NovelToon NovelToon
OB Tampan Pencuri Hatiku

OB Tampan Pencuri Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:331.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Enchya

Dimas Saputra seorang pemuda tampan yang sholeh, mendapatkan hati seorang wanita cantik yang kaya raya.

Seorang pemuda yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik keluarga Haristian, kini telah memikat hati seorang putri cantik dari pemilik perusahaan tersebut.

Berawal dari kehidupan yang sederhana, membuat dirinya merasa tak pantas untuk mendampingi wanita yang begitu terlihat sempurna. Namun kenyataannya jika yang kuasa sudah berkehendak, semua yang tidak mungkin akan menjadi mungkin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enchya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

"Sayang, siapa sih orang yang ga jatuh cinta melihat anak gadis papa yang cantik jelita ini? bahkan sampai ada yang bela-belain melakukan kejahatan dan rela mendekam di penjara seperti itu."

"Papah ini bikin malu saja, sudah jangan bahas itu lagi pah, Lisa malas mendengarnya. Di sisi lain Lisa juga merasa sangat bersalah terhadap Risky." Ujar Lisa sambil merasa sedih karena teringat Risky.

"Iya deh iya, ngomong-ngomong gimana kabar temen kamu itu, apa dia masih belum sadarkan diri?"

"Lisa ga tau pah, akhir-akhir ini Lisa belum menengoknya lagi. Lisa juga sedikit malas datang ke rumah sakit itu pah."

"Memangnya kenapa sayang?"

"Itu ibunya Risky mengira Lisa ini kekasihnya Risky dan dia menginginkan Lisa untuk ikut menjaga anaknya di rumah sakit pah. Bukannya Lisa ga mau menjaga Risky, tapi ibunya itu seperti berharap banyak kepada Lisa pah. Dan Lisa ga nyaman dengan itu semua." Ujar Lisa panjang lebar.

"Jangan malas sayang, dia kan teman kamu juga, tengok dia walau sebentar, pasti dia juga akan merasa senang jika kamu datang. Tapi kamu jangan sendirian kalau ke rumah sakit."

"Iya pah, Lisa juga kalau ke sana sama sahabat-sahabat Lisa kog pah."

Tak terasa perjalanan berlalu dan mobil papa Adit memasuki halaman rumahnya yang sangat luas. Mendengar suara mobil berhenti, mama Ita bergegas membuka pintu dan keluar menyambut suami dan putri tercintanya itu.

"Kalian baru pulang, darimana saja?"

"Tadi ada urusan sebentar mah, kenapa? mama udah kangen ya sama papa?" Goda papa Adit.

"Papah narsis banget, udah tua juga."

"Biarpun sudah tua, tetap berjiwa muda dong mah, papa juga ga kalah keren tuh sama anak-anak muda jaman sekarang." Ujar papa Adit sambil tertawa kecil.

Mama Ita tidak menghiraukan lagi perkataan suaminya, kalau udah keluar narsisnya ntar ga ada hentinya dia membahas ini itu. Mama Ita lebih memilih mengajak Lisa masuk rumah.

Lisa berjalan beriringan dengan mamanya. Mama Ita menggandeng tangan Lisa dan papa Adit berjalan di belakang mereka. Sampai di dalam rumah, papa Adit dan Lisa berjalan menuju lantai dua dan memasuki kamarnya masing-masing. Sedangkan mama Ita mendudukkan dirinya di sofa di ruang keluarga.

Sambil menunggu suami dan putrinya itu turun untuk makan malam bersama, mama Ita berjelajah ke online shop untuk melihat-lihat sesuatu. Sampai dia menemukan tas keluaran terbaru yang harganya fantastis tembus ratusan juta rupiah, dan dia berniat untuk membelinya.

Beberapa menit mama Ita menunggu, akhirnya papa Adit turun dan ikut duduk di sofa di samping mama Ita.

"Pah lihat deh, ini ada tas keluaran terbaru pah, mamah pengen ini. Beliin ya pah?." Ujar mama Ita sambil memperlihatkan foto tas di ponselnya.

Papa Adit fokus dengan ponselnya sendiri, dia tidak memperhatikan apa yang di tunjukkan oleh mama Ita. Tapi papa Adit mendengarkannya.

"Ambillah yang mamah mau."

"Beneran pah? Lihat dulu dong pah ini." Sambil menunjukkan fotonya lagi.

"Mah, ini harganya segini? lebih baik uangnya mamah tabung buat beli sesuatu yang lebih berharga mah, yang lebih berguna. Lagipula koleksi tas mamah udah banyak banget."

"Papah kog gitu, papah pelit nih sama istri sendiri."

"Bukan masalah pelit mah, mamah mau minta uang berapapun papah kasih, asalkan buat yang berguna mah. Papah transfer uangnya dengan jumlah itu, biar ga di kira papah pelit. Tapi ingat, jangan buat beli tas itu." Ujar papa Adit sambil membuka m-banking dan mentransfer sejumlah uang yang tertera di ponsel mama Ita.

Handphone mama Ita berbunyi dan itu notifikasi kalau ada transaksi masuk ke rekeningnya.

"Terima kasih pah, papah memang ganteng."

