NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Sia-Siakan

Istri Yang Kau Sia-Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Nikahmuda
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Alesha rela mengorbankan impian dan kebahagiannya demi rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati dan menerima hinaan dan cacian oleh keluarga suaminya.
Namun semua pengorbanannya berakhir sia-sia ketika ia mengetahui suaminya berselingkuh dan mengaku belum menikah.
Memilih pergi adalah langkah paling menyakitkan yang pernah ia ambil. Tetapi tanpa disadari, keputusan itu justru membawanya pada kehidupan baru yang lebih baik.
Alesha mulai bangkit. Ia ingin membuktikan bahwa keputusannya meninggalkan masa lalu adalah pilihan yang tepat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi yang tidak normal

“Pagi kesayangan Mommy dan Daddy.”

Sejak Lucas dan Laras pulang dari liburan, suasana Mansion Ananta kembali ramai. Kehadiran Laras selalu berhasil menghidupkan rumah yang biasanya tenang.

Leon dan Lea menoleh ke arah lift.

Sosok Lucas dan Laras muncul bergandengan tangan seperti biasa, seperti perangko yang tak terpisahkan.

Namun penampilan mereka pagi itu membuat Leon dan Lea sama-sama mengernyit.

Penampilan keduanya tampak jauh dari biasanya.

Laras mengenakan daster sederhana dengan beberapa robekan, sementara Lucas memakai kaos lusuh dan celana pendek yang juga terlihat usang.

“Kalian daddy dan mommyku, kan?” tanya Lea dengan ragu.

Laras langsung menatap sinis putrinya.

“Iya lah. Kamu pikir siapa hah?” ucapnya kesal, lalu berjalan menuju meja makan diikuti Lucas.

“Kalian kenapa pakaiannya begitu, kayak… gembel,” ucap Lea sambil terkekeh menahan tawa.

“Diam. Jangan banyak bicara. Sarapan dulu,” balas Lucas singkat.

Lea tetap menahan tawa sambil mengayunkan kakinya di kursi.

“Kenapa sih harus pakai baju begini? Mommy jatuh miskin ya?”

Laras langsung menoleh cepat, tatapannya tajam, namun ia tidak membalas ucapan putrinya.

Leon yang sejak tadi diam akhirnya angkat suara dengan nada dingin.

“Apa yang kalian rencanakan?”

Sendok Lucas dan Laras seketika berhenti di udara.

Mendadak tak ada lagi yang bersuara.

Mereka berdua saling bertukar pandang singkat, seolah sadar bahwa Leon tidak mudah dibohongi.

“Tak usah kamu tahu, Boy,” ucap Lucas akhirnya, lalu kembali melanjutkan makannya dengan tenang.

Laras mengangguk pelan.

“Tanpa Mommy jelaskan sekarang pun, lambat laun kamu akan mengerti sendiri.”

Lea yang sejak tadi hanya memperhatikan, mengerutkan keningnya.

Ia sama sekali tidak memahami arah pembicaraan kedua orang tuanya.

“Kalian ngomongin apa sih?”

“Sudah, fokus sarapanmu,” jawab Laras singkat.

Lea langsung cemberut.

Tak lama kemudian, Bisma, asisten Lucas, datang menghampiri dengan sopan.

“Maaf mengganggu,” ucapnya sambil menunduk.

“Ada apa, Kak Bisma?” tanya Lea.

“Saya hanya ingin menyampaikan, mobil yang dipesan tuan Lucas sudah ada di depan,” jawab Bisma.

Lucas langsung menggandeng tangan Laras dan berdiri.

“Ayo, sayang.”

Laras mengangguk pelan.

“Mobil… kalian pesan mobil apa?” tanya Lea bingung sambil mengikuti.

Sementara itu Leon tetap duduk di meja makan, lalu menatap Bisma.

Bisma menunduk hormat.

“Tuan muda,” sapanya singkat sebelum mengikuti Lucas.

Leon hanya menggeleng kecil.

“Apa lagi yang mereka rencanakan,” lirihnya sambil mulai beranjak dari kursi.

Saat keluar, Lea langsung dibuat melongo oleh sebuah angkot merah yang terparkir di halaman mansion.

“What! Sejak kapan ada angkot di sini?” ucap Lea tidak percaya.

Lucas berhenti tepat di depan angkot itu, lalu menoleh santai ke arah Lea.

“Sejak sekarang.”

Lea langsung melongo.

“SEKARANG?!”

Laras melangkah lebih dulu dan membuka pintu angkot dengan tenang, seolah itu hal paling normal di dunia.

“Ayo, sayang. Kita pergi,” ajaknya pada Lucas.

