NovelToon NovelToon
Love Milestone

Love Milestone

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:42.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Normalitasari

Aku bisa menghalau semua rintangan dan menebas semua rumput liar yang akan merusak tamanku.

Aku juga sanggup untuk menunggumu kembali.

Namun, apakah akan ada jaminan untukku jika aku memutuskan untuk menunggumu di sisa umurku

Dapatkah engkau memastikan penantianku tidak akan sia-sia?

Aku menunggumu di Festival Bunga Cherry di Jinhae.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Normalitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam di Haeundae

Busan, 2 April 2020 pukul 19:00

"Hyeo Ri-ya.." Mirna memanggilnya.

"Mweo?" kata Hyeo Ri yang sedang mengedit vlognya.

"Apa jawabanku sudah benar?" tanya Mirna. Ia meminta Hyeo Ri untuk mengoreksi jawaban latihan EPS-TOPIK-nya.

Beberapa saat kemudian ia menunjukkan ada beberapa jawaban yang salah.

"Nah, harusnya begini," Hyeo Ri menjelaskan.

"Kamshahabnida Hyeo Ri-ya," ucap Mirna.

"Cheonmaneyo," jawab Hyeo Ri.

Setelah membenahi jawaban, ia mengumpulkannya kepada Ms.Nam.

"Mirna-ya," panggil Hyeo Ri.

"Mweo?" sahutnya.

"Tanya saja kalau ada yang tidak kamu mengerti ya? Jangan sungkan-sungkan," kata Hyeo Ri.

"Baiklah, gomaweo," jawabnya tersenyum.

"Gwenchanayo," kata Hyeo Ri memasang muka imut dan tangannya membentuk love.💓

"Nomu kwiyoeweo 😍," kata Mirna terharu.

Beberapa saat kemudian..

"Yayyy, finish!" teriak Hyeo Ri merasa merdeka.

"Jangan lupa like, comment, dan subscribe di channel Hyeoriori ya.." Hyeo Ri mempromosikan channel youtubenya.

"Ini akan jadi vlog pertamaku," kata Hyeo Ri.

"Apa kamu sudah mengupload sis?" tanya Mirna.

"Belum.. besok saja ku upload.." jawabnya.

"By the way, bagaimana dengan Mr.Kana?" tanya Hyeo Ri.

"Aku tidak tahu, secara fisik banyak kesamaan. Akan tetapi, banyak perbedaan karakter," Mirna bercerita.

"Coba lihat kedua foto ini," Hyeo Ri membandingkan kedua foto.

"Mas Surya auranya lebih lembut, sedangkan Mr.Kana lebih strong. Aku merasa begitu," Hyeo Ri mengutarakan pendapatnya.

"Penampilan Pak Kana tampak keren dan perfeksionis. Sedangkan Surya lebih kasual," kata Hyeo Ri.

"Iya, Mas Surya memang lebih kasual," jawab Mirna.

"Lihatlah potongan rambut Pak Kana, di sini lebih mendetail," Mirna menunjukkan beberapa sisi yang menonjol.

"Mas Surya lebih kharismatik! Ia tampak berwibawa," sahut Hyeo Ri.

"Benar sekali," jawab Mirna.

"Mmmm.... Mirna-ya," kata Hyeo Ri.

Mirna menoleh.

Hyeo Ri menunjukkan sebuah gantungan kunci berbentuk love dari kayu.

"Dari mana ini?" tanya Mirna.

"Aku membeli gantungan ini dari penjual asongan di Jinhae tadi," jawabnya.

"Kim-Hyeo-Ri," Mirna mengeja tulisan yang ada di balik keychain tersebut.

"Wah, kamu bisa membaca aksara Sinhala rupanya? Daebak!!" kata Hyeo Ri terkejut.

"Sinhala?" Mirna mengernyitkan dahi.

"Iya, Sinhala. Kenapa??" tanya Hyeo Ri melihat raut wajah Mirna yang terlihat meragukan.

"Darimana yakin ini Sinhala?" tanya Mirna lalu meneguk sebotol mineral.

"Mr.Kana," jawab Hyeo Ri.

"BHUUUUUUUFFFF.......!!"

