NovelToon NovelToon
Urban Deity;The Sorvergein'S Return

Urban Deity;The Sorvergein'S Return

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:240
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

​Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.

​"Ini... di mana?"

​Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.

​Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.

​Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.

​"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2.Belum apa apa

Sinar matahari pagi mulai menembus sela-sela pepohonan di Taman Danau Hijau. Fang Yuan berjalan dengan santai, menikmati sensasi udara segar yang memenuhi paru-parunya. Setelah mandi dan mengganti pakaiannya dengan seragam SMA Jiangnan—kemeja putih rapi berbalut jas almamater biru tua yang pas di tubuh atletisnya—aura kedewasaan dan ketampanannya naik beberapa level. Rambutnya yang berwarna biru keputih-putihan tampak sedikit berantakan namun justru memberikan kesan *stylish* dan misterius.

Di bawah pohon beringin besar, suasana mendadak tegang.

Su Tianhai, sang tycoon legendaris Provinsi Jiangnan, masih dalam posisi membungkuk hormat di depan Fang Yuan. Sementara cucunya, Su Ruyi, menatap Fang Yuan dengan pandangan tidak percaya bercampur kesal. Di matanya, pemuda berseragam sekolah ini tidak lebih dari seorang berandal sok tahu yang kebetulan lewat.

"Kakek! Kenapa Kakek malah membungkuk pada anak sekolah ini?!" protes Su Ruyi dengan suara meninggi. "Dia pasti cuma membaca berita acak di internet lalu mencocok-cocokannya untuk menipu kita!"

Fang Yuan bahkan tidak melirik Su Ruyi. Dia tetap menatap Su Tianhai dengan tatapan malas. "Waktumu tidak banyak, Pak Tua. Keputusan ada di tanganmu. Mau hidup, atau mati bersama harga dirimu?"

"Kurang ajar! Berani-beraninya kamu mengancam Kakek!" Su Ruyi mengepalkan tangannya. Sebagai nona muda dari Keluarga Su, belum pernah ada orang seumurannya yang berani bersikap seangkuh ini di hadapannya.

"Ruyi, diam!" Su Tianhai membentak cucunya dengan sisa tenaga yang dia miliki. Napasnya semakin pendek, dan rasa sakit di dadanya seperti disayat pisau. Sebagai orang yang telah lama berkecimpung di dunia militer dan bisnis, dia bisa melihat sesuatu yang berbeda dari sepasang mata Fang Yuan. Mata itu... sangat dingin, tenang, dan memancarkan otoritas absolut yang bahkan tidak dimiliki oleh para jenderal tertinggi yang pernah dia temui.

"Tuan Muda, saya setuju dengan semua syarat Anda! Tolong... selamatkan nyawa tua ini," ucap Su Tianhai dengan nada memohon.

"Bagus. Kamu tipe orang yang tahu mengambil kesempatan," kata Fang Yuan datar.

Tanpa peringatan, Fang Yuan melangkah maju. Jari telunjuk kanannya tiba-tiba bergerak secepat kilat, mengetuk tiga titik nadi di dada kiri Su Tianhai.

*Puk! Puk! Puk!*

"Apa yang kamu lakukan?!" Su Ruyi panik dan hendak menerjang maju untuk menghentikan Fang Yuan.

Namun, sebelum Su Ruyi sempat menyentuh seragam Fang Yuan, tubuh Su Tianhai tiba-tiba menegang. Mulutnya terbuka lebar, dan...

*HOEKKK!*

Seteguk darah berwarna hitam pekat dan berbau sangat busuk dimuntahkan oleh Su Tianhai ke atas rumput. Di dalam darah hitam itu, samar-samar terlihat asap tipis berwarna keunguan yang langsung menguap begitu terkena sinar matahari.

"Kakek!" Su Ruyi berteriak histeris, air matanya hampir tumpah. Dia langsung menoleh ke arah Fang Yuan dengan mata merah penuh amarah. "Jika terjadi sesuatu pada kakekku, aku bersumpah Keluarga Su akan memburumu sampai ke ujung dunia—"

"Ruyi... hentikan..."

