kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.
Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Begitu suara dari guru baru Jaka Srenggi itu menghilang di telan angin, puluhan orang datang dari berbagai arah, mereka semua memakai topeng menutup wajah.
"Kalian berani memasuki wilayah gerombolan singa gurun tanpa permisi! Tinggalkan harta kalian, atau kepala kalian akan tinggal di hutan ini!' teriak seseorang yang mengaku sebagai gerombolan singa gurun.
"Gerombolan singa gurun? Aku tidak pernah dengar nama itu??" gumam si muka mayat.
"Siapa mereka guru??" tanya Jaka Srenggi.
"Hanya gerombolan singa ompong" ejek Badawa.
"Kau!' teriak singa gurun dan melesat berdiri di depan Jaka Srenggi dan si muka mayat.
"Kalian berani menghina singa gurun? Itu artinya kalian akan mati!"
"Hahahah, Jaka kau hadapi dia! Kau tak akan kesulitan melawannya," perintah Badawa pada Jaka Srenggi.
"Bagaimana dengan mereka guru??" tunjuk Jaka pada puluhan anak buah singa gurun.
"mlMereka akan jadi urusan ku, kau hadapi dan fokus saja melawan nya! dan ingat, jangan buang buang waktu," kata Badawa.
"Dan jadikan pertarungan ini untuk menambah pengalaman bertarung," lanjut lelaki itu.
"Baik aku mengerti guru!"
Jaka Srenggi maju dan berdiri di depan singa gurun, jarak mereka hanya satu meter.
"Bocah tak tahu untung, kau akan tewas di tangan ku!" ucap singa gurun.
"Sebelum di coba bagaimana kau tahu hasilnya? Aku atau kau yang tewas," jawab Jaka Srenggi.
Jaka Srenggi setelah mengucapkan kata-kata itu mengeluarkan jurus jari apinya, jari menusuk tanah.
Dengan kecepatannya dia mampu mendesak singa gurun, sementara singa gurun tak menyangka akan mendapat lawan kuat hanya bisa bertahan dari setiap serangan yang Jaka lakukan.
Singa gurun mendapat sedikit kesempatan untuk menyerang dan dia tak menyiakan kesempatan yang sedikit itu.
Hiatttttt!!
Singa gurun memberondong Jaka Srenggi dengan serangan terbaik yang ia miliki, kaki dan tangan singa gurun mengincar bagian bagian vital dari Jaka Srenggi.
Perut, punggungdan kepala, itu menjadi sasaran dari singa gurun, tapi semua nya dengan mudah mampu Jaka Srenggi hindari. tapi tetap saja ada satu kesempatan untuk singa gurun.
Tangan singa gurun hampir menghantam bagian depan Jaka Srenggi, Jaka Srenggi kaget tapi dengan cepat dia menahan dengan kedua tangan nya.
Badebammm!
Suara keras bagaikan meriam terdengar saat dua tenaga dalam bertemu.
Aaaaaaa!!
Singa gurun terlempar ke belakang dan jeritan kesakitan terdengar begitu nyaring.
"Bedebah!'
Singa gurun memaki sambil menyeka cairan merah yang keluar dari mulut dan hidung nya.
Cring!!
Singa gurun meloloskan pedang yang ada di pinggangnya. Dia menyilangkan pedang itu tepat di depan nya, dan siap untuk melanjutkan pertarungan.
"Pakai ini Jaka!"" kata Badawa dan melemparkan sebuah pedang rampasan pada Jaka Srenggi.
Jaka Srenggi menangkap pedang itu wajah yang sangat sumbringah. Jaka memegang pedang itu sangat erat, karena baru kali ini dia memegang pedang yang sesungguhnya.
"Beginikah rasanya memegang pedang sungguhan??" gumam Jaka Srenggi pada diri sendiri.
"Baik, aku akan mencoba jurus pedang yang aku pelajari! Bersiaplah, kau akan jadi korban pertama dari jurus pedang ku! Jadi berbangga dirilah," kata Jaka Srenggi dan menunjuk dengan pedangnya ke arah singa gurun.
"Bedebah, kau merendahkan aku!" maki singa gurun yang tak terima direndahkan oleh anak muda seperti Jaka Srenggi.
"Jurus pedang ilusi!'
Jaka Srenggi mengalirkan tenaga dalan ke pedang itu, dan pedang itu menjadi bagaikan pedang pusaka.
Hiatttttt!!