Air minum yang diteguknya tersembur keluar.

"Uhukkk!! Uhukkkk!!" Mirna tersedak mendengar jawaban Hyeo Ri.

"Wae? Apa aku salah?" Hyeo Ri mengernyitkan dahinya.

"Mirna-ssi, gwenchanayo? (Kamu baik-baik saja?)" tanya Hyeo Ri khawatir.

"Yaaaaaa!!! Hyeo Ri-ya!! Ini aksara Jawa!!" seru Mirna tertawa.

"Hahaha....hahaha...!"

Ekspresi Hyeo Ri berubah seperti orang bingung.

"Alhamdulillah...," ucap Mirna.

"Jinjja? (Benarkah?)," Hyeo Ri sungguh terkejut.

"Tetapi aksara ini lebih rumit daripada aksara Jawa yang pernah kulihat sebelumnya, ini banyak meliuk-liuknya," kata Hyeo Ri.

Mirna tertawa.

"Jangan tertawa dulu Mirna-ya, kita cek dulu," kata Hyeo Ri.

Ia membuka sebuah laman website yang ada tulisan Hanacaraka.

"Lihatlah ini, aksara Jawa lebih simple. Tidak banyak aksesori (sandhangan)," sahut Hyeo Ri menunjukkan Aksara Jawa yang masih gundhul.

Lalu Mirna mengatakan bahwa yang ditunjukan Hyeo Ri barusan adalah aksara utama.

"Aksara Jawa (Hanacaraka) memiliki pasangan dan sandhangan, lihat ini.." Mirna menjelaskan. Ia memperlihatkan contoh.

Kemudian Mirna menuliskan beberapa buah kalimat menggunakan Hanacaraka dengan tulisan artistik/kaligrafi.

"Wahhh...yepeune..daebak! Bagaimana engkau bisa menulis kaligrafi dengan seindah ini?" Hyeo Ri kagum dengan tulisan Mirna yang artistik.

"Hyeo Ri-ssi, menurutmu apa tulisan ini memiliki kemiripan dengan yang ada di keychain itu ?" tanya Mirna.

"Wah...benar, dia telah menipuku," jawab Hyeo Ri.

"Ja..jadi.. ini bahasa Jawa? Bukan Sinhala?" kata Hyeo Ri.

Mirna tersenyum mengangguk.

"Itu artinya?" Mirna berbalik tanya.

"Andwae! (Tidak mungkin!)" kata Hyeo Ri.

"Itu artinya Pak Kana adalah Mas Surya." jawab Hyeo Ri.

"Akhirnya aku bisa memenuhi janjiku untuk membantumu Mirna-ssi," kata Hyeo Ri.

"Gomaweoyo, Hyeo Ri-ya!" Mirna memeluk Hyeo Ri.

Dia sangat berterima kasih dengan Hyeo Ri.

Berkat dirinya, ia bisa menemukan seseorang yang selama ini dia cari.

"Apa kamu baik-baik saja?" Hyeo Ri mengkhawatirkan Mirna.

Ia terlihat lesu.

"Itu artinya dia tidak amnesia," kata Mirna.

"Tapi mengapa ia harus pura-pura menjadi orang lain?" tanya Hyeo Ri heran.

"Entahlah. Mungkinkah dia tidak ingin bertemu denganku lagi? Apa salah dan dosaku?" tanya Mirna.

"Jangan menyalahkan diri..," sahut Hyeo Ri.

"Mengapa ia tidak menghubungi pihak Kedubes RI di Ho Ci Minh?" Hyeo Ri mulai menduga-duga

Mirna sependapat dengan Hyeo Ri.

"Tunggu, ini aneh sekali. Aku merasa ada yang janggal," kata Mirna.

"Ishange..ishange..," Hyeo Ri berputar-putar mengelilingi kamar.

"Sepertinya ada hubungannya dengan Mr.Kumar," kata Hyeo Ri menyadari sesuatu.

"Aku tidak pernah melihat Mr.Kana menggenggam sebuah hape," kata Hyeo Ri mencium aroma kecurigaan yang besar.

"Benar sekali.." Mirna menyadari.

