NovelToon NovelToon
Belenggu Janji Dan Rasa

Belenggu Janji Dan Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: "Emy"

seorang pria dingin yang terjebak di situasi tak terduga. Pria itu di nikah paksa oleh warga setempat, menikahi gadis sma kelas 3 bernama Rara Sephyra. Dalam hitungan detik statusnya berubah menjadi seorang suami.
Namun di sisi lain dia juga memiliki tunangan seusianya.
Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya.
Apakah si pria akan mempertahan pernikahannya?
Atau akan memilih tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Emy", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Kembali ke ruang kerja kedap suara. Athur baru saja merapikan surat nikah resminya ke dalam jaket kulit dan bersiap memutar tubuhnya untuk melangkah keluar. Namun, suara berat Tuan Ganesha menghentikan pergerakannya tepat di depan pintu.

"Dunia ini belum sepenuhnya kamu kendalikan, Athur. Ada banyak hal yang belum kamu ketahui," ucap Tuan Ganesha dengan nada yang sangat dalam, menyiratkan bahwa radar rahasianya jauh lebih luas dari yang Athur bayangkan.

Tuan Ganesha berdiri dari kursi kebesarannya, menatap punggung tegap anak sulungnya. "Papa hanya minta satu hal. Pegang janjimu pada Papa... jika kamu benar-benar ingin melindungi mereka."

Athur tidak berbalik, namun ia mengepalkan tangannya kuat-kuat. Jantungnya bergemuruh mendengar restu terselubung dari sang Ayah.

"Tanpa Papa minta pun, saya akan menghancurkan siapa saja yang menyentuh milik saya, Pa. Saya pegang janji saya," jawab Athur dengan suara yang sangat tegas, yakin, dan tanpa keraguan sedikit pun sebelum melangkah keluar pintu.

Begitu pintu jati ruang kerja itu tertutup di belakangnya, Athur langsung dihadapkan pada pemandangan yang membuat suasana koridor rumah mewah itu mendadak drop ke titik beku. Alden berdiri kaku di sana, bersandar pada dinding marmer dengan wajah babak belur dan tatapan mata yang dipenuhi rasa frustrasi.

Melihat kakaknya yang sudah sebulan menghilang tiba-tiba keluar dari ruang kerja Papa mereka, Alden menegakkan tubuhnya.

"Bang Athur..." panggil Alden dengan suara serak.

"Lu... dari mana aja selama ini?"

Athur menghentikan langkah tegapnya tepat dua langkah di depan Alden. Sebagai kakak yang cerdas, ia tahu betul anak remaja di depannya ini baru saja baku hantam dengan Fino demi membela ego cemburunya pada Rara. Bukannya langsung memarahi, Athur justru memilih memainkan taktik provokasi psikologis untuk mengorek seberapa dalam perasaan adiknya pada Rara.

Athur menyunggingkan sebuah senyuman sinis yang sangat tipis di sudut bibirnya sebuah senyuman penuh kemenangan tersembunyi. "Bukan urusanmu, Alden. Tapi melihat mukamu yang hancur itu... sepertinya kamu baru saja kalah bertaruh untuk sesuatu yang tidak akan pernah bisa kamu miliki."

Mendengar sindiran tajam dari kakaknya yang terkenal dingin, darah muda Alden seketika tersulut. Ia mengepalkan tangannya, menatap Athur dengan pandangan menantang. "Abang nggak tahu apa-apa tentang hidup gue di luar! Gue gak kalah bertaruh! Gue cuma lagi mempertahankan kehormatan seorang gadis yang gue cintai dari om-om simpanan brengsek yang mau merusak hidupnya!" bentak Alden, emosinya meledak meluapkan seluruh isi hatinya tentang Rara tanpa ia sadari.

Athur menatap mata adiknya yang berapi-api itu dengan pandangan malas yang sangat meremehkan. "Cinta?" Athur terkekeh rendah, suara beratnya terdengar sangat mengintimidasi mental Alden.

"Anak sekolah sepertimu tahu apa tentang cinta? Kamu bahkan tidak becus menjaganya dari gerombolan perempuan bermulut sampah di sekolahmu tadi pagi, Alden. Lu cuma bikin dia menangis ketakutan."

Deg.

Alden seketika membelalak terkejut. Langkahnya mundur setengah langkah. Jantungnya berdegup kencang karena syok. "Abang... kok Abang bisa tahu kejadian di sekolah tadi pagi?! Dari mana Abang tahu?!" tanya Alden terbata-bata dengan napas memburu.

Athur tidak memberikan jawaban. Ia hanya menepuk pundak Alden yang babak belur itu dengan tekanan tangan yang sangat berat, seolah sedang menegaskan dominasi mutlaknya sebagai seorang kepala keluarga baru bagi Rara.

