NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Suami Kakakku

Menikah Dengan Suami Kakakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:11.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratna Wullandarrie

Warning,,,!!!! 21+, harap bijak mencari bacaan.!


Delia Larasaty, gadis cantik berusia 22 tahun itu tidak pernah menyangka jika dirinya akan menikah dengan kakak iparnya sendiri, atau lebih tepatnya menikah dengan suami kakaknya.

Dia adalah Bramantyo Sanjaya atau Bram. Pria dengan wajah tampan yang saat ini berusia 30 tahun tapi masih terlihat muda.
Anak tunggal dari Tuan Sanjaya, pemilik Sanjaya's Group. Salah satu perusahan terbesar dikota jakarta.

Bram menikah dengan Ditha Larasaty, kakak kandung Delia. Tapi 6 bulan yang lalu saat Ditha melahirkan, kondiri Ditha melemah hingga dia dinyatakan koma. Hingga saat ini Ditha belum juga sadar dari komanya.

Kedua orang tua Bram tidak tega melihat kondisi anaknya yang semakin tidak terawat dan terus berlalur dalam kesidihan karna tepukul atas kejadian yang menimpa istrinya. Maka dari itu kedua orang tua Bram meminta Bram untuk menikah dengan Delia, agar Bram tidak berlarut - larut dalam kesedihan karna terus memikirkan Ditha yang belum tentu akan bangun dari komanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Keluarga bahagia

Sejak Bram memasang cctv di ruang rawat Ditha dua minggu yang lalu, laki - laki itu belum pernah menampakkan batang hidungnya disana. Hal itu membuat Bram tidak bisa menahan kekesalannya, dia tidak bisa terlalu lama menunggu. Hingga dia sempat berniat ingin mengancam perawat agar membuka mulut dan memberi tahu identitas laki - laki itu.

Namun rencana Bram dicegah oleh Delia, dia meminta Bram untuk tidak melakukan tindakan yang salah. Belum tentu perawat itu akan buka mulut, karna selama ini dia bisa menyembunyikannya. Delia berfikir jika uang yang diberikan laki - laki itu sangat besar, hingga perawat itu bisa membungkam mulutnya.

...*****...

Siang ini Bram mengajak Delia dan Alea jalan - jalan ke mall. Bram sengaja menyetir sendiri dan hanya membawa mereka berdua. Bram ingin menikmati moment yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Delia tentu saja sangat senang dan excited. Selain dia bisa refreshing, Delia juga berharap Bram akan membelanjakannya sesuatu atau menyuruhnya untuk belanja sepuasnya. Delia berharap dewi fortuna akan berpihak padanya kali ini. Delia tersenyum lebar saat membayangkannya. Dia bahkan sudah membuat list ghoib untuk barang yang akan dia beli jika hal itu terjadi.

"Apa yang sedang kamu pikirkan.?" Suara berat Bram sontak membuat Delia terkesiap.

Delia melerik Bram dan semakin menyunggingkan senyumnya hingga memamerkan deretan giginya yang rapi. Bram sudah paham arti senyum itu. Pasti tidak jauh dari kata uang atau belanja. Seperti saat Bram mengajak Delia belanja ketika di Bali, dan saat dia memberitahu Delia jika akan mendapat imbalan setiap kali memasangkan dasi. Seperti itulah senyum Delia saat itu.

"Hee,, tidak ada." Jawab Delia.

Bram kembali fokus menyetir, tapi seringai licik muncul diwajahnya tanpa Delia sadari.

"Kita hanya akan makan siang, mengajak Alea bermain di playground, lalu pulang." Kata Bram datar. Sangat jelas dan padat.

Baru saja Delia merasa senang dan semangat, ucapan Bram seketika meruntuhkan kesenangannya. Delia juga nampak tak bersemangat lagi. Delia tidak berkomentar apapun, dia hanya menganggukan kepalanya beberapa kali, tanda mengerti dengan ucapan Bram.

