Cantik tapi licik itulah julukan untuk Araina Jordan. Perempuan yang serba bisa dan paling menyebalkan bagi keluarga dan teman-temannya.
Araina yang tidak terima di jodohkan oleh keluarganya memilih kabur dari rumah...., sayangnya nasib tidak mendukungnya.
Bukannya bahagia, Ia malah mengalami kecelakaan setelah kabur dari rumahnya.
Tapi.....
Bukannya mati Araina malah masuk ke tubuh orang lain!
"Sialan! Kenapa jadi seperti ini!" ucapnya begitu frustasi.
Jiwa Araina malah bertransmigrasi ke tubuh Freya Anastasia Smith..., gadis cantik lemah lembut yang selalu dilindungi oleh dua keluarga besarnya.
"Tidak masalah yang penting masih kaya" gumam Araina.
Namun semuanya berubah ketika satu persatu ingatan Freya mulai masuk ke kepala Araina.
Pusing? Muak?
Araina baru menyadari ternyata ia bertransmigrasi ke dalam sebuah novel dimana ia hanya adik sepupu dari protagonis pria.
Mati? Tentu saja! Freya hanya seorang figuran....
(Apa yang akan dilakukan Araina selanjutnya? Yaaa rahasiaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Klarina_za29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta Bantuan!
Sesuai dengan janji yang sudah dilakukan, Kenan dan Arga sudah berada di salah satu Cafe yang diajukan oleh Elvano.
Sambil menunggu Elvano datang, mereka berdua memilih untuk memesan makanan terlebih dahulu. Apalagi mereka baru pulang sekolah, tentunya mereka sudah lapar.
"Lo janji jam berapa sih bang?" tanya Arga setelah melihat jam di tangannya.
Ia rasa mereka sudah cukup lama menunggu, tapi Elvano belum juga sampai di cafe.
"Seharusnya jam lima" jawabnya dengan santai sambil menyeruput jus mangga di depannya.
Arga menghela nafasnya, "Lo tanyain bang. mana tau tu bocah lupa" usulnya. Ia sudah sangat lelah menunggu.
Kenan tidak menjawab, tapi ia langsung mengirimkan pesan pada Elvano. Menurutnya, mereka harus bersabar lagi terlebih karna mereka yang meminta bantuan.
Sayangnya Arga sudah tidak bisa menunggu, "Lo lanjut aja bang. Gue ada urusan sebentar lagi" ujarnya.
Ia bisa diamuk teman kelasnya karna tidak datang kerja kelompok. Lagian ia juga bisa bertanya mengenai permasalahan ini nanti.
Kenan mengangguk dan membiarkan Arga pergi. Ia sendiri akan menunggu sebentar lagi, jika Elvano tidak juga datang baru ia pergi.
Entah ia akan meminta bantuan pada Abang pertamanya atau ke orang lain. Ia akan memikirkan ini setelah memastikan kedatangan Elvano.
Beberapa menit berlalu....
Kenan yang sudah bersiap ingin pergi menyipitkan matanya melihat ke arah pintu. Ia menghela nafasnya melihat sosok yang sudah ditunggu nya baru datang.
Elvano yang berjalan ke arah Kenan sudah tau jika Kenan akan pergi. Tapi ia dengan santai menarik kursi di depan Kenan. Setelahnya ia duduk tanpa dipersilahkan.
Elvano tau ia terlambat, namun ia juga tidak akan menahan kepergian Kenan.
"Lo gak mau mengatakan sesuatu?" ujar Kenan dengan datar. Ia sedikit kesal sekarang, apalagi melihat tingkah arogan Elvano.
Elvano tersenyum tipis, "Sorry gue telat. Tapi salahin aja adek lo yang selalu ngikutin gue kemana pun" ujarnya tidak ingin disalahkan seorang diri.
Kenan yang tadinya sudah berdiri memilih untuk duduk kembali. "Adek gue? Siapa?" tanyanya penasaran. Arga saja tadi bersamanya, sedangkan Freya...., ia yakin Elvano tidak mengenalnya.
Elvano menaikkan sebelah alisnya matanya, "Selena. Adek lo kan?" ujarnya kembali.
Kenan terdiam sebentar. Ia lupa tentang Selena. "Ya adek sepupu" jelasnya.
Elvano hanya mengangguk, ia memanggil pelayan untuk memesan minuman sebentar baru ia duduk dengan serius menatap kenan.
"Lo ingin minta bantuan apa?" Elvano cukup penasaran, kenapa seorang Kenan meminta bantuan darinya.
Kenan mengeluarkan ponsel Freya dan mendorongnya ke arah Elvano. "Bantu gue pulihkan semua pesan yang sudah dihapus di ponsel ini" jelasnya.
Elvano mengambil ponsel itu dan membukanya, "Semua pesan dari semua orang?"
Kenan menggelengkan kepalanya, "Hanya satu orang. Selena...., Lo pulihkan semua pesan yang ada di sana. kalau tidak memungkinkan setidaknya satu tahun belakangan ini" tawarnya.