Suara itu terdengar lirih, namun sangat jelas. Su Ruyi langsung menoleh dan tertegun. Kakeknya, yang semenit lalu wajahnya pucat pasi seperti mayat, kini perlahan-lahan kembali memerah segar. Napas berat dan bunyi batuk yang selalu menyiksanya selama lima tahun terakhir, tiba-tiba hilang total!

Su Tianhai menghirup napas dalam-dalam. Bagai keajaiban, dadanya terasa sangat lapang dan plong. Aliran darah yang sebelumnya terasa tersumbat dan panas, kini mengalir dengan sangat lancar.

"Ini... ini luar biasa..." Su Tianhai menatap tangannya yang kembali bertenaga. Dia langsung berlutut di hadapan Fang Yuan dengan kedua lututnya. "Terima kasih, Tuan Muda! Terima kasih atas anugerah kehidupan ini!"

Su Ruyi melongo di tempat. Kakeknya... berlutut? Seorang Su Tianhai yang ditakuti di seluruh provinsi, berlutut di depan seorang anak SMA?

Fang Yuan mundur selangkah, memasukkan satu tangannya ke saku celana jasnya dengan gaya yang sangat *cool*. "Aku hanya menekan kutukan itu untuk sementara. Dalam waktu tiga bulan, jika kamu tidak membawakan tanaman herbal berusia ratusan tahun yang aku minta ke puncak Gunung Jiangnan, kutukan itu akan kembali dan langsung meremukkan jantungmu."

"Saya mengerti! Saya akan mengerahkan seluruh jaringan Keluarga Su untuk mencari herbal tersebut hari ini juga!" jawab Su Tianhai tanpa ragu sedikit pun. Dia kemudian menoleh ke arah cucunya yang masih mematung. "Ruyi! Tunggu apa lagi? Cepat minta maaf pada Tuan Muda Fang!"

Su Ruyi menggigit bibir bawahnya. Wajah cantiknya memerah karena malu dan gengsi. Dia, si dewi sekolah yang dipuja-puja banyak pria, sekarang harus meminta maaf pada cowok misterius berambut biru keputih-putihan ini?

Melihat Fang Yuan yang menatapnya dengan pandangan malas seolah dirinya hanya sebutir debu, ego Su Ruyi terluka, namun dia tidak berani membantah kakeknya.

"Ma... maafkan ke lancangan saya tadi, Tuan Muda Fang," ucap Su Ruyi dengan suara sepelan nyamuk, sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Fang Yuan hanya mendengus pelan, lalu berbalik arah dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Sikapnya yang acuh tak acuh dan super dingin itu justru membuat jantung Su Ruyi berdegup sedikit lebih kencang karena rasa penasaran yang mendalam.

"Kakek, siapa sebenarnya dia? Mengapa dia memakai seragam SMA Jiangnan?" tanya Su Ruyi setelah Fang Yuan menghilang dari pandangan.

Su Tianhai berdiri perlahan, matanya menatap tajam ke arah kepergian Fang Yuan. "Dia bukan manusia biasa, Ruyi. Dia adalah seorang Master Tersembunyi, atau mungkin... seorang kultivator supernatural yang legendaris. Jiangnan... tidak, seluruh negeri ini akan segera terguncang oleh namanya. Ingat, mulai hari ini, jangan pernah sekali pun menyinggung pemuda itu!"

Sementara itu, Fang Yuan berjalan menuju gerbang SMA Jiangnan. Lonceng sekolah baru saja berbunyi. Di kehidupan masa lalunya, hari ini adalah hari di mana dia akan dipermalukan oleh anak-anak orang kaya karena masalah sepele.

Fang Yuan menatap gerbang sekolah dengan senyum nakal yang tipis di wajah tampannya. Mata kirinya sempat berkilat keemasan di balik poni rambutnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!