Kesempatan hidup kedua yang kudapatkan, akan aku manfaatkan dengan baik.
Aku berpikir siuman dari pingsan, tapi pada kenyataannya aku kembali ke waktu satu tahun sebelumnya.
Akan aku balas mereka yang telah menyakiti ku selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gugatan
"Marina..... Marina.... Kamu di mana?" teriak Abimanyu langsung masuk ke vila yang ditinggali oleh Marina.
"Ada apa tuan? Tumben tuan mampir?" sambut bibi yang puluhan tahun mengabdi di keluarga Rahardjo.
"Mana nyonya?" Abimanyu duduk dengan nafas memburu karena amarah.
"Nyonya barusan keluar tuan, belum ada tiga puluh menit," bilang bibi dengan wajah takut.
"Kamu hubungi dia, suruh pulang," suruh Abimanyu.
"Tapi tuan, nyonya bilang baru pulang selepas makan siang," beritahu bibi.
"Kemana sih dia? Tumben-tumbenan keluar segala. Biasanya cuman di rumah," gerutu Abimanyu.
"Bi, apa nyonya sering keluar?" selidik Abimanyu.
"Nggak juga. Nyonya keluar kalau ada perlu saja tuan," padahal bibi nggak pernah nanya ke mana nyonya pergi.
"Apa nyonya terlihat dekat dengan siapa gitu?" tanya Abimanyu
"Tuan bisa langsung tanya ke nyonya saja. Saya nggak tahu tuan," kata bibi takut.
Abimanyu mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu.
"Ini buat bibi. Tapi, tolong katakan yang sebenarnya," Abimanyu mengulurkan tangan yang menggenggam uang ke arah bibi.
"Beneran tuan, tuan tanya saja ke nyonya Marina langsung. Atau ke tuan muda," tolak halus bibi.
"Bilang aja kamu nggak mau disogok bi," tanggap Abimanyu kesal.
"Kalau ada hal penting, silahkan hubungi nomer nyonya saja tuan," imbuh bibi.
Abimanyu melakukan seperti yang dikatakan oleh bibi. Beberapa kali menscrol kontak ponsel, nggak ada nomor sang istri. Abimanyu menggaruk kepala nya yang tak gatal, "Isshhh nggak ada lagi nomernya Marina," gumam Abimanyu.
'Makanya kalau punya istri baik itu diperhatikan,' batin bibi tak habis pikir dengan perilaku sang bos.
Abimanyu memutuskan menelpon Sean.
"Halo Sean, tolong hubungin mama kamu. Suruh pulang. Papa menunggu di vila," kata Abimanyu.
"Apa aku salah dengar? Papa menunggu mama? Di vila?" tanya balik Sean tak percaya.
"Come on Sean, papa beneran nyari mama kamu ini," mohon Abimanyu.
"Tumben? Hal sepenting apa hingga papa bisa mengingat mama," sindir Sean.
"Sean, papa yakin kamu pasti tahu masalahnya," seru Abimanyu.
"Apa?" Sean pura-pura tak tahu
"Mama kamu gugat cerai papa Sean. Tahu sendiri kalau cinta papa itu cuman buat mama kamu," kata Abimanyu lesu.
"Ha...ha... Papa itu nggak cocok bicara cinta. Yang ada papa itu nyakitin mama," tawa Sean membahana.
"Sean, papa serius. Sampai sekarang papa masih cinta sama mama. Papa dekat sama Yola itu hanya sekedar tanggung jawab karena ada Kevin di antara kami," Abimanyu membela diri
"Sean, tolong kasih tahu mama. Gugatan ini papa anggap tak ada, jadi cukup sampai di sini mama kamu membuat ulah," lanjut Abimanyu.
"Sampaikan langsung ke mama saja deh," balas Sean.
"Sean sedang sama tuan Dirga meninjau proyek. Sudah dulu ya Pah," pamit Sean menutup panggilan Abimanyu.
Suara langkah mendekat ke ruang tengah di mana Abimanyu berada. Abimanyu menatap siapa yang datang.
"Darimana?" tanya Abimanyu penuh selidik
Marina duduk di seberang tempat duduk Abimanyu. Abimanyu melempar sebuah amplop yang diterimanya dari Astrid tadi pagi.
"Jelaskan ini?" ujar Abimanyu sambil melipatkan tangan di dada.
"Apa?"' Marina ogah membuka amplop itu
"Beraninya kamu berbuat ulah. Tarik kembali gugatan kamu!" suruh Abimanyu.
