NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.8k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32.

"Jika memiliki maksud dan tujuan tertentu, saya pasti sudah melakukannya sejak lama. Tidak perlu menunggu hingga bertahun-tahun."

"Tadinya saya juga berpikir kalau gadis kecil itu anak bapak, soalnya senyumnya mirip banget sama bapak."

Semua kata-kata tersebut kembali berputar di kepala Sandi setelah mendengar penyampaian Bara tentang Vania. Di tambah lagi dengan setiap kata yang tercantum di akta kelahiran Sesil, di mana status bocah perempuan tersebut dinyatakan sebagai anak dari seorang ibu.

Sandi nampak memijat kepalanya yang tiba-tiba terasa berdenyut memikirkan semua itu.

"Sepertinya aku butuh bantuan Nindi."

Sandi meraih ponselnya kemudian melakukan panggilan telepon pada salah seorang saudari sepupunya yang berprofesi sebagai seorang dokter.

"Tumben jam segini kamu meneleponku." Terdengar suara seorang wanita dari seberang telepon, saat panggilan tersambung.

"Aku ingin bertemu denganmu. Aku harap besok kamu tidak terlalu sibuk."

"Kebetulan besok jadwalku tidak terlalu sibuk, datanglah ke tempat kerjaku!" Nindi yakin ada hal penting yang ingin dibahas oleh saudara sepupunya tersebut hingga meluangkan waktu berharganya untuk mengajaknya bertemu. Karena biasanya Sandi selalu saja mencari alasan untuk menolak ajakan para sepupunya untuk sekedar nongkrong. Tentunya dengan alasan sibuk. Padahal faktanya, Sandi tak terlalu suka membuang waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, salah satunya nongkrong hingga berjam-jam lamanya.

"Terima kasih sebelumnya."

Kedua bola mata Nindi nyaris keluar dari tempatnya ketika mendengar ucapan terima kasih dari saudara sepupunya tersebut. Pasalnya, Sandi hampir tak pernah mengucapkan kalimat keramat itu kepada semua saudara sepupunya.

"Kamu nggak habis divonis mengidap penyakit berat kan?." Bisa jadi karena telah divonis mengidap penyakit berat oleh dokter hingga membuat sikap Sandi berubah seratus delapan puluh derajat. Ya, Sandi memiliki beberapa orang saudara sepupu yang usianya tak terpaut jauh darinya. Mungkin karena itu sikap mereka akrab layaknya teman sebaya, Makanya ucapan terimakasih hampir tak pernah terucap antara satu sama lain.

"Enggak lah..." Setelah merasa percakapan mereka cukup, Sandi pun pamit untuk menyudahi panggilan telepon.

Sandi beranjak dari ruang kerjanya, dan kembali ke kamar.

Sandi bergerak perlahan agar tidak sampai membangunkan Vania dari tidurnya. Sesaat sebelum membuka lemari pakaian milik Vania, Sandi kembali menoleh ke arah Vania untuk memastikan wanita itu lelap dalam tidurnya.

Sandi memeriksa setiap sela lipatan pakaian Vania untuk mencari sesuatu. Hingga hampir lima menit berusaha mencari benda yang diinginkannya, namun Sandi tak juga berhasil menemukannya. Hingga pada akhirnya, pandangan Sandi mengarah pada koper besar milik Vania yang berada di atas lemari.

"Apa mungkin Vania menaruhnya di dalam koper?." Batin Sandi. Tak ingin membuang waktu, Sandi pun segera menurunkan koper tersebut lalu memeriksanya.

Benar saja, Sandi berhasil menemukan keberadaan benda tersebut di dalam koper. Sepertinya Vania memang sengaja menyembunyikannya di sana. Benda itu tak lain adalah kutipan akta kelahiran Sesil.

Deg

Jantung Sandi seperti berhenti berdetak saat melihat tanggal lahir Sesil yang tercantum di dalam kutipan akta kelahiran tersebut. Sesil lahir tepat setelah sembilan bulan kejadian di kamar hotel malam itu.

Waktu itu Sandi memang tidak sempat melihat tanggal lahir Sesil, karena Vania buru-buru memasukan kembali kutipan akta kelahiran tersebut ke dalam tasnya.

"Ya Tuhan, apa mungkin gadis bersamaku malam itu adalah Vania?." Batin Sandi seperti tak percaya. Jika benar, begitu unik cara Tuhan kembali mempertemukan mereka. Namun begitu Sandi tak mau terlalu menaruh harapan tinggi, takut kecewa jika kenyataannya Vania bukanlah gadis yang malam itu menghabiskan malam panas bersamanya. Sandi tak bodoh, dengan menanyakan kebenaran tersebut langsung pada Vania. Ia memilih menggunakan caranya sendiri.

