NovelToon NovelToon
Kerinduan Cinta Mafia Muda

Kerinduan Cinta Mafia Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:185k
Nilai: 4.9
Nama Author: kiia sari

"Aku merindukan mu"
itulah ungkapan setiap malam. Kanza Mahendra
saat harus berjauhan dengan Rasyi Syakilla.

Gadis ceria yg berhasil mengambil hati manusia dingin. yg bahkan tak tersentuh. namun kini saat berjauhan hati Kanza selalu merindukan nya.

Setelah melewati banyak perjuangan. hingga kini mereka telah benar benar bersama. membuat Kanza ingin selalu bersama dengan wanita yg saat ini telah memenuhi hati nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiia sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 32

*

Damian yg sore ini menepati janji nya untuk menjemput Rani. mengajak nya makan malam. tapi Rani meminta Damian untuk mengajak Rasyi juga.

Tapi Rani dan Damian yg tidak bisa menghubungi Rasyi jadi khawatir. bahkan sampai malam belum juga ada kabar soal Rasyi.

''Bagaimana ini'' Rani yg mulai panik di dalam mobil dengan terus menatap layar ponsel nya.

''Sebaiknya kau tenang dulu, siapa tahu Rasyi masih di kantor bersama tuan Kanza'' Damian yg coba menenangkan Rani dengan menggosok ujung kepala nya.

''Bagaimana kalau kita ke kantor nya saja''

''baiklah ayo''

Damian pun melajukan mobil nya menuju Kanz,corp dengan Rani yg terus memasang wajah panik nya. Damian pun menggenggam tangan Rani dengan salah satu tangan nya yg memegang setir.

Setelah sampai Rani yg terus turun untuk masuk. tapi di hadang penjaga Damian pun muncul di belakang Rani yg tangan nya di pegang oleh penjaga.

''Maaf nona. anda tidak masuk saat ini''

''tapi saya ingin menemui teman saya pak''

''Rann, lo tenang dulu oke'' Damian pun menggeser tubuh Rani untuk berdiri di belakang nya.

''Maaf pak, apa tuan Kanza ada di kantor?'' tanya Damian

''tidak tuan, tuan Kanza sedang ada urusan di luar kantor sejak siang tadi''

''Lalu bagaiman dengan tuan Edo''

''tuan Edo juga bersama tuan Kanza, tuan''

''begitu, kalau gitu apa nona ini juga ikut dengan tuan Kanza pak'' Damian dengan menunjukan poto Rasyi dari ponsel nya pada penjaga.

''Benar tuan, nona Rasyi juga ikut dengan tuan Kanza''

''baiklah, kalau begitu terima kasih pak''

Damian pun mengandeng tangan Rani menuju mobil nya dengan lembut. Damian membukakan pintu mobil agar Rani masuk ke dalam.

''Lo dah dengarkan, Rasyi aman dan dia baik baik saja dengan tuan Kanza''

''Tapi, kenapa ponselnya tidak bisa dihubungi'' dengan nada yg hampir menangis Rani menatap Damian.

''Hey, mungkin saja ponsel nya mati dan lagian Rasyi juga dengan tuan Kanza. tidak mungkin tuan Kanza akan biar Rasyi terluka'' jelas Damian

''Apa lo tahu, Kanza itu makhluk paling dingin gimana gua bisa percaya dia bisa jagain Rasyi''

''Gua tahu Kanza orang yg dingin, tapi lo juga harus tahu tuntutan dia sebagai CEO. yg harus membuat dia tegas dan lagian gua juga pernah denger papa cerita. tuan Kanza biarpun terlihat dingin tapi dia punya rasa perduli yg besar terhadap orang lain yg di luar pekerjaan nya'' dengan berusaha meyakinkan Rani Damian menjelaskan nya pada Rani

''Lo gak tahu aja, gimana dia kok lagi galak ke Rasyi''

dengan menunduk Rani mengatakan nya seperti anak kecil yg sedang protes. yg membuat Damian gemas melihat nya dan langsung mencubit pipinya.

