NovelToon NovelToon
Lovely Wife

Lovely Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Einaz Ajjah

Kisah rumah tangga pasangan baru. Mereka berpindah ke Ibukota karena sang suami Davin putra Adiguna akan memimpin perusahaan disana. Serta dipicu dengan alasan utama untuk pindah yaitu mengindari adik Davin yang masih menaruh hati pada istrinya yang cantik Abelia Amvan Wijaya.

Bagaimana lika-liku perjalanan kehidupan rumah tangga pasangan ini di tempat yang baru? Davin seorang mantan playboy yang diragukan keinsafannya, sedangkan sang istri Abelia, sangat pencemburu tingkat tinggi?

Sekedar saran! Untuk tahu kisah mereka sebelum menikah, bisa baca ISTRI UNTUK PAPA SEASON 2 ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Einaz Ajjah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menutupi

Abel membuka mata karena mendengar samar-samar suara Adzan subuh. Ia merasakan sedikit pegal dan nyeri di pinggangnya. Dilihatnya kepala suaminya yang terkulai dadanya. Pantas saja badannya terasa berat hingga nyerinya tembus ke pinggang.

"Abang, bang Davin. Bangun udah subuh." Abel menggoyangkan bahu bayi besarnya agar bangun.

Abel terus menggerakkan badan suaminya dan mengelus sesekali kepalanya agar segara membuka mata.

"Sayang, Abang masih capek banget sebentar lagi." Davin malah menikmati belaian istrinya dan memeluk erat Abel.

"Abang, itu Papa pasti nunggu Abang sholat subuh di masjid." Abel terus berusaha membuat suaminya bangun.

"Ya sayang iya," Davin membuka matanya dan bangun menghujani wajah Abel terlebih dulu dengan ciuman.

"Abang udah! sekarang mandi dulu please!" ucap Abel mendorong suaminya.

"Ya, mandi berdua ya."

tok tok tok

Belum sempat menjawab suara ketukan pintu sudah mengagetkan keduanya. Siapa lagi kalau bukan Papanya.

"Vin, cepetan! keburu iqomah!" teriak Ervan dari pintu.

"Ya Pa! sebentar lagi!" balas Davin.

"Cepat! Papa tunggu dibawah." Suara Ervan yang terakhir terdengar bersamaan dengan langkah kaki yang menuruni tangga.

"Tuh Sana mandi! Cepetan!" seru Abel.

"Iya-iya ...." Davin pun menurut kali ini, pergi ke kamar mandi sendiri.

****

Ervan dan Davin berjalan beriringan usai sholat subuh berjamaah di masjid. Lokasi rumahnya dan masjid memang tidak jauh, hanya beda satu gang. Abel dari awal memang sengaja memilih rumah yang tak jauh dari masjid kalau bisa di depan masjid. Tapi rejeki Abel dan Davin mendapatkan rumah yang dekat dengan masjid tapi tidak juga di depan rumah mereka Persis. Karena di depan masjid Hanya ada bangunan Ruko.

"Vin, betah Abel tinggal disini?" tanya Ervan membuka pembicaraan.

"Alhamdulillah betah sepertinya Pa, selama ini Abel cuma bedrest kita belum sempat keliling kota."

"Ya nggak usah keliling kota, kesehatan Abel lebih penting," seru Ervan. Davin hanya mengangguk mengiyakan.

"Vin, Abel sudah tahu kalau Miranda ingin mengalihkan perusahaan di bawah naungan Adiguna." Ervan beralih topik pembicaraan dengan nada serius.

"Belum Pa, aku juga terkejut setelah tahu dari pak Angga."

"Aku hanya kuatir Abel jadi tertekan dengan pilihan yang sulit."

"Pa, aku sudah usahakan membatalkan rencana Adiguna Gruop mengambil alih Wilson Palm meskipun banyak penolakan dari yang lainnya."

"Vin, apa kamu juga tahu kalau karena itu hubungan keluargaku dengan Mas Ervin jadi renggang. Mereka mengira Kamu, aku, Miranda terlibat masalah peralih ini demi keuntungan."

"Ya Pa, aku ngerti pasti Papa hadapi fitnah itu di kota B. Aku minta maaf Pa, Seandainya aku tahu sejak awal aku pasti bisa selesai dengan mudah. Tapi sekarang sedikit lebih sulit karena berita sudah menyebar dan Bu Miranda sudah setuju dengan kesepakatan ini."

