NovelToon NovelToon
Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Rosa Evalina, hanya seorang anak pelayan yang menggantikan Ibunya menjadi pelayan di rumah keluarga Hartanto. Lalu, tiba-tiba anak dari majikannya meminta dia untuk menggantikannya dalam sebuah perjodohan. Tidak bisa menolak, akhirnya dia terjebak dalam permainan sandiwàra ini.

"Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta padamu, karena nyatanya kamu tetap tidak akan di takdirkan untukku"

Sementara Albyan Danuel, seorang pria tampan yang sudah matang. Memiliki pribadi yang hangat, lembut dan sopan. Dia yang tidak pernah mengenal cinta, akhirnya menemukan perempuan yang membuatnya nyaman. Namun, apa yang akan terjadi ketika dia tahu jika perempuan itu hanyalah seseorang yang bersandiwara?

Bisakah mereka bersama dalam kisah yang berliku, tentang cinta yang dimulai dari sandiwara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajakan Menikah

Byan bisa keluar dari ruangan itu karena Kakaknya datang, dan dia segera pergi bekerja. Berniat akan menemui Eva di tempat kerja, tapi tidak sempat. Jadi sekarang dia baru bisa menemuinya.

"Maaf ya karena aku lupa memberimu kabar"

Eva mengusap kasar sisa air matanya, dia mendongak dan menatap kekasihnya dengan lekat. "Aku berpikir Mas Bi sudah tidak menginginkanku lagi, dan memilih pergi tanpa alasan"

"Apasih, kenapa berpikir seperti itu? Bahkan aku tidak akan melupakan meski takdir mungkin tidak untuk kita. Tapi aku yakin takdir pasti untuk kita"

Seperti ada nada paksaan dalam bicaranya. Byan memeluk kembali Eva, mengecup keningnya dengan lembut. Merasa bersalah karena sudah membuat kekasihnya banyak berpikir, bahkan sampai menangis seperti ini. Tapi Byan benar-benar tidak akan bisa menandingi Ayahnya jika sudah tidak setuju dengan sesuatu. Sekarang saja, dia hanya berusaha menemui Eva dengan bersembunyi, meski Byan tahu Ayahnya pasti tahu tentang ini. Tidak mungkin dia tidak menugaskan orang untuk mengikuti Byan.

"Kita masuk saja ya, jangan diluar dingin" Byan menoleh ke belakang, seperti melihat bayangan di balik pohon pinggir jalan itu. Segera menarik Eva masuk ke dalam rumahnya. "Kenapa juga kamu diam di luar sendirian? Kalau sampai ada orang jahat bagaimana?"

Eva menatap Byan dengan kening berkerut bingung. Sudah sering Eva duduk menyendiri di teras rumah untuk mencari udara segar di malam hari, bahkan sejak Ibunya masih ada pun dia sering melakukan itu.

"Tenang saja Mas, tidak akan ada orang jahat kok. Aku tidak merasa punya musuh, dan memang berdiam di teras rumah malam hari itu, menenangkan tahu"

Eva berjalan ke arah dapur, membawakan minum untuk Byan. "Kamu sudah makan? Mau aku buatkan mie?"

"Boleh, sudah lama sekali aku tidak memakan mie instan"

Eva tersenyum tipis, dia berjalan ke dapur sambil berbicara. "Orang kaya memang jarang makan mie instan, kenapa ya? Padahal mie instan itu enak loh, paling penyelamat kalau lagi cape. Meski memang tidak begitu sehat sih"

Byan hanya tersenyum saja mendengar suara Eva dari dapur, arah dapur dan ruang tengah ini memang tidak begitu jauh. Bahkan suara Eva memasak dari dapur masih terdengar, karena rumah ini benar-benar sederhana dan kecil. Namun tetap nyaman dengan kebersihan dan terawat.

Beberapa saat kemudian, Eva kembali membawakan semangkuk mie panas untuk Byan. Menyimpannya di atas meja.