''Aww, sakit tahu''

''abisnya, lo gemesin tahu gak''

''gua laper'' ucap Rani dengan wajah melasnya

''haha, yaudah ayo kita cari makan nona Admajda''

Damian dengan mengacak ngacak rambut Rani. sedikit tertawa melihat tingkah nya.

*Di villa

''apa kau juga berpikir dia sudah berhasil membuka hatiku?''

''saya yakin tuan, nona Rasyi sudah memenangkan hati anda bahkan dari awal anda melihat nya'' ucap Edo

''Dari awal'' ulang Kanza

''iya tuan, saya sudah mengenal anda lama tapi sejak melihat nona Rasyi pikiran anda mudah terganggu'' jelas Edo

''Kalau begitu, kau berhutang maaf pada nya''

''maaf, tapi apa yg saya lakukan tuan?''

''apa kau ingat kejadian beberapa tahun yg lalu, saat aku terjatuh di tebing saat kejaran anak buah Jordan''

Tampak wajah Edo yg sedikit berpikir dengan yg di katakan Kanza. hingga tiba-tiba matanya melotot seperti mendapatkan poin dari perkataan Kanza.

''Maksud anda, nona Rass''

''iya, dia gadis yg menolongku di ujung sungai dan dia juga orang yg kau bentak saat tidak mengizinkan kau membawaku''

Belum sempat Edo menyelesaikan kata katanya. Kanza sudah memotong kata katanya. hingga membuat Edo memasang wajah tidak percaya nya. dengan melonggarkan dasinya yg sepertinya tiba-tiba terasa ketat. dengan menelan kasar saliva nya Edo jadi salah tingkah.

''Apa anda sudah mengingat semua nya tuan?''

''tidak, ingatan ku masih sama tentang wajah gadis itu tapi saat aku melihat poto gadis remaja dirumah nya aku langsung sadar kalau itu benar dia'' jelas Kanza dengan membayangkan wajah Rasyi. ada senyum tulus di wajah Kanza

''Maafkan saya tuan'' dengan membungkuk di depan Kanza Edo merasa bersalah.

''Hey, apa yg kau lakukan katakan lah padanya'' goda Kanza

''baik tuan,''

''biasa otak mu, selalu tajam tentang sesuatu tapi ada apa sekarang kenapa dia bisa mengalahkan ingatan mu''

''Saya tidak tahu tuan''

''sudahlah, besok tolong kau carikan orang yg bisa membeli rumah Rasyi'' ucap Kanza yg membuat Edo kageN

''nona ingin menjual rumah nya tuan?''

''iya''

''ada apa tuan''

''aku tidak tahu, tapi kemarin ibu nya menelpon kalau ibunya membutuhkan uang untuk melunasi sisa hutang nenek nya di kampung''

''Kenapa bukan anda saja yg membelinya tuan?''

''bahkan kalau dia mau, aku bisa memberikan uang nya tanpa mengambil rumahnya. tapi sayang nya dia menolak''

Dengan wajah frustasinya Kanza menatap ke atap ruangan nya

''Kalau begitu, biarkan saya saja yg membelinya tuan''

''benar juga, kalau begitu besok pagi kita akan bicara padanya''

''baiklah tuan''

Tiba-tiba dering ponsel Edo membuat Kanza dan Edo saling pandang.

''Sebentar tuan''

setelah melihat Kanza mengizinkannya Edo beralih ke jendela untuk mengangkat telpon nya.

Terlihat Kanza yg membuang kasar nafas nya. namun pandangan nya teralih ke pintu yg terbuka karena ada memanggilnya.

''Kanz'' panggil Rasyi dengan nada lemahnya yg membuat Kanza berlari kecil mendekatinya.

''Rass, ada apa kenapa keluar. kamu bisa memanggil ku''

ucap Kanza yg khawatir melihat Rasyi.