"Aku yakin kamu nggak terlibat Vin masalah ini, aku memang tahu dari Miranda sebesar apa keuntungan yang diberikan Adiguna group. Tapi yang terpenting, aku hanya mau keluarga kita tidak ada yang saling berselisih seperti sekarang. Aku juga sudah memberi peringatan Miranda supaya Abel jangan terlibat dulu masalah ini."

"Ya Pa aku ngerti, Aku nggak akan biarkan Adiguna group mengusik perusahaan Abel. Aku akan buat Wilson Palm tetap di bawah naungan WPH."

"Makasih Vin, bukan bermaksud untuk apa-apa Vin. Setelah istriku Amanda meninggal, aku bahkan tidak mengambil satu rupiah pun harta peninggalannya. Aku menyerahkan semua warisannya pada Abel. Harta warisan milik Abel di kelola dengan baik oleh WPH hingga bisa menghasilkan perusahaan baru Wilson Palm yang di kelola Miranda. Bayangkan saja bagaimana rasanya di khianati setelah dirawat dari kecil hingga dewasa. Setelah Dewasa dengan mudahnya menerima pinangan lain karena memberi keuntungan lebih dan merugikan naungan sebelumnya."

"Ya Pa aku mengerti Pa, itulah yang akan aku coba negosiasi dengan Bu Miranda yang sepertinya sudah terlalu tergiur dengan Adiguna. Tanpa memikirkan effectnya yang bisa langsung melemahkan saham WPH."

"Semua keputusan memang di tangan Abel, tapi aku harap kamu bisa selesaikan masalah ini sebelum sampai ke telinga Abel Vin. Aku kuatir bisa berpengaruh pada kehamilannya."

"Ya Pa, aku ngerti. Maaf ya Pa, aku benar-benar nggak tau gara-gara perusahaan keluargaku. Keluarga istriku jadi berselisih seperti ini."

"Ya Vin, aku ngerti setiap manusia pasti punya sisi ketidakpuasan dan menginginkan hal yang lebih. Itu sangat manusiawi."

"Iya Pa, di awal pernikahan keluarga besar kita jadi berselisih seperti sekarang."

"Sudah tidak apa-apa, aku percaya kamu bisa selesaikan masalah ini. Ayo kita pulang istri kita pasti sudah nunggu." Ervan menepuk bahu Davin mengisyaratkan untuk berjalan.

Abel dan Davin kembali berjalan meninggalkan danau buatan kecil yang berada tak jauh dari rumahnya. Obrolan mereka cukup panjang jika tidak berhenti terlebih dulu.

Keduanya duduk di kursi teras depan rumah setelah berjalan kaki. Mereka tidak lagi membahas masalah perusahaan keluarga ketika di rumah sesuai kesepakatan. Riri segera datang membawa nampan berisi dua cangkir kopi kesukaan suaminya seperti kebiasaannya di kota B. Jiwa ibu rumah tangganya selalu melekat dimana pun dia berada. Bahkan Riri sudah memasak sarapan untuk keluarganya setelah sholat subuh.

"Mau sarapan sekarang atau nanti," tanya Riri.

"Sebentar lagi Ma, kita mau santai dulu," ucap Ervan.

"Oke," Riri kembali masuk ke dalam rumah.

Davin dan Ervan menikmati cangkir kopi masing-masing. Keduanya menyesap kopi dengan tenang menikmati pagi seolah melupakan masalah yang sedang terjadi.

"Abang Papa!" sapa Abel pada kedua pria kesayangannya. Ia langsung duduk di kursi yang masih kosong.

"Abang, Abel sudah buat daftar untuk keluarga besar dari Abel di kota B yang akan datang ke acara kita. Rencananya sekitar empat puluh Samali lima puluh orang. Abel akan suruh Pak Amar siapkan transportasi dan tempat menginap mereka."

Ervan dan Davin saling bersitatap, bagaimana bisa kita akan mengumpulkan seluruh keluarga. Sementara hubungan keluarga mereka sedang merenggang sekarang.

"Sayang, kenapa harus sebanyak itu yang di undang. Kita undang keluarga inti saja. Lagipula ini cuma acara empat bulanan. Mungkin kalau acara tujuh bulanan bisa kit@ undang seluruh keluarga besar kita." Ervan mencoba menyakinkan Abel.