Kenan tau memulihkan semua data akan membutuhkan waktu yang lama. Tapi ia tidak bisa menunggu selama itu. Ulang tahun neneknya tinggal tiga hari lagi.
Ia harus bisa mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Terlebih ia harus bisa membujuk Freya datang ke acara itu. Ia tidak akan membiarkan Selena mengambil perhatian yang seharusnya untuk Freya.
Elvano menatap ponsel itu dengan serius. Ia cukup heran dengan sikap Kenan terhadap Selena. Ia rasa dengan memulihkan pesan ini, ia juga akan tau apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.
"Gue bisa coba. Tapi gue gak bisa janji untuk memulihkan semua pesan yang ada" jelas Elvano.
"Berapa lama?"
Elvano menimbang-nimbang apakah ia bisa menyelesaikan dengan waktu cepat. Ia juga memiliki kesibukan lain, tentu saja tidak bisa fokus pada permintaan Kenan.
"Satu Minggu" jawabnya.
Kenan menghela nafasnya, "Dua hari. Gue butuh semuanya sebelum ulang tahun nenek gue. Lo tau kan waktunya?"
Elvano ingin menolak permintaan Kenan, tapi ia penasaran dengan apa yang terjadi dengan keluarga Smith.
Terlebih dengan Selena. Jika ia menemukan sesuatu yang bisa membuat Selena berhenti mendekati nya...., bukankah hal ini sangat bagus untuknya?
"Gue akan coba" kata Elvano akhirnya.
Kenan cukup lega mendengar hal itu. Setelah membahas urusannya, Kenan dan Elvano berbincang sebentar mengenai beberapa hal tentang bisnis.
*****
Di sisi lainnya...
Freya yang baru saja sampai di apartemen langsung membersihkan dirinya. Ia akan datang ke salah satu bar malam di kota ini.
"Sebenarnya apa yang dicari Selena di sana" pikir Freya sambil menyisir rambutnya.
Ia sudah mencari tau tentang bar itu sebelumnya. Ia tidak menemukan sesuatu yang bersangkutan dengan Selena.
Karna itulah ia semakin penasaran. Apa Selena ke sana hanya untuk hiburan? Atau ada hal lain yang sedang direncakan oleh Selena?
Freya memijit kepalanya yang mulai sakit. Andai saja novel itu menceritakan semua hal tentang keluarga Smith, bisa dipastikan ia tidak akan mengalami hal yang sangat memuakkan ini.
Sayangnya novel ini berpusat pada Kenan, Mutia dan juga Evelyn. Untuk antagonis pria, Freya belum sempat mengetahui nya karna ia tidak membaca keseluruhan novel.
"Gue harus datang ke sana" ucapnya.
Freya mengambil laptopnya dan membuka situs yang tidak semua orang ketahui. Freya mengetikkan sesuatu di sana, setelahnya keluar data-data orang yang sering datang ke bar malam itu.
Freya menyipitkan matanya melihat nama Selana selalu datang dua kali dalam sebulan. Itupun di tanggal yang sama.
Semakin ia membaca data itu, semakin membuat Freya penasaran. Jika ia datang ke sana sudah dipastikan ia tidak boleh masuk.
Terlebih umurnya belum mencukupi untuk datang ke bara malam. Untuk berdandan pun tidak bisa menutupi umur nya. Freya sangat pendek, semua orang yang melihatnya pasti tidak akan percaya jika ia mengatakan sudah dewasa.
Ia membutuhkan KTP, tapi ia tidak bisa membuat yang palsu dengan dadakan seperti ini
Freya mengetukkan jarinya ke meja sambil berfikir bagaimana cara masuk ke sana. Apa ia menyelinap saja ke sana?
Tubuh Freya kecil, bisa memudahkan dirinya untuk masuk ke sana. Tapi itu pun tidak mudah. Disana pasti sudah banyak penjaga.
Ia harus masuk dengan cara aman. Dengan begitu tidak akan ada yang curiga.
Freya kembali menatap daftar nama yang sering datang ke sana. Saat melihat satu nama disana membuat senyum Freya muncul.
Gotcha....
"Dia bisa bantu gue nanti" ujarnya.
Freya yang melihat sudah jam sembilan malam, akhirnya masuk ke kamar untuk bersiap. Ia tidak sabar dengan apa yang terjadi di sana.
Ia harus menyiapkan ponsel dan kameranya. Mana tau ia bisa mendapatkan hal yang menarik. Seperti Selena yang bermain dengan seorang pria? Atau Selena yang mengenali pemilik bar?
Mengingat hal itu membuat Freya cukup senang. "Bagaimana dengan Kenan ya..." gumamnya.
Ia harap Kenan sudah mulai bertindak saat ini. Setelah dari bar malam, Freya akan melihat apa yang sudah dilakukan oleh Kenan dan Arga.
~ To Be Continue
.