Rasyi dengan wajah polos nya tanpa make up yg masih terlihat cantik dengan memakai kemeja Kanza yg malah terlihat memakai mini dress. dengan berjalan tanpa alas kaki menemui Kanza di ruangan kerja nya saat mendengar seperti ada orang di dalam nya.

''Tidak pa-pa, aku hanya haus tapi di dalam kamar tidak ada air'' ucap Rasyi

''Kalau begitu ayo, kamu istirahat saja biar aku ambilkan''

dengan mengngangguk seperti anak kecil. Rasyi menuruti Kanza yg kini menggendong nya menuju kamar. namun saat ingin membuka pintu kamar Rasyi menahan nya.

''Ada apa?'' tanya Kanza dengan nada paling lembut nya

''aku lapar''

''baiklah, aku akan memasak nya untuk mu''

Kanza yg masih menggendong nya. berjalan menuruni tangga menuju dapur. yg ternya masih ada Nani di dapur dengan suaminya yg merupakan penjaga kebun di villa.

''Tuan Kanza'' sapa suami istri itu bersamaan

''Nani, bisa tolong carikan aku sendal rumah untuk nyonya''

ucap Kanza yg meletakkan pelan Rasyi di kursi meja makan yg tidak jauh dari dapur.

''Baik tuan, sebentar nyonya'' ucap Nani yg berlari kecil menaiki tangga yg di pandang Rasyi dengan wajah aneh

''Nyonya'' ucapnya pada Kanza yg duduk jongkok di depannya

''kenapa, kamu tidak suka''

dengan merapikan rambut Rasyi. Kanza memandang wajah nya yg masih tersisa luka lebam yg hampir hilang

''Mereka bisa memanggil ku Rasyi, kenapa harus nyonya?''

''karena kamu wanita ku, biarkan mereka juga melayani mu seperti mereka melayaniku''

Terlihat wajah merona Rasyi yg mendengar perkataan Kanza.

''apa masih sakit?'' tanya Kanza

''tidak''

namun Kanza masih mengelus pipi lembut nya. tapa melihat pak Dhanu suami yg masih ada di belakang nya. yg hanya berdiri tanpa suara melihat adegan romantis tuan nya. dengan memasang senyum nya.

''Ini tuan'' ucap Nani dengan memberikan sendal rumah pada Kanza.

''Terima kasih Nani'' ucap Rasyi yg masih dengan senyum ramah nya.

''Sama-sama nyonya''

''eech, tidak Nani bisa memanggilku Rasyi saja'' ucapnya

''tidak nyonya, biarkan saya memanggil anda nyonya''

''Aah, ta-tapi''

belum sempat Rasyi bicara Nani sudah kembali ke dapur meninggalkan Rasyi karena tatapan tuannya.

''Apa kamu memarahinya?'' sentak Rasyi pada Kanza

''apanya, bahkan aku belum bicara'' elaknya

''aku tidak percaya''

''apa kamu pikir aku hanya bisa marah marah saja nyonya''

''Berhentilah memanggil ku nyonya'' rengek Rasyi

''lalu aku harus memanggil mu apa?''

''terserah, asal jangan nyonya aku seperti terlihat tua''

''Baiklah sayang, kamu ingin makan apa?''

sontak kata-kata Kanza membuat wajah Rasyi kembali memerah karena tersipu malu. dengan wajah tersenyum nya Rasyi membuang pandangan nya ke arah lain. yg membuat Kanza tertawa melihat tingkah nya.

''Apa ini benar tuan Kanza bu?'' bisik pak Dhanu pada istrinya

''entahlah pak, tapi kita harus bersyukur ada wanita yg bisa membuat tuan Kanza tersenyum bahkan tertawa seperti ini''

imbuh Nani dengan senyum tulus nya memandang pemandangan tuannya yg saling menggoda di depannya.