"Lihatlah Kumar, anak-anak dan pengawalnya , bahkan kita sendiri kemana-mana selalu membawa hape. Minimal sesekali mengeluarkannya. Akan tetapi ia tidak sama sekali," kata Hyeo Ri.

"Wah, aku mencium aroma penyanderaan!" kata Mirna.

"Iya, kurasa begitu," kata Hyeo Ri.

"Bagaimana mungkin identitasnya lolos dari pengecekkan di Bandara?" tanya Mirna.

"Itu identitas asli seseorang," jawab Hyeo Ri.

"Dimana posisi Mr.Kumar sekarang?" tanya Mirna.

"Haeundae, ayo kita ke Haeundae!" kata Hyeo Ri.

Mereka meluncur ke Haeundae.

"Hello Mr! Where are you right now?" tanya Mirna melalui telpon.

"We are in Haeundae! C'mmon join us!" Kumar memintanya bergabung di Heundae.

Beberapa saat kemudian ia mengirimkan google maps.

"Tolong pantau hapeku!" kata Hyeo Ri kepada Mirna.

"Mereka sedang makan malam. Let's go!" kata Mirna.

Hyeo Ri menambahkan kecepatan mobilnya.

Mereka menuju ke sebuah resort di pinggir pantai.

Hyeo Ri dan Mirna bergabung dengan rombongan Kumar.

Tampak anak-anak Kumar menikmati hidangan vegetarian.

Sepertinya mereka adalah umat Hindu yang taat.

"Mr.Kumar, have you visiting Sri Radha Shyamasundar Mandir the famous temple in Seoul?" tanya Mirna.

Sri Radha Shyamasundar Mandir adalah sebuah kuil Hindu yang terletak di Haengbangchon, Seoul.

"Yes, we are visited there before going to Jinhae," jawab Kumar.

"Are you too Mr Kana?" tanya Mirna.

"Of course," jawabnya.

Kumar tertawa sambil menepuk-nepuk punggung Kana.

Mirna ikut tersenyum.

"He is so religious," kata Kumar.

"Good," sahut Hyeo Ri dan Mirna.

Mirna dan Hyeo Ri pamit mau berjalan ke pantai.

Surya ingin ikut ke sana. Lalu menyusul Maya, akhirnya semua orang ikut.

Hyeo Ri berbincang dengan Kumar untuk mengalihkannya.

Mirna berjalan sendirian menuju ke arah yang sepi.

"Wah , bagus banget pantainya. Tidak seramai yang di pinggiran," kata Mirna.

Angin malam terasa sekali dinginnya. Mirna mengenakan sweaternya.

"Wanna see fireworks?" tanya Mirna.

"I see from here," jawab Hyeo Ri.

Kemudian Mirna berjalan agak menjauh dari rombongan.

Kana mengikuti Mirna dari belakang.

Kumar mengatakan kepada keduanya untuk tidak berjalan terlalu jauh.

"Okay, Mr!" sahut Mirna. Surya melambaikan tangannya ke arah Kumar.

Maya yang hendak mengikuti keduanya ditahan oleh Candu.

Candu mengajaknya untuk menghabiskan kacang kenarinya.

Maya tampak kesal.

"Do you like Kana?" tanya Candu.

Maya mengangguk.

Candu mengingatkan kepada adiknya untuk tidak jatuh hati kepada orang yang tidak seiman.

Maya hanya tertunduk. Candu mengelus-elus kepala adiknya.

Lalu Candu menemani Karen yang sedang asyik bermain dengan Mahaya, anak Rani. Ia memeluk dan mencium istrinya.

Tampak betapa Candu sangat mencintai Karen.

Candu dan Karen sudah 3 tahun menikah namun sampai sekarang mereka masih belum dikaruniai seorang anak.

Candu selalu menyemangati istrinya. Ia membiarkan Karen menjalankan bisnis pakaian. Begitu akan membuatnya bahagia.

Candu sangat memanjakan Karen. Apapun yang diinginkan istrinya selalu dipenuhinya.

(So sweet😉)

Di sudut sana..

"By the way , how many times have you been to South Korea?" tanya Mirna ke Surya.

"This is my first time," jawab Surya.