Melirik Delia dari kaca spion, Bram hanya mengulum senyum melihat wajah lesu Delia dengan bibir yang sedikit manyun. Bisa dibayangkan semenggemaskan apa wajah Delia. Hingga membuat Bram selalu bersemangat untuk menjahilinya.

Ketiganya sudah sampai di mall, saat ini mereka sedang berada di salah satu restoran untuk makan siang terlebih dulu. Delia mendudukan Alea di kursi khusus untuk bayi, Delia duduk disebelah Alea, ram duduk berhadapan dengan Delia. Mereka menunggu makanan yang sudah mereka pesan beberapa menit yang lalu.

Pelayan datang membawakan pesanan mereka, dia menatanya di atas meja. Selepas kepergian pelayan itu, Delia langsung memgambil mangkuk berisi sup ayam. Dia juga mengambil sedikit nasi dan meletakkannya di piring kosong. Lalu menambahkan wortel dan kentang yang ada di sop ayam itu. Mengambil sendok dan mulai menghaluskan nasi berserta wortel dan kentang itu dengan sendok. Bram menyernyitkan kening melihat Delia yang sedang mengulek nasi.

"Kenapa seperti itu.?" Tanya Bram penasaran. Delia berhenti sejenak, dia menatap Bram.

"Lalu Alea harus makan nasi dan sayur yang masih utuh.?" Delia malah balik bertanya. Dia kembali menghaluskan nasi.

Bram hanya bisa tersenyum, meskipun Delia memiliki sifat kekanakan, namun dia begitu pintar dan telaten mengurus Alea. Jikka dia adalah ibu kandung Alea, mungkin itu akan jadi hal yang wajar. Namun Delia adalah seorang gadis yang mendadak menjadi ibu untuk Alea, dan kemahiran Delia dalam mengurus Alea patut di acungi jempol.

Bram mulai menyantap makanannya. Tapi kemudian dia melihat Delia yang sedang menyuapi Alea. Bram melirik makanan Delia yang belum disentuh. Delia lebih memilih untuk menyuapi Alea lebih dulu.

Bram menarik piring Delia agar lebih dekat dengannya, dia menyendok makanan itu dan menyodorkannya pada Delia. Namun Delia terlalu fokus pada Alea, hingga tidak menyadari Bram menyodorkan makanan padanya.

"Sayang,, kamu juga harus makan." Kata Bram. Delia menengok, melihat Bram akan menyuapinya, dia diam tak bergeming. Perasaannya seperti sedang di aduk - aduk saat ini. Bahagia, sedih, malu, jadi satu.

"Kenapa bengong.? Ayo buka mulutmu." Bram menyadarkan Delia yang hanya menatapnya saja.

"Aku bisa makan sendiri mas. Tidak perlu menyuapiku." Tolak Delia.

"Kamu sedang menyuapi Alea, biar aku yang menyuapimu. Cepat buka mulutnya, jangan membantah.!" Tegas Bram di akhir kalimatnya. Mendapat perintah yang terkesan memaksa itu, Delia segera membuka mulutnya. Menerima suapan pertama dari Bram. Hanya disuapi saja bisa membuat hati Delia meleleh. Dia merasa Bram sangat perhatian padanya.

Delia menyuapi Alea, sedangkan Bram makan sambil bergantian menyendok makanan kemulut Delia. Delia sangat menikmati setiap suapan yang diberikan oleh Bram. Dia bahkan tidak memperdulikan bebeapa pasang mata yang terkadang memperhatikannya saat sedang disuapi. Lagi pula pandangan mata mereka bukan untuk menghina, justru mereka terlihat iri dengan pemandangan yang sangat romantis itu. Mereka bertiga sudah seperti keluarga kecil yang bahagia.

