NovelToon NovelToon
AYAH TIRI UNTUK ANAKKU

AYAH TIRI UNTUK ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Duda / Komedi
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: La Rumi

Erina Hutomo, single mom yang harus berjuang sendiri mengatasi kekacauan hidup--anak sulung yang beranjak remaja dan banyak ulah, anak bungsu yang autis, tetangga yang selalu nyinyir karena dia janda--hingga tumpukan pekerjaan yang terus menghantuinya di kantor.

Sampai suatu ketika, petir terbesar menyambarnya--Erina divonis mengidap kanker otak, dan usianya tak akan lama.

Di tengah badai, Erina tak sempat menangis. Garis akhir itu seperti bom waktu. Dan ia memilih mati-matian mempersiapkan segalanya, terutama untuk buah hati yang paling dicintainya. Ia hanya ingin anak-anaknya hidup layak dan bahagia--bahkan setelah ia tak ada lagi di dunia.

Termasuk, memberi mereka sosok ayah yang bisa menjaga dan menyayangi mereka seperti darah daging sendiri, sampai akhir.

Berhasilkah Erina menuntaskan misi dan harapan terakhirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La Rumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. SESAJEN HANYUT

"Ma! Mama ngapain?!"

Erina terlonjak hingga menjatuhkan sendok penggorengannya ke lantai ketika Saga memasuki dapur dan menegur dengan suara keras.

"Astaga, Ga... kamu ngagetin Mama aja!" gerutu Erina seraya mengelus dada. "Daripada teriak gitu, sekalian aja kamu adzan subuh di musholla, lebih berfaedah dan dapat pahala...!"

"Adzan subuh apaan kalau udah jam enam gini?" tukas Saga tajam. "Saga serius nanya, Mama ngapain? Jangan bilang, Mama masak buat katering?!"

"Eh... cuma menu simple kok," gumam Erina salah tingkah. "Bentar ya Ga Mama harus aduk-aduk nasi gorengnya biar bumbunya merata dan nggak gosong... lho, mana sendok penggorenganku?"

Saga berusaha keras menahan kesal.

"Mama tuh dibilangin susah bener... Mama baru pulang dari rumah sakit kemarin, masih tahap pemulihan, kenapa sekarang malah masak katering lagi sih? Mama mau kondisi Mama drop lagi?"

"Duuh, sendoknya mana sih?" Erina tak mendengarkan Saga dan celingukan mencari-cari di sekitar wajan besi besar yang mengepulkan asap tipis dan kompor gas yang menyala.

"Mama bahkan nggak ingat udah jatuhin sendok di lantai beberapa detik lalu--gini masih maksain jualan?" omel Saga seraya maju dan memungut sendok penggorengan yang tergeletak dekat kaki Erina.

"Oooh, ini dia! Mama bukan lupa--panik tahu kamu ngagetin kayak gitu," Erina langsung menyambar sendok penggorengan dari tangan Saga dan membawanya ke wastafel. "Bentar, ini kudu dicuci dulu... kotor..."

"Kecilin dulu apinya biar nggak gosong, Ma!"

Saga mendengus dan dengan cepat memutar kenop kompor untuk mengecilkan api. Saat ia menoleh, ia terkejut melihat ibunya sudah meneteskan isi botol kuning ke permukaan sendok penggorengan dan menggosoknya dengan spons.

"Mama, kenapa cuci sendok pakai cairan pembersih lantai?!"

Erina ternganga kaget.

"Hah? Ini bukan sabun cuci piring?"

"Bukan--sabun cuci piring yang di botol hijau! Labelnya kan jelas itu--hadeeh!" Saga menepuk keras jidatnya dan bergegas menarik botol kuning bergambar lantai dan lemon dari area wastafel.

"Oh... pantesan wanginya kok lebih heboh," Erina buru-buru membilas sendok penggorengannya dengan tampang linglung.

"Pakai sendok yang lain aja--keburu gosong nanti nasi gorengnya. Sini Saga bantuin!"

Saga menyambar sendok penggorengan lain dari rak, membesarkan kembali api kompor dan dengan cekatan mengaduk nasi goreng di wajan hingga matang.

"Uh--bleh! Ya ampun, Ma, ini asin banget!"

Saga sampai meludah ke wastafel usai mencicipi nasi goreng buatan Erina.

"Ah... masa?"

Erina mengambil sejumput nasi gorengnya dan mengunyahnya.

"Nggak ada rasanya ini, Ga... kudu tambah garam lagi--"

"Yang bener aja, Ma, ini rasanya udah kayak nelen air laut--Mama mau bikin para pelanggan kena hipertensi berjamaah?!"

"Tapi ini beneran nggak ada rasanya...!"

"Mama--dengerin Saga, PLEASE!"

Saga sampai harus mencekal lengan Erina yang hampir menuang garam ke wajan dan memaksanya menjauh dari kompor.

"Mama masih belum sembuh betul--apalagi Mama udah seminggu ini menjalani radioterapi dan kemo. Efek samping dua terapi itu nggak main-main, Ma, dan lihat--Mama bahkan nggak bisa merasakan kalau masakan Mama asinnya kebangetan! Kalau nggak percaya, coba aja telen garam di tangan Mama itu... pasti nggak akan kerasa asin juga di lidah Mama!"

Erina tertegun sejenak, lantas ia meletakkan garam di ujung lidahnya untuk membuktikan kebenaran ucapan Saga.

