KETERANGAN: Di harap kan untuk membaca novel "Wanita Taruhan Elvan" karena novel ini adalah anak nya🤭🤭
Ini adalah lanjutan kisah cinta anak-anak dari ke dua sahabat yang pernah berselisih paham di masa lalu. Dengan ketulusan hati, persahabatan mereka kembali seperti semula hingga mereka menjadi tua dan anak-anak mereka saling jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32.Mari Berteman
Begitulah Kinara, gadis itu mulai bisa melepaskan apa yang selama ini terikat di dalam hati nya. Cukup melegakan bagi Kinara, apa lagi gadis itu sangat sibuk hingga melupakan sejenak cinta nya pada Arka.
Kinara dan Zava bahkan semakin akrab. Mereka bahkan berencana membuka studio musik khusus untuk anak jalanan yang memiliki bakat. Keluarga Kinara juga mendukung, bahkan ke tiga kakak laki-laki nya menyumbang dana untuk mereka.
Hari ini Kinara dan Zava akan turun ke jalan untuk mencari pengamen yang berbakat. Cukup panas dan melelahkan, mereka bahkan rela berjalan kaki ke sana ke mari. Sudah ada lima orang yang berminat dan usia mereka rata-rata masih belasan tahun.
Tujuan Kinara dan Zava adalah megasah bakat mereka. Setidak nya mereka akan di tempatkan di berbagai cafe atau restoran yang akan di rekomendasi oleh Kinara dan Zava. Mereka berdua bahkan sudah meminta izin kepada Julian dan Wawan mengenai rencana mereka ini.
Di sebuah kedai kecil, sejenak Kinara dan Zava beristirahat sambil menikmati segelas jus. Tanpa mereka sadari, Arka tak sengaja melihat mereka dari dalam mobil. Arka bahkan menepikan mobil nya untuk memastikan orang yang di lihat nya.
"Sedekat itu kah mereka? Zava bahkan bisa membuat Kinara tertawa seperti itu." ucap Arka. Cukup lama ia melihat Kinara dan Zava, dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi.
"Semoga usaha kita membuahkan hasil. Negeri ini banyak orang berbakat hanya saja mereka tidak tahu cara untuk mengembangkan nya." tutur Zava.
"Iya, semoga hobby kita ini membawa berkah bagi mereka." balas Kinara.
Sungguh Zava nampak kagum dengan gadis yang ada di depan nya ini. Bohong jika ia tidak memiliki perasaan lebih. Sebagai pria normal Zava telah jatuh hati pada Kinara.
Setelah minuman mereka habis, Zava mengantar Kinara kembali ke hotel nya. Sebenarnya Nara tidak terlalu sibuk, karena semua pekerjaan nya telah di selesaikan dengan baik oleh Bara.
"Kinara...." panggil suara yang sangat Nara kenal. Dengan malas gadis itu menoleh ke arah sumber suara.
"Mau apa kau?" tanya Kinara.
"Bisa kita bicara?"
"Tidak ada lagi yang harus kita bicarakan." ujar Kinara.
Arka hendak meraih tangan Kinara namun dengan cepat gadis itu menepis nya. "Kau mau apa lagi?" tanya Kinara dengan nada datar nya.
"Mari berteman!" ucap Arka.
Kinara menghela nafas panjang, "Dulu, saat aku menganggap mu teman bahkan lebih. Kau kemana saja? maaf Arka, aku tidak bisa. Kau terlalu kasar." ujar Kinara kemudian pergi meninggalkan Arka yang masih diam terpaku.
"Kenapa kau menolak? apa kau sudah nyaman dengan Zava?" tanya Arka menghentikan langkah Kinara.
Kinara berbalik badan, "Ya, aku sangat nyaman dengan Zava. Dia laki-laki yang baik dan pengertian bahkan dia sangat lembut memperlakukan ku. Tidak seperti kau, Kasar!"jawab Kinara kemudian melanjutkan langkah nya.
Arka yang hendak mengejar Kinara langsung di tahan oleh Bara. Arka sempat emosi ketika Bara menghalangi nya untuk menyusul Nara.
"Apa keputusan ku sudah benar? ah sudahlah, sudah waktu nya aku move on dari Arka." ucap gadis itu.
Sedangkan Arka, pria itu kembali ke kantor nya. Sudah lama ia tak di ganggu oleh Kinara atau sekedar di beri hadiah oleh Kinara. Sudah lama juga ia tidak mendengar ocehan Kinara dan perhatian dari Kinara, sungguh Arka sangat merindukan hal seperti itu.