NovelToon NovelToon
My Psychopath Boyfriend

My Psychopath Boyfriend

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:787.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Suci Nazhifah

"Gue tegasin sekali lagi sama lo, jangan sampai identitas gue kebongkar! Kalau satu orang saja tau siapa gue sebenarnya, gue nggak akan segan-segan untuk ngebunuh lo Clara! dan mulai hari ini, lo harus jadi pacar gue, gue nggak terima penolakan!!! So, deal or dead?" Ucap Daren sambil menyunggingkan senyum tipisnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Nazhifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

Bismillahirrahmanirrahim.

06.40 wib

Setelah melalui malam yang panjang akibat memikirkan ucapan Daren, Clara akhirnya dengan terpaksa turun kebawah karena ia harus bergegas pergi sekolah.

“Ma, Clara berangkat dulu ya” ucap Clara menyalami tangan mamanya.

“Pergi sama siapa kamu?” tanya mama karena tidak melihat munculnya Daren.

“Clara naik ojek online aja ma” ucap Clara pelan lalu bergegas menuju keluar rumahnya.

06.50 SMA Danuarta

“Ra, kamu kenapa nggak mau aku jemput?” tanya Daren ketika Clara baru sampai di depan gerbang.

“Plis ren, aku lagi nggak mau diganggu” jawab Clara ketus, lalu menyentak tangan Daren.

“Clara!” ucap Daren pelan sambil memegang erat pergelangan Clara.

“DAREN, SAKIT!”  balas Clara tegas namun pelan.

“Gue nggak peduli, gue udah bilang sebelumnya, jangan cari masalah sama gue” sambung Daren berapi-api namun masih dengan volume yang pelan.

“Ren, Please!” mohon Clara hampir menangis.

Lalu Daren melepaskan genggamannya karena menyadari beberapa murid melihat mereka, dan sedetik kemudian dia tersenyum sambil berkata “Nanti aku tungguin di tempat biasa ya”

“Dasar cowok psikopat!! Seenaknya aja sama gue, sementang dia lebih kuat” rutuk Clara dalam hati.

“Clara, lo kenapa?”

“Dian? Hehe nggak papa, gue baik-baik aja kok” ucap Clara lembut.

“Yang benar? Serius? Gue liat tadi muka lo masam banget pas lagi menuju kesini”

“Anjirr, apa lo bilang masam?” ucap Clara tak percaya dan langsung tertawa terbahak-terbahak.

Melihat Clara malah tertawa membuat Dian bergidik ngeri “Hemm kayaknya beneran terjadi sesuatu nih sama Clara” batin Dian prihatin lalu dia bergegas menyeret Clara kekantin.

“Eh eh ngapai lo ngajakin gue kekantin?” tanya Clara heran.

“Nah kan, kegeser nih otaknya, kebanyakan bergaul sama Daren Dicky” jawab Dian sambil terus menyeret Clara.

“Dian gue serius, kita kan ada kelas pagi, kenapa lo bawa gue kekantin?” tanya Clara lagi sambil harap-harap cemas.

“Makanya, kalau ketua kelas ngomong mbok ya didengerin Clara!” jawab Dian gemas.

“Emang apa kata Alfi?”

“Sstt udah-udah, nggak usah dibahas, mending kita kekantin sekarang, sebelum keduluan sama orang lain, gue lapar nih” Dian langsung menarik kembali lengan Clara dan berlari menuju kantin.

Sesampainya di kantin, ternyata Daren sudah berada disana terlebih dahulu bersama Baim dan anak kelas lainnya.

“Loh kok mereka ada disini yan?” tanya Clara heran.

“Mana gua tahu ra, emang gue asisten mereka?”

“Ck, dasar ada aja jawaban lo gue liat, yaudah buruan mau makan apa, biar gue aja yang pesenin” kesal Clara.

“Ckck, mie ayam, makasih ya ra” teriak Dian.

Melihat Clara pergi, Daren bergegas menyusulnya.

“Eh gaes, gue permisi bentar, mau nyusulin Clara”

“Yaelah ren, Clara cuman pergi mesen doang nggak bakalan hilang kali” celetuk Baim tertawa mengejek yang sambut gelak tawa siswa lainnya.

“Brengsek banget ni bocah, belum aja ngerasain pisau gue yang tumpul” ucap Daren dalam hati.

“Ya namanya juga cinta, nggak bisa jauh-jauh” balas Daren tertawa.

“Alaah dasar bucin, Ahahahaha” sahut anak lainnya.

Mendengar ucapan teman sekelasnya, hampir saja Daren kehilangan kendali, karena kini kedua tangannya sudah terkepal penuh amarah, beruntung Daren meletakkan tangannya didepan tubuhnya, sehingga teman-temannya tidak melihat kepalan itu.