Tak ada rasa sama sekali.

"Garamnya... rusak? Apa ini tepung ya, bukan garam?" Erina menatap wadah kecil itu dengan bingung.

Saga menghela napas kasar dan mematikan kompor.

"Sudahlah, Ma. Jangan dilanjut lagi. Mama sekarang istirahat aja di kamar--"

"Tapi orderannya--"

"Masakannya udah gagal, Ma, nggak mungkin pelanggan dikasih makanan yang rasanya kayak sesajen hanyut buat Nyi Roro Kidul begini--yang ada Mama bakal didemo dan mereka nggak mau langganan katering lagi--"

"Ka-kalau keasinan, masih bisa ditambah nasi lagi... masih bisa dibenerin ini, Ga, ayo bantu Mama... semua harus sudah matang dan diantar pukul setengah tujuh!"

Saga membuang napas panjang dan mau tak mau menuruti Erina. Jadilah ia yang mengoreksi nasi goreng sewajan itu hingga cita rasanya pas dan bisa dikemas tepat waktu.

"Trims, ya, Ga... tolong antar ini ke pelanggan, ya..."

Usai melepas kepergian Saga mengantarkan seratus porsi nasi goreng itu ke pelanggan di sekitar gang, Erina pun merosot lemas di kursi ruang tamu. Tubuhnya serasa habis ditimpuk orang sekampung, dan ia ingin sekali memejamkan mata dan tidur saat itu juga.

Tetapi...

"Mama. Sisir."

Nala yang sudah selesai mandi dan mengenakan seragam sekolahnya, tiba-tiba mendekati Erina dan mengacungkan sisir berbentuk kelinci ke arahnya.

"Iya, itu sisir," gumam Erina letih. "Yang bilang itu remot TV siapa, Nala? Kamu ini ada-ada aja..."

Nala mengerjap, lantas kembali mengulang kata-katanya.

"Mama. Sisir."

"Iya, tahu..."

"Mama. Sisir."

"Mama tahu, Nala..."

"MAMA! SISIR! AAAAAAA!"

Nala melempar sisirnya dan menangis sejadinya di lantai, membuat Erina terkejut dan ikut merosot ke lantai dengan panik.

"Nala--sayang--kamu kenapa? Jangan marah, jangan nangis, Nak... cup, cup, cup... cap-cip-cup kembang kuncup..."

Erina berusaha memeluk dan menenangkan Nala dengan lagu yang biasa dinyanyikannya jika anak-anaknya menangis--meski kali ini, tanpa bisa dicegah, ia juga ikut menangis.

Butuh beberapa waktu bagi emosi Nala menyurut dan tak lagi menyentak liar. Namun ia masih terisak pelan saat berkata, "Mama... sisir. Rambut. Nala. Cantik."

Erina mengerjap--seketika menyesali kebodohannya sendiri.

"Oh... iya... harusnya Mama sisir rambut Nala supaya cantik, ya? Maaf Mama nggak ngeh, Nak... maaf Mama lupa... maafin Mama ya, Sayang, maafin Mama..."

Erina bergegas meraih sisir kelinci itu dan menyisir rambut panjang Nala dengan lembut, meski air matanya tetap mengucur deras.

Tadi nasi goreng keasinan, sekarang Nala... bagaimana aku bisa tak ingat untuk menyisir rambutnya, padahal ini adalah rutinitas yang wajib dan selalu kulakukan sebelum ia berangkat sekolah? Kenapa aku jadi separah ini--dan mengacaukan segalanya?

Apa ini pertanda... kondisiku makin buruk, dan aku akan...?

***

1
Shamira Zee
Emaknya absurd,anaknya pun ikutan absurd 😭🤣
Shamira Zee
Udahlah Ga terima aja Alvin jadi papamu /Grin/
Shamira Zee
Lho Saga putus sekolah? Duh kasihan... tapi ketemu calon papa, pasti ditolong lah /Proud/
Shamira Zee
Ya ketawa, ya kasihan... Erina plis bisa sembuh yaa
Nyonya Billy
Di balik cerita yang lucu sebenarnya tersimpan banyak makna yang dalam... kasihan Erina, semoga dia bisa sembuh...
Nyonya Billy
Cinta dan perjuangan seorang ibu sangat besar....
Nyonya Billy
Duh jangan sampai...
Nyonya Billy
Sepertinya ini analogi kankernya makin ganas ya... duh...
Nyonya Billy
Iya, sel tumor atau kanker memang begitu...
Nyonya Billy
Nggak sekalian Jungkook ketemu Harry Potter dan Erina di Hogwarts 😂
Nyonya Billy
Sempet-sempetnya vin 😂
Nyonya Billy
Erina dan Alvin sudah pernah bertemu ya saat kecil? Lucu sih ceritanya, ditolong tuyul, ya ampun 😂
Nyonya Billy
😂😂😂😂
Shamira Zee
🤣🤣🤣🤣🤣
Shamira Zee
Kapan sih Erin gak ngelawak? 🤣
Shamira Zee
Riii 😅😭🤣
Shamira Zee
Istrinya Glioma yang ganas 😅
Shamira Zee
Ada ya tumor balik demi kolor 😭🤣
Shamira Zee
Lah glioma lagi? 🤣🤣🤣
Shamira Zee
Buatan klinik mana tuh thor? 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!