Delia terlalu terbuai dengan perlakuan manis dari Bram, hingga tidak menyadari jika makanannya sudah habis karna Bram tidak lagi menyuapinya. Delia melirik piringnya yang sudah kosong, dia terlihat kecewa karna adegan romantisnya harus berakhir. Ini pertama kalinya Delia disuapi oleh laki - laki selain ayahnya dulu. Ada kehangatan di hatinya saat Bram memperlakukannya seperti itu. Delia gadis yang manja, wajar saja jika dia sangat senang hanya karna disuapi.

"Mau makan lagi.? Apa masih mau disuapin.?" Tanya Bram. Dia seolah tau apa yang sedang dipikirkan oleh Delia. Pipi putih Delia menyemburkan rona merah, dia malu karna Bram mengetahui isi hatinya. Delia memilih tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum tipis. Mengambil minum dan meneguknya.

"Aku bisa menyuapimu lagi saat makan malam nanti." Ujar Bram. Delia tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya. Dia mengangguk menanggapi ucapan Bram.

Bram memajukan badan sembari mengulurkan tangannya di kepala Delia.

"Bayi besarku sangat lucu." Ujar Bram gemas, dia mengusap pucuk kepala Delia.

"Alea, mama mu juga tidak mau kalah sepertimu." Bram beralih pada Alea, dia mencubit pipi Alea gemas.

...****...

Saat ini mereka sedang ada di playground, Delia mengajak Alea bermain. Bram hanya duduk sambil terus memperhatikan mereka. Kedua wanita cantik itu terus tertawa bahagia. Bram merasa sangat senang, tapi dia juga merasa sedih secara bersamaan. Bram mengingat Ditha. Harusnya Ditha juga bisa merasakan kebahgiaan itu. Bermain bersama buah hatinya dan tertawa bersama. Namun nasib Ditha begitu tragis, dia bahkan belum sempat melihat Alea.

Bram melihat Delia dan Alea keluar dari area playground. Mereka menghampirinya

"Sudah.?" Tanyanya

"Hu'um. Sepertinya Alea sudah lelah dan mulai mengantuk. Aku juga lelah. Ayo pulang." Kata Delia.

"Kamu lelah.?" Tanya Bram. Delia mengangguk.

"Yah sayang sekali,,, kalau begitu lain kali saja aku mengajakmu belanja." Ujar Bram pura - pura kecewa. Dia berdiri dan melangkahkan kakinya. "Ayo pulang." Lanjutnya.

"Tunggu.!" Delia menahan tangan Bram, membuatnya mengehentikan langkah.

"Ada apa.?"

"Mas Bram mau mengajakku belanja.?"

"Tadinya. Tapi kamu sudah kelelahan. Sebaiknya kita pulang saja."

"Tapi aku tidak terlalu lelah. Masih sanggup untuk berkeliling. Sekarang saja yah belanjanya." Ujar Delia. Dia terlihat senang dan memohon pada Bram, seperti anak kecil yang minta dibekikan es krim.

"Jangan dipaksakan jika lelah. Kita bisa kesini lagi nanti. Ayo pulang." Bram mengambil Alea dari gendongan Delia. Kemudian menggandeng tangan Delia. Delia hanya bisa cemberut, dia sangat menyesal karna sudah mengaku lelah. Ingin rasanya dia mengedit ucapannya itu, menghilangkan kata 'A**ku juga lelah'. Tapi sayangnya kata - kata yang sudah keluar tidak bisa ditarik kembali, apa lagi di edit.

'Kamu tidak beruntung Delia. Selamat mencoba lagi lain waktu.' Guamamnya dalam hati.

"Masuklah, aku dan Alea akan menunggu disini." Ucapan Bram membuat Delia celingukan bingung.

"masuk kesitu." Bram menuntuk store tas dan sepatu branded.

"Mas Bram serius.?" Wajah Delia seketika berbinar, seperti itulah Delia jika mendapat durian runtuh.

Bram mengangguk, dia mengeluarkan kartu kredit dan memberikannya pada Delia. Tentu saja Delia tidak menolak rejeki nomplok.