Lucas mengangguk, lalu masuk ke bagian depan.

“Kalian mau ke mana?” tanya Lea lagi.

“Jalan-jalan,” jawab Laras santai sambil melambaikan tangan. “Bye bye…”

Lucas pun mulai menjalankan angkot itu, meninggalkan halaman mansion.

Lea menggaruk kepalanya yang tidak gatal, masih bingung dengan tingkah kedua orang tuanya.

Leon yang berdiri di ambang pintu hanya menatap datar ke arah kepergian mereka.

“Kakak tahu rencana mereka?” tanya Lea menghampiri. “Aneh banget tingkah mereka, baru juga pulang liburan.”

Leon tidak langsung menjawab. Ia hanya melirik sekilas ke arah adiknya.

“Lebih baik kamu berangkat kerja. Beberapa menit lagi kamu ada rapat.”

“Iya-iya.”

Lea pun akhirnya beranjak, masih dengan wajah penuh tanda tanya.

——

“Ibu! Sarapan mana!”

Suara Risa terdengar lantang memanggil Helena.

Helena yang baru bangun tidur langsung terkejut, lalu bergegas menghampiri menantunya.

“Ibu! Sarapan mana!” ulang Risa dengan nada lebih tinggi sambil duduk dan mengetuk meja makan.

Helena menghela napas panjang, mulai terlihat kesal.

“Kalau kamu ingin sarapan, ya masak sendiri, Risa. Bukan teriak pagi-pagi,” ucapnya tegas.

Risa langsung menyahut tanpa ragu.

“Apa masak? Ibu harus tahu ya, di rumahku aku nggak pernah masuk dapur. Jadi jangan harap aku masak.”

Helena sampai tertegun. Sikap Risa benar-benar berbeda dari wanita yang dikenalnya sebelum menikah.

“Risa, beraninya kamu bicara seperti itu pada mertuamu sendiri,” ucap Helena dengan nada meninggi.

Risa menatapnya malas.

“Bu, jangan drama. Aku cuma minta sarapan pagi.”

“Ya sudah, masak sendiri sana. Kamu pikir Ibu ini pembantu?” kesal Helena.

“Bu, aku hamil anak putra Ibu ya. Aku nggak boleh kecapean. Jadi sekarang buatkan aku sarapan,” ucap Risa dengan tegas.

Helena memejamkan mata sesaat, berusaha meredam emosinya.

“Risa… kamu bicara apa barusan?” suaranya lebih rendah, tapi penuh tekanan.

Risa bersandar santai di kursi makan, satu tangan mengelus perutnya yang masih datar.

“Aku bicara fakta, Bu. Aku hamil cucu keluarga ini. Jadi wajar kalau aku nggak boleh capek.”

Helena menarik napas panjang.

“Itu bukan alasan untuk bersikap seperti ini.”

Risa tersenyum tipis, tatapannya justru semakin tajam.

“Oh, jadi Ibu mau cucu Ibu kenapa-kenapa?”

Helena hanya mampu menatap Risa.

Risa lalu berdiri dan melangkah pelan mendekat.

“Ibu pasti sayang banget kan sama calon cucu ini?” ucapnya, lalu suaranya berubah lebih dingin. “Kalau Ibu sayang cucu Ibu, Ibu lakukan perintah aku sekarang.”

Helena membelalakkan mata.

“Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu, Risa.”

“Tentu bisa. Kalau Ibu nggak mau, aku akan pindah dari rumah ini. Aku akan kembali ke rumahku sendiri,” ancam Risa.

Helena menatapnya cukup lama, wajahnya menegang menahan emosi.

“Kenapa Ibu diam? Ibu mau aku keluar dari rumah ini, dan aku akan menceritakan bagaimana perlakuan Ibu padaku ke tetangga,” lanjut Risa.

Helena mengepalkan tangan, benar-benar tidak menyangka sifat menantunya berubah sejauh ini.

Ia pikir setelah Aldo menikah dengan Risa, hidupnya akan lebih tenang.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

“Kenapa Ibu lama banget sih, cucu Ibu lapar,” keluh Risa lagi.

Helena akhirnya menarik napas berat.

“Ibu akan buatkan sarapan.”

Sudut bibir Risa terangkat sedikit.

“Bagus.”

Helena pun berbalik menuju dapur tanpa berkata apa-apa lagi. Helena mulai mengambil bahan makanan. Setiap gerakannya tampak kaku, seolah sedang menahan amarah yang hampir meledak.

Risa kembali duduk dengan santai, bahkan tampak memainkan ponselnya seolah tak baru saja mengancam mertuanya.

“Jangan lama ya, Bu,” ucapnya ringan.

