya.
"ish abang turunin, kepala aku berputar butar nih" Marvel terkekeh kemudian ia kembali menurunkan Baby. "Lagian kamu ngapain sih pura pura tidur. Abang tahu semuanya kok.
Baby mengerucutkan bibirnya lalu ia menarik lengan Marvel hingga terjatuh di sampingnya, Baby bergelayut manja di lengan Marvel. "Bang kita habisin waktu berdua yuk, sudah lama kita tidak menghabiskan waktu bersama"
"Iya tapi gak sekarang ya, abang lagi sibuk. Bengkel sudah mulai diperbaiki dan abang harus tetap mengawasinya. Kalau kamu mau abang bisa telfonkan Leon untuk kamu" Marvel mengambil ponselnya.
"Eh bang jangan ditelfon pak Leonnya" Marvel melihat ke arah Baby lalu tertawa. "Siapa yang mau nelfon Leon, abang mau nelfon pacar abang. Eh tapi kalau mau ditelfon beneran boleh tuh" godanya.
Baby hanya menunduk malu, lalu selanjutnya ia hanya mendengar kata kata manis dari Marvel. "Iya, kamu istirahat aja ya jangan kecapean. Dan yang paling penting jangan lupa makan biar magh mu tidak kambuh"
"mm aku kangen kamu, kamu kapan kesini lagi?" Ucap Niza dari ujung telfon. Marvel tersenyum. "Secepatnya, tapi kalau sekarang atau seminggu ke depan aku sibuk. Kamu jaga diri baik baik ya"
"Sekarang kamu lagi dimana sayang?" Tanya Niza. Marvel melirik ke arah Baby dan dengan jahilnya ia mengatakan. "Aku lagi ngajarin pembantu aku buat disiplin, dia pemalas banget soalnya. Masa jam segini masih tidur"
"Hah? Kurang ajar? Pembantu kok ngelunjak kayak itu. Pecat aja sayang, cari pembantu tuh harus yang disiplin jangan yang seperti itu. Kasian kamunya malah marah pagi pagi. Sini aku kecup jauh."
Marvel mendekatkan ponselnya pada wajahnya. "Emmmuaaacchhh'" Baby menahan tawa melihat kelakuan abang tercintanya itu. Ternyata cinta mereka sealay itu ya sampai kecup jauh. Baby tidak bisa membayangkan jika ia harus melakukannya bersama Leon.
ah tidak tidak, Baby kenapa terus memikirkan Leon sih padahal yang Baby suka cuma Vion. C'mon Baby kamu harus bisa mengontrol perasaanmu selama beberapa hari ke depan. Baby yakin Leon akan menjadikan 3 permintaan yang ia kasih menjadi sebuah kesempatan.
"Dah sayang" Marvel mematikan telfonnya. "Jaga diri baik baik ya sayang, jangan lupa makan biar magh mu tidak kambuh" Baby menirukan perkataan Marvel tadi sambil memonyongkan bibirnya. Marvel tersenyum smirk, ia mendekatkan wajahnya pada Baby hingga jarak mereka benar benar dekat.
Baby meneguk ludah, tubuhnya terkunci secara otomotis. Marvel mengurung Baby di kedua lengannya. "Kamu takut?" Ledeknya. Marvel menatap ke arah bibir mungil Baby. "Sepertinya abang harus mencobanya"
Marvel semakin mendekatkan bibirnya pada bibir Baby. Baby memejamkan matanya dengan kuat. Satu detik, dua detik, dan seterusnya Baby tidak merasakan ada ciuman apapun. Ia menyentuh bibirnya sendiri lalu membuka matanya.
"Mau banget dicium abang? Tapi sayangnya gak boleh. Bibir abang cuma milik Niza." Marvel tertawa kecil. Tanpa aba aba ia langsung menggelitik perut Baby dengan kedua tangannya hingga Baby menjadi tertawa terbahak bahak.
"Abang berhenti, Baby mau nangis loh ini' "Nangis aja, dasar cengeng. Nanti kalau Leon tahu kamu cengeng dia pasti ilfeel sama kamu" Baby terus tertawa.
Malam harinya, Baby sudah bersiap untuk kencan malam ini. Baby memakai gaun yang dikirim Leon tadi. Tadi sore ada kurir yang mengirimkannya. Baby memperhatikan tubuhnya yang sangat pas dalam gaun itu.
Bagian dadanya tidak terlalu terbuka, tapi untuk punggungnya sangat terbuka sekali. Bahkan Bra Baby sedikit kelihatan, apalagi punggungnya yang mulus tertampang dengan lebar.
"Cielah, katanya gak suka sama Leon. Diajak kencan langsung gercep. Coba Vion yang ngajakin, beda lagi tuh ceritanya." Baby tak mempedulikan perkataan Marvel lagi, ia malas meladeninya. "Masih ngambek gara gara yang tadi?"
Baby tidak menjawab, ia fokus memperbaiki alisnya yang sedikit berantakan. Lalu dengan menambah sedikit lipstik di bagian bibirnya. "Dek, abang lagi ngomong kok gak dijawab"
"Hari ini Baby cantik, Baby tidak mau menjadi jelek hanya karena ngobrol dengan abang. Abang tuh nyebelin tau gak?" Marvel terkekeh ternyata ia benar, adiknya masih kesal dengan kejadian tadi.
