Demi takhta tertinggi Klan Zhou, Zhou Yu dijebak oleh konspirasi kejam. Menggunakan ramalan palsu, para tetua mengasingkannya ke Pulau Sunyi—tempat para biksu tanpa kekuatan kultivasi, tempat di mana masa depannya sengaja dikubur hidup-hidup.
Enggan membiarkan takdirnya mati dalam kesunyian, Zhou Yu nekat melarikan diri ke Hutan Keramat yang tabu. Di sana, di balik kabut abadi, dia menemukan kerangka naga raksasa yang terantai.
Siapa sangka, setetes darah Zhou Yu justru menghancurkan segel kuno dan membangkitkan takdir yang sebenarnya: Garis Keturunan Iblis Kuno yang ditakuti langit dan bumi! Dengan tulang naga iblis di tubuhnya dan dendam yang membara di hatinya, Zhou Yu berjalan keluar dari pulau pengasingan.
"Kalian membuangku karena takut aku merebut takhta? Bersiaplah, karena sekarang aku kembali untuk meratakan seluruh klan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Paviliun Mu Rong
Kereta kencana Sekte Pedang Suci perlahan menjauh, membawa gemuruh sorak-sorai kerumunan menuju bukit kastil Klan Zhou.
Zhou Yu membalikkan tubuhnya, melangkah menjauh dari jalan utama yang padat. Dia tahu betul bahwa bertindak gegabah tanpa persiapan matang di Ibu Kota sama saja dengan bunuh diri. Wilayah ini adalah sarang macan di bawah kendali penuh Zhou Gung.
Mengingat informasi yang diberikan Mu Rong Xue di atas kapal terbang, Zhou Yu memutuskan untuk memanfaatkan aset pertamanya.
Dia menyusuri distrik komersial Ibu Kota hingga tiba di depan sebuah complexes bangunan megah berlantai lima dengan arsitektur emas yang mencolok. Di atas gerbang utamanya, terpahat papan nama besar: Paviliun Dagang Mu Rong.
Tempat itu dipadati oleh para kultivator kelas atas yang mencari senjata pusaka, tanaman obat langka, dan pil spiritual. Ketika Zhou Yu yang berpenampilan seperti pengembara dengan jubah hitam polos melangkah masuk, beberapa pelayan toko hanya meliriknya sekilas tanpa niat untuk menyambut. Penampilannya terlalu tidak mencolok di tengah kerumunan bangsawan kota.
Zhou Yu tidak peduli dengan pandangan meremehkan itu. Dia langsung berjalan menuju meja konter utama dan meletakkan Token Giok Ungu pemberian Mu Rong Xue di atas meja kayu cendana.
Tok.
Suara ketukan kecil itu mendadak membuat suasana di balik konter hening. Pelayan pria yang sedang menghitung pembukuan langsung membelalakkan matanya saat melihat lambang naga melingkari bunga teratai pada giok ungu tersebut.
Tubuhnya gemetar seketika.
"Ini... Token Tamu Agung Giok Ungu?!" bisik pelayan itu dengan suara bergetar. Dia langsung membungkuk hingga dahinya hampir menyentuh meja. "Tuan yang terhormat, mohon maaf atas kelalaian kami. Silakan ikuti saya ke ruang VIP lantai teratas."
Hanya dalam hitungan menit, Zhou Yu sudah duduk di sebuah ruangan mewah yang harum oleh dupa penenang jiwa.
Seorang pria paruh baya bertubuh agak tambun dengan pakaian sutra mahal masuk dengan tergesa-gesa. Dia adalah Manajer Utama Paviliun, seorang kultivator ranah Pendirian Fondasi Tingkat 5 bernama Tetua Qian.
"Hormat saya kepada Tuan Muda Yu Ling," ucap Tetua Qian sembari menjura dengan sangat sopan. Dia telah menerima pesan kilat dari Mu Rong Xue mengenai pemuda misterius ini. "Nona Muda kami telah berpesan bahwa apa pun yang Anda butuhkan di Ibu Kota, Paviliun Mu Rong akan memenuhinya secara maksimal."
"Aku butuh informasi terbaru," kata Zhou Yu langsung pada inti masalah, suaranya terdengar dingin dari balik tudung jubahnya. "Beri aku peta kekuatan internal Klan Zhou saat ini dan detail mengenai kondisi Zhou Feng."
Tetua Qian sedikit terkejut mendengar Yu Ling langsung menanyakan informasi internal klan raksasa seperti Klan Zhou. Namun, sebagai pedagang informasi yang profesional, dia tidak banyak bertanya dan segera mengaktifkan formasi kedap suara di ruangan tersebut.
"Klan Zhou saat ini sepenuhnya berada di bawah cengkeraman faksi Zhou Gung. Untuk melegitimasi posisi Zhou Feng sebagai pemimpin klan berikutnya dalam Turnamen Penerus bulan depan, Zhou Gung telah mengundang hampir seluruh klan besar dan sekte ortodoks di wilayah timur, termasuk Sekte Pedang Suci."
Tetua Qian menghela napas pendek sebelum melanjutkan, "Mengenai Tuan Muda Zhou Feng, kabarnya dia saat ini sedang melakukan meditasi tertutup di bawah bimbingan langsung dua Tetua Inti dari Sekte Pedang Suci. Dengan bantuan Pil Pendirian Fondasi Bumi tingkat tinggi yang diberikan sebagai hadiah pertunangan oleh Lin Xinyue, Zhou Feng dipastikan akan memantapkan ranah Pendirian Fondasi Tingkat 4 miliknya tepat sebelum turnamen dimulai."