Jaka Srenggi dan singa gurun sama-sama melesat dan bertemu di udara.
Trangggg!
Trangggg!!
Bunyi pedang bertemu memekakkan telinga, itu pertemuan pedang Jaka Srenggi dan singa gurun. Lagi-lagi singa gurun di buat terkejut, kemampuan pedang Jaka Srenggi jauh di atasnya. bahkan jurus pedang dari Jaka Srenggi penuh dengan trik dan tipuan.
"Awas kepala!' teriak Jaka Srenggi memperingatkan .
"Keparat!'
Singa gurun melemparkan tubuhnya ke arah samping, tapi ternyata itu hanyalah tipuan dari Jaka Srenggi
"Jurus pedang membelah awan!'
Jaka Srenggi yang sudah mengetahui arah menghindar dari singa gurun mengayunkan pedang nya dengan sangat cepat.
Singa gurun yang sadar sudah masuk dalam perangkap tipuan Jaka Srenggi akhirnya pasrah.
"Sampai jumpa di neraka bocah!' ucap singa gurun dan menutup matanya.
Crasssssss!
Akkkhhhhhh!
Saat pedang Jaka Srenggi menebas bagian perutnya, singa gurun hanya bisa menjerit, bagian dalam tubuh singa gurun berhamburan keluar bersama dengan cairan berwarna merah yang sangat berbau amis.
Singa gurun tewas begitu mengenaskan, tak di sangkanya jika dia akan tewas di tangan pemuda yang baru turun gunung. Tubuh singa gurun menggelepar sebentar sebelum diam untuk selamanya.
Wajah anak buah singa gurun pucat saat melihat ketua yang mereka takuti tewas tanpa memiliki kesempatan untuk bertahan. sebagian bersedih, tapi lebih banyak yang merasa bahagia.
Setelah kematian singa gurun anak buah yang tersisa melemparkan senjatanya dan memilih untuk menyerah.
"Kami hanya di paksa untuk mengikutinya, jika kami tak mau maka kami akan di bunuh," ucap salah satu anak buah singa gurun.
"Pergilah kalau begitu, kami tak akan menghalangi kalian!' kata Badawa
Anak buah singa gurun yang tersisa saling pandang tak percaya, tapi setelah berpikir mereka memilih untuk pergi satu persatu.
Badawa melihat ke arah mayat singa gurun, dia bergidik melihat kondisi kematian dari singa gurun. Dia menatap Jaka Srenggi yang tersenyum setelah mampu membunuh singa gurun.
"Aku tak tahu apa yang ada di pikiran bocah ini? Tapi dia sangat bahagia saat membunuh,
apa dia itu maniak dalam membunuh??"
Badawa menjadi ragu untuk melatih Jaka Srenggi.
"Bagaimana pertarungan ku guru??" tanya Jaka Srenggi polos.
Ingin rasanya Badawa memukul kepala Jaka Srenggi karena pertanyaan itu menurutnya pertanyaan yang sangat bodoh.
"Kau sungguh menguasai tehnik bertarung tingkat tinggi, hanya saja kau belum mampu mengontrol dengan baik tenaga dalammu! Contohnya itu." tunjuk Badawa pada mayat singa gurun yang tewas dengan isi perut berhamburan.
"Kenapa guru? Aku merasa biasa saja!' kata Jaka Srenggi
Pletokk!!
Badawa tak tahan juga untuk tak memukul kepala Jaka Srenggi.
"Aduh, sakit guru! Kenapa harus memukul kepala guru??" protes Jaka Srenggi.
"Seorang pendekar akan membunuh lawannya dengan rapi! Apa kau melihat itu membunuh secara rapi??" tanya Badawa.
"Aku melihat nya biasa saja guru," jawab Jaka Srenggi tanpa sedikit pun merasa bersalah.
Badawa hanya bisa menahan rasa kesalnya pada Jaka Srenggi.
"Ayo kita pergi dari sini!" Kata Badawa dan menarik cepat tangan Jaka Srenggi.
"Kenapa buru-buru guru? Aku masih kelelahan!"
Tapi protes itu tak di gubris oleh Badawa.
Tak berapa lama setelah kepergian Badawa dan Jaka Srenggi, empat manusia tiba di bekas pertarungan itu. mereka bergidik melihat tubuh singa gurun yang tewas begitu mengenaskan.
"Apa ini perbuatan manusia? Golongan hitam pun tak akan membunuh sekejam itu," desis mereka.
***
Boleh komen sahabat Jaka.