''Oke, kalau begitu kamu tetap duduk disini aku akan siapkan makanan untuk mu, sayang''

ucap Kanza yg mencium pipi Rasyi sebelum pergi ke dapur

yg lagi lagi membuat Rasyi kaget. memegang dada nya yg berdetak kencang karena tingkah Kanza

''Biarkan saya saja tuan'' ucap Nani yg melihat Kanza ke dapur

''tidak, biarkan aku membuat nya kau istirahat lah''

''tapi tuan''

''cepat lah, biarkan aku yg memasak untuk nya''

''baiklah tuan, kalau gitu kamu permisi dulu tuan''

Kanza yg berniat membuat steak untuk Rasyi. sedang siap siap menyiapkan bahan bahan nya. di meja makan Rasyi yg melihat Kanza sibuk turun mencari celemek untuk di pakai Kanza. sampai Rasyi yg memegang celemek di tangan nya yg sudah berdiri di belakang Kanza tanpa Kanza sadari.

Dengan memeluk Kanza dari belakang. yg membuat Kanza terkejut memutar kepala nya ke belakang.

''Kenapa turun?'' tanya Kanza pelan

''aku hanya ingin membantu'' ucapnya dengan manja yg masih memeluk Kanza.

''Tidak perlu, duduk lah biarkan aku yg melayani mu kali ini''

''baiklah, kalau begitu biarkan aku pakaikan ini''

ucap Rasyi dengan menunjukan celemek di tangan nya.

''Baiklah, sini''

Kanza pun membentang tangan nya. membiarkan Rasyi memakaikan celemek padanya.

Dengan sedikit memeluk Kanza dari depan

untuk mengikat kan tali celemek nya. jantung Rasyi berdetak tidak karuan kembali.

Terlihat Kanza yg tersenyum melihat wajah Rasyi yg memerah

''selesai'' ucap Rasyi menutupi malunya.

''terima kasih'' balas Kanza

Tanpa perdulikan Rasyi yg menatapnya heran. karena baru kali ini Rasyi mendengar Kanza mengucapkan terima kasih. Kanza masih fokus dengan dapurnya.

''Benar, tidak ingin aku bantu'' tawar Rasyi yg masih berdiri menunggu Kanza.

''Tidak, duduk lah sana makanan nya hampir siap''

''baiklah''

dengan wajah cemberut Rasyi kembali ke meja makan. dan kembali duduk dengan tenang melihat Kanza yg memasak sambil membelakanginya.

Edo yg baru keluar dari ruangan kerja Kanza. terlihat jalan menuruni tangga.

''Selamat malam, nyonya '' sapa Edo mengagetkan Rasyi

''eech, tuan Edo selamat malam''

''anda melihat tuan Kanza nyonya?''

''Tuan juga memanggilku nyonya, sama seperti yg lain''

''memang nya ada masalah nyonya''

''tidak, tapi tuanmu ada disana'' unjuk nya menggunakan bibir nya yg membuat Edo melihat ke arah mata Rasyi

''Tuan Kanza masak ''

''benar, bahkan dia tidak mengizinkan ku membantu nya''

''anda tahu nyonya, sudah lama saya tidak melihat tuan Kanza kembali ke dapur setelah sekian lama''

''Lalu, apa dulu dia memang hoby memasak?''

''sebenarnya bukan hoby nyonya, tapi tuan Kanza dulu belajar masak dengan koki terkenal karena ingin membuat makanan yg tuan muda Aiden suka''

''Aiden?''

''iya nyonya, tuan muda Aiden''

''aku pernah mendengarnya. tapi aku tidak pernah melihat nya bahkan potonya tidak pernah terlihat di apartemen Kanza''

''Ceritanya terlalu panjang dan juga sensitif untuk tuan Kanza nyonya''

''jadi maukah tuan Edo menceritakan nya padaku??''

''maaf nyonya, saya tidak bisa jika anda ingin tahu anda bisa langsung bertanya pada tuan Kanza'' tukas Edo

''Aku takut dia akan marah'' lirih Rasyi

''jika anda bisa memenangkan hatinya, seharusnya anda juga bisa memenangi emosional nya juga'' dengan senyum kaku nya yg di tunjukan ke Rasyi Edo meyakinkan nya.