Sandi segera mengembalikan akta kelahiran Sesil ke dalam koper setelah terlebih dahulu mengabadikan isi kertas tersebut menggunakan kamera ponselnya. Kini koper besar milik Vania sudah dikembalikan Sandi ke tempat semula.

Kini Sandi nampak duduk di sofa dengan posisi menyilangkan kedua kakinya, sementara pandangannya terfokus pada istrinya. Sungguh, saat ini isi kepala Sandi sangat berisik dengan berbagai macam dugaan. Mungkin karena lelah berpikir, Sandi pun akhirnya ketiduran di sofa hingga pagi menjelang.

"Apa semalam mas Sandi ketiduran di sofa?." Begitu membuka mata, Vania melihat sisi tempat tidur di sampingnya kosong. Saat memandang ke arah Sofa, terlihat suaminya ketiduran di sana.

Vania beranjak turun dari tempat tidur dan melangkah ke arah sofa.

"Mas...."

"Hm..." Sandi bergumam masih dengan posisi mata terpejam. Perlahan Sandi membuka matanya.

"Sudah jam berapa sekarang?."

"Jam setengah tujuh, mas."

"Apa ada yang salah?." Vania mengeryit saat menyadari tatapan tak biasa suaminya itu padanya.

"Tidak ada yang salah." Sandi memutuskan tatapannya dari Vania.

"Mandi dan bersiaplah! Aku akan mengantarmu ke hotel."

Dari perkataan Sandi, Vania dapat menyimpulkan bahwa Sandi memiliki tujuan lain setelah mengantarkannya ke hotel. Mungkin Sandi sedang ada urusan di perusahaan, begitu pikir Vania.

"Baiklah."

*

Pagi ini Vania tak lagi mengendap-endap turun dari mobil suaminya. Ia turun dari mobil Sandi tepat di depan gedung hotel Admodjo Group. Kini semua pegawai hotel telah mengetahui status pernikahannya dengan Sandi, hingga tak ada lagi gunanya mengendap-endap turun dari mobil pria itu.

"Terima kasih sudah menyayangi Sesil layaknya putri kandung sendiri." Selama Sesil bersekolah, Vania selalu melihat Sandi sibuk membantu bocah itu bersiap-siap, termasuk membantu Sesil mengenakan seragam sekolahnya.

"Bagaimana jika seandainya Sesil memang putri kandungku?."

Deg.

"Apa maksud kamu, mas?." Mimik wajah Vania berubah, sedikit gelisah.

"Tidak perlu terlalu dipikirkan! Aku kan cuma bilang, seandainya." Sandi mengulas senyum tipis di sudut bibirnya.

Vania lega, rupanya pria itu hanya sekedar berandai-andai saja. Setelahnya, Ia pun berpamitan lalu turun dari mobil Sandi.

Setelah melihat Vania memasuki pintu utama hotel, Sandi pun kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit tempat saudari sepupunya bekerja.

Hampir satu jam Sandi berada di rumah sakit, mengobrol serius bersama saudari sepupunya, yakni wanita cantik yang akrab disapa Dokter Nindi.

"Dua hari kedepan kamu boleh balik lagi ke sini!." Pesan Nindi pada Sandi.

"Baiklah." Setelah merasa kepelukannya bersama Nindi sudah selesai untuk hari ini, Sandi pun berpamitan pada saudari sepupunya tersebut.

Cafe favorite nya bersama Bara adalah tujuan Sandi setelah meninggalkan rumah sakit. Bara sudah menantinya di sana sejak beberapa waktu lalu.

Kurang dari tiga puluh menit kemudian, mobil Sandi tiba di cafe. Sandi beranjak turun dari mobilnya dan memasuki cafe. Dari kejauhan Sandi melihat Bara dengan pakaiannya yang nampak basah. Merasa penasaran, Sandi pun segera menghampiri sahabatnya itu.

"Apa yang terjadi padamu? Kenapa pakaianmu bisa basah seperti ini?." Tanya Sandi dengan dahi berkerut bingung.

"Ini semua pembuatan gadis gila tadi, dia menyiram ku dengan segelas minuman." Bara nampak kesal setengah mati.

"Gadis gila?." Cicit Sandi dan Bara pun mengangguk kesal.

"Kenapa bisa?."

"Dia menuduhku menyenggol bo-kongnya, dan langsung menyiram ku dengan segelas jus." Aku bara. Beberapa saat sebelum kedatangan Sandi, Bara melintas dibelakang punggung seorang gadis yang tengah berdiri di depan mejanya, dan seorang pelayan wanita yang kebetulan juga sedang melintas secara tidak sengaja menyenggol bokongnya. Tanpa bertanya terlebih dahulu, gadis itu langsung meraih gelas jus dihadapannya kemudian menyiramkan nya pada Bara.