"Giliran ada uang aja baru mau bilang papah ganteng, tadi di luar tidak mau mengakuinya."

"Hehe. Cup." Mama Ita melayangkan satu kecupan mesra di pipi papa Adit.

Selang 15 menit Lisa juga turun dan ikut bergabung bersama kedua orang tuanya.

Di dapur bi Inah sedang sibuk menyiapkan makanan untuk mereka dan ada bi Atik yang ikut membantunya.

Bi Atik adalah salah satu ART yang terkadang ikut membantu memasak, walaupun soal masakan sudah dipercayakan menjadi tugas utama ni Inah.

Selesai menyajikan semua makanan di meja makan, bi Atik memanggil majikannya untuk segera menikmati makanannya.

"Tuan, nyonya, non Lisa, makanan sudah siap."

"Baik bi, terima kasih." Ujar papa Adit.

Papa Adit, mama Ita, dan Lisa berjalan menuju ke ruang makan. Di sana sudah berderet semua makanan yang baru saja di masak oleh kedua ART-nya.

Seperti biasa Lisa mengambilkan makanan untuk kedua orang tuanya dan yang terakhir untuk dirinya. Selesai mengambilnya, bi Inah melewati meja makan hendak mengambil air minum.

"Bii, sini makan sekalian." Ujar Lisa mengajak bi Inah.

"Bibi nanti saja non, masih ada pekerjaan yang belum bibi selesaikan."

"Pekerjaannya bisa di lanjutkan nanti bi, ayo makan bareng Lisa."

"Tidak non, terima kasih. bibi belum lapar non."

"Jangan menolak bi, ayo kita makan bersama-sama." Ujar mama Ita.

"Bibi tidak enak dengan yang lainnya nyonya. Nyonya, tuan, dan non Lisa duluan saja silahkan."

"Kalau begitu suapi Lisa bi." Ujar Lisa sambil berdiri dan mendekati bi Inah.

"Baik non."

"Sayang, kamu ini sudah gede loh, apa kamu ga malu?" Ujar papa Adit.

"Lisa kangen di suapi bi Inah pah. Udah lama banget Lisa ga di suapi bi Inah lagi." Ujar Lisa sambil tersenyum.

"Tidak apa tuan, saya senang non Lisa masih mengingat dan menginginkannya." Ujar bi Inah.

Lisa duduk dan bi Inah mulai menyuapi bayi kecilnya itu. Mama Ita dan papa Adit melihat kasih sayang bi Inah terhadap Lisa yang sangat tulus seperti ibu kandungnya sendiri.

Setelah kenyang, Lisa meminta bi Inah untuk berhenti menyuapinya. Papa Adit dan mama Ita juga sudah selesai dengan acara makannya. Lalu mereka berjalan menuju ruang keluarga lagi.

"Apakah bibi rindu dengan suami dan anak bibi?" Ujar Lisa saat mama dan papanya pergi dan hanya tinggal berdua dengan bi Inah.

"Tentu non, bibi sangat merindukan mereka."

"Apa bibi mau menengok mereka?"

"Memangnya kenapa non?"

"Lisa mau ikut ke pemakaman suami dan anak bibi. Besuk kita kesana ya bi."

"Benarkah non? terima kasih non, bibi sangat senang mendengarnya."

"Iya bi, sama-sama."

Lisa beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ruang keluarga untuk bergabung dengan mama dan papanya.

"Mah, ada kabar terbaru hari ini." Ujar papa Adit.

"Kabar apa pah." Tanya mama Ita penasaran.

"Itu tuh, anak mamah. Dia,,," Ucapan papa Adit menggantung.

"Papah.!" Teriak Lisa.

"Ada apa sih ini?" tanya mama Ita sambil menatap suami dan anaknya secara bergantian.

1
Bima Sena
terlalu bertele tele
Rahmat
hbvg
Noe Aink
apa menariknya Thor nyeritain pembantu...
Noe Aink
makin Mls coment cerita membagongkan
Noe Aink
cerita dh masuk 14 bab ketemu juga blom gimana mau gk bosen bacanya apanya yg menarik thor
Noe Aink
klo ceritanya gini terus mh saya juga bosen bacanya Thor ...
Noe Aink
gimana mau coment Thor ceritanya kok bertele tele kapan mau ketemu dan pacarannya klo ceritanya dh bab segini msh nyeritain kehidupan klurga Masing" doang
Noe Aink
cerita pembukaannya ga menarik sama sekali dh sampe 3 bab ceritanya cuma gitu doang apa yg bikin menarik..
Harullah Thahir Diwolu
mampir Thor 🙏
Achmad Sufi
alur cerita nya simple dan nyambung dari paragraf satu kelainnya...mantab lanjut thor
Achmad Sufi
mantab
Iyan
ini mah kek di cerita" FTV
Rizky Dafit
kapan ni thor dimas sama lisa nikah nya? kok ga nikah nikah?
Ashifa Shifa
mulai geregetan ni Amel penggangu
Abdul Yaden
seru kayanya nich
ian ardian
thor up please
Muhamad Supriadi
visualnya dong biar seru
Arjun Setiwan
bagus ceritanya aku ska
Sadam umar Sadam
lanjut
Suhardi Hardi
lanjut boss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!