Delia pikir Bram benar - benar akan mengajakmya pulang, tapi Bram membawanya ketempat yang dia inginkan. Delia semakin terbuai dengan sikap Bram yang penuh kejutan. Delia tidak tau saja jika Bram sengaja mengerjainya.

"Tetap disini ya, jangan ditinggal." Kata Delia sebelum masuk store.

"Aku tidak sebodoh itu, meninggalkan istri cantik yang luar biasa sepertimu."

Ucapan Bram membuat Delia tersanjung hingga melayang.

"Luar biasa membuatku bangkrut." Lanjut Bram. Delia seperti diterbangkan keatas awan, lalu dihempaskan ketanah.

"Kalau begitu pulang saja." Katanya datar. Delia hampir menyerahkan kartu kredit itu lagi pada Bram.

"Aku hanya bercanda sayang, jangan memasang wajah seperti ini. Aku tidak tahan ingin melahap bibirmu yang manis itu."

"Mas Braaam..!!!" Pekik Delia. Dia sangat malu Bram mengatakan itu di tempat umum. Untung saja tidak ada orang lain didekat mereka.

...*****...

Maaf jika bab ini terlalu flat, sejujuranya lagi nggak mood pas itu😁🙏 Tunggu bab berikutnya yah. Akan terbongkar siapa laki - laki yang sering datang menjenguk Ditha.

Jangan lupa Vote dan Like nya.😊

Vote dan Like dari kalian jadi moodboster banget buat terus ngelanjutin novel ini.

1
Jane Hutagalung
kak. typo. bram keketiknya damar. sempat mikir dulu barusan. /Shame/
Jane Hutagalung
ehbuset ibunya ditha.. ikhlas bener anaknya punya madu
Jane Hutagalung
nah yakan.. tetiba aja di bab sebelum bab ini kepikiran gitu. hm, aku udh bisa buka lapak dukun nih kak 🤣🤣🤣
Jane Hutagalung
kok tiba2 kepikiran alea bukan anak bram ya? karena ada potongan tulisan ttg yang nungguin ditha koma bisa diizinin suster untuk wash lap in badan ditha.
aprilian tantu
👍❤❤❤❤❤
Uus Sumartini
pokoknya keren deh novel nya 👍👍👍💪💪💪❤❤❤
Uus Sumartini
cepet balikan dong ma kinan andranya biar Deon bahagia bersama kedua org tuanya thor
Uus Sumartini
😂😂😂 biaya udh buntung jd cemburuan.. tp sy suka Thor jd harmonis ma kinan
Uus Sumartini
saya paling ga suka tentang penghianat an... untuk itu Andra hrs bener 2 insyap ya Thor..
Uus Sumartini
Nah gitu jgn kalah ma uler keket lawan klo ada bibit pelakornya.. 👍💪💪❤😘. lanjutkan seru suka sy Thor
Uus Sumartini
wkwkwkwk suka deh klo udh ada rasa nanti nya ok Thor semangat.. lanjutkan ❤❤❤😘😘😘
Uus Sumartini
udh bagus ko thor sy suka cerita nya.. lanjutkan ❤❤❤😘💪💪💪👍👍👍
Uus Sumartini
klo aku sih setuju bgt kloDhita ma Damar soalnya udh ada anak... sy ga rela klo Bram pisah ma Delia Thor 👍👍👍💪💪💪❤❤❤😘😘😘
Uus Sumartini
seru lanjutkan❤❤❤
Uus Sumartini
hadeuhhh lega dehu dh kelar masalahnya
Uus Sumartini
jangan lma2 Thor aku sedih kasian Delia.. biarkan Delia Bahagia.. dhita kembali ma Damar aja cpt pulih ingatan nya thor
Uus Sumartini
deuh jd kesel deh klo begini kumaha ieu teh jd na atuh aya ayaa wae lah😇😇😇
Sweety_R🌽
damar sm kinan aj kak
Fida
Luar biasa
Mei Prw
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!