"Keputusan aku sudah bulat, tak ada lagi yang perlu dipertahankan," tegas Yola.
"Aku akan menolaknya," balas Abimanyu.
"Itu hak kamu. Yang pasti gugatan itu akan berlanjut," seru Marina.
"Jangan nekad Marina. Bagaimanapun masih ada Sean. Kita harus minta pendapat ke dia," kata Abimanyu.
"Nggak perlu. Sean bilang keputusan nya ngikut apa kata mama nya ini," tukas Marina.
"Pada intinya aku nggak akan menyetujui gugatan ini!" paksa Abimanyu.
Marina tersenyum sinis, "Apa semua karena saham-saham itu?"
"Jelas saja bukan karena itu. Aku mencintaimu Marina," rajuk Abimanyu agar Marina goyah.
"Ha... Ha.... Kamu lucu banget Abimanyu," tawa Marina meledak.
Lama diacuhkan oleh sang suami, membuat Marina seolah mati rasa dan merasa geli dengan ucapan tentang cinta dari Abimanyu.
"Sebaiknya kamu pergi Abimanyu. Kita ketemu lagi di pengadilan!" usir Marina.
"Aku nggak mau," tolak Abimanyu.
Marina menjauh tapi dihadang oleh Abimanyu.
"Aku akan setuju, kalau kamu tanda tangani perjanjian ini," bisik Abimanyu, tapi terdengar bagai sebuah ancaman bagi Marina.
"Apa?" Marina menghentikan langkah
"Aku setuju cerai, jika perjanjian pisah harta ini adil dan jelas," lanjut Abimanyu.
Marina tertawa sarkas.
"Semua harta atas nama ku sudah menjadi milik Sean. Aku hanya calon janda yang nggak punya apa-apa," bilang Marina.
Abimanyu meninju tembok di belakang Marina.
"Maka dari itu, pernikahan kita harus dipertahankan," sahut Abimanyu mulai hilang sabar.
"Terserah kamu. Tanpa persetujuan kamu pun, aku masih bisa melanjutkan proses ini," ucap Marina lantang.
"Kalau tidak ada yang dibicarakan lagi, pintu keluar di sebelah sana," tegas Marina meninggalkan Abimanyu yang termangu. Merasa sang istri telah berubah.
.
Di dalam sel tahanan sementara, Yola mengamuk karena tak berhasil meminta Abimanyu datang.
"Beraninya dia mengabaikan ku," gumam Yola.
"Nyonya Yola, ada pengunjung yang datang mencari anda," sapa petugas sopan. Sopan daripada yang tadi saat Yola menghubungi Abimanyu.
"Siapa? Tuan Abimanyu?" tanya Yola antusias.
"Dia juga mencari tuan Kevin," lanjut petugas.
"Oh baiklah. Aku akan bersiap," Yola merapikan rambut yang terlihat kusut karena beberapa hari tak melakukan perawatan. Yola yakin yang datang adalah Abimanyu, karena mencari Kevin juga.
"Tuan Kevin sudah menunggu anda nyonya," lanjut petugas itu.
"Baiklah," raut wajah marah telah berganti dengan senyum merekah.
Yola yakin jika Abimanyu akan memberikan kejutan untuknya dan Kevin.
"Mah, apa pengacara yang ditunjuk papa jadi hadir?" sambut Kevin.
"Harus nya iya. Cuman tadi papa bilang hari ini dia sibuk sekali," kata Yola.
"Papa nggak datang juga nggak apa-apa, yang penting lawyer datang. Biar kasih penjaminan buat kita Mah. Bosan tau berada di sini," keluh Kevin.
"Mama mau nya juga begitu," kata Yola sewot.
Yola dan Kevin berjalan beriringan diantar oleh petugas.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
to be continued, happy reading
Kadang jari ini kesemutan kalau dibiarkan lama diam. Maka melatih jari sangat diperlukan. Salah satunya dengan mengetik, hingga terangkai satu kata...dua kata....tiga kata...dan akhirnya terangkai satu bab baru.
Baca, cermati, dan nikmati 😊
Tak ada yang sempurna, semua hanya khayalan author belaka. Maafkan author yang suka nge-halu, hingga kadang terbitlah tulisan yang sulit dipahami.
Like , komen n' subscribe beesssstttt 💖
atau pling gk nendang bpk nya biar miskin kl miskin yola pasti gk mau kn. 🤣.
pdhl Dr segi umur Sean sdh dewasa.