Dari jauh Dicky memperhatikan apa yang terjadi di kantin, seutas senyum terpampang diwajahnya, “Sekarang gue tahu gimana caranya ngeluarin sifat asli lo didepan anak-anak, tunggu saja tanggal mainnya Daren, gue bakal balas semua perbuatan lo”

“Kampret lo semua, kenapa suka bener sih kalau ngomong?” ucap Daren tertawa ringan.

“Ahahaha, yaudah sana dah ren, nantik lo malah nangis lagi karena nggak jadi susulin Clara” ucap Baim yang disambut gelak tawa anak-anak lainnya.

Daren kini sudah tidak tahan lagi, ingin sekali dia berbalik dan menghajar semua teman sekelasnya dan mengabadikan mayatnya di museum tersayangnya. Namun beruntung Clara cepat mengetahui dan langsung menahannya.

“Daren, jangan!” mohon Clara sambil mengelus-elus lembut jemari Daren dan mengajaknya menjauh.

Seketika amarah Daren memudar, dan dia langsung tersenyum lembut.

“Maafin aku Clara, karena udah bikin kamu ngerasa sakit lagi pagi ini, mungkin kata maaf ku ini memang nggak akan bisa dipegang, karena nyatanya setiap aku minta maaf, besok entah kapan aku selalu ngulangin kesalahan yang sama lagi, lagi dan lagi. Tapi aku bener-bener jujur, aku sayang banget sama kamu, dan aku juga lagi berusaha buat nggak nyakitin kamu lagi, tapi aku butuh waktu, maukah kamu menunggnnya?”

“Ahh Daren” ucap Clara mengelus pelan kepala kekasihnya itu.

“Pasti sayang, aku bakalan tungguin, dan bantu kamu juga” jawab Clara tersenyum hangat.

“Makasih ra” ucap Daren terharu.

“Nggak, kamu nggak perlu berterimakasih, disini aku juga salah, kamu nggak mungkin marah kalau saja aku nggak nyuekin kamu, dan alasan aku nyuekin kamu juga kurang ajar sebenarnya” Clara menyesali perasaannya yang selalu khawatir akan tentang Dicky.

“Ya sudah, kamu nggak perlu merasa bersalah, dan sebenarnya aku tahu alasan kamu nyuekin aku, tapi aku mohon, hilangin perasaan simpatik kamu sama Dicky, karena aku takut nggak akan bisa nahan diri aku lebih jauh ra”

“Maksudnya?” tanya Clara tidak mengerti.

“Ha, enggak, ya sudah, mending sekarang kita balik lagi kekantin, kasian anak-anak yang lain pada nungguin” ucap Daren lembut dan memegang erat tangan Clara dan mereka berjalan bersama menuju kantin.

….

Sekian dulu dari author, makasih buat yang sudah like, baca dan komentar, see you next Chapt ❤

….

salam hangat

suci nazifah

1
Hana Safira
apakah si Clara juga seorang sikopat, karena nggk ada traumanya ketemu Daren karena kalau orang normal pasti ketakutan
ainunlita28122019
cerita nya qo jadi gak jelas gini she ..
Aprilia Amanda
alfi ga sih?
Aprilia Amanda
lah. pantes temenan, sama² psycho😂
Aprilia Amanda
ah ganggu aja sih🤣
Aprilia Amanda
boby kali
Aprilia Amanda
buset setan. bunuh orang kek bunuh semut aja lu ren😂
Aprilia Amanda
pie to kih🤣
Aprilia Amanda
terakhir kali?😳
Nurwana
kok saya ksian ya sama Clara Thor.....
Nurwana
suka Thor... lanjut....
Tri Setia Herlina
ohhh ternyata Alfi itu cowok 😂 aq kira cewek
Salwa Rahmanti
biasa aja
Salwa Rahmanti
biasa aja
_dia_
maaf yaa thror, ini cuma pendapat gw aja...

Menurut gue psikopat itu lebih suka ke wajah&suara kesakitan korbannya, bukan cuma pen bunuh doang. Tapi mereka punya keinginan liat muka orang takut, gituuuu...
lissa
awal mula knp semua juga berawal dari kluarga terdekat.. jd bukan 100% slah darren jadi psyco...
Nana
Nexxtt!!
Elisye
Loh kok udah And thorr😱
sumpah gakk niat buat cerita ini author
padahal ceritanya bagus banget😫😫
Echa zaaaa
lnjutt, sronokkk
Rahayu Pus
hello hello syapa ni yang mau ama cla.....ksian aku klo cla mesti Ama 2D.yang mo daftar dimohon segera kemeja sekertriat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!