Athur melangkah melewati tubuh Alden begitu saja dengan langkah santai, meninggalkan adiknya yang masih planga-plongo kebingungan di lorong. Di balik masker dinginnya, Athur kembali menyunggingkan senyuman sinis yang sarat akan kemenangan mutlak. Ia merasa sangat terhibur sekaligus kasihan pada adiknya. Alden tidak pernah tahu, bahwa gadis dari kontrakan tripleks yang ia cintai setengah mati dan ingin ia lindungi itu... saat ini sudah sah secara agama dan hukum pemerintah menjadi Kakak Iparnya sendiri.

Memo di atas meja Rara.

Rara yang membaca bahwa adik bungsunya, Nina, pingsan di area tata usaha belakang langsung dilanda kepanikan luar biasa. Tanpa berpikir panjang, ia berlari terengah-engah menerobos koridor yang sepi karena jam pelajaran terakhir sudah dimulai.

Namun, begitu langkah kakinya mencapai area gudang tua di belakang laboratorium biologi yang terbengkalai, firasat buruk langsung menghantam dadanya. Sebelum ia sempat berbalik, sebuah tangan kekar dari orang bayaran Jesika langsung membekap mulutnya dari belakang.

Srett! Bugh!

Tubuh mungil Rara diseret paksa masuk ke dalam gudang yang gelap, berdebu, dan berbau pengap. Pintu besi gudang langsung ditutup rapat dari luar oleh Tasya yang tersenyum puas.

Di dalam gudang, Rara dihempaskan cukup keras ke lantai semen hingga lututnya membentur sudut meja kayu yang patah. Ia meringis kesakitan, namun jiwanya yang tegap menolak untuk menyerah begitu saja. Saat melihat Jesika melangkah maju dari kegelapan bersama beberapa pria berbadan kekar, Rara langsung menguasai dirinya.

"Lepaskan aku! Apa yang mau kalian lakukan?!" teriak Rara, mencoba bangkit berdiri.

"Melepaskanmu? Setelah apa yang pawangmu lakukan pada keluargaku?!" desis Jesika, wajah cantiknya berubah menjadi sangat mengerikan dipenuhi kegilaan dendam. "Pegang dia!"

Dua orang pria kekar langsung mencengkeram kedua lengan Rara dengan sangat kuat. Rara tidak tinggal diam, ia melakukan perlawanan hebat dengan sisa tenaganya. Ia menendang ke segala arah, mencoba menggigit tangan pria yang memegangnya, hingga napasnya memburu kencang.

Plak!

Satu tamparan keras dari Jesika mendarat di pipi Rara hingga wajahnya terlempar ke samping. "Diam, anak kontrakan sialan!" bentak Jesika.

Nisa dan Tasya yang menyaksikan dari sudut ruangan langsung maju. Tanpa belas kasihan, mereka mulai merobek paksa bagian bahu dan lengan seragam putih-abu-abu kusam milik Rara hingga terkoyak. Rara terus berteriak dan meronta, berusaha melindungi dirinya sendiri dari pelecehan fisik tersebut.

"Jangan sentuh aku! Pergi kalian!!" teriak Rara dengan air mata yang mulai meluncur deras.

"Nisa, pegang kepalanya!" perintah Jesika dingin. Ia merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah gunting tajam yang berkilat di bawah temaram cahaya ventilasi.

Nisa menjambak rambut panjang Rara yang biasanya dikuncir rapi agar tidak bergerak. Rara menjerit kesakitan, mencoba memutar kepalanya untuk menghindar. Namun, Kreeess... kreeess... bunyi gunting itu terdengar begitu memilukan di dalam gudang yang sunyi.

Jesika memotong paksa rambut panjang kesayangan Rara secara acak-acakan hingga potongan-potongan rambut itu berjatuhan di atas lantai semen yang kotor. Rara menangis histeris, bukan hanya karena fisiknya yang disiksa, melainkan karena harga dirinya dihancurkan berkeping-keping tanpa ada Fino atau Athur di sampingnya saat ini.

"Dan sekarang... wajah sok polosmu ini," bisik Jesika, mengangkat gunting tajam itu tepat di depan pipi Rara yang gemetar, bersiap untuk menggoreskan luka permanen di sana.

Baru saja ingin menggoreskan benda tajam itu pada wajah Rara. "Tunggu! Pakai ini saja." sodor Tasya memberikan pisau tajam pada Jesika.

1
Embhul82
bagus ceritanya q suka
Emy: makasih sudah mau mampir. Jangan lupa kritik dan saran
total 1 replies
Embhul82
up lagi kak 🤭
Brigita
kurang paham di ini sih
Emy: makasih bnyak kak sudah di koreksi. sebagai manusia pasti tetap ada kesalahan. Alhamdulillah kak sudah di perbaiki
total 1 replies
Brigita
lanjutt truss kakk😍👍💪
Emy: terimakasih kak
total 1 replies
Brigita
semangat kakkk💪💪💪👍😍
Emy: Makasih sudah hadia kak. kritik dan sarannya y kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!