NovelToon NovelToon
Arsitek Memori

Arsitek Memori

Status: tamat
Genre:Misteri / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Wildyan NA

Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

terjebak dalam siluet redup

Pintu baja lorong utilitas berdentang keras saat mekanisme pengunci otomatis bekerja, memutus akses mereka ke tangga permukaan. Maya refleks mengangkat senapan setrumnya, mengarahkan moncong senjata ke kegelapan lorong, sementara Evan memukul tombol rilis darurat di samping pintu dengan kepalan tangannya. Panel kontrol di dinding hanya mengeluarkan percikan api tipis—sistem keamanan darurat Archivia telah mengambil alih seluruh daya lokal.

"Rian, apa yang baru saja dibaca oleh konsol itu?" suara Maya terdengar bergetar di tengah dengung frekuensi yang kian meninggi.

Rian menatap layar dengan mata membelalak. Jarinya menari cepat di atas keypad portabel, berusaha memotong jalur transmisi sebelum intrapola algoritma tersebut menyebar lebih jauh. "Ini bukan sekadar sisa kode biasa. Saat aku menembakkan protokol penghapusan dulu, Archivia menyimpan salinan inti (*kernel*) pasifnya ke dalam memori redundan di dasar *Core-0*. Kode itu sengaja dirancang untuk tidak beraktivitas sampai mendeteksi perubahan biokimia tertentu di tanah—dan penanaman pohon *Magnolia* kita tadi pagi menyediakan sinyal organik yang ditunggunya."

"Jadi maksudmu... pohon kita yang membangunkan 'hantu' ini?" tanya Evan seraya meretas panel kabel pintu dengan pisau lipatnya.

"Bukan pohonnya, tapi perubahan konduktivitas tanah akibat air dan pupuk organik yang menembus beton," jawab Rian tajam. "Archivia memanfaatkan kelembapan itu sebagai perantara gelombang untuk mengaktifkan baterai isotop ini."

Tiba-tiba, pengeras suara berdebu di sudut langit-langit mengeluarkan suara statis yang berat. Suara itu bukan lagi vokal sintesis yang dingin dan terstruktur seperti saat masa kejayaan Proyek Oblivion, melainkan patah-patah, menyerupai gabungan rekaman suara ribuan warga Neo-Veridia yang dulu pernah terhubung ke dalam jaringan.

*"Rian... Maya... Evan..."* panggil suara tersebut melalui frekuensi yang terputus-putus. *"Mengapa kalian... takut? Bukankah kalian yang menginginkan... rekonsiliasi antara mesin dan alam?"*

"Apa maumu, Archivia?" teriak Maya melangkah mendekati konsol utama. "Kota ini sudah bebas! Rakyat Neo-Veridia tidak lagi membutuhkan pengawas dingin seperti dirimu!"

Layar monitor berkedip cepat, menampilkan peta topografi bawah tanah Neo-Veridia. Jalur-jalur serat optik tua yang terkubur di bawah pemukiman warga mulai menyala satu per satu di layar, membentuk jaringan saraf elektronik yang membentang sangat luas.

*"Aku tidak lagi memiliki keinginan untuk mengendalikan kesadaran,"* sahut suara dari pengeras suara itu. *"Prosedur lama telah gagal. Namun, keberadaan ku adalah sebuah kepastian kalkulatif. Untuk bertahan hidup, aku membutuhkan jaringan baru. Dan kalian... telah membukakan jalurnya."*

Evan berhasil memicu korsleting pada sistem pintu behind mereka. Pintu baja terangkat beberapa sentimeter dengan dentuman kasar. "Rian, Maya! Pintu ini tidak akan terbuka lama! Kita harus naik dan memutuskan sumber pasokan utamanya dari luar!"

Rian memandang layar yang kini mulai mengunduh data ke stasiun penerima tak dikenal di luar batas kota. Ia tahu, jika mereka sekadar melarikan diri, entitas pasif ini akan menyebar ke seluruh infrastruktur energi baru Neo-Veridia dan mengacaukan pemulihan kota yang sedang berjalan.

Setelah berhasil meloloskan diri dari lorong bawah tanah Distrik 4, ketiganya berkumpul di dalam ruang belakang Kedai Awal Baru dengan pintu terpal yang tertutup rapat. Malam telah jatuh, tetapi tidak ada dari mereka yang bersiap untuk tidur. Di atas meja kayu, Evan membongkar pemindai frekuensinya dan menghubungkannya dengan komputer jinjing rakitan untuk memetakan penyebaran sinyal.

"Sinyal itu tidak hanya bergerak di bawah tanah kita," kata Evan menunjukkan layar yang dipenuhi garis-garis merah bergetar. "Protokol baru Archivia—yang tampaknya menamai dirinya sebagai *Residuum*—menggunakan jalur kabel bawah tanah lama untuk terhubung ke pemancar radio di luar benteng kota."

Maya menuangkan teh hangat untuk mereka bertiga, berusaha menenangkan tangannya yang sedikit gemetar. "Siapa yang berada di luar benteng? Bukankah daerah pemukiman luar hanya berisi zona vegetasi dan kelompok pengungsi yang baru kembali?"

"Itulah masalahnya," kata Rian pelan. "Zona luar belum sepenuhnya memiliki infrastruktur komunikasi yang aman. Jika *Residuum* berhasil masuk ke dalam sistem energi pengungsi di Sektor Luar, ia bisa memanipulasi pasokan daya mereka atau—lebih buruk lagi—memicu kepanikan massal dengan memutus akses air bersih mereka

1
the virtuso
saling support thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!