Kakak angkat ini bertemu setelah 10 tahun berpisah dengan adik angkatnya, bagaimana jadinya setelah pertemuan mereka tumbuh benih - benih cinta.
Lama kelamaan mereka menjalin hubungan backstreet sebagai kekasih bukan hubungan sebagai saudara tanpa diketahui oleh siapapun.
"Ini tidak benar Fer, apa yang kita lakukan salah...dan tidak seharusnya kita melakukan hal sejauh ini...."ucap Alya Putri Pratiwi dengan isak tangis dalam pelukan sang kekasih.
"Ststst....Cinta tidak pernah salah....dan apa yang kita lakukan atas dasar cinta tanpa adanya paksaan....i love you..." hibur Ferdi sang adik sekaligus kekasih Alya.
Hingga hubungan mereka terbongkar oleh orang tuanya. Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka harus berpisah atau cinta mereka semakin kuat tak terpisahkan?
Ayo baca terus agar tidak penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka.
Ini karya pertamaku semoga dapat menghibur para pembaca dan dukung terus dengan like dan votenya ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menemui
Ditempat lain seorang cewek sedang berdiri dipagar pembatas balkon dikamarnya. Dia adalah Alya, dia sedang menatap langit malam yang hari itu sedang terang karna ditaburi banyak bintang dan juga bulan yang menyinarinya. Sudah seminggu ini Alya tinggal dirumah orang tua Sandra yaitu oma Indah dan opa Kusuma. Sudah seminggu pula dia tidak pernah tau kabar Ferdi dan tidak pernah melihat wajah cowok yang sudah membuat hidupnya semakin kacau.
Alya menginap dirumah oma Indah, memang rencananya dia ingin menghindari dan berusaha melupakan cowok tersebut. Tapi apa yang dia dapat justru dia semakin tidak bisa melupakan Ferdi padahal sudah beberapa hari ini mereka tidak pernah bertemu. Ternyata dia malah semakin merindukannya dan tidak tau kenapa dia merasa sedih dan sakit jika mengingat semua perkataan Ferdi yang selama ini membencinya dan tidak mengharapkan kehadirannya dirumah orang tuanya.
Didepan oma Indah dan opa Kusuma Alya selalu berusaha terlihat ceria dan tersenyum menyembunyikan perasaan sakitnya dari mereka karna tidak ingin membuat dua orang yang sudah tua tersebut kepikiran. Begitu juga jika Sandra menelponnya atau melakukan video call dia akan bilang kalo dia baik baik saja dan sangat bahagia dengan wajah cerianya dan Sandra mempercayainya karna Alya memang bisa menutupi kesedihannya dengan sempurna hingga semua orang tidak tau apa yang terjadi dengan cewek itu.
" Apa yang harus gue lakukan..?" bertanya sendiri sambil menatap langit.
" Atau gue harus balik ke London dan tinggal disana selamanya dengan ayah..?" menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Apa gue harus kembali kerumah itu lagi dan melihat sikap Ferdi yang begitu membenci gue..." Alya terlihat frustasi setiap hari selalu memikirkan hal itu tapi belum bisa memutuskan apa yang harus dia lakukan.
Sampai sekarang dia masih tidak tau kenapa Ferdi begitu membencinya padahal dia merasa tidak pernah berbuat salah terhadapnya lagian mereka juga baru saja bertemu, apa iya Ferdi begitu sangat membencinya dan ingin dia pergi dari rumahnya.
Alya masih berdiri disana dan menatap bintang, setelah lelah berdiri dia duduk disofa kecil yang ada dibalkon tersebut. Dia memejamkan mata sejenak menenangkan pikirannya. Seperti itulah kegiatan Alya setiap malamnya saat berada dirumah itu, setelah makan malam dengan oma dan opanya dia akan kekamar dan termenung dibalkon untuk mencari solusi masalahnya dengan Ferdi,hingga biasanya dia ketiduran dibalkon sampai pagi.
Sementara itu Ferdi yang sudah keluar dari club langsung masuk ke mobil melajukan mobil papanya dan pergi dari club tersebut. Ferdi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karna jalanan yang sepi dan lengang. Ferdi mengendarai mobilnya berlawanan dengan arah pulang kerumahnya dan kemana dia akan pergi hanya dia yang tau.
Meskipun ferdi tadi meminum minuman beralkohol tidak membuatnya mabuk karna memang dia sudah terbiasa dengan minuman tersebut dan untungnya tadi dia tidak kebanyakan minum hingga dia masih sadar dan bisa mengendari mobilnya dengan benar.
Setelah menempuh perjalanan yang sepi selama kurang dari 2 jam dia sampai didepan rumah dengan pagar yang menjulang tinggi. Ternyata Ferdi melajukan mobilnya kerumah oma Indah dan opa Kusuma bahkan dia sampai lebih cepat dari waktu tempuh biasanya karna dia mengemudikannya dengan kecepatan yang tinggi.
Sebelum dia memasuki gerbang dia melihat seorang cewek yang sedang berdiri dibalkon menatap langit. Cewek itulah yang selama ini mengganggu pikirannya, dia Alya yang sedang melamun dengan pikirannya. Ferdi masih menatap wajah Alya dari dalam mobilnya dengan senyum merekah karna bisa melihat wajah yang selama ini dia rindukan.
" Ternyata dia tidur dikamar gue...." katanya lirih dengan wajah berseri dan tersenyum.
" Tapi kenapa dia belum tidur..? inikan sudah malam..." diliriknya jam yang melingkar ditangan kirinya dan menunjukkan jam 1 dini hari dan dilihatnya Alya duduk disofa dan entah apa yang dilakukannya dibalkon tersbut.
Setelah Alya tidak terlihat Ferdi memajukan mobilnya didepan gerbang tanpa membunyikan klaksonnya karna penjaga sudah tau ada tamu dengan hanya melihat cctv. Pagar tersebut dibuka oleh penjaga begitu dilihatnya mobil Adi dan melihat wajah Ferdi yang keluar dari jendela.
" Selamat malam den Ferdi..." sapa penjaga rumah sambil membungkukkan kepalanya sedikit ke bawah saat Ferdi memasukkan mobilnya.
Ferdi diam saja tanpa membalas sapaan sang penjaga dan melajukan mobilnya sampai didepan teras rumah. Lalu dia turun dan keluar dari mobil lalu berjalan menuju pintu utama rumah tersebut dan mengetuk pintu dan dilihatnya seorang wanita tua yang datang dan membukanya begitu dia mendengar suara pintu diketuk.
" Den ferdi..." sapa wanita tua itu yang merupakan asisten rumah tangga yang sudah lama mengabdi dirumah tersebut.
Ferdi langsung masuk kedalam rumah yang terlihat sudah sepi dan terlihat remang karna memang sudah malam semua penghuni pasti sudah tidur dan lampu lampu pasti sudah dimatikan hanya beberapa yang dinyalakan.
" Ada yang bisa saya bantu den..?" tanya wanita tadi yang heran melihat Ferdi datang selarut ini tanpa ada yang tau kedatangannya.
" Gue mau nemuin Alya, ada titipan dari mama..." kata Ferdi memberikan alasan yang tepat agar tidak dicurigai kenapa malam begini dia datang berkunjung kerumah opanya.
" Biar saya panggilkan den, non Alya pasti sudah tidur..."
" Tidak usah bi..., biar gue aja yang menemuinya sendiri..." kata Ferdi dan hanya diangguki oleh wanita itu.
Ferdi berjalan menaiki tangga menuju kamar yang biasanya dia tempati jika dia menginap disana dan sekarang sedang ditempati oleh Alya.
Ferdi menegetuk pintu kamar tersebut tapi tidak ada sahutan dari penghuni kamar padahal Ferdi tadi melihat Alya masih berdiri dibalkon. Ferdi langsung membuka pintu kamar setelah 2 kali dia mengetuk pintu tapi tetap tidak ada sahutan dan untungnya pintu kamar tidak dikunci.
Ferdi langsung masuk kedalam kamar yang dan diatas kasur tidak ada siapa siapa. Dia melihat kearah balkon yang terlihat pintunya terbuka dan pasti Alya sedang disana. Ferdi berjalan ke balkon dan benar saja Alya sedang duduk disofa tersebut dengan mata tertutup.
" Kenapa tidur disini..." gumam Ferdi yang memandangi wajah cantik Alya dengan tersenyum.
" Apa dia tidak kedinginan..." Ferdi heran dengan tingkah Alya yang tidur diluar tanpa memakai selimut.
Ferdi berjongkok disamping sofa yang diduduki Alya lalu membelai wajah Alya yang sudah dia rindukan selama seminggu ini. Dia terus membelai wajah tersebut lalu tangannya berhenti dibibir ranum Alya dan mengusapnya pelan dan tersenyum. Melihat bibir Alya dia ingin mencium bibir yang sudah bagai candu baginya setiap dia melihatnya.
" Cup.." ferdi benar benar mencium bibir ranum Alya sekilas lalu tersenyum bahagia.
Merasa ada yang menyentuh wajah dan bibirnya Alya terbangun.
# gimana reaksi Alya melihat Ferdi ada dihadapannya ya...?
eh tunggu2 kok ada nama tiara yg sllu disebut oleh author🤔