"Oh, really? Me too," jawab Mirna.

"Mr. Kana!" panggil Mirna.

"Look this!" kata Mirna membakar kembang api.

Kembang api tersebut meluncur ke atas langit.

"Tuhan!! Kumohon kembalikan Mas Surya padaku!" teriak Mirna mengagetkan semua orang.

Surya langsung melihat ke arah Mirna.

Teriakan Mirna membuat bulu kuduknya merinding.

Jantung Surya berdetak kencang mendengar teriakan itu.

Hatinya bergetar hebat.

Pertahanan dirinya seakan mau runtuh.

Hatinya sakit sekali tidak dapat menunjukkan siapa dirinya.

Ia mendongakkan kepalanya ke atas. Matanya berkaca-kaca.

Tidak ingin Mirna melihatanya menangis.

Itu hanya akan membuat seorang pria tampak lemah di depan wanita.

Hyeo Ri bertepuk tangan mendengar doa yang diteriakkan oleh Mirna.

"Should I do!?" kata Kumar ikut bertepuk tangan.

Kemudian terdengar balasan suara dari arah laut!

"Lumba-lumba!" Mirna terkejut dengan suara Lumba-lumba.

"Are you twins? I think the dolphin can hear your prayer," kata Surya terharu.

Keren ya! Bahkan semesta mendukung doa Mirna.

Mirna membalikkan badannya dan tersenyum ke arah Surya.

"Why are you saying we are twins?" tanya Mirna.

"Aren't you know? That dolphins communicate with each other using ultrasonic sound frequencies," kata Surya.

"The ultrasonic sound frequency that dolphins have is quite high, you know? Its reaching 100,000 Hz (Hertz)," kata Surya melanjutkan.

"Yes, I heard it when I was in school. Long time ago before I knew you," kata Mirna.

Surya merasa bahwa Mirna mengetahui kebohongannya.

✨🎇

"What she said?" tanya Kumar tidak mengerti.

"She is make a wish for beloved person!" kata Hyeo Ri.

"Spiderman will comeback!!" teriak Surya kencang sekali.

Semua orang menoleh ke sumber suara.

Kumar tertawa keras sekali melihat kelakuan anak itu.

"He is late," kata Kumar.

"Oh My Godness, sorry for his sins! (Oh Dewa! Ampunilah dosa-dosanya!)" kata Kumar terlebih lagi mendengar isi doa yang dipanjatkan Kana.

"Spiderman? Why must Spiderman??

Ia tertawa keras sekali.

"Lihat ayah! Ia tidak pernah tertawa selantang ini semenjak musibah itu," kata Candu kepada Karen dalam bahasa Sinhala.

Karen sependapat dengan suaminya.

"Hei! Aku mendengar kau menertawakanku presdir tua!" bisik Surya dalam hati.

Ia tidak dapat berdoa dengan jujur di hadapan Mirna.

"Give me one!" kata Kumar meminta kembang api juga.

Hyeo Ri memberikan satu-satunya kembang api miliknya.

"One, two, three, four!" teriak Kumar berhitung.

Kembang api itu meledak-ledak di langit.

"I want to happiness life, healthy, and longevity!" kata Kumar memanjatkan doa.

Semua yang mendengar mengaminkan doanya.

"Aamiin," seorang biksu suci yang sedang bertapa di atas bukit mendengar doa mereka.

"Ayo kita kembali!" Mirna mengajak Mirna kembali ke rombongan tersebut.

"Tidakkah Mas Surya lelah? Berhentilah menipu diri!" kata Mirna.

Mirna langsung menghentikan langkah Surya.

"Jangan melangkahkan kaki sedikitpun jika kamu masih ingin melihatku!" kata Mirna mengancam.

Raut muka Mirna sudah berubah 180 derajat. Mukanya merah, air matanya bercucuran.

Ia menunjukkan sebuh gantungan kunci kepada Surya.

"Apa ini huruf Sinhala?" kata Mirna.

Surya sangat terkejut dengan reaksi Mirna. Ia tidak menyangka akan jadi begini.