"Kita makan semangkuk berdua saja ya?" tanya Eva.

"Iya Sayang, wah... harum sekali"

Eva tersenyum, dia duduk di atas lantai saling berhadapan dengan Byan yang duduk di sofa. "Ayo kita makan, tidak enak kalau keburu dingin"

"Sayang, kenapa duduk di lantai? Disini saja"

"Tidak papa, aku hanya ingin duduk disana dan berhadapan sama kamu makan mie nya"

Byan tersenyum dan menggeleng pelan, merasa lucu dengan segala sikap Eva ini. Mereka makan mie itu berdua, sesekali saling menatap. Ketika satu mie mereka dapatkan bersama, tersambung dari mulut Eva dan Byan. Saat terus mengunyah, maka jarak akan semakin dekat. Jantung keduanya sudah saling berdebar kencang. Eva segera memutuskan mie itu, memalingkan wajahnya saat merasakan panas di pipinya.

Byan tersenyum lucu melihat ekspresi Eva yang gugup itu. "Sayang, bagaimana jika kita menikah saja?"

Deg... Eva langsung menoleh pada Byan, menatapnya dengan sangat terkejut. Mudah sekali kata menikah keluar dari mulut pria itu.

"Mas, kita baru beberapa bulan saja menjalin hubungan ini. Apa itu tidak terburu-buru?"

Byan menggeleng cepat, bahkan hanya ini yang sekarang dia pikirkan untuk mengikat Eva. "Aku rasa memang hanya kamu yang aku inginkan. Secepatnya kita menikah, lebih baik. Tapi, mungkin pernikahan ini tidak bisa begitu mewah atau banyak orang yang tahu"

Eva terdiam, sepertinya dia mulai memahami kemana arah pembicaraan ini dan kenapa Byan ingin segera menikahinya. "Orang tuamu tidak setuju dengan hubungan kita ini ya? Tidak papa kok, aku juga sadar diri jika memang mereka tidak merestui"

"Sayang, bukan begitu" Byan meraih tangan Eva dan mengenggamnya lembut. Mengecup punggung tangan Eva penuh sayang. "Aku tahu semuanya butuh waktu, Papa dan Mama pasti akan merestui kita. Dan aku akan berusaha untuk bisa tetap bersama denganmu. Makanya sebaiknya kita menikah saja"

Eva terdiam, wajahnya menunduk. Pertanyaan ini terlalu tiba-tiba, dan pernikahan tanpa restu orang tua, apa akan berjalan baik? Banyak hal yang Eva takutkan, tapi dia juga ingin bersamanya, Eva juga yakin jika Byan pasti akan menepati semua ucapannya.

"Sayang, kita menikah dan hanya mendatangkan teman-teman dekat saja. Masalah orang tuaku, nanti biar aku yang urus mereka. Aku harus melakukan ini, karena aku tidak mau kehilanganmu"

Dalam pikiran Byan, jika dia menikah dengan Eva, mungkin orang tuanya akan sedikit memberinya kesempatan. Karena rasanya tidak mungkin akan merusak pernikahan anaknya juga. Meski hati kecilnya tetap tidak yakin tentang itu.

"Mas, aku butuh waktu sebentar untuk berpikir ya. Karena ini akan menjadi pernikahan pertama dan terakhir dalam hidupku. Aku hanya akan sekali menikah, Mas"

Byan mengangguk, dia mengerti jika ini terlalu tiba-tiba dan tentunya membuat Eva sedikit terkejut dengan ajakan menikahnya ini.

"Aku akan menunggu sampai kamu siap, tapi jangan terlalu lama berpikir ya"

"Beri aku tiga hari saja, Mas"

"Baiklah"

*

Ajakan menikah itu terlalu tiba-tiba, sampai Eva tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkannya. Namun hati kecilnya seperti berkata untuk dia menerima pernikahan itu, karena sebenarnya hati Eva juga menginginkan pernikahan dengan Byan. Pria yang dia cintai.