Sandi langsung melebarkan senyum mendengar cerita Bara.

"Dalam kondisi pakaianmu basah seperti ini, tak enak berlama-lama di sini, kamu bisa jadi pusat perhatian orang-orang. Lebih baik kita ke hotel sekarang. Kamu bisa mengenakan kemejaku nanti." Merasa kondisi Bara saat ini tidak memungkinkan berlama-lama di tempat umum seperti ini, Sandi lantas mengajak sahabatnya itu ke hotel Admodjo Group. Mereka bisa mengobrol di sana saja.

1
Rita Susanti
kasihan banget Vania punya ibu yg jahat banet
Lia siti marlia
akhirnya kebenaran pun terungkap untuk vania 👍👍👍bagus sandi kamu harus ambil sikap tegas👍👍👍👍👍👍👍
secret
gilaakkk gilaakkk gilaakkk, tdk bisa berword2 dgn kelakuan nenek lampir.. para napi di penjara nnti titip ni anomali y
Ariany Sudjana
begitu dengar kata pengadilan, langsung panik, minta tolong Vania. kenapa kamu ga minta tolong sama pelacur murahan kesayangan kamu itu? dasar ibu durhaka kamu juga, sudahlah bunuh saja ibu yang tidak berguna itu
sri hastuti: ibu spt buang aja, biar tau rasa, jd miskin, vania gak usah berhubungan lg sm orang tua spt itu,waktunya km bahagia
total 1 replies
partini
moga kena stroke tuh mulut biar mencongggg ibu lacknat
sri hastuti
ibu spt itu buang aja thor, bikin jengkel aja, jd orang tua jahat banget, biar dpt balasan setimpal, biar kapok huuhhh😡😡😡😡
Yallend Mungil
bisa ngk thor updatetan nya banyakin jgn cuma 1 aja 3 bgtu perhari dong
Ayila Ella
kira kira siapa ya yg dulu bucin bara apa Cika,,,next thor
secret
nahh jd salah paham kan bpk securitynya😂 hayoloo bujuk bar yg lg cemburu tp ketutup gengsii🤭 hmm lg dan lg sandi hrs menghadapi si nnek lmpir
secret
syukur deh feeling readers salah, ga ktmu 2 nenek lampirr
alahaayyy mereka tu smsm mauu tp msih bingung ajaa mengungkapkannya🤭🤭
Felycia R. Fernandez
kan kemarin udah minta 2M agar Vania lepas dari ibunya...
Felycia R. Fernandez
Bara kk Thor
Ariany Sudjana
ga Natalie ga ibunya sama saja, sama-sama pelacur murahan 🤣🤣😂😂 heh waras kamu yah? menyebut diri sebagai ibu kandung Vania? ibu macam apa yang menjual putri kandungnya dan lebih percaya sama omongan pelacur murahan seperti Natalie?
Lia siti marlia
cie cie yang kw gep security cika bara 🤣🤣🤣🤣
lah lah bagus sandi kamu bilang gitu sama siapa sih mamahnya vania namanya pokonya dia we ...biar dia sadar kalu dia telah menukar vania dengsn uang 20 miliar 👍 amnesia kali tih orang masih menyebut dirinya ibu mertua 🤭🤭🤭
Lia siti marlia
cie cie cika cemburu 🤭🤭
cie cie bara ke gep jadi kelimpungan kan buat jelasin 🤭🤭
cie cie vania yang melongo karna tingkah kedua nya 🤣🤣🤣
partini
bara bere minheeeee ,, terlalu banyak wanita sih jadi susah sendiri
Ariany Sudjana
kapan sih kena batunya orang tua Vania? sudah jahat, menjual Vania, dan masih juga percaya sama omongan si pelacur murahan Natalie itu
Yallend Mungil: jgn cuma org tua nya tp natalie jg hrs kena batunya🤭
total 1 replies
Lia siti marlia
sahabat rasa saudara ini mah bahagia selalu yah kalian vania cika semoga kalian di ratukan suami kalian😍😍😍
secret
good bahagiaaa2 ajaa van, nikmati hidup😁 ehh tapii feeling bkl ketemu si 2 nenek lampir, bkl hilang deh mood bahagia
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳 : saatnya bahagia bersama suami anak dan mertua juga sahabat jangan pikirin orang-orang gila yang menyakiti mu Vania🥳semoga semua terungkap setelah paman Vania ditemukan dan tentang Ibunya Vania yang sesungguhnya
total 1 replies
secret
udah van air matamu terlalu berharga untuk org gatau diri gitu, mending bahagia2 ajaaa sm paksuu.. kehancuran otw untuk org2 gada otak ituu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!