"Kamu menuliskan aksara Jawa ketika Hyeo Ri memintamu menuliskan namanya dalam Sinhala. Are you kidding?" kata Mirna.

"12 tahun aku mempelajari Hanacaraka. Tidak mungkin aku tak bisa membaca dan mengenalinya," kata Mirna sesenggukan.

"Aku, mas Robin , dan Nila ikut terbang ke Batam menunggu informasi tentang kalian," kata Mirna mengenang kembali masa itu.

"Ketika tim evakuasi memutuskan untuk menghentikan pencarian. Hatiku hancur," kata Mirna menyeka air matanya.

"Robin percaya bahwa kalian takkan semudah itu meninggal. Akan tetapi, kami melihat sendiri petugas evakuasi membawa jasad Rifat dan Dewi," air matanya terus mengucur.

"Rifat," hati Surya terasa sakit mendengarnya.

"Tubuh kami menjadi lemas, semua orang menangis untuk kalian," kata Mirna.

"Apa mas tidak kasihan kepada orang tua mas dan adik mas? Bayangkan betapa hancurnya perasaan mereka!" Ia menyeka air matanya.

"Aku putuskan resign karena tidak kuat mengingat kenangan tentangmu. Lalu kuterima tawaran Hyeo Ri untuk ke Seoul."

"Hingga pertemuan kita di hotel itu yang membuatku terkejut , namun aku harus menahan diri karena Kumar memperkenalkanmu sebagai Kana."

"Dan kamu tetap angkuh berpura-pura menjadi orang lain. Hatiku sakit mas!" kata Mirna.

Air matanya bercucuran.

"Jadi kita hanya cukup segini? Baiklah, kalau begitu bertindaklah sesukamu! Jadilah siapapun seperti yang kamu mau!" matanya yang banjir genangan air mata menatap tajam wajah yang angkuh itu. Hatinya terasa sakit sekali.

"Mirna!" Surya memanggil Mirna dan membalikkan punggungnya.

Mirna berhenti. Wajahnya menoleh, melihat punggung pria yang dicintainya.

"Kumohon jangan melihatku, dengarkan aku baik-baik," kata Surya.

"Aku dan kamu dalam bahaya jika Kumar mengetahui ini," kata Surya.

Air mata Mirna tambah mengucur deras.

"Sakit sekali hatiku jika kamu tahu. Apa yang sebenarnya terjadi?" Mirna mencoba menahan tangisnya namun malah bertambah keras.

"2 hari lagi kami akan kembali ke Vietnam, aku akan segera kembali. Bersabarlah! Jangan ikut campur. Aku tidak ingin kamu dan Hyeo Ri dalam bahaya!" kata Surya.

"Apa kamu percaya sama mas?" tanya Surya.

Mirna masih menangis.

"Apa kamu percaya , Nduk?" tanya Surya.

Mirna tambah menangis kencang sesenggukan.

('Nduk' adalah sebutan bagi anak cewek dalam bahasa Jawa. Berasal dari kata 'genduk' atau anak perempuan).

"Jangan menangis. Temui aku besok jam setengah enam di sini. Tetaplah berpura-pura mempercayaiku sebagai Kana."

"Tapi aku bisa membantumu keluar dari sini secepatnya, aku bisa meminta bantuan ke kedubes," kata Mirna.

"Jangan lakukan itu! Jangan lakukan apapun! Kumohon.." kata Surya.

"Aku menunggumu besok pagi. Pergilah sekarang, Nduk! Pakailah kacamatamu," kata Surya.

Ditolehnya ke belakang, gadis itu sudah tidak terlihat lagi.

Perginya secepat kilat.

Mirna memanggil..

"Cepat ke sini. Mataku sembab sekali sis.. Kita pamit sekalian," kata Mirna.

Hyeo Ri mengajak mereka kembali pulang.

"Mirna.. Ah, Kana di belakangnya," kata Hyeo Ri.

Mirna melambaikan tangan kepada Pak Kumar , pengawal, dan keluarganya.

Dari kejauhan ia memperagakan sakit perut. Ia meliuk-liuk seolah kesakitan.

"Ah, oke.. oke.. take care, Miss! Get well soon!" kata Kumar.

"Okeeee!! Thankyou!!" jawab Mirna.

