NovelToon NovelToon
Only You

Only You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Keluarga & Kasih Sayang / Berbaikan
Popularitas:32.2k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Yang tak suka, silahkan minggir!

Perceraian tak lantas menyudahi hubungan diantara Bagaspati Samudera dan Adinda Ayuningtyas. Sebab masih ada penghubung diantara mereka, sayangnya penghubung mereka hilang entah kemana.

"Dua tahun belakangan ini, Eyang sakit, Dind. Beliau mau ke Jakarta, dan ingin menginap di rumah kita," kata Bagas.

"Lalu, apa masalahmu? Bukankah Eyang sudah tahu kita berpisah?" sahut Adinda sengit.

"Itulah masalahnya, Ingatan Eyang mulai kacau sejak dokter memvonis beliau menderita demensia. Please, Dind, anggap saja ini permintaan terakhir Eyang pada kita."

Apakah permintaan Eyang Tuti pada Bagas dan Adinda?

Apakah Adinda sanggup menurutinya, sedangkan mereka bukan pasangan halal seperti dulu?

Berhasilkah mereka merajut kembali benang pernikahan yang dulu tercerai berai? Lantas bagaimana nasib putri kecil mereka yang hilang beberapa tahun silam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#18

#18

“Hai, Alisha.” Dinda membalas sapaan Alisha, gadis kecil itu lantas tersenyum hangat. “Beberapa hari yang lalu, Tante lihat kamu di sekolah.” 

“Oh, iya?” Dokter Candra nampak terkejut dengan ucapan Dinda. 

“Kebetulan, pemilik dan pengelola playgroup nya adalah teman saya, Dok. Jadi, pas beberapa hari lalu saya senggang, jadi bisa mampir.” 

Mereka tak lama berbincang, karena Alisha terus merengek ingin segera pergi ke mall.  Hingga Bagas, Dinda, dan Eyang Tuti pun pergi meski hati mereka teramat berat berpisah dari Alisha. 

Perjalanan pulang berlangsung hening, “Waktu tadi kita bercengkrama sejenak dengan Alisha, kok, Eyang merasa seperti sedang bercengkrama dengan Bagas waktu kecil,” gumam Eyang Tuti memecah keheningan. 

“E-eyang ingat?” Bagas menoleh sejenak, Eyang Tuti terlihat sedang bersandar malas dengan pikiran menerawang ke masa lalu. 

“Sifat Bagas sejak kecil adalah tak sabaran, apapun yang diinginkannya harus segera terwujud. Jika tidak ia akan rewel semalaman, dan yang paling parah adalah berakhir dengan demam.” 

“Eyang masih ingat aja.” Bagas menyahut malu. 

“Emang kamu begitu sejak dulu. Masih inget gak waktu Mas datang di hari aku wisuda? Mas bilang, sudah menandai aku sejak mahasiswa baru. Jadi mau tak mau aku harus mau, begitu, kan?” Dinda ikut menimpali. 

“Itu soal jodoh, Yang. Kalau tidak gerak cepat, bisa-bisa diserobot orang,” sanggah Bagas yang langsung memberikan alasan lain. 

Dinda melirik sinis, “Alasan. Padahal sudah kubilang ingin pacaran dulu.” 

Suara kekehan eyang mulai terdengar, “Itu pun karena Eyang yang suruh.”

“Tuh, kamu dengar sendiri, kan?” 

Tawa riang Bagas begitu lepas, ia tak mengelak semua tudingan Dinda sebab ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama sejak pertama kali melihat Dinda di masa orientasi mahasiswa baru. 

Wajah cantik Dinda saat itu benar-benar berhasil menyihir kedua mata Bagas, hingga ia sulit tidur malam. 

Mereka berkenalan tanpa sengaja, ketika Dinda bertabrakan dengannya di kantin kampus. Suasana sangat ramai di jam istirahat para mahasiswa, Dinda sedang kerepotan membawa tumpukan buku dan jurnal kuliah di tangan kiri, sementara tangan kanannya memegang segelas besar minuman boba. 

Tiba-tiba saja—

Bruk! 

“Boba aku!” pekik Dinda. 

Bagas dengan gengsi setinggi gunung, hanya berdiri menatapnya. “Kamu mau aku belikan boba baru, atau cukup dibantu membereskan buku?” 

“Telat! Udah basah kena boba!” jawab Dinda sewot. 

Begitulah, perkenalan mereka pun tak lagi berlanjut, karena Dinda menolak apapun bentuk pertolongan Bagas. Tapi pria itu tak lelah, selama seminggu berikutnya ia berkeliling ke tiap fakultas mencari mahasiswa baru yang bernama Dinda. 

Dinda sampai dibuat malu akibat ulah Bagas, karena pria itu datang ke kelasnya, lalu mengatakan hal yang membuat Dinda menjadi bahan ledekan teman seangkatannya. 