"Papa benar Sayang, lagipula kondisi kamu juga nggak memungkinkan untuk menerima banyak tamu. Kamu harus banyak istirahat." Davin menyambung meyakinkan Abel.

"Ya juga sih," jawab Abel.

"Kita undang tetangga-tetangga kita sekalian bersilaturahim. Semenjak datang kesini kita jarang bersosialisasi dengan mereka." Davin kembali memberi alasan tepat.

"Setuju dengan Davin," ujar Ervan.

"Iya udah, Abel hubungi keluarga inti kita aja. Omah Opah, Om Ervin, Tante Miranda dan keluarga Adiguna." Abel bangkit dari kursi.

Dengan cepat Ervan meraih tangan Abel. Abel spontan duduk kembali ke kursinya.

"Sayang, biar Papa saja yang menghubungi keluarga kita," ujar Ervan.

"Ya Sayang, kau hubungi saja Nolan. Dia pasti senang akan ke ibukota mendatangi acara kita." Davin menyerahkan ponselnya pada Abel.

"Iya - iya!" Abel meraih ponsel suaminya. Ia masuk ke dalam rumah.

Ervan dan Davin saling pandang.

"Vin, selesaikan segera! jangan simpan masalah ini terlalu lama," nasehat Ervan.

Davin menganguk, untuk pertama ia menutupi hal besar dari istrinya.

.

.

.

.

.

.

NEXT....

😳😳😳 mudahan cepat kelar ya!

nanti up lagi ya!

Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote 😘😘

1
Call Me Ei (Ig:@einaz1910)
love
Gina
jambak rambut nya
Gina
hehe
rupanya ngayal, sampe suudzon 🙋duluan
Gina
mode WASPADA
Sananda
ulah papa mertua yg serakah 😄😄
si kece
ku bisikin ke kamu bel.. davin pernah hampir tergoda sm si taneman berduri. hampir ciuman. klo km tau, pasti km marah bel 🤣
si kece
nunggu lo yg gerak mah keburu si taneman ngelancarin rencana busuk nya. hadehhh
Rama Fitria Sari
mampir kembali di novel ku
"kau, aku dan kenangan kita" dan "sebening kasih"
Fitriyani
tu kan si Davin,hanya krn aroma parfumnya sm aja,udh hampir khilaf kn,gmn klo tiap hari d cekokin sikap floris yg genit,d tmbh lg klo sampai pakai obat perangsang,,,beeeh,bakalan khilaf beneran lh.kt nya mantan playboy,tp masa ngadepin ulet bulu ky floris g nyadar...🤦
Fitriyani
mnrt q sih,emank salah sikap abel.walau gmn pun,Nolan kn adk ipar,apalgi Abel cewe berhijab.emank g shrsnya Abel brsikap ky gt,d tmbh lg,Nolan prnh punya rasa sm Abel,bhkn mgkn msh ada rasa itu.shrz nya Abel bs lbh bersikap yg shrsnya
Fitriyani
emank sih kamu cinta sm istrimu Davin, tp klo kamu udh d kasi obat perangsang,cp yg bs jamin klo kamu bs ttp tahan,,sdgkn baru lht bibir floris ddpn mata bbrp centi aja,mu udh oleng ..
kesel deh gue ..😠
Fitriyani
harusnya,abel sambil d rekam pas ngmng ky gt,,,
Fitriyani
hmmm...q paling g suka sm tipe cowo yg kt nya syng n cinta sm istri,tp nyata nya liat bibir cewe lain ddpn mata,bkn nya lgsg marah malah nafsu.😠
mnding sm tipe cowo yg dingin,Krn biasanya cowo yg dingin pasti bakalan lgsg marah klo d deketin cewe selain istrinya
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
hadir lagi
Rhenii RA
Keponakan kali yah, kok adik lagi sih namanya?
Rhenii RA
bangke, kena prank. Padahal udah deg-degan astga😆
Rhenii RA
astaga, ngakak
Bambang Pdk
jgn smpi ninggal donk thor n jd gk greget lg mo baca.
KomaLia
emang engga ada gitu sekertaris cowo,masa harus cewe seksi terus,lama kelamaan bisa aja tuh si davian nya tergoda juga
KomaLia
karma tuh kalau jadi pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!