Helena berhenti sejenak, tapi tetap tidak menjawab. Ia melanjutkan memasak dengan wajah menahan emosi.

1
merry
syukuri dpt mantu kurg ajr,, dijadiin babu drmh sndrii
Anonim
BACOT MMQ🖕🖕
Ma Em
Leon sdh menemukan gadis teman masa kecilnya semoga benar Alesha reman masa kecil Leon dan berjodoh Alesha dgn Leon , Aldo sdh menikah dgn wanita pilihan nya apakah benar anak yg dikandung Risa adalah anaknya Aldo .
Hatnah Batulicin
peran Alesha org nya terlalu lemah dan letoy 😝😝😝
Anonim: Asli.... kekurangan vitamin
total 2 replies
Hatnah Batulicin
terlalu bnyk KTA "hah"disetiap dialog nya
Anonim: awokawok emang lawak awokawok blok
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjut Thor bikin cerita yg bikin tensi naik🤣🤣🤣🤣🤣
ayoookkkk semangat
semangat
💪💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
yookkk gelud yookkk Mak, sini biar saya smackdown

😤😤😤😤😤😤😤😤😤kuweseeellleee rekkk...
dome🌬️🌀🌀🌀
haduuhhhhh... Jagan lembek laahhh kau wahai wanita. sudah dihina diremehkan ga dihargai sekarang disakiti secara verbal dan fisik apalagi yg kau harapkan dari si biyawak suamimu. gila digampar masih bisa ngarep dibela. digampar yaa neng digampar.. udah kayak ga ada harga diri lagi lu. ngapain masih ngarep laki percaya sama kamu
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhhhhh.... Mak lampir, itu bukan tanggung jawab mantumu yaa buat nafkahi kluarga kalian. setres kan kalian. coba brobat dl sapa tau gila.
yg Suai siapa tapi yg dituntut nafkahi siapa. kan gendeng yaaa.. ga DA kewajibannya mantu atau istri menafkahi keluarga nya apa lagi menafkahi kluarga suami.😄😄😄
ibu ini lupa minum obat inii pastii makanya rada kumat 🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
kenapaaa,, kok berasa dunia mu yg runtuh Alesha dipecat. ga ada sumber pendapatan yaa yg bisa kau ambil dari Alesha lagi. makin lah kluarga suaminya semakin merendahkan Alesha... cereeeee ajaaaaaa laahhh Gedeg udah akuuuhhh😄😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
ihhhhh.... jengkelnya. kalau sudah tau tak dihargai dirumah yg kau anggap kluarga lebih baik pisaaahhhhhj... tinggalkan kluarga yg ga bisa menghargai mu itu Alesha. sudah dinafkahi seadanya banyak dituntut ini itu ga dihargai. parahnya udah kayak babu luar negri aja.
mending sekalian beneran kerja jadi babu luar negri makan gratis tinggal gratis digaji besar. sama aja kan kayak kau tinggal dirumah kluarga suami mu, macam babu. bedanya babu luar negri digaji🤣🤣🤣🤣
lahhh ini sudah lah dihina dijelekkan dibabuin ga dihargai, dinafkahi ala kadarnya saja. boro boro mau beli berlian segunung🤣🤣🤣🤣
lanjut lahhhhhh
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt lah.. gaskeuunnnn🤗💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
haduhhhh,,,, baru awal bab dan baru paragraf pertama baca sudah membuat aku punya darah tinggi dadakan😤😤😤

Thor kira kira kalau buat cerita, LG anteng2 baca sudah dibuat darah tinggi thorrrrrrr teganya dikau pada daku. 🤣🤣🤣🤣
coba Thor masukin aku kedalam novel mau aku geprek itu mertua dan ipar laknatnyaaa... sudah ga dinafkahi kok masih mau aja punya suami modelan gitu....
astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah
sabarrrr sabarrr... orang sabar rejekinya lebaaarrrrrrrrrrrr😁
Ma Em
Semoga Alesha sukses setelah berpisah dgn Aldo , Aldo pasti menyesal karena sdh menyia nyiakan istri sebaik dan sesabar seperti Alesha , semoga Alesha jadi orang yg sukses dan semakin bersinar .
Nona Jmn: Aamin😊
total 1 replies
Ma Em
Alesha kenapa kamu mau memenuhi kebutuhan Aldo dan ibunya sedangkan kerja kerasmu tdk pernah dihargai , lawan mereka Alesha jgn cuma nangis lbh baik tinggalkan suamimu yg tdk pernah menganggap mu istri tapi kamu cuma dianggap pembantu gratisan .
Nona Jmn: Pantau terus Alesha ya, kak🙂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!