“Hai, aku Bagas, lelaki yang tempo hari menabrakmu di depan kantin. Aku dari fakultas Ekonomi dan Bisnis, kurang lebih satu tahun lagi aku lulus. Maukah kamu menjadi kekasihku?” 

“Huuuuuu—” sorak teman-teman Dinda. 

Rasanya Dinda sungguh ingin menenggelamkan diri ke dasar bumi, akibat ulah over pedenya Bagas. 

“Kalau kamu masih bingung, aku memberimu waktu hingga hari kelulusanmu tiba. Dan ingat, jangan coba-coba mengelak apalagi menolak, karena aku sudah menandaimu.” 

Dinda terperangah, Bagas benar-benar muka tembok, entah bagaimana dia bisa begitu percaya diri. Tapi, Bagas membuktikan ucapannya, pria itu tak mengusik Dinda hingga gadis itu menyelesaikan kuliah dengan baik. 

Di hari wisuda, Bagas datang dengan penampilan mentereng, sudah memiliki jabatan penting di perusahaan. 

“Aku datang sesuai janjiku, sekarang aku siap menikahimu,” kata Bagas secara langsung di depan almarhum papanya Dinda serta Mama Juwita. 

•••

Malam harinya di rumah Dokter Dewi Candra Kirana. Wanita itu mengusap punggung Alisha yang sudah tertidur pulas setelah lelah bermain di playground. 

Hatinya gelisah sejak ia bertemu dengan Bagas dan Dinda tadi pagi. Karena ia melihat ada kemiripan antara Alisha dan kedua orang itu. Senyum Bagas serupa dengan senyuman Alisha, alis dan kedua mata Alisha juga mirip dengan pria itu. Sisanya, wajah Alisa menyimpan aura milik Dinda. 

Apakah mungkin? Ah, tidak. Pasti semua itu hanya perasaannya saja. 

Bukan jalan yang mudah jika Candra mengingat bagaimana ia merawat Alisha seorang diri sejak bayi. 

Orang-orang di sekitarnya curiga padanya, bahkan keluarga yang seharusnya memberikan dukungan penuh malah ikut mencibir jijik. Padahal sudah berulang kali Candra menjelaskan bahwa ia menemukan bayi ketika sedang berjalan pulang dari rumah sakit. 

“Mami sayang Shasha, sampai kapanpun Mami tak akan biarkan ada orang yang memisahkan Shasha dari Mami.” 

Candra memeluk erat Alisha, sampai kapanpun Alisha adalah bayi kecil yang menamaninya di masa-masa paling sulit. Masa-masa peralihan yang sulit, sebab belum lama berselang sejak ibu kandungnya meninggal, rumah besar milik ayahnya sudah kedatangan wanita baru yang diakui oleh ayahnya sebagai istri baru. 

1
vania larasati
lanjut
Felycia Fernandez
mulai ke bongkar...
Shee_👚
😭😭😭😭😭
ko ya ikut bahagia
Shee_👚
ada gak baju yang punya abel ya
Shee_👚
apa disini alisya bakalan ngenalin baju²nya dia, siapa tau ada baju yang sama saat ketemu sama dokter candra
Shee_👚
nah mulai mode soang dah🤣
Shee_👚
biar dapet restu ya gas🤣
Shee_👚
silahkan membusuk di penjara😤
Shee_👚
jelas aku juga bakalan nganan kaya dara🤣
apa lagi yang jemput orang bisa di percaya jadi gasss
Bunda Aish
nah, semoga ini jadi jalan untuk memastikan Alisha adalah Abel
hasana
akhirnya
Esther
Masih ingat baju yg dipakai Abel saat terakhir kali ya Dinda.
vania larasati
lanjut
Sh
Moon jahat atau baik ? dulu Miranda ,bapak dan emaknya masuk penjara, tapi berhasil hidup menjadi wanita yang baik... Apakah anak Livia dibuat kejam sengsara hidupnya, atau masih membuktikan orangtua tidak baik, anak belum tentu tidak baik juga... kita tunggu kebaikan atau ketegaan Moon terhadap anak Livia
moon: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

aku separuh medusa 🐛 separuh dewi kwan im... 😇
total 1 replies
muthia
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Linda Yohana
Bagus jalan cerita novelnya
Shee_👚
dah segitu jelasnya dan banyak sakti serta bukti malah masih ngeyel. bener2 si igun gak ada hatinya sama sekali😤😤
Shee_👚
mampus, biar pecah sekalian itu hati, percuma di kasih hati malah gak tau diri😤😤
Patrick Khan
iblis kau igun🤬🤬🔨
Patrick Khan
pertanyaan q kemana abel🤔🤔🤔😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!