Mereka pun sama-sama melihat ke arah Kanza yg sudah selesai dengan masakan nya.

''Ayo makan'' ajak Kanza yg meletakkan makanan di depan Rasyi

''Terima kasih'' ucap Rasyi dengan ceria nya

''tuan'' panggil Edo

''bicaralah'' Kanza tanpa melihat ke Edo malah melihat ke arah Rasyi yg sedang makan makanan nya.

''Ta-tapi tuan''

''tidak pa-pa katakan saja disini. tidak ada yg ingin aku tutupi darinya'' jelas Kanza dengan mata masih melihat ke Rasyi

Dengan mendengar kata-kata Kanza Rasyi menunjukan senyum lebarnya sambil memakan makanannya.

''Mereka menemukan bukti. kalau orang yg di buang Jordan di pelabuhan benar adalah tuan muda Aiden tuan'' lapor Edo

Kanza membelalakkan matanya tak percaya. sama juga Rasyi yg terkejut mendengarnya.

''A-apa''

'' benar tuan, makanya kita harus kesana malam ini tapi dengan penyamaran karena malam ini anak buah Jordan sedang melakukan transaksi di pelabuhan''

''Baiklah, kau siapkan semua nya''

''baik tuan, beberapa jam lagi saya akan menjemput anda tuan. dan saya akan meminta beberapa pengawal tuan Erick untuk menambah penjagaan disini'' tukas Edo sebelum pergi meninggalkan Kanza dan Rasyi

''Rass'' panggil Kanza yg berjongkok menarik kursi Rasyi yg terlihat menunduk

''apa kamu akan pergi?'' dengan nada lirih Rasyi mulai bertanya

''iya, tapi aku janji akan kembali secepatnya''

dengan memegang kedua tangan Rasyi. yg mulai terlihat seperti akan menangis

''Gimana kalau mereka akan menyerang seperti tadi''

''kamu tenang ya, aku juga gak sendiri disana dan lagian ini bukan pertama kali nya aku harus seperti ini. tapi maaf jika kamu harus terlibat sekarang''

''Jangan pergi'' lirih nya dengan air mata mulai mengalir

''kasih aku alasan''

''bagaimana kalau mereka menyerang mu seperti tadi''

''kamu mengkhawatirkan ku?''

''ehm'' Rasyi mengangguk dengan air matanya yg mengalir. yg langsung mendapat pelukan dari Kanza.

''Tenang lah, aku tidak akan pa-pa. kalau gitu ayo kita ke kamar kamu juga harus istirahat''

Kanza yg berdiri dengan memberikan tangan nya pada Rasyi. yg di sambut Rasyi dengan menggenggam nya.

Mereka berjalan memasuki kamar. dan Kanza membantu Rasyi berbaring di ranjang nya. namun Kanza berjalan ke meja di sudut ruangan. mengambil obat di dalam laci. dengan sebentar memejam kan mata nya. Kanza membuang nafas nya kasar.

''Maafkan aku Rasyi, tapi aku hanya tidak mau melihat mu khawatir'' gumam nya dan berjalan berbalik ke arah Rasyi

''Sekarang mari minum obat nona'' ucap Kanza

''tapi bukannya aku sudah minum obat''

''iya, tapi ini juga akan membantu mu untuk tenang''

''kamu yakin?''

''kau percaya padaku kan'' ucap Kanza dengan memegang wajah Rasyi

''I-iya''

''kalau gitu minum lah''

''baiklah''

Kanza pun memberikan obat nya pada Rasyi. dan membantu nya membenarkan selimut nya. namun saat Kanza yg akan berjalan menuju sofa tangan Rasyi menarik tangan Kanza.

''Ada apa'' dengan lembut Kanza kembali duduk di ranjang sebelah Rasyi

''Kamu tetap disini'' lirih nya

''baiklah, aku akan tetap disini sekarang tidur lah''

''iya''

Rasyi yg memeluk tangan Kanza. dengan tangan Kanza satunya yg membelai lembut rambut nya.