[Marvel terus meggelitik Baby, hingga membuat Baby mengatakan ampun berkali kali. Marvel pun berhenti lalu ia menatap wajah Baby yang sampai berkeringat karena ulahnya. Marvel terdiam sebentar, ia juga ngos ngosan karena terus menggelitik Baby.
Sampai akhirnya, sebuah hewan yang paling menyeramkan bagi wanita berjalan ke arahnya. Marvel melirik Baby yang masih mengatur nafasnya. Diam diam Marvel mengambil kecoa itu lalu ia melemparkannya langsung pada Baby hingga mengenai wajahnya.
"AAAAAAAAAAAAAAA KECOAAAAAAAA" Baby terus menggoyangkan tubuhnya berharap bahwa kecoanya akan jatuh. Bukannya jatuh kecoa nya malah berjalan ke atas kepala Baby.
Baby sangat geli sekali dengan kecoa, dan ini semua gara gara marvel. Baby mencari ide, ia menemukan sebuah bantal dan memukul kecoa nya dengan bantal hingga kecoa itu pergi.
Lalu saatnya ia balas dendam, Baby menggebuk Marvel dengan bantat yang dipegangnya. "Nyebelin, abang nyebelin banget." Marvel tertawa karena ia berhasil mengerjai Baby meskipun harus mendapatkan pukulan yang dahsyat dari Baby.
[Flasback off🎧]
Sebuah klakson mobil terdengar dari luar, Baby yakin itu adalah Leon. Sekali lagi Baby mengecek penampilannya di cermin. Semuanya perfect. "Pak Leon sudah datang, Baby pergi dulu bang."
Marvel sudah mulai serius. "Hati hati, kalau Leon sampai macam macam sama kamu tendang aja itunya biar mampus dia" Baby mengangkat jempolnya. Kemudian Marvel mengantar Baby sampai ke depan.
Leon turun dari mobil dengan balutan jas hitan dan kemeja putih, tak lupa juga dasi kupu kupu yang dipakainya. Leon dan Baby terlihat serasi. Leon benar benar terpukau saat melihat seorang gadis cantik di depannya"
"Kamu benar benar cantik malam ini, kamu berhasil membuat jantung saya tambah berdetak dengan kencang." Leon mengambil tangan Baby menaruhnya di dadanya.
Baby mengenyitkan dahi tak mengerti. "Lihat, kamu merasakannya sendiri kan." Baby mengangguk saja biar cepat. "Vel gue bawa adik lo malam ini, thanks yah atas ijinnya" "Santai aja, lagian sepertinya Baby sangat bahagia tuh diajak kencan sama kamu, dari tadi dia tidak bisa diam karena menunggu jemputan dari kamu"
Baby mencubit pinggang Marvel dengan keras. "Aduuhhhh sakit Dek." Baby hanya menjulurkan lidahnya. "Ayo kita berangkat,biar tidak semakin kemalamaan" Baby mengangguk. "Kalian berdua hati hati, terutama kamu Leon, jalankan mobilnya dengan benar, jangan sampai ngebut"
"Iya gue tahu" Marvel tersenyum lalu masuk ke dalam rumahnya kembali. Leon menatap punggung mulus Baby. "Cepat berbalik sebentar, sepertnya ada sesuatu di belakangmu"
Baby berbalik dan memunggungi Leon. Leon berjalan semakin mendekat pada Baby. Tangannya mengelus punggung Baby sesekali mengecupnya. Bulu kuduk Baby meremang. Kecupan Leon di punggungnya membuatnya tak bisa berkutik.
"Saya suka body kamu malam ini" bisiknya. "Iya pak, ayo kita segera pergi." Leon mengangguk, sebelum ia melayangkan gigitan kecil di bagjan leher Baby. "Awsss bapak kok malah gigit saya sih"
"Punggung dan leher kamu bagus"
"Yah kirain kenapa, ayo kita berangkat" Leon membukakan pintu mobil untuk Baby dengan sedikit menundukkan kepalanya
Mobil Leon berhenti di sebuah restoran mewah. Leon turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Baby. Leon mengulurkan tangannya pada Baby yang langsung diterima dengan baik.
"Lingkarkan tanganmu di lengan saya, saya ingin kencan hari ini bisa membuatmu bahagia, karena itu lah tujuan saya mengajakmu kencan" *dan semoga kamu segera menyadari perasaanmu*
Baby tersenyum manis lalu ia melakukan seperti apa yang Leon perintahkan. Mereka berdua masuk ke dalam restoran mewah itu. "Selamat datang pak, apa ini dengan bapak Leon pradipta Xington?"
Seorang pelayan datang menyambut mereka. "Ya, tolong antarkan saya ke tempat yang sudah saya pesan" pelayan itu tersenyum ramah. "Baik pak, mari ikuti saya"
"Ayo kita masuk" Leon dan Baby berjalan dari satu meja ke meja lainnya. Leon memilih meja paling ujung karena pemandangan malamnya sangat indah. Ia sudah mengatur semuanya. "Pak, ini restoran mewah. Tapi kok sepi pengunjung ya?"
Leon melirik ke sekitarnya. "Ya, saya sudah menyewa restoran ini selama seharian"
"Astaga bapak, kenapa harus nyewa sih."
"Saya ingin kencan kita tidak terganggu" ucap Leon sambil menatap kedua bola mata Baby.
Baby hanya orang tertentu aja 🙂
Jangan lupa mampir di novel ku juga ya~ Judulnya cinta kedua
Terimakasih🤗
KRNA ORNG NYA TLAH MENDAHULUI KITA...
TAMAT