Sinopsis Season 1 (1-121)
Dimulai saat proses acara lamaran . Tiba-tiba Dilara seorang model terkenal di Indonesia mendadak mendapat tawaran yang menggiurkan menjadi seorang model Go Internasional impiannya sejak SD . dan di haruskan Dilara sekarang juga pergi ke Amerika Serikat untuk proses pemotretan yang di kontrak langsung oleh Produser yang sangat popoler di kota Washington .
Dilara hanya meninggalkan selembar kertas yang terletak di atas kasurnya.
"Mah maafkan aku! Dilara harus pergi. Ini mimpiku mah! Dan katakan Maafku kepada Rasya calon tunangkanku yang hari ini akan resmi melamarku , tolong katakan padanya tunggu aku pulang. Untuk Mikayla tolong sementara gantikan Mba menjadi calon tunangannya Rasya. Karena Mba dan keluarga Rasya sama sekali belum pernah bertemu karena kesibukan Mba di dunia intertaiment. Mba mohom gantikan Mba ya 😊 karena Mba gak mau membuat Tante Rere ibunya Rasya sakit jantungnya kambuh karena anaknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32.
Terdengar suara adzan subuh berkumandang.
Allahu Akbar..
Allahu Akbar..
Mikayla mendengarnya dan ia langsung mengkrejepkan kedua matanya, mengucek-ngucek matanya.
"Hoaam..." Mikayla menguap.
"Alhamdulilah sudah adzan subuh," ucap Mikayla dengan suara khas bangun tidur.
Saat ia mencoba untuk bangun entah kenapa begitu susah , tubuhnya merasa ada yang menahannya. Posisinya ia sedang tidur miring.
Mikayla menyalakan lampu kamarnya.
klip...
Ia melihat tangan Rasya yang melilit di atas perutnya , serta satu kakinya Rasya menindih kaki Mikayla.
"Ya Allah Mas Rasya... "
Mikayla tersenyum tipis.
Rasya tidur sambil memeluk tubuh Mikayla dengan eratnya. Rasya seperti tengah memeluk guling saja.
Mikayla mencoba melepaskan tangan Rasya yang melilit di tubuhnya. Rasya tidur sangat pulas sekali. Akhirnya Mikayla bisa bernafas lega, ia pun beranjak dari tidurnya.
"Kok bisa sih Mas Rasya tidur di ranjang? Gimana ceritanya? Bukannya Mas Rasya semalem tidur di sofa?" gumam Mikayla yang terus bertanya-tanya.
Mikayla sangat senang sekali.
Cup...
Mikayla mencium hangat keningnya Rasya yang masih tertidur pulas.
"Aku mencintaimu," bisik lembut Mikayla.
Mikayla segera bergegas ke kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya.
Mikayla sedang melaksanakan ibadah Sholat Subuh di kamarnya.
Rasya menggeliat, ia terbangun dari tidurnya. Rasya tersenyum hangat melihat istrinya yang sedang sholat.
'Bukan hanya cantik fisik, tapi juga cantik hatinya. ternyata pilihan orang tua ku tidak salah memilih Mikayla untuk menjadi istriku.' batin Rasya.
Mikayla sudah selesai sholatnya.
Ia berdoa dalam hati. Saat ia berdoa tiba-tiba saja Rasya memeluk erat tubuh Mikayla dari berlakang , memeluk istrinya yang tengah berdoa.
Mikayla jadi tidak khusu berdoanya, ia terpingkal kaget merasakan hangatnya pelukan Rasya.
Dagu Rasya bersentuhan dengan bahunya Mikayla , ia berbisik begitu halus,"Kalau berdoa tuh jangan mingkem aja? Biara aku mendengar semua doa-doa kamu," ucap Rasya.
Mikayla tersenyum tipis, ia melirik ke arah Rasya yang dari tadi dagunya terus menemepel di bahunya.
"Kepo banget sih Mas... Wle."
Rasya merasa gemas sekali, ia semakin mempererat pelukannya.
"Mas.... !"
"Mmmmm.... "
"Boleh tanya seseuatu gak?" tanya Mikayla.
"Apa? Tentu boleh dong."
"Mas Rasya sebenarnya mencintai aku apa enggak sih?" tanya Mikayla tanpa ragu-ragu
"Menurutmu?" Rasya malah balik nanya.
"Entahlah.... "
Rasya melepasakan pelukannya ia memutar Mikayla menghadapnya.
"Menurutmu? Apa sikap dan perilaku saya selama ini terhadapmu tidak cukup membuktikannya?" tanya Rasya dengan tatapan yang begitu serius.
Mikayla hanya bisa menggeleng pelan, "Mas Rasya itu orang nyasusah sekali di tebak."
Rasya tersenyum tipis.
"Terkadang rasa sayang dan cinta itu gak harus di ungkapkan dengan kata-kata , cukup merasakan sikap dan perhatiannya terhadapmu, bukankah itu sudah cukup bukti?" tanya Rasya.
"Terkadang ya Mas wanita juga perlu bukti nyata , bukan sekedar meraskan saja, hmm takutnya salah paham. Wanita juga ingin mendengarkan kata cinta dari pria tersebut loh Mas, " kata Mikayla yang tidak mau kalah.
"Baik! Saya mengerti," kata Rasya yang beranjak dari duduknya.
"Tunggu saja Ok," kata Rasya seraya mengedipkan mata genitnya kemudian ia masuk ke kamar mandi.
Mikayla tersenyum , hatinya dari tadi terus loncat-loncat.
....
Dilara dan Wisnu masih tertidur lelap setelah semalaman keduanya bertempur di atas ranjang. Wisnu yang kewalahan melayani Dilara yang memperkosanya sehingga ikut ke lelahan juga.
Dilara menggeliat terasa nikmatnya.
Dilara mengucek-ngucek kedua matanya, ia melihat dirinya tidak memakai sehelai benangpun, bahkan di selimuti pun tidak. Tubuh Dilara benar-benar polos, ia sangat senang melihat tubuhnya yang polos. Pikirnya, Rasya sudah menikmati tubuhnya akibat pengaruh obat perangsang tersebut.
Dilara menarik selimut berwarna putih untuk menutupi tubuhnya. Dilara melirik ke samping di mana ada seorang pria yang tidur membelakanginya yang telanjang juga, Dilara selalu tersenyum ia menganggap kalau dia adalah Rasya.
"Sayang... akhirnya kamu jatuh kedalam pelukan ku juga, hmmm dengan cara ini secepatnya kamu akan nikahin aku," kata Dilara lembut dengan meraba-raba punggungnya Wisnu yang ia anggap dia adalah Rasya.
Dilara memeluk tubuh Wisnu dengan eratnya.
Itu Wisnu tidur apa mati ya ? 😁😁😁 Dilara yang meraba-raba serta memeluknya pun ia masih tetap tidur.
dosa lho Sya..istrinya dianggurin