"Apa dengan cara menikah dengan Mas Byan, aku bisa mendapatkan restu orang tuanya. Mungkin ini yang terbaik. Aku bisa saja mencoba mengambil hati orang tuanya agar menyukaiku"

Eva tidak takut dengan pernikahan tanpa restu selama suaminya kelak berada di pihaknya dan berusaha menyatukan istri dan orang tuanya. Yang dia takutkan, Byan akan berubah dan malah mengikuti orang tuanya, lalu meninggalkan Eva.

"Mas Byan tidak mungkin melakukan itu"

Eva melangkah menyeberang jalan, masih terus bergumam sendiri dengan pikirannya. Sampai dia mendengar suara teriakan dari seseorang di pinggir jalan, saat menoleh Eva melihat sebuah motor melaju ke arahnya, sudah sangat dekat, Eva tidak akan sempat menghindar lagi.

Brakkk.... Suara tabrakan keras itu terdengar, tubuhnya melayang beberapa meter, jatuh membentur jalanan. Matanya masih setengah terbuka, melihat langit sore yang cerah. Suara langkah kaki yang serempak mendekat masih sayup terdengar di telinganya.

"To-long" Suara yang sangat amat lirih, bahkan tidak akan ada yang mendengarnya sebelum akhirnya Eva mulai kehilangan kesadarannya. Ponselnya tergeletak jauh, seseorang menghubunginya. Dan ada yang mengambil ponsel Eva dan menerima telepon itu.

"Dia akan mati!"

Bersambung

Jangan pada nabung bab plis...

1
Les Tary
double up thor udh ditunggu lanjutannya dari kemarin🤭🙏
Yani Suryani
Laila kau sudah ketemu, bahkan kau yg membawa sepupumu bertemu dengan saudara ayah mu
minta maaf gak segampang itu, istri saudaranya di jadikan pembantu dan menjadi alat untuk mengancam saudaranya sendiri hanya untuk menguasai harta warisan 😡
Les Tary
Laila main minta maaf gampang bgt setelah keluargamu sudah menghancurkan semua terutama kamu kepada eva
Yani Suryani
ditunggu up selanjutnya
tetap semangat 🤗
Les Tary
Ayo Davin Hartanto sekeluarga nya bikin jadi gembel💪💪
Oma Gavin
saatnya balas dendam dimulai ambil semua yg menjadi milikmu pak heriyanto juga byan yg seharusnya menikahi eva kembalikan mereka ke asalnya
dika edsel
/Heart/
falea sezi
males bgt klo. ampe balikan ma byan🤣🤣 perawan dapet duda meski cm. stts kesannya g bgt apalagi keluarga byan yg matre g setuju q
Yani Suryani
semangat kak masih ada yg setia nunggu ceritanya
Oma Gavin
semoga tetap lanjut ya kak anggap saja sedekah sama para readers yg setia baca 🙏
Desy Nchie
lanjut Thor aku kasih gift
Les Tary
Lanjutin thor ceritanya bagus ringan ga muter muter 👍
Aisyah Ranni
Semangat thor💪padahal cerita bagus 🤗
Yani Suryani
double up dong kak 🤭
Yani Suryani
jika anak Laila umur 2thn berarti sebelum kejadian kecelakaan Laila sudah melahirkan, tapi jika saat kecelakaan itu Laila lagi hamil berarti anak Laila kurang lebih satu setengah tahun dong 🤔?
Les Tary
kemarin ga up mohon sekarang double up thor🤣🤣🤣
Les Tary
Laila org munafik
falea sezi
telatt klo lu uda inget eva uda minggat jauh😒
Yani Suryani
Laila hamil tapi demi nutupin aib maka, keluarga itu melakukan segala cara gitu x ya ?🤔
Tika Rostika
lah itu sebenarnya anak laila sama siapa, atau cuma anak adopsi 😠😠haiisss Gedeg sama s Hartanto serakah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!