🍃

Sampai rumah..

"Jinjja? Wahh, aku senang sekali mendengarnya," kata Hyeo Ri.

1
Vivi Cicilia Tanaya
Akhirnya Mirna menikah dengan Surya....
Akhir yang bahagia buat semua nya😊😊😊
Sukses untuj karya selanjutnya ya thor dan tetap semangat 🥰🥰🥰
L_light: Hello, assalamu'alaikum sist Vivi.. aku mau ngasih tahu ke kamu kalau novel kedua aku udah rilis berjudul The Rain is Pouring😍
total 2 replies
Vivi Cicilia Tanaya
Semoga si Surya bisa tegas sama Berlian...
Dari awal kurang tegas soalnya, klo emang ga serius sama Mirna lepasin aja.
Karena Mirna orang nya tulus dan baik dan banyak yang suka sama Mirna.
Semoga Mirna bahagia ya thor....
Semangat ya thor 😊😊😊😊
L_light: Harapannya mas Surya bisa tegas, tetapi kita tidak tahu apa yang ada dipikiran Surya. Yukk kita tunggu next episodenya ya sist.

Terima kasih atas kritik, saran ,dan dukunganmu ya sist Vivi Cicilia Tanaya😊🙏😍😍
total 1 replies
Vivi Cicilia Tanaya
Keren kasus terpecahkan semua....
Akhirnya semuanya aman 😊😊
Semangat ya thor 🥰🥰🥰
Ayu Pertiwi
hai kakak author "Suamiku brondong" hadir menyapa
Ayu Pertiwi: hallo juga kakak
total 2 replies
Vivi Cicilia Tanaya
Semoga Ruumi selamat ya thor...
Semakin dewasa Mirna tapi masih berharap dengan Surya.
Dan semoga Hyeo Ri mendapatkan pasangan yang baik 😍
Semangat ya thor dan lanjutkan ceritanya 😘😘😘
L_light: Betul. Terima kasih atas dukungan dan harapan-harapan baiknya dear Vivi Cicilia Tanaya.🙏😍
total 1 replies
Vivi Cicilia Tanaya
Wah wah.... semoga Mirna dan teman-teman baik-baik saja.
Semakin seru kisah Mirna, Hyeo Ri dan Ruumi....
Semangat ya thor, sehat selalu agar bisa up terussss 😍😍😍😍
L_light: Aku terharu.. terima kasih banyak Sist Vivi Cicilia Tanaya. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan untuk kamu sekeluarga ya😍🙏
total 1 replies
Vivi Cicilia Tanaya
Semakin menarik cerita Mirna nya...
Semangat ya thor....
L_light: Masya Allah Tabarakallah, terima kasih banyak sissy Vivi Cicilia Tanaya😍🤗🙏
total 1 replies
Fransisca Dj
kapan up
L_light: Sudah up ya sis.. terima kasih atas dukungan & kesabarannya menanti😊
total 1 replies
Anita Jenius
Hadir kak..
5 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
L_light: Terima kasih Anita🌺🌺🌺
total 1 replies
Anita Jenius
Hadir kak..
10 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
L_light: Thankyou Anita😊
total 1 replies
Vivi Cicilia Tanaya
Sedih liat Mirna nya...
Belum bisa wujudin apa harapan ibu nya, semoga jodoh Mirna yg baik n tegas n sayang ya thor....
Ditunggu crazy up nya thor hehehehe
Semangat ya 😍😍😍
L_light: Aamiin.. thankyou sis Vivi😊
total 1 replies
Lusi Handayani
semangat 😇
Lusi Handayani
lanjut 😇
Lusi Handayani
semangat 😇
Lusi Handayani
dukung aku juga ya kak😇
Lusi Handayani
up!!
Lusi Handayani
semangat
Lusi Handayani
karya kk lenny selalu bikin penasaran, semangat terus kak. Dan buat pembaca jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak Buat karya kak lenny.😇
L_light: Terima kasih Lusi. Kamu juga semangat ya!!
total 1 replies
Lusi Handayani
buat temen-temen mampir juga dikarya aku yaa😇
Lusi Handayani
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!