Mendengar hal itu, Zhou Yu tidak menunjukkan keterkejutan. Di usianya yang baru dua puluh tahun, mencapai tingkat 4 ranah Pendirian Fondasi memang bisa dianggap sebagai jenius mutlak di benua ini.
Namun bagi Zhou Yu yang memiliki Fondasi Hitam Sembilan Tingkat dan fisik monster Naga Iblis, tingkat 4 biasa bukanlah ancaman besar.
"Apakah ada informasi tentang orang-orang yang dulu setia kepada mantan Pemimpin Klan Zhou?" tanya Zhou Yu, matanya menyipit di balik kegelapan tudung.
Wajah Tetua Qian berubah agak ragu, merasa aneh mengapa pengawal pengembara ini sangat tertarik dengan sejarah kelam Klan Zhou. Namun, dia tetap merendahkan suaranya hingga menjadi bisikan tipis.
"Situasi mereka sangat tragis, Tuan Muda Yu Ling. Sebulan lalu, kelompok pengawal setia mantan Pemimpin Klan Zhou yang dipimpin oleh Panglima Kapten Yuan, melakukan protes keras atas ramalan palsu yang menimpa mantan putra mahkota klan mereka yang diasingkan. Akibatnya, Zhou Gung melabeli mereka sebagai pemberontak. Saat ini, Kapten Yuan dan belasan pengawal setianya sedang ditahan di Penjara Bawah Tanah Lapisan Ketiga di bawah kastil klan, disiksa setiap hari agar mau tunduk."
KRAK!
Pegangan kursi kayu cendana tempat Zhou Yu duduk mendadak retak menjadi bubur kayu di bawah tekanan jemarinya.
Wusss!
Abyssal Qi pekat sempat bocor keluar selama sedetik. Detik itu juga, Tetua Qian langsung jatuh terduduk di atas lantai dengan wajah pucat pasi. Napasnya tercekat akibat tekanan mental yang luar biasa menindas dari "Yu Ling"!
"Sediakan aku kamar terbaik di paviliun ini untuk beberapa hari ke depan. Jangan biarkan siapa pun menggangguku," perintah Zhou Yu dengan suara yang sangat rendah, menekan kembali amarahnya.
"B-baik, Tuan Muda!" Tetua Qian dengan cepat mengangguk ketakutan, tidak berani menyelidiki lebih jauh dari mana asal energi mengerikan itu.
Malam harinya, di dalam kamar privat VIP Paviliun Mu Rong yang mewah.
Zhou Yu duduk bersila di atas ranjang batu giok. Paman kandungnya ternyata tidak hanya membuangnya, tapi juga mencoba memusnahkan seluruh akar pengaruh ayahnya di dalam klan hingga ke jaringan pengawal setia.
Saat dia bersiap untuk memulai meditasi malam, sebuah getaran hangat mendadak terasa dari balik sabuk kain jubahnya.
Zhou Yu mengernyitkan dahi. Dia merogoh ke dalam pakaiannya dan mengeluarkan sebuah jimat batu kuno yang sudah retak di beberapa bagian—sebuah Jimat Komunikasi Rahasia yang dulu pernah diberikan oleh Kapten Yuan kepadanya secara sembunyi-sembunyi sebelum dia diasingkan ke Pulau Sunyi.
Jimat yang telah mati selama berbulan-bulan itu tiba-tiba menyala dengan pendaran cahaya merah redup yang tidak stabil.
Bzzzt... Bzzzt...
Suara getaran gaib terdengar, disusul oleh suara parau yang sangat terengah-engah dan putus-putus, dipenuhi oleh gema rintihan rasa sakit dari latar belakangnya.
"Tuan... Tuan Muda Kedua... Apakah Anda... bisa mendengar ini? Ini... Yuan..."
Zhou Yu membelalakkan matanya, menahan napas mendengarkan.
"Kami... kami sengaja membiarkan informasi penahanan kami bocor ke pasar gelap... agar terdengar oleh Anda jika Anda berhasil keluar dari pulau... Tapi... bzzzt... Tuan Muda, jangan pernah... jangan pernah kembali ke Ibu Kota! Penahanan kami adalah umpan... Zhou Gung tahu Anda mungkin tidak mati... Ini adalah jebakan untuk memancing Anda keluar sebelum turnamen... Jangan kem—"
Krak!
Pesan suara itu mendadak terputus bersamaan dengan hancurnya jimat batu kuno tersebut menjadi serpihan debu spiritual di telapak tangan Zhou Yu.
Keheningan malam langsung menyelimuti kamar mewah tersebut. Zhou Yu menatap debu jimat di tangannya selama beberapa saat, sebelum akhirnya perlahan bangkit berdiri.
Dia berjalan menuju jendela besar yang menghadap langsung ke arah kompleks kastil Klan Zhou di atas bukit yang menyala terang benderang. Tudung jubahnya perlahan turun, memperlihatkan sepasang matanya yang kini telah berubah menjadi vertikal sempurna, menyala dengan warna merah darah yang sangat mengerikan di dalam kegelapan malam.
"Jebakan?" bisik Zhou Yu dengan senyuman tipis yang sangat kejam terukir di wajahnya.
"Zhou Gung... kamu terlalu meremehkan apa yang telah kamu buang. Jika kamu menyiapkan penjara ini sebagai kuburanku, maka aku akan memastikan seluruh kastil klanmu akan berubah menjadi altar pemakaman untuk putramu!"