Kania Anggraini
gadis yang menjalani hidup sebagai istri siri seorang pengusaha kaya, Kania harus merahasiakan pernikahannya itu.
Bharata Yusman
seorang GM perusahaan multinasional yang terjebak dengan gadis muda karena penghianatan sang istri.
akan kah mereka bahagia?
akankah Kania bisa bahagia bersama orang yang dia cintai?
atau kesengsaraan yang akan mereka rasakan?
follow Ig ku ya_ @meiwulandari67
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Tina.
Tina sedang melakukan pemotretan di majalah pria dewasa, Ayu pun sama mereka memang memiliki tubuh yang indah.
Tina begitu menyukai pekerjaan nya itu, bahkan dia sangat enjoy dalam berpose di depan kamera.
Setelah selesai pemotretan mereka berdua sedang duduk di sebuah kafe, asisten Angga mengirim pesan pada Tina.
Tina hanya tersenyum saat membaca pesan dari asisten Angga, sedang Ayu penasaran dengan tingkah Tina.
"Ada apa Tina? kenapa kau terlihat kesal?" tanya Ayu.
"Aku menerima pesan dari asisten Angga katanya, Bhara akan memberikan uang bulanan padaku sebesar 100jt, buat apa uang segitu, sialan," kata Tina.
"Kamu mending, aku dong hanya dapat 50jt dari Fery, karena putra kami baru kahir, brengsek gak tuh," kata Ayu.
"Kasihan amat ya hidup kita," kata Tina sambil tertawa.
"Eh Tina, loe gak penasaran siapa simpanan Bhara, kok loe tenang gitu?" tanya Ayu.
"Asal loe tau aja ya, jika Bhara berani menceraikan aku, maka dia akan di coret dari keluarga Yusman, dan aku yakin jika Bhara kere pasti tuh simpanannya juga lari," kata Tina yakin.
"Yakin banget loe," kata Ayu.
"Iya dong, sekarang loe bayangin aja, wanita mana yang mau di ajak susah apalagi Bhara sudah gak muda," kata Tina.
"Sialan loe, ngatain suami sendiri," jawab Ayu.
"Tapi gue penasaran sama simpanan Bhara, apa lebih cantik dari pada loe, sedang simpanan Fery ternyata sialan dua muda dan bodynya dong," kata Ayu.
"Berarti loe ngakuin kalau udah tua, lagian tuh badan di rawat dong, sekarang mending kita ke spa gimana?" ajak Tina.
"Boleh yuk, oh ya rencana kita masih sama harus celakain tuh simpanan Fery, enak aja dia mau nyerein gue," kata Ayu.
"Gampang itu, sekarang kita mending memanjakan diri dulu aja yuk," kata Tina.
Dua wanita itu pun menuju ke salon langganan mereka untuk memanjakan diri, sedang di kantor Kania dan Alex di buat binggung dengan Bhara.
Bahkan bukan hanya mereka, asisten Angga pun merasakan amukan dari Bhara, Bhara marah akibat salah satu proyek mereka terkendala.
Asisten Angga pun meminta tim lapangan untuk melakukan investigasi, dan ternyata ada korupsi yang di lakukan oleh mandor proyek.
Semua orang di paksa lembur untuk memperbaiki masalah itu, apalagi Bhara tak menyukai kesalahan sedikit pun dalam pekerjaan nya.
Akhirnya setelah membuat satu perusahaan binggung dan ketakutan, semua pekerjaan selesai dan masalah dapat di atasi.
Kania bahkan baru pertama kali ini melihat kemarahan Bhara yang begitu nyata, ya karena Bhara tak pernah menunjukkan kalau dia marah di depan Kania.
Riska yang masih sibuk mendapat pesan dari Fery agar hati hati, karena Fery tau jika Ayu mulai bertindak.
Riska pun membalas agar Fery fokus bekerja karena Riska baik baik saja, semua divisi pun akhirnya bisa pulang pukul 7 malam.
Ketika semua divisi sudah pulang, tinggal Bhara, asisten Angga dan juga Alex serta Kania yang masih lembur.
Bhara harus memeriksa beberapa berkas untuk rapat besok pagi, sedang Kania membantu Alex juga memilah beberapa jadwal Bhara.
Alex merasa senang karena Kania begitu kompeten dalam bekerja bahkan hanya sekali di ajarkan Kania bisa langsung mengerti dengan baik.
Jam 8 malam pekerjaan Kania dan Alex pun selesai, "Kania ayo pulang kerjaan kita selesai loh," ajak Alex.
"Ya udah jam segini lagi," kata Kania melihat jam tangannya.
"Mau aku antar, tapi traktir makan gimana?" usul Alex.
"Yey itu mah kebalik dong kak, aku aja masih magang masak udah kena palak, yang bener itu kakak yang traktir aku," kata Kania.
"Belum gajian kali Kania," kata Alex.
"Ya udah deh Kania pakek taksi online aja kak," kata Kania.
"Oke deh, aku duluan ya dadah Kania, awas nanti di culik om om loh," kata Alex yang akan meninggalkan Kania di mejanya.
"kalau om om nya kayak pak GM mah Kania mau," jawab Kania.
"huh dasar, kamu mau jadi sugar baby," kata Alex.
"kenapa enggak, enak loh kata temenku," jawab Kania.
"huh nih anak, ya udah aku pulang duluan," kata Alex yang memilih pergi duluan.
tak di sangka saat akan pulang Bhara juga keluar dari ruangan kerjanya, Kania tersenyum pada Bhara.
"kita bersama saja yuk, sekalian pulang ke rumah kita," kata Bhara.
"terserah mas ajalah, aku kan ikut saja," kata Kania tersenyum.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih.
suksez
semangat
Beda bangt sama Wanita.
tpi kejam