Rasyi yg sengaja di berikan Kanza obat bius perlahan perlahan mulai tertidur. Kanza yg merasa bersalah sesekali membuang nafas dengan kasar nya. terlihat air mata Rasyi yg menetes di balik tidur nya. dengan ibu jari nya Kanza mengusapnya dengan lembut.

''Maafkan aku, tapi tidak ada cara lain''

ucapnya. Kanza pun menarik pelan tangan nya yg di peluk Rasyi. dengan perhatian Kanza membenarkan posisi tidur Rasyi dengan selimut nya.

''Tuan'' suara panggilan di balik pintu

''masuklah''

Edo langsung masuk begitu mendapatkan izin dari Kanza.

''Tuan, nona Rasyi''

''iya, aku memberikan nya obat bius''

''ta-tapi tuan''

''aku tidak punya pilihan lain, karena dia pasti tidak akan membiarkan aku pergi jika masih terjaga'' lirih Kanza

Edo hanya terdiam, melihat pandangan sendu Kanza ke Rasyi yg sudah tertidur.

Kini Edo yg sudah dengan pakaian serba hitam tidak lupa masker dan topi nya sudah siap membawa tuannya pergi menemui anak buah nya.

''Aku akan siap siap'' ucap Kanza yg lalu berdiri menuju ruang ganti nya

''baiklah tuan, saya akan menunggu di bawah''

Edo langsung keluar kamar dan menunggu Kanza di halaman belakang dengan mobil yg sudah ada beberapa pengawalnya

Kanza yg sudah siap dengan pakaian nya yg sama dengan Edo yg memakai serba hitam. duduk sebentar di ranjang membelai lembut wajah Rasyi. dan mengusap bibir kecil nya sebelum mencium nya.

''Aku pasti kembali, tunggulah aku pulang''

ucapnya setelah mencium bibir ranum Rasyi dan berjalan keluar kamar. yg ternyata sudah ada Nani juga suaminya pak Dhanu.

''Kalian jaga nyonya sampai aku kembali'' tegas Kanza

''baik tuan''

''dan jangan biarkan siapa pun masuk ke dalam tanpa seizin ku bahkan pengawal di luar sekalipun. jika kalian tidak bisa menjalan kan perintah ku kalian akan tahu akibatnya'' ucap Kanza dengan nada sedikit mengancam.

'Baik tuan'' ucap Nani dan suaminya bersamaan

Kanza pun berjalan ke belakang halaman yg sudah ada Edo dan penjaga yg menyambut nya. Kanza langsung menaiki mobil yg di ikuti oleh Edo namun sebelum Edo masuk dengan tatapan dingin nya ke penjaga.

''Jika terjadi sesuatu pada nyonya. jangan kan hidup kalian bahkan cucu kalian pun akan merasakan akibat nya''

Dengan menelan saliva nya. para penjaga hanya menunduk dengan ancaman Edo. sebelum mobil yg membawa Edo dan Kanza menghilang dalam gelap meninggalkan villa.

happy reading😊

1
MINDEULLE
Hai kak ceritanya bagus.

mampir juga yuk keceritaku
RAIN BUKAN HUJAN

terimakasih
Tania Saputri
lanjut thoorrr
Erna Mae
mampir thorr ..
Isam Amoy
di tunggu lanjut cerita nya thour
Isam Amoy
lanjut
Isam Amoy
God God God
Isam Amoy
next
Isam Amoy
curi kesempatan kanza pake remas"
Isam Amoy
lanjut lagi
Isam Amoy
next
Isam Amoy
tegang baca nya
Isam Amoy
foto siapa y
Isam Amoy
cepat nikah kan aja thour
Isam Amoy
keren keren
Isam Amoy
next next next lagi baca nya
Isam Amoy
💪💪💪💪💪
Isam Amoy
so sweit
Isam Amoy
lanjutin
Isam Amoy
lanjut
